Amazon Deals

Wednesday, August 3, 2011

PENYUSUTAN OTAK

Masih ingatkah anda akan sosok legendaris Bruce Lee dan sebab kematiannya?
Walaupun sampai sekarang masih diperdebatkan penyebab kematian Bruce Lee tetapi kita harus mewaspadai kasus serupa, bisa saja itu menimpa kita atau orang - orang terdekat kita.
Sesuai dengan judul posting diatas yang menyebutkan tetang penyusutan otak.

Waspada Penyusutan Otak!
18 December 2010 | 02:38

Oleh : Atep Afia Hidayat -

Otak merupakan salah satu organ tubuh manusia yang terpenting,  terlindung dalam tengkorak kepala dengan berats sekitar 1.500 gram. Namun berdasarkan hasil beberapa penelitian, ternyata otak manusia bisa menyusut. baik secara fisik maupun secara fungsi (kinerja). Penyusutan otak menjadi ancaman yang serius, karena otak merupakan pusat kecerdasan manusia.

Secara fisik, berat otak akan menjadi 1.300 gram pada usia 60 tahun, menyusut lagi jadi menjadi 1.100 gram pada usia 95 tahun. Umumnya  otak manusia akan menyusut kurang lebih 1 gram per tahun mulai manusia masuk ke fase dewasa. Selain faktor usia penyusutan otak secara fisik  juga bisa disebabkan berbagai hal, yang terpenting misalnya menyangkut gaya  hidup.

Penyusutan otak juga bisa disebabkan kondisi tertentu, misalnya kelebihan berat badan. Berdarakan hasil sebuah riset menunjukkan bahwa orang yang menalami obesitas ( berat badan berlebih), ada kecenderungan mempunyai jaringan otak 4 persen di bawah normal. Selain itu, ternyata  otak pada orang dengan berat badan berlebihan, diprediksi 8 tahun lebih tua ketimbang golongan orang yang berat badannya ideal. Dengan demikian, obesitas bisa dikatakan menyebabkan gejala penyusutan otak. Penjelasan logis untuk fenomena ini ialah karena  kadar lemak dan kalori dengan konsentrasi  yang tinggi dalam tubuh, secara langsung berpotensi menimbulkan penyempitan pembuluh arteri otak kita. Dengan demikian terjadi hambatan aliran darah sekaligus berpotensi menimbulkan proses terjadinya  pengecilan ukuran otak.

Sebagaimana diketahui, fungsi utama otak adalah untuk berpikir. Otak adalah pusat kecerdasan manusia, yang di dalamnya terkandung 200 milyar sel otak sehingga menjadikan manusia sebagai “mahluk belajar” terbaik. Selain itu otak bisa memfungsikan 100 milyar bit informasi (hampir setara dengan 500 ensiklopedia), hal ini menjadikan manusia sebagai “mahluk pengingat” terbaik. Proses berpikir ternyata luar biasa, bergerak dengan kecepatan 480 km per jam. Masih ada lagi, ternyata di dalam organ otak bisa terjadi 100 trilyun koneksi dan setiap hari (24 jam) otak memproduksi 4.000 gagasan. Begitu fantastis sumberdaya otak, persoalannya yang benar-benar dimanfaatkan mayoritas manusia masih di bawah 1 persen. Dengan kata lain 99 persen kebanyakan masih menganggur. Demikian tulis Isaac Asimov dalam karya ilmiah populernya The Human Brain (1964) . Membiarkan otak menganggur jelas menyebabkan penyusutan otak.

Studi mengenai otak terus dilakukan, bagi Anda yang ingin mengetahui tentang Atlas Otak silahkan klik http://www.med.harvard.edu/AANLIB/home.html.  Sedangkan bagi yang ingin mengikuti test dan  games otak silahkan klik  http://www.med.harvard.edu/AANLIB/home.html. Perkembangan riset ter-kini mengenai otak dapat dilihat di http://brain.oxfordjournals.org/.

Fisik dan fungsi otak ternyata bisa menyusut. Beberapa kebiasaan hidup yang negatif-kontra produktif seperti tidak atau jarang sarapan, makan berlebihan, merokok, konsumsi gula berlebihan, sering terpapar polusi udara, sering begadang (kurang tidur), kebiasaan menutup kepala saat tidur, memaksakan bekerja dan belajar pada saat kondisi badan sedang sakit, kurang stimulasi pikiran, dan jarang berbicara, ternyata menyebabkan penyusutan sekaligus kemandulan otak.

Otak bisa mengalami penyusutan, bahkan lebih parah lagi bisa mengalami disfungsi secara menyeluruh. Oleh sebab itu, berbagai penyebabnya perlu diwaspadai. Bagaimanapun kualitas hidup seseorang sangat tergantung pada bagaimana kualitas dan kapasitas otaknya. Otak harus digunakan sekaligus wajib dirawat. (Atep Afia)

SOURCE :
Otak Mengalami Penyusutan Volume Sejak Remaja
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 19-Jun-2008, 07:09:44 WIB

##################################################
KabarIndonesia - Penelitian terbaru yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknik di Aachen menunjukkan, otak manusia sudah mengalami penyusutan volume sejak usia 18 tahun.

Sejak lama diketahui bahwa otak manusia mengalami degenerasi. Seiring bertambahnya umur, bukan hanya kebugaran tubuh yang berkurang tapi juga kemampuan berfikir. Banyak manula mengeluh menjadi pelupa atau menghadapi masalah pancaindera. Sejauh ini para pakar meyakini, bawa penurunan kemampuan fungsi otak mulai terjadi pada usia lanjut. Tapi penelitian terbaru menunjukkan, otak manusia sudah mengalami penyustan volume sejak usia 18 tahun.

Penelitian yang dilakukan di Sekolah Tinggi Teknik Rhein-Westfalen-RWTH Aachen menunjukan, mulai usia 18 tahun, otak manusia sudah mengalami perubahan. Volume otak mulai berkurang pada usia remaja, yang yakni pada umur 18 tahun menurut undang-undang Jerman baru saja memasuki masa dewasa. Penelitian terhadap 51 relawan lelaki berusia antara 18 hingga 51 tahun menggunakan peralatan tomografi resonansi magnetik - MRT menunjukan fenomena tsb.

Para ilmuwan memang secara terarah hanya meneliti relawan lelaki. Karena diketahui terdapat perbedaan struktur otak pada lelaki dan perempuan. Pada monitor komputer terlihat citra otak para relawan. Tim peneliti yang dipimpin ahli saraf Prof.Katrin Amunts memiliki sasaran, dengan memilih relawan yang jenis kelaminnya sama, dapat diperbandingkan kondisi otak pada setiap tingkatan umur. Penelitian yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknik RWTH Aachen bekerjasama dengan pusat riset ilmu pengetahuan Jülich, berhasil menemukan data terbaru yang menarik.

Prof Katrin Amunts menjelaskan : "Kami untuk pertama kali dapat menunjukan, bahwa otak pada usia relatif muda antara 18 hingga 51 tahun sudah mengalami perubahan. Selama ini kami mengetahui, otak manula berusia antara 60 hingga 80 tahun yang mengalami perubahan. Juga kami mengetahui volume wilayah tertentu dalam otak menyusut. Yang terbaru dalam penelitian sekarang, volume otak itu sejak usia muda sudah berubah."
Dengan itu, para peneliti berhasil menemukan sebuah mata rantai yang masih hilang dalam penelitian otak.

Penyebabnya, walaupun sejauh ini sudah banyak pengetahuan mengenai proses degenerasi otak manusia, namun belum diketahui bagaimana  perkembangan otak pada remaja yang baru meningkat dewasa.

Memang jumlah responden dalam penelitian itu tergolong relatif kecil. Akan tetapi hasil yang diperoleh sudah cukup signifikan untuk menutupi celah keilmuan di bidang penelitian otak manusia. Selama ini, penelitian penurunan fungsi otak lebih banyak difokuskan pada manusia berusia 60 ke atas.

Pakar ilmu saraf dari RWTH Aachen, Prof. Katrin Amunts menjelaskan lebih lanjut : "Kami tentu saja sudah mengetahui, bahwa otak mengalami pertumbuhan dan perubahan besar di masa kanak-kanak dan remaja. Akan tetapi rentang waktu antara umur 20 hingga 60 tahun, sejauh ini relatif jarang diteliti. Karena itu tidak banyak diketahui, apakah otak pada saat pertumbuhan juga mengalami perubahan. Kami dapat menunjukkan, terjadinya perubahan volume otak dalam ukuran milimeter kubik yang dimulai pada usia masih muda."

Kesimpulan penelitian, otak berkurang volumenya sejak usia 18 tahun. Terutama sejumlah wilayah dalam otak yang menunjukan dengan tegas penyusutan volume itu. Pakar fisika Peter Pieperhoff bahkan dapat mengukur dengan akurat, bahwa otak manusia menyusut volumenya sekitar 0,2 persen setiap tahunnya.
Pieperhoff menjelaskan lebih lanjut ; "Terlihat terutama kawasan otak kecil maupun kawasan yang disebut unsur putih yang mengalami penyusutan. Ini adalah kawasan yang penting bagi pengawasan gerakan khususnya gerak motorik halus. Jadi gerakan yang memerlukan pengendalian amat akurat."

Pertanyaan yang muncul adalah, berkaitan dengan penyusutan volume otak manusia sejak usia 18 itu, apakah kemampuannya juga terus menurun? Apakah berarti semua mahasiswa baru justru sedang memasuki masa penurunan fungsi berfikir?

Penyusutan volume otak, ternyata tidak berkaitan langsung dengan penurunan kemampuan kognitif maupun fungsi gerak motorik. Prof. Katrin Amunts menegaskan, penyusutan volume otak tidak otomatis berarti menurunnya kemampuan otak. Penjelasan yang paling logis adalah, otak semakin pintar sehingga tidak memerlukan jaringan otak sebanyak sebelumnya. Tapi semua aksioma itu tetap harus diteliti lagi, untuk membuktikan kebenarannya.

Dengan penelitian terbaru, juga diharapkan dapat diperoleh pengetahuan baru menyangkut penyakit otak. Sasaran jangka panjang dari para peneliti otak di sekolah tinggi teknik Aachen dan pusat riset ilmu pengetahuan Jüllich adalah, dapat mendeteksi dini penyakit degenerasi otak seperti Parkinson dan Alzheimer. Sebab penyakit menurun drastisnya kemampuan berfikir dan fungsi otak itu, tidak muncul hanya dalam semalam. Sejauh ini diketahui, sebelum gejala Alzheimer muncul ke permukaan, terdapat fase yang berlangsung sekitar 10 tahun, yang menunjukan perubahan drastis di dalam otak penderita. Namun orang sekitarnya tidak dapat melihat perubahan ini, karena kemampuan maupun perilaku penderita relatif tidak berubah.

Prof Katrin Amunts menjelaskan : "Jika kita berusaha mencari terapi yang manjur, tentu saja kita harus berusaha sedini mungkin mengenali penyakit ini pada pasien bersangkutan. Untuk pembandingnya juga harus diketahui, bagaimana proses penuaan yang normal."

Untuk dapat menemukan data yang lebih akurat, Sekolah Tinggi Teknik Aachen dan pusat riset teknologi di Jüllich merencanakan penelitian lebih besar dengan 1.500 responden.

Selama enam tahun lamanya para responden harus mengikuti rangkaian ujicoba. Penelitian jangka panjang dengan tomografi resonansi magnetik-MRT serta test neuro-psikologi dan analisis genetika, dapat menjamin diketahuinya perubahan sekecil apapun pada otak responden. Dengan itu, para peneliti mengharapkan mampu menegakkan diagnosa dan identifikasi secara dini orang-orang yang memiliki kecenderungan menderita penyakit degenerasi otak, seperti Alzheimer atau Parkinson. Dengan itu, metode pengobatannya secara lebih dini, juga dapat dikembangkan dengan lebih akurat.

Sumber:
Deutsche Welle

Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

##################################################
 Tiga Hal Bikin Otak Cepat Menyusut

 KOMPAS.com - Hasil penelitian terbaru menegaskan mengapa Anda harus segera berhenti merokok, mempertahankan berat badan ideal, menjaga gula darah dan tekanan darah.

Menurut studi para ahli, tiga faktor risiko  yakni merokok, diabetes dan obesitas  dapat menyebabkan otak Anda cepat menyusut di usia pertengahan bahkan memicu gangguan mental hingga sepuluh tahun kemudian.

Ini adalah hasil kajian terhadap 1.352 relawan rata-rata berusia 54 tahun dalam penelitan bertajuk Framingham Offspring Study sejak tahun 1971. Para peneliti dari University of California menemukan bahwa merokok, tekanan darah tinggi, diabetes terkait dengan perubahan pembuluh darah yang berpotensi membahayakan otak.

"Kita tak dapat menyembuhkan atau mengobati penyakit penuaan, tetapi mendorong masayarakat memiliki tubuh sehat dan pikiran sehat adalah penting," ungkap Dr. Charles DeCarli direktur UC Davis 'Alzheimer's Disease Center'.

"Masyarakat harus berhenti merokok, mengontrol tekanan darah mereka, mencegah diabetes dan menurunkan berat badan," tambah peneliti yang mempublikasi risetnya dalam jurnal Neurology edisi 2 Agustus 2011.

Dalam studi ini, relawan diharuskan menjalani pemeriksaan tensi, kolesterol dan diabetes. Relawan juga diukur massa tubuh dan lingkar pinggangnya. Mereka kemudian menjalani scan magnetic resonance imaging (MRI) otak dalam selang waktu 10 tahun. Scan MRI yang pertama dilakukan sekitar tujuh tahun setelah pemeriksaan awal faktor risiko.  Peserta yang mengalami stroke dan demensia saat pemeriksaan awal tidak dilibatkan lagi dalam penelitian. Dari hasil scan pertama dan terakhir terungkap, 19 peserta mengalami stroke dan dua lainnya mengalami demensia.

Peserta yang tensinya tinggi menunjukkan hasil penurunan lebih cepat dalam hasil kemampuan otak, yakni tes perencanaan dan pembuatan keputusan. Hal ini berkaitan dengan percepatan lebih tinggi dalam hal kerusakan di daerah pembuluh darah otak dibandingkan mereka yang tekanan darahnya normal.

Mereka yang mengidap diabetes pada usia pertengahan mengalami penyusutan lebih cepat di bagian hippocampus daripada yang tidak punya diabetes.  Mereka yang merokok kehilangan volume otak secara umum dan penyusutan di bagian hippocampus yang lebih cepat dibandingkan nonperokok, serta mengalami kerusakan pembuluh darah di otak yang lebih cepat.

Sementara itu, peserta yang obesitas di usia pertengahan cenderung berada dalam 25 persen peserta yang mengalami penurunan cepat dalam tes fungsi eksekutif. Mereka dengan rasio pinggang-panggul tinggi cenderung masuk di antara 25 persen peserta yang mengalami penurunan volume otak yang lebih cepat.


##################################################
Olahraga Cegah Penyusutan Otak
Selasa, 15 Juli 2008 | 10:43 WIB

Aktivitas fisik yang menyehatkan dan dilakukan secara teratur, seperti olahraga, bukan hanya bermanfaat bagi orang sehat. Olahraga juga memberi dampak positif bagi penderita penyakit seperti alzheimer.
     
Pasien alzheimer ringan yang lebih rajin melakukan kegiatan fisik terbukti memiliki otak lebih besar dibanding pasien alzheimer yag kegiatan kebugaran fisiknya lebih rendah, demikian hasil riset para ahli di Amerika Serikat yang dimuat jurnal Neurology edisi 15 Juli.

Untuk sampai pada kesimpulaan tersebut, peneliti melibatkan 121 orang berusia 60 tahun untuk menjalani tes kebugaran menggunakan treadmill. Partisipan juga menjalani pemeriksaan otak guna mengukur white matter, grey matter, serta volume total otak.

Di dalam otak manusia, gray matter berfungsi sebagai pusat pemroses/penganalisis informasi, sementara white matter bekerja menghubungkan pusat-pusat informasi/analisis.

Dari seluruh partisipan, 57 orang di antaranya berada pada  tahap awal penyakit alzheimer, sedangkan sisanya tak mengalami kepikunan atau demensia.

"Pasien alzheimer tahap awal yang secara fisik kurang bugar memiliki penyusutan otak empat kali lipat ketimbang mereka yang secara fisik bugar ketika keduanya diperbandingkan dengan  lansia normal. Ini menunjukkan, pada orang yang kebugarannya lebih tinggi penyusutan otak yang berkaitan dengan alzheimer lebih sedikit," kata penulis riset Jeffrey Burns dari University of Kansas.
   
Hasil pengukuran juga tidak berubah walaupun telah mengabaikan faktor usia, jenis kelamin, tingkat keparah demensia, kegiatan fisik dan kelemahan.
   
Dengan penemuan ini, peneliti menganjurkan penderita alzheimer tahap awal dapat memelihara fungsi otak mereka dengan berolahraga secara rutin. "Aktivitas ini berpotensi mengurangi jumlah kehilangan volume otak mereka. Bukti menunjukkan, penurunan volume otak berkaitan dengan buruknya kemampuan kognitif. Oleh sebab itu, pemeliharaan volume otak yang lebih besar mungkin dapat ditafsirkan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik," kata Burns.

No comments:

Post a Comment