Amazon Deals

Tuesday, November 8, 2011

DIALOG ISLAM (ABU HANIFAH) VS ATHEIS

>  I.                 KAPAN ALLAH ADA
>
>  Atheis  : Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan ?
>  Abu Hanifah : Allah berfirman :"Dia (Allah) tidak melahirkan & tidak
> dilahirkan
>  Atheis : Pada tahun berapa Dia berada ?
>  Abu Hanifah : Dia berada sebelum adanya sesuatu
>  Atheis : Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan !
>  Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka empat ?
>  Atheis : Angka tiga
>  Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka tiga ?
>  Atheis : Angka dua
>  Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka dua ?
>  Atheis : Angka satu
>  Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu ?
>  Atheis : Tidak ada angka (nol)
>  Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang
>  mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Allah yang Maha satu
>  yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya ?
>
>  II.                 MAKSUD ALLAH MENGHADAPKAN WAJAH
>  Atheis : Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya ?
>  Abu Hanifah : Kalau kalian membawa lampu digelap malam, kemana lampu itu
> menghadapkan wajahnya ?
>  Atheis : Keseluruh penjuru
>  Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu,
>                bagaimana dengan Allah Ta'ala, nur cahaya langit dan bumi
>
>  III.                 ZAT ALLAH
>  Atheis : Tunjukkan kepada kami zat Robbmu, apakah ia benda padat
>  seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas ?
>  Abu Hanifah : Pernahkan kalian mendampingi orang sakit yang akan
> meninggal ?
>  Atheis : Ya, pernah
>  Abu Hanifah : Semula ia berbicara dengan kalian dan menggerak-gerakan
>  anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak. Nah apa yang
> menimbulkan perubahan itu ?
>  Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya
>  Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana ?
>  Atheis : Ya, masih ada
>  Abu Hanifah : Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat
> seperti
>  besi, atau cair seperti air atau menguap seprti gas ?
>  Atheis : Entahlah, kami tidak tahu
>  Abu Hanifah : Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun
> bentuk
>  roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana kalian bisa memaksaku untuk
>  mengutarakan zat Allah Ta'ala?!!
>
>  IV.                 DIMANA ALLAH
>  Atheis : Dimana kira'kira Robbmu berada ?
>  Abu Hanifah : Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah
>  kalian yakin kalau didalam susu itu terdapat zat minyaknya (lemak) ?
>  Atheis : Tentu
>  Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku dimana adanya zat minyak itu ?
>  Atheis : Membaur dalam seluruh bagiannya
>  Abu Hanifah : Kalau minyak yang makhluk itu tidak ada tempat khusus
>  dalam susu tersebut, apakah layak kalian meminta kepadaku untuk
> menetapkan
> tempat Allah Ta'ala ?!
>
>  V.                 TAKDIR ALLAH
>  Atheis : Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan,
>                   lalu apa kegiatan Robbmu kini ?
>  Abu Hanifah : Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak
> dijelaskan
>  Atheis : Kalau ada orang masuk ke surga itu ada awalnya,kenapa tidak ada
> akhirnya ?
>       Kenapa di surga kekal selamanya ?
>  Abu Hanifah : Hitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya
>
>  Atheis : Bagaimana kita bisa makan dan minum di surga tanpa buang air
> kecil & besar ?
>  Abu Hanifah : Kalian sudah mempraktekkanya ketika kalian ada di perut
>  ibu kalian. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi
> tidak
> pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua  hajat
> tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia
>  Atheis : Bagaimana kebaikan surga akan bertambah dan tidak akan
>           habis-habisnya jika dengan dinafkahkan ?
>  Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila
> dinafkahkan malah bertambah banyak,
>       seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan
> tidak berkurang
>
> Wassalaamu'alaikum Wr,Wb.
>

No comments:

Post a Comment