Amazon Deals

Thursday, September 29, 2011

BUAH KULDI / BUAH QULDI / BUAH TERLARANG DI SURGA

Buah kuldi atau buah quldi atau buah terlarang yang berada di sebuah pohon yang tumbuh di dalam surga.
tentunya kita tidak asing lagi akan nama buah yang saya sebutkan diatas, mungkin sebagian besar dari kita sudah mendengarnya sejak kecil, tetapi adakah yang mengetahui?
seperti apakah buiah itu?
seperti apakah rasanya?

kenapa buah itu dilarang dimakan?

apakah jika kita masuk surga dan memakan buah tersebut apakah yang akan terjadi pada diri kita?
jika kita memakan buah tersebut waktu kita berada di surga apa kita juga akan di turunkan (lagi) kembali ke dunia seperti adam dan hawa?
apakah buah tersebut eksis? atau bahkan buah tersebut adalah sebuah filosofi yang diterjemahkan kedalam bentuk buah dan saat pikiran manusia sengaja dibuat agar tidak bisa mencerna apa buah kuldi itu?
sekiranya hal-hal seperti itulah yang berkecamuk didalam pikiran sang penulis yang sangat penasaran terhadap buah kuldi.

##################################################
The Qur'an contains many references to an afterlife in Eden for those who do good deeds. Regarding the concept of heaven (Jannah) in the Qu'ran, verse 35 of Surah Al-Ra’d says, "The parable of the Garden which the righteous are promised! Beneath it flow rivers. Perpetual is the fruits thereof and the shade therein. Such is the End of the Righteous; and the end of the unbelievers is the Fire."[Quran 13:35] Islam rejects the concept of original sin, and Muslims believe that all human beings are born pure. Children automatically go to heaven when they die, regardless of the religion of their parents. The highest level of heaven is Firdaus (فردوس)- Paradise (پردیس), to which the prophets, martyrs and other pious people will go at the time of their death.


##################################################
Assalamu'alaikum wr. wb.

Ustadz yang dirahmati Alloh swt Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat, amin. Apakah buah khuldi itu hanya cobaan untuk nabi Adam as atau untuk semua penghuni surga? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Hasan Ansori
Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Saudara Hasan yang dimuliakan Allah swt

Ibnu katsir mengatakan bahwa Allah swt telah membolehkan untuk Adam dan istrinya Hawa memakan seluruh buah-buahan di surga kecuali satu pohon saja.

ada saat itu setan dengki terhadap Adam dan Hawa sehingga ia berusaha untuk membuat makar, tipu daya dan rayuan agar terlepas seluruh kenikmatan dan pakaiannya yang baik. Setan mengatakan dengan penuh kebohongan dan kedustaan bahwa tidaklah Tuhan melarang kalian berdua memakan (buah) dari pohon ini kecuali agar kalian berdua tidak menjadi malaikat atau kekal di sini dan jika kalian berdua memakannya pasti kalian berdua akan mendapatkan hal demikian sebagaimana firman Allah swt :

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَى


Artinya : “Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (QS. Thahaa : 120) yaitu agar kalian berdua tidak menjadi malaikat, sebagaimana firman-Nya :

يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ أَن تَضِلُّواْ

Artinya : “Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat.” (QS. An Nisaa : 176) – (Tafsir Ibnu Katsir juz III hal 97)

Sebelumnya Ibnu katsir telah menyinggungnya saat menafsirkan surat Al Baqooh ayat 35, beliau mengatakan dari Mujahid “dan janganlah kamu dekati pohon ini” berkata ia adalah pohon tin, demikian pula dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Juraih.

Abu Ja’far ar razi dari ar Rubai bin Anas dari Abil Aliyah berkata bahwa siapa yang memakan buah dari pohon itu maka ia menjadi berhadats dan tidak sepatutnya di dalam surga terdapat orang yang berhadats. Abdur Razaq berkata bahwa Abdurrahman bin Muhrib berkata,”aku mendengar Wahab bin Munbih berkata,’Tatkala Allah menempatkan Adam dan Hawa di surga maka Dia melarangnya dari memakan pohon. Pohon itu memiliki dahan yang bercabang-cabang sebagiannya dengan sebagian lainnya. Pohon itu mempunyai buah yang dimakan oleh para malaikat untuk kekalan mereka dan dia adalah pohon yang dilarang oleh Allah swt terhadap Adam dan istrinya.

Berikut enam pendapat tentang tafsir pohon ini :

al Imam al Alamah Abu Ja’far bin Jarir—semoga Allah merahmatinya—bahwa yang benar dalam hal ini adalah perkataan sesungguhnya Allah swt telah melarang Adam dan istrinya dari memakan sebuah pohon dari pohon-pohon surga bukan semua pohonnya. Lalu keduanya memakan (buah) dari pohon itu. Dan kami tidak mengetahui pohon apa itu pastinya? Karena Allah swt tidak meletakkan bagi hamba-hamba-Nya suatu dalil tentang hal itu didalam Al Qur’an dan tidak pula didalam Sunnah yang shahih.

Ada yang mengatakan bahwa itu adalah pohon gandum. Ada yang mengatakan,”pohon anggur.” Ada yang mengatakan bahwa itu adalah pohon tin dan bisa jadi ia adalah salah satu dari apa yang disebutkan itu, itu adalah ilmu. Jika dia mengetahui maka akan bermanfaat bagi alam dengan pengetahuannya dan jika seorang tidak mengetahuinya maka alam tidaklah merugi dengan ketidaktahuannya. Demikianlah yang dipilih oleh Fakhruddin ar Razi didalam tafsirnya dan juga selainnya, ini adalah yang benar. (Tafsir Ibnu Katsir Juz I hal 235)

Adapun maksud dari firman-Nya “pohon khuldi” yaitu apabila dimakan darinya maka kan kekal. Dan bisa jadi pohon itu adalah seperti yang dimaksudkan oleh Imam Ahmad,”Telah bercerita kepada kami Abdurrahman bin Mahdi,’telah bercerita kepada kami syu’bah dari Abi adh Dhahak bahwwa aku telah mendengar Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang apabila seorang pengendara dibawahnya kerindangannya berjalan selama seratus tahun namun belum bisa mengitarinya yaitu pohon khuldi.” Ini juga diriwayatkan dari Ghandar dan Hajjaj dari Syu’bah. Abu daud ath Thayalisi didalam musnadnya meriwayatkan dari Syu’bah juga. Ghandar mengatakan,”Aku berkata kepada Syu’bah bahwa itu adalah pohon khuldi.” Dia mengatakan,”tidak ada didalamnya (kalimat) pohon itu.” (Al Bidayah wa an Nihayah juz I hal 86)

Dari beberapa riwayat dan penjelasan diatas tampak bahwa Allah swt hanya menjadikan pohon khuldi itu sebagai ujian bagi Adam dan Hawa agar tidk mendekati dan memakan buah darinya. Meski pada akhirnya mereka berdua terkena bujuk rayu dan tipu daya setan sehingga memakannya yang menjadikannya diturunkan dari surga, sebagaimana dikatakan Ibnu Jarir dan riwayat dari Wahab bin Munbih.

Wallahu A’lam


##################################################
Buah Khuldi, Simbol Pembelajaran Tuhan Terhadap Manusia

By Yunan Shalimow on December 6, 2009

Nabi-Adam HawaBenarkah pembelajaran manusia runtuh dan mengalami kegagalan pada saat manusia pertama Adam dan Hawa memakan buah khuldi disurga? Apakah memang Tuhan berkehendak menguji ketaqwaan Adam dan Hawa dengan menyiapkan buah Khuldi sebagai medianya? Kenapa mesti buah khuldi? kenapa Tuhan menciptakan buah kuldi? mengapa buah kuldi tersebut ditempatkan di surga bersama Adam dan Hawa? Alasannya apa yang menjadikan Adam dan Hawa tidak diperbolehkan memakan buah kuldi? kenapa Adam dan Hawa memakan buah kuldi yang menjadikannya diturunkan ke dunia? Tuhan kok tidak langsung saja menciptakan manusia di alam dunia? Sederet pertanyaan ini memang bisa menjadi bahan diskusi yang menarik, dan bisa jadi ulasan untuk menjawabnya akan jadi buku tersendiri, heheh.Untuk mampu menjawab pertanyaan diatas tentu harus diserahkan pada ahlinya yang berkompeten. Posting ini hanya sekedar mengajak anda sekalian memahami sedikit hal tentang buah khuldi, yaitu buah yang menjadi simbol dari  perintah Tuhan yang berupa larangan bagi sepasang manusia pertama tersebut.

Sebagai manusia kita juga sangatlah terbatas untuk menjawab sederet pertanyaan diatas, karena ada pertanyaan yang mutlak menjadi wilayah Tuhan dan belum bisa diketahui latar belakangnya, karena belum ada rujukan sahih untuk dijadikan pegangan.

Larangan Tuhan pada Adam dan Hawa sewaktu masih hidup di surga ternyata dilanggar, hal ini dapat dimaknai bahwa manusia adalah tempatnya salah, dosa dan lupa. Meskipun jelas-jelas karena pengaruh bisikan setan berupa kebohongan, maka hasilnya adalah Adam dan Hawa akhirnya memakan buah kuldi juga.

“Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setanpun berkata: “Tuhan Kamu tidak melarangmu untuk mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).”(QS Al-A’raaf:20)

Buah kuldi akhhirnya menjadi simbol dari penentukan patuh dan tidaknya Adam dan Hawa pada Tuhannya. Dalam kehidupan  kita sekarang, simbol ‘buah kuldi’ menjadi simbol dari serangkaian perihal keduniaan yang bisa menjadi ujian bagi manusia  untuk tidak patuh pada perintah Tuhannya.

Keberadaan ‘buah kuldi’ di surga seolah menegaskan bahwa semua yang ada di surga adalah baik, Allah sengaja memberikan batasan dengan boleh dan tidak atas adanya buah kuldi sebagai berkehendak menciptakan sesuatu dan menetapkan sunnatullah. Adalah hak Allah untuk menentukan segala sesuatu dengan segala konsekuensinya, termasuk bagi manusia pertama Adam dan Hawa.

Buah khuldi adam hawaSeperti ditegaskan dalam firmannya “…dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”(QS Al-A’raaf:12). Karena manusia bukanlah malaikat yang sengaja diciptakan untuk bertakwa, patuh dan tidak diberi potensi untuk membangkang, melanggar atau melawan perintah Allah. Sedangkan manusia dipastika Oleh NYA  untuk  diberi potensi patuh, melawan, tunduk atau membangkang.

“Kemudian setan lembisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thahaa : 120). yaitu agar kalian berdua tidak menjadi malaikat, sebagaimana firman-Nya :

Salah seorang ahli tafsir Ibnu katsir telah menafsirkan surat Al Baqooh ayat 35, beliau mengatakan dari Mujahid “dan janganlah kamu dekati pohon ini” berkata ia adalah pohon tin, demikian pula dikatakan oleh Qatadah dan Ibnu Juraih. Sedangkan Abu Ja’far ar razi dari ar Rubai bin Anas dari Abil Aliyah berkata bahwa ”siapa yang memakan buah dari pohon itu maka ia menjadi berhadats dan tidak sepatutnya di dalam surga terdapat orang yang berhadats.

Abdur Razaq berkata bahwa Abdurrahman bin Muhrib berkata,”aku mendengar Wahab bin Munbih berkata,’Tatkala Allah menempatkan Adam dan Hawa di surga maka Dia melarangnya dari memakan pohon. Pohon itu memiliki dahan yang bercabang-cabang sebagiannya dengan sebagian lainnya. Pohon itu mempunyai buah yang dimakan oleh para malaikat untuk kekalan mereka dan dia adalah pohon yang dilarang oleh Allah swt terhadap Adam dan istrinya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon gandum. Ada yang mengatakan,”pohon anggur.” Ada pula yang mengatakan adalah pohon tin. Telah bercerita kepada kami syu’bah dari Abi adh Dhahak bahwa aku telah mendengar Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang apabila seorang pengendara dibawahnya kerindangannya berjalan selama seratus tahun namun belum bisa mengitarinya yaitu pohon khuldi.

” Ini juga diriwayatkan dari Ghandar dan Hajjaj dari Syu’bah. Abu daud ath Thayalisi didalam musnadnya meriwayatkan dari Syu’bah juga. Ghandar mengatakan,”Aku berkata kepada Syu’bah bahwa itu adalah pohon khuldi.” Dia mengatakan,”tidak ada didalamnya (kalimat) pohon itu.” (Al Bidayah wa an Nihayah juz I hal 86)

Dari beberapa riwayat dan penjelasan diatas tampak bahwa Allah swt hanya menjadikan pohon khuldi itu sebagai ujian bagi Adam dan Hawa agar tidk mendekati dan memakan buah darinya. Meski pada akhirnya mereka berdua terkena bujuk rayu dan tipu daya setan sehingga memakannya yang menjadikannya diturunkan dari surga, sebagaimana dikatakan Ibnu Jarir dan riwayat dari Wahab bin Munbih.

No comments:

Post a Comment