Amazon Deals

Monday, April 2, 2012

Orang Jawa Tertawai Yahudi


 JAWA dan Peradaban Dunia seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Dunia bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa. Simbol inilah salah satu pemahaman ajaran “Teosof” yang berasal dari kalangan bangsawan Jawa.

Dunia digenggamnya dengan segala cara. Mereka melihat dunia ini adalah sebuah tempat yang paling indah untuk menemukan kebagiaan hidup. Itulah mungkin surga bagi mereka. Apa saja yang ada di dunia ini adalah sebuah tipu daya. Sebuah permainan cahaya (sufistik) Makanya dengan segala pengetahuan dan sekaligus pemahaman mereka tentang alam semesta ini ia ingin menguasai dunia. Muncullah kesombongan mereka, yang di wujudkan dengan sepak terjangnya dan segala ke-egoannya untuk menguasai dunia secara global. Saking pahamnya (arogansi…), mereka tertawa di balik layar mereka. Ternyata manusia di muka bumi ini semakin lama semakin bodoh karena kepintarannya (zionisme salah kaprah..hahaha..)
Itu masih dalam konteks pemahaman….( arogan sekali yahudi itu, memang hanya mereka yang paham..?)….hikkks…!”. Orang-orang jawa juga banyak yang paham mengenai apa yang dipahami yahudi-yahudi itu. Namun, ilmu tentang kesempurnaan dari pemahaman itu yang belum mereka temukan (hehehe…hingga saat ini mereka cari) Kalau begitu, kenapa musti ia jadi arogan - sombong dan ingin menguasai dunia..?
Nah itu dia masalahnya..! (inilah benang merahnya bro”…, halus banget), saya berpikir begini. Jika flash back sejarah ke belakang dengan beberapa literature kuno bahwa ada sebuah kajian yang di kenal dengan “teosof”. Sebuah kajian ilmu dan pemahaman yang mirip dengan filsafat atau bagaimana anda menginterpretasikannya. Saya kaji dari beberapa literatur tersebut bahwa sebuah pemahaman “Teosof” memang awal mulanya dari yahudi (Nabi Musa). Padahal, ribuan tahun yang lalu orang-orang jawa utamanya dari kalangan bangsawan (berdarah biru) , tak ketinggalan dalam pemahaman Teosof ini. Buktinya , ada beberapa tokoh di Tanah Jawa yang sempat berpengaruh sebagai teosof dunia.
Pengaruh tersebut lebih ditunjukkan dengan pemikiran-pemikirannya yang sangat holistik dan universal dalam meilhat manusia sebagai mahluk derajat tertinggi di alam semesta ini. Tidak hanya itu, dengan pemikiran-pemikiran yang “teosof” itu, haruslah mereka wujudkan dengan akhlak atau perbuatan yang baik dalam lakon mereka di dunia nyata ini. Karena alam itu sendiri berinteraksi (ada feedback) kepada orang-orang yang selalu sadar dengan esensi dan eksistensinya terlahir di jagad raya ini. Kalangan teosof jawa ini memahami bahwa ada sebuah poros atau inti dari alam semesta ini. Dengan begitu, inti atau poros tersebut yang memberikan sebuah jawaban-jawaban dalam mencari misteri Tuhan yang tiada batas itu.
Itulah bagi orang-orang teosof bangsawan jawa dulu, yang juga sempat mempengaruhi dunia dengan pemikiran-pemikirannya yang di dapatkan dari hasil eksperimen laboratoriumnya sendiri. Hanya saja dalam perjalanannya menuai banyak hambatan dan tantangan. Terlebih lagi tokoh-tokoh dari sesepuh Tanah Jawa tersebut satu persatu telah wafat. Bagusnya, karena semasa hidupnya para sesepuh teosof itu telah mewariskan kepada sahabat dan muridnya apa yang mereka telah dapatkan. Namun tidak secara sembarangan. Paling tidak pewaris tahta itu bisa melanjutkan pengetahuan mereka mengenai “teosof” hingga saat ini yang semakin hari semakin langkah.
Selangkah-langkahnya namun tetap masih ada dan terus ada hingga alam semesta ini masih ada. Karena masih adanya orang-orang itu, zion-zion yahudi terus memantau dan memonitor bahwa di Tanah Jawa atau mereka kenal dengan Nusantara ada orang-orang yang mengerti persis mengenai apa yang mereka ketahui, mereka tak ingin ada orang-orang yang bisa menyamai mereka di dunia ini. mereka tak mau kepintaran-kepintaran mereka tersaingi. Mereka mau manusia-manusia di dunia ini bodoh dan miskin (semua dan semuanya deh…sampai bagaimana mereka genggam dunia ini..) Itulah barangkali ambisi mereka, keserakahan mereka dan sesatnya mereka. Padahal sebenarnya apa yang mereka cari-cari itu ada di tanah Jawa. Orang-orang Jawa pun senyum dikulum lalu menertawainya dengan berkata “sombong akan kebodohannya”.

Dunia Digenggam Oleh Orang Jawa…


Share 39  
KOMENTAR BERDASARKAN :
  • 9 July 2010 20:10:36
    0
    hidup…jawa..tapi..mana ada orang jawa yang..bisa sepinter einstein ya..diakan yahudi!!!!@#%$
    Suka
    Balas |
  • 9 July 2010 20:19:39
    0
    nah ini dia pertanyaan yang sangat kritis dari Mas Pascual. Einstein memang adalah seorang ilmuwan, dengan teori-teorinya yang sempat jadi perhatain dunia yang dia buktikan secara empirik dan ilmiah, namun apa yang di ketahui Einstein adalah masih sebatas energi massa dan cahaya. Hmmmm…orang jawa sendiri sempat menemukan inti dan poros dari energi itu. Einstein ,asih lebih menggunakan “emosional intelligence-nya padahal, masih ada diatas itu lagi yakni “Spiritual Intelligence”, hingga yang paling terkecil dan sangat halus. Mungkin seorang Einstein masih menggunakan rasio’nya, sedangkan orang-orang jawa lebih kepada inti energi itu sendiri. Maka itu, Yahudi pun mandeg secara keseluruhan, namun ia paham apa yang di maksudkan itu.
    Tks Mas Pascual, ini hanyalah sebuah perenungan….
    salam
    Suka
    Balas |
  • 9 July 2010 20:25:03
    0
    Pantas ya…Indonesia pernah saya dengar di sebut Swarnadipa, atau tanah perjanjian…, jangan-jangan ilmuwan-ilmuwan dunia dan filosof-filosof dunia itu asal muasala nya juga dari orang Jawa…
    Perlu kajian yang mendalam Daeng Iman, …
    Tulisan yang sangat menarik dan langkah..”
    salam teosof,
    Suka
    Balas |
  • 9 July 2010 20:54:24
    0
    Swarnadipa..? dari mana anda tahu itu..? hehehe..jangan-jangan anda juga mengerti persis “teosof itu.
    Bisa ya bisa tidak, tergantung semua ke rasa kita, ..rasa yang di cari oleh zion-zion israel…:
    salam teosof juga bro..!
    Suka
    Balas |
  • 9 July 2010 20:44:36
    0
    Waktu Pilpres kemarin, saya juga membaca artikel bagaimana orang Jawa tidak bisa dikalahkan:
    “Sepanjang sejarah Indonesia, Jawa tak bisa dikalahkan…PRRI/PERMESTA di Sumatera, Kahar Muzzakar di Sulawesi, DR Soumokil di Ambon, Gerombolan DII/TII di pedalaman Jawa Barat dan berbagai daerah di Aceh dan Sulawesi, PSI dan Masyumi yang merongrong Sukarno pada kehendak demokrasi terpimpin sampai dengan bangkitnya militer Angkatan Darat yang dikomandoi beberapa
    perwira tinggi Diponegoro menghancurkan segitiga besi: PKI, Sukarno dan Angkatan Darat pro-Jakarta, sampai percobaan separatis GAM-Aceh telah membuktikan sejarahnya bahwa konsolidasi Jawa bukan hal yang bisa dianggap remeh. Dan SBY tahu itu…..” http://www.freelists.org
    Salam, terima kasih pencerahnnya Kanda.
    Suka
    Balas |
  • 9 July 2010 20:52:06
    0
    wahhhh..semakin lengkap sudah artikel ku ini. Dari Dinda Irsyam Syam memberikan ulasan yang begitu terinci dengan tokoh di negeri ini yang sempat memberikan pengaruhnya pada dunia secara global. Namun maaf ya dinda irsyam, saya menulis ini mengangkat “orang jawa” hanyalah sebagai representasi dari negeri ini secara keseluruhan, dan bagaimanapun kita semua bersaudara sebangsa dan setanh iar. Itu saja.
    SBY paham, tapi tak sepaham apa yang di pahami oleh teosof-teosof jawa itu.
    salam buatmu,


    SOURCE : http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/09/orang-jawa-tertawai-yahudi/
    .

No comments:

Post a Comment