Amazon Deals

Tuesday, November 8, 2011

RENUNGAN UNTUK PARA PEMUDA

SEDIKIT  RENUNGAN BUAT KITA2 YANG MASIH MUDA...


Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah  orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita  bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam  hidupnya.


Ketika  teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman  saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan  dengan tatapan kosong.


Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba  mengajaknya berbicara.


Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol  dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.


Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda  saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga  saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya  mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.


Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan iaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam  sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.



Tibalah  dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen  kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak  saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak.  Lalu Sejas kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami  karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.
    

Tidak  sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui  telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan  menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal  dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga  tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu  saya ikut  dengan anak saya yang sulung.
  

Tapi  apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan  saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka  meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.


Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita idalamnya,  tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai  mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan  alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari  alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para  pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata     dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?


Akhirnya  saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi  melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan  kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama  saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu  mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan  alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

   
Sekarang  sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk  mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua  harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya  mengana kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk  dengan diri sendiri.

    
Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan  anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.


Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat  laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi  kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung. 

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya  hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?   

    
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Jika kamu menerima e-mail ini berarti masih ada orang yang peduli kepadamu untuk mengingatkan jasa kedua orang tuamu.

   
When is the last time you chat to your parent? THEY NEED YOU!

No comments:

Post a Comment