Amazon Deals

Friday, December 23, 2011

Kapolres: "Airsoft Gun" Dilarang Dipakai di Luar


Ketrangan Photo:
Seorang pemuda diamankan aparat Provos Polres Metro Jakarta Selatan setelah sempat mengancam pengendara sepeda motor dengan benda mirip senjata api, Sabtu (3/12/2011) siang di depan kantor Polrestro Jakarta Selatan. Pemuda itu terlibat cekcok saat berusaha memarkirkan mobil VW Golf warna putih dengan nomor polisi B 234 DIN di depan kantor polisi, namun menghalangi laju pengemudi sepeda motor.

"Airsoft gun itu dilarang dipakai di luar apalagi untuk mengancam orang."

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto mengatakan, dirinya masih belum bisa membeberkan kronologi kasus "pamer" senjata yang dilakukan Aditya (25) di depan Polres Metro Jakarta Selatan. Pasalnya, Aditya kini masih diperiksa aparat kepolisian.


Namun, Imam secara tegas menyatakan, tindakan yang dilakukan pemuda itu untuk menakut-nakuti pengendara sepeda motor yang terlibat pertikaian dengannya adalah tindakan yang salah. Imam tidak menoleransi aksi pemuda itu meski senjata yang dibawanya adalah senjata angin (airsoft gun).
"Airsoft gun itu dilarang dipakai di luar, apalagi untuk mengancam orang. Pemakaiannya harus ada di bawah pengawasan Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia) dan dipergunakan sesuai dengan aturan yang ditetapkan Perbakin," kata Imam, Sabtu (3/12/2011) di Markas Polrestro Jakarta Selatan.
Ia melanjutkan, jika tidak digunakan, senjata angin itu harus disimpan di rumah. "Bukannya malah dibawa-bawa, apalagi untuk mengancam," tutur Imam.


Ia mengatakan, aksi Aditya itu bisa jadi mengarah ke unsur pidana. Ia bisa dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang mengatur tentang penggunaan senjata api.
"Bisa saja dikenakan perbuatan tidak menyenangkan atau undang-undang darurat karena airsoft gun itu, kan, menyerupai senjata api asli," pungkas Imam.
Seperti diberitakan, Aditya yang mengendarai mobil VW Golf B 234 DIN tengah memarkirkan kendaraannya di luar Polres Jakarta Selatan pada Sabtu (3/12/2011) sekitar pukul 14.00. Saat itu, ia terlibat percekcokan dengan seorang pengendara sepeda motor yang merasa jalannya terhalangi.
Hardikan pengendara sepeda motor itu membuat Aditya naik pitam. Ia keluar dari mobilnya sambil mengokang senjata gas. Pengendara sepeda motor itu pun ketakutan sampai akhirnya pergi.
Tak lama berselang, dua personel Provost langsung mengamankan pemuda itu ke Polrestro Jakarta Selatan dengan menyita senjata gas yang disimpannya di bawah jok sopir.

So, bagaimana menurut teman2 sekalian mengenai masalah ini? bagaimana caranya untuk menyiaati agar hal seperti ini tidak terulang lagi?

SOURCE : www.kompas.com

No comments:

Post a Comment