Amazon Deals

Saturday, April 7, 2012

Gurkha

Gurkha, bagi beberapa orang pecinta dunia kemiliteran nama tersebut pasti sudah tidak asing lagi ditelinga, ya gurkha mereka adalah suku gunung yang gemar berperang, termasuk memerangi tentara inggris  yang menjajah india, karena keberaniannya akhirnya gurkha direkrut oleh inggris dan negara - negara lain. Negara - negara yang mempunyai unit gurkha antara lain Inggris, India, Nepal, Singapura, Brunei, Hong Kong, Malaysia dan Amerika. Kalau saya pribadi lebih suka menyebut mereka dengan sebutan "tentara bayaran / mercenaries".

Gurkha (Suku yang Terlahir Untuk Berperang)

Gurkha sebenarnya bukanlah Special Force, namun mereka dikenal dengan reputasinya yang menakutkan. Ada 2 suku di Nepal yang dikenal masyarakat luas, yaitu Sherpa yang dikenal sebagai suku pendaki / pemandu di Himalaya, satu lagi Gurkha, yang gemar berperang.

Semasa zaman kolonial sewaktu terjadi Perang di Nepal, Inggris begitu terkesan atas kegigihan dari pasukan Gurkha kemudian merekrut mereka bekerja untuk East India Company di India dan British Army. Gurkha terkenal dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat dan pekerja keras. Sehingga Gurkha begitu disegani oleh kawan, ditakuti oleh lawan.

Semula mereka menjadi tentara bayaran (mercenaries) akhirnya masuk dalam jajaran British Army yang digaji layaknya tentara Inggris sendiri atau legiun asing pada umumnya. Mereka mempunyai unit sendiri dengan nama Brigade of Gurkha sebagai salah satu bagian dari jajaran top angkatan bersenjata Inggris.

Dibentuk sejak tahun 1815, Pasukan Gurkha telah terlibat dalam berbagai medan pertempuran bersama Inggris. Ketika berkecamuk PD I sebanyak 100.000 prajurit Gurkha masuk dalam Brigade of Gurkha. Mereka ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Mereka mendapatkan 2 penghargaan bergengsi Victoria Crosses.



Brigade of Gurkha dalam pelatihan

Pada PD II sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia dan Yunani sampai Malaysia dan Singapura mereka mendapat 10 Victoria Crosses. Seiring dengan pengalaman tempurnya yang mengunung, Gurkha menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan, bahkan melebihi pasukan elit sekalipun.

Semasa berkecamuk perang Malvinas (Falkland War, 1982), dalam suatu front pertempuran, Inggris mempropagandakan kepada pihak militer Argentina akan menyertakan 1 batalyon Gurkha-nya. Mendengar itu tentara Argentina lari tunggang langgang meninggalkan pos-pos mereka.

Sewaktu PD II di front pertempuran Tunisia (Afrika Utara), pasukan Gurkha yg sudah kehabisan amunisi lalu membuang senapan-senapan mereka, berlarian naik ke atas tank-tank Jerman di tengah-tengah hujan peluru dan menggorok tentara Jerman dengan senjata tradisional mereka, khukri.

Khukri, Senjata tradisional Gurkha

Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk unik sedikit melengkung mengarah ke depan. Di disain khusus sedemikian rupa, sehingga dapat menebas leher dengan sekali babatan bersih. Ada sedikit cerita mengenai khukri, sekali khukri dihunus dari sarangnya pantang tidak meminum darah. Itulah sebabnya tentara Gurkha ketika sehabis mengasah / membersihkan khukri selalu mengiris jari tangannya.

Saat ini bukan hanya Inggris yang merekrut Gurkha dalam jajaran pasukannya, Singapura, India, Malaysia, Brunei, Hongkong (sebelum penyerahan ke RRC) tercatat memakai Gurkha dalam kesatuan angkatan bersenjata mereka. Bahkan di Brunei, Gurkha dipakai sebagai Special Force Penjaga Sultan Brunei.

Tapi dibalik cerita hebat yang disandang oleh pasukan ini, ternyata Gurkha juga memiliki sedikit cerita yg memalukan tentang dirinya dan kejadian ini rupanya terjadi di Surabaya, Indonesia. Pada saat mendarat pertama kali di Surabaya, ada kesepakatan antara Brigjen Mallaby dengan para pemimpin arek-arek Suroboyo bahwa pasukan Inggris hanya diijinkan paling jauh 800 meter dari pelabuhan dalam upaya mereka mengurus tawanan perang Jepang. Namun ternyata kesepakatan ini dilanggar oleh Mallaby. Mungkin Mallaby menganggap remeh pemerintahan Indonesia di Surabaya. Maka tidak dapat dihindari lagi, terjadi gesekan-gesekan dilapangan antara para pejuang Indonesia dengan pasukan Inggris. 

Pasukan Inggris, terutama Gurkha dan Pasukan India yang non-muslim (karena ada juga pasukan India Muslim yang kelak menjadi Pakistan dan sering membantu arek-arek Suroboyo dengan memberi senjata dan amunisi), seringkali bertindak kurang ajar dan kejam terhadap arek-arek Suroboyo. Sering sekali mereka melakukan sweeping dan kemudian merampas senjata-senjata yang dibawa oleh arek-arek Suroboyo saat bertemu dijalan. Bahkan jika ada arek Suroboyo yang menolak menyerahkan senjatanya, pasukan Inggris main tembak saja.

Akibatnya, kemarahan para pejuang kian tinggi sehingga diputuskan untuk menyerang pos-pos pasukan Inggris, terutama yang berada di area di luar jarak 800 meter sesuai kesepakatan (sungguh fair play arek-arek Suroboyo itu, meski dibuat marah, mereka masih menghormati kesepakatan yang dibuat oleh para pemimpinnya). Arek-arek Suroboyo yang marah menyerang seluruh pos pasukan Inggris, termasuk Gurkha. Arek-arek Suroboyo nampaknya punya perhitungan tersendiri terhadap pasukan Gurkha ini. Mereka inilah yang paling kurang ajar dan paling kejam diantara pasukan Inggris. Sebagian arek-arek Surabaya tahu reputasi dan pengalaman tempur Gurkha, tapi tidak ada rasa takut atau segan sedikitpun untuk bertempur melawan pasukan Gurkha. Clurit orang Madura tidak kalah mematikan dengan pisau kukri Gurkha. 

Sejarah kemudian mencatat, pos-pos pasukan Inggris itu dibuat morat-marit. Pertahanan mereka jebol dimana-mana akibat gelombang serangan arek-arek Suroboyo yang bertempur dengan ganas. Pasukan Inggris yang masih selamat lari terbirit-birit kembali ke induk pasukan untuk menyelamatkan diri. Bahkan dengan meninggalkan jenasah teman-teman mereka. Naas bagi jenasah pasukan Gurkha yang tidak sempat dievakuasi. Sebagian arek-arek Suroboyo, mungkin karena situasi yang panas dan dendam yang membara, membuang sebagian jenasah pasukan Gurkha itu ke Kali Mas. Belum cukup disitu, sebagian arek-arek Suroboyo itu kemudian menjadikan jenasah yang terapung di kali itu sebagai titis-titisan (sasaran untuk latihan menembak).

Apa boleh buat, itulah peperangan yang akan selalu ada sisi-sisi kekejaman. Pasukan Gurkha telah menuai buah pahit dari bibit kekejaman dan permusuhan yang mereka tebar di Surabaya. Gurkha boleh saja membanggakan reputasi tempur mereka saat melawan Jepang dan Jerman Nazi, tapi saat melawan arek-arek Suroboyo yang mereka ejek dengan sebutan “mob” atau milisi kelas Tiga, hanya tinta kelam memalukan yang lereka torehkan.
##################################################
Brigade of Gurkha
Gurkha sebenarnya bukanlah Special Force (kaya SAS atau KOPASSUS), hanya saja saya tertarik mengangkatnya mengingat reputasinya yang menakutkan.
Ada 2 suku di Nepal yang dikenal masyarakat luas : pertama, Sherpa yang dikenal sebagai suku pendaki/pemandu di Himalaya, satu lagi Gurkha, yang gemar berperang.
Semasa zaman kolonial sewaktu terjadi Perang di Nepal, Inggris begitu terkesan atas kegigihan dari pasukan Gurkha kemudian merekrut mereka bekerja untuk East India Company di India dan British Army.
Gurkha terkenal dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat dan pekerja keras. Sehingga Gurkha begitu disegani oleh kawan, ditakuti oleh lawan.
Semula mereka menjadi tentara bayaran (mercenaries) akhirnya masuk dalam jajaran British Army yang digaji layaknya tentara Inggris sendiri atau legiun asing pada umumnya. Mereka mempunyai unit sendiri dengan nama Brigade of Gurkha sebagai salah satu bagian dari jajaran top AB Inggris.
Dibentuk sejak tahun 1815, Pasukan Gurkha telah terlibat dalam berbagai medan pertempuran bersama Inggris.
Ketika berkecamuk PD I sebanyak 100.000 prajurit Gurkha masuk dalam Brigade Gurkha. Mereka ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Mereka mendapatkan 2 penghargaan bergengsi Victoria Crosses.
Pada PD II sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia dan Yunani sampai Malaysia dan Singapura mereka mendapat 10 Victoria Crosses.
Seiring dengan pengalaman tempurnya yang mengunung, Gurkha menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan, bahkan melebihi pasukan elit sekalipun. Paling tidak oleh tentara Argentina.
Semasa berkecamuk perang Malvinas (Falkland War, 1982), dalam suatu front pertempuran, Inggris mempropagandakan kepada pihak militer Argentina akan menyertakan 1 batalyon Gurkha-nya. Mendengar itu tentara Argentina lari tunggang langgang meninggalkan pos2 mereka.
Sewaktu PD II di front pertempuran Tunisia (Afrika Utara), pasukan Gurkha sudah kehabisan amunisi mereka membuang senapan2, berlarian naik ke atas tank2 Jerman di tengah2 hujan peluru dan menggorok tentara Jerman dengan senjata tradisional mereka, khukri.
Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk unik sedikit melengkung mengarah ke depan. Didisain khusus sedemikian rupa, sehingga dapat menebas leher dengan sekali babatan bersih.
Ada sedikit cerita mengenai khukri, sekali khukri dihunus dari sarangnya pantang tidak meminum darah. Itulah sebabnya tentara Gurkha ketika sehabis mengasah/membersihkan khukri selalu mengiris jari tangannya.


Mana yang lebih ditakuti? Tentara Norwegia yang tinggi besar ini atau Gurkha yang kecil mungil?

Saat ini bukan hanya Inggris yang merekrut Gurkha dalam jajaran pasukannya, Singapura, India, Malaysia, Brunei, Hongkong (sebelum penyerahan ke RRC) tercatat memakai Furkha dalam kesatuan AB mereka.
Bahkan di Brunei, Gurkha dipakai sebagai Special Force Penjaga Sultan Brunei.
brigade of gurkha dalam pelatihan..
khukri
Wah pada gak tau sejarah nigh dulu jaman NICA menduduki indonesia pasukkan ini juga pernah diturunin gan but katanya mereka perangnya setengah hath ama Indonesia dikarenakan persamaan keyakinan,n klo gak salah waktu ganyang malaysia pasukkan ini juga di turunkan inggris untuk bantu malayshit n hasilnya banyak marinir kita yg mati
kalo kesaman keyakinan gak deh gan kalo orang Gurkha itu hindu , yang ogak berperang dengan TKR itu pasukan india muslim mereka ogah perang dengan indonesia karna faktor keyakinan
ini ada sedikit kisa perlawanan tentara Kita melawan Pasukan Gurkha dari forum sebelah :
28 oktober jam 14.15 sepasukan tentara Gurkha sebanyak kira-kira 35 orang dibawah pimpinan seorang mayor bangsa Inggris dengan tidak terduga-duga sama sekali menduduki studio RRI di Simpang. Yang selama ini memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya pada pembukaan dan penutupan siaran. Oleh kepala pasukan yang menduduki RRI, kepala dinas Sutoyo ditanyai alamat pimpinan umum. Sutoyo menelepon Sulaiman dan melaporkan keadaan studio. Pada waktu itu instruksi Sulaiman (pemimpin umum) hanyalah supaya semua pegawai bersikap tenang saja dan mempersilahkan opsir Iggris itu datang ke rumah Sukirman yang letaknya di samping belakang gedung studio.
Mendapat jawaban itu dengan segera rumah Sukirman dikepung oleh tentara Gurkha sambil mengadakan stelling siap tempur. Sukirman diajak ke studio dan semua pegawai yang sedang dinas disuruh pulang, sedang Sukirman diwajibkan tinggal. Semua kunci studio dipegang oleh opsir tersebut. Meskipun studio Simpang telah diduduki siaran RRI tiada terhenti. Pendudukan gedung RRI ini segera tercium oleh pemuda pejuang yang berada di sekitarnya. Pendudukan gedung RRI Simpang ini sungguh mengundang permusuhan. Tetapi mungkin karena sikap kekurangajaran pasukan Inggris selama ini, mereka tidak merasa bahwa menduduki gedung itu memancing bentrokan senjata dengan para pejuang Indonesia. Pasukan Gurkha yang berada di gedung RRI melakukan penembakan terhadap orang-orang yang lalu lintas di depan gedung. Perbuatan ini lebih mengundang bentrokan. karena rakyat yang mengepung gedung ini tidak memiliki senjata api yang ampuh, maka mereka segera menghubungi markas PRI, Markas Polisi Istimewa dan lain-lain. Rakyat minta bantuan pasukan bersenjata.
Pengepungan Gedung radio Surabaya di Simpang meletus jadi bentrokan bersenjata. Sayang, rakyat menyerang hanya mengandalkan semangat dan keberanian saja. sehingga banyak jatuh korban dipihak rakyat Surabaya. Seorang Opsir yang merasa ketika tembak menembak (jam 18.00 Minggu, 28 Oktober 1945) pihaknya akan menang. Opsir Inggris itu keluar dari gedung mengendarai jip akan kembali ke markasnya. Ia memang berhasil meloloskan diri dari kepungan rakyat yang tidak lengkap persenjataannya, tetapi sampai Markas Pemuda Republik Indonesia di Simpang Club, dicegat oleh para pemuda yang bersiap-siap disitu. Jipnya di rampas dan opsir itu tewas terbunuh.
Pertempuran berlanjut sampai jauh malam, serta sampai satu hari berikutnyaRenin pagi 29 Oktober 1945, tembak menembak di gedung Radio Surabaya mulai ramai lagi. Polisi Istimewa mengirimkan sebuah kendaraan panser dari markasnya di Coen Boulevard, lengkap dengan senjata dan tiga orang penumpangnya,yaitu Luwito, Wagimin, dan Sutrisno. Melihat banyaknya korban yang bergelimpangan dan tak ada yang berani menolong atau memindahkan ke pinggir jalan, panser datang dari arah barat dengan hati-hati. Panser Polisi Istimewa itu melewati gedung tadi sambil melihat keadaan dan tidak luput dari brondongan tembakan dari atas. Panser berputar ke sebelah kiri dan dari depan gedung, dan laras senapan mesin watermantel 7,7 diarahkan ke jendela tempat orang-orang Gurkha mengintai dan menembak.
Rentetan tembakan dilepaskan ke jendela beberapa kali, ternyata mereka tetap mengadakan pembalasan. Rupanya mereka dapat menghindari tembakan dari panser, Luwito turun dari panser, minta kepada para pemuda yang stelling di muka gedung menyingkir ke samping gedung. Dinding kaca dimuka ruang tamu dihancurkan dengan tembakan senapan mesin. Panser yang dikemudikan Wagimin merapat dibawah gedung untuk menghindari lemparan granat musuh. Sutrisno mengawasi gedung sambil melindungi teman-temannya. Mereka berkumpul ke tempat semula, lalu kembali mendekati gedung dengan dua jerigen bensin cadangan yang tersedia didalam panser. Jerigen dibuka tutupnya dan dilemparkan ke lantai, sehinggga lantai gedung basah oleh bensin. Wagiman menjalankan pansernya seperti tadi, tapi agak cepat. Pada kesempatan itu sebuah granat yang telah dicabut pennya dilemparkan ke lantai yang basah oleh bensin. Granat meledak, dan api pun menyala, gedung terbakar hebat.
Setelah terjadi kebakaran beberapa saat, maka keluarlah tdntara Gurkha kira-kira 10 orang dari kepulan asap. Dalam keadaan muka setengah hangus menyandang senjatanya sambil angkat kedua tangannya ke atas tanda mereka menyerah. Mereka langsung disambut oleh pasukan rakyat dimuka gedung dengan amukan tanpa belas kasih. Di bantai dengan senjata seadanya hingga tewas semuanya. Rupanya rakyat melakukan balas dendam karena kawan-kawan seperjuangannya banyak yang gugur akibat tembakan pasukan Gurkha dari atas gedung itu. Semua pasukan Gurkha yang menduduki Gedung Radio Surabaya tewas terbakar atau diamuk oleh rakyat. Hanya dengan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, Sukirman yang bertahan digedung itu dapat meloloskan diri dan selamat.
##################################################
  
 GURKHA VS TNI DI TAHUN 1964 (DWIKORA)


  •  
  • Januari 1/7′n Gurkha menewaskan 23 orang sukarelawan yang mendarat di Timur Sabah, sepucuk sten dan 2 AR-15 bernasil dirampas.
  • Februari 1/2″ Gurkha Rifles dan 42 Commando mencegat penyusupan 30 sukarelawan di wilayah Bau, yang lari kembali ke perbatasan setelah kontak tembak singkat.
  • Maret 2 prajurit Gurkha dari 2/10′h Gurkha Rifles, Cpl. Birbahadur Rai dan Lcpl. Kindraman Rai gugur saat mendekati posisi pasukanYonif Linud 328 Raider. Operasi pengejaran dilakukan Mayor Mayman, komandan Kompi A, 2/10th Gurkha Rifles dengan didukung bantuan baterai howitzer dan dua ranpur Saladin milik Queen’s Royal Irish Hussars.
  • April — Operasi Sabretooth, 2/10′h GR mengejar sepeleton pasukan Indonesia yang melintasi perbatasan pada akhir Maret, dari 36 infiltran, 27 berhasil ditangkap.
  • September — Penerjunan 151 PGT dan 41 sukarelawan komunis ke wilayah Labis yang berujung bencana di pihak Indnnesia. T-1307 yang diterbangkan Mayor Djalaluddin Tantu jatuh dan hilang di Selat Malaka, dan satu pesawat lainnya kembali karena kerusakan mesin. Dan dua pesawat yang berhasil melaksanakan penerjunan, pesawat pertama tiba di DZ yang salah sehingga seluruh peralatan malah ditemukan Polisi Malaysia. Kesuksesan infiltrasi PGT ini mendorong diadakannya operasi pencarian skala besar yang dipercayakan pada 1/10th Gurkha dan 1st Batt. RNZ Regt. Dalam operasi selama satu bulan, hanya 7 PGT yang bisa ditawan, 44 lainnya ditewaskan dalam kontak tembak. 1/10th kehilangan Lance Corporal Tekbahadur Rai yang gugur dalam kontak tembak tangga113 September
SUMBER : ANGKASA EDISI KOLEKSI
FOTO : SEJARAHPERANG 
##################################################
Tentara Gurkha vs KOPASSUS
Share aja nih, sorry klo repost

Bro gw liat pada hari minggu 7 Juni 2009 Jam 11 Malam, di BBC (TV KABEL) ada acara Militer yang menceritakan tentang Tentara Gurkha Inggris yang konon katanya salah satu tentara terbaik di dunia sampai-sampai Buckingham Palace di jaga olehnya.

Yang gw kagumi dari acara tersebut adalah, ternyata tentara gurkha itu punya saingan yaitu KOPASSUS dari Indonesia, ini adalah pernyataan salah satu komandan satuan tersebut yang bernama Letnan Phillips. Dia menceritakan bahwa antara KOPASSUS dan Gurkha merupakan satuan anti teror yang sangat di rahasiakan keberadaannya, dan bahkan aspek komunikasi antara satuan sangat rahasia sekali.

Letnan Phillips mengatakan saat Inggris pernah menjajal kekuatan Pasukan Khususnya di Kalimantan dekat perbatasan Malaysia & Indonesia, ternyata KOPASSUS lebih sigap & lebih licik dari yang mereka duga, saat itu beberapa Pasukan Gurkha Inggris mati dengan taktik perang Hutannya. Dan saat duel satu lawan satu Tentara Gurkha mati dengan di tikam di bagian lambung sebelah kanan dan dengan leher kanan belakang di tusuk jarum pentul yang di bawa oleh Kopassus tersebut.

Semenjak saat itu Athan Inggris menganggap misi tersebut harus segera di stop, karena bisa membuat tentara kwalahan akibat perang hutan yang mencapai hampir 2 bulan tersebut. 
##########
Gurkha pernah di terjunkan Inggris pada pertempuran 10 November di Surabaya. namun mereka gagal menembus pertahanan para pejuang2 kemerdekaan indonesia yang bertempur gerilya saat itu.

Bahkan, tentara gurkha, terpecah menjadi 2 bagian, mereka yang beragama muslim (awal tentara pakistan) malah membantu cadangan persenjataan tentara indonesia, sedangkan yang non muslim (hindhu) mereka mendapat perlawanan sengit dari pejuang kita.  
##########
1. Long Jawai, Sept-Okt 1963
150 sukarelawan Indonesia menyusup ke Long Jawai untuk menyerang suatu pos yg dijaga oleh 6 gurkha, 3 polisi dan 21 border scout (orang malay), hasilnya 7 orang border scout tewas dan sukarelawan sanggup menyusup sampai sejauh 50 mil kedalam wilayah serawak.


Photo Scout Border Malaysia

2. Plamen Mapu, April 1965
RPKAD menyerang pertahanan Inggris di Plamen Mapu yang dijaga oleh kompi B HQ 2nd Batt The Parachute Regiment..Korban di fihak Inggris 2 tewas dan 7 luka berat, menurut pengakuan mereka membunuh 30 anggota RPKAD yg tewas tapi mereka tidak menemukan satu mayatpun. Dari catatan RPKAD hanya 1 anggota yg gugur.


pertahanan inggris di plamen mapu


Anggota Batalion Linud TNI ditangkap Gurkha
##########
Kalau lawan Inggris sih tentu dalam masa Konfrontasi .. jaman DWIKORA tahn 1962-1965. Terutama di Sabah-Serawak ..istilah lamanya..ya.. "Kalimantan-Utara"
Waktu itu yang terjadi RPKAD (nama lama Kopassus) lawan SAS.. ada di buku sejarah SAS.. sdh itu coba liat di tugunya SAS di Inggris.Dipahat disitu sewaktu "Operasi Claret".
Jaman itu SAS yang mati 4 orang.. 1 Pa , 3 BA/TA.

Kalo yang lawan Gurkha umumnya ya tentara reguler istilahnya "Sukarelawan".. trus Gurkha bukan tentara rahasia...  

##########
 Pasukan Gurkha sangat sering dirancukan sama Pasukan India...termasuk oleh pejuang kita di Perang Surabaya (semua pasukan India disebut dengan julukan Gurkha).

Sebenernya cuma 1 batalyon Gurkha yang digelar Inggris di Perang Surabaya '45...3/9th Gurkha Rifles (123rd Indian Infantry Brigade - 5th Indian Division). Sebenernya di 5th Indian Div masih ada 1 batalyon Gurkha lagi (3/4th Gurkha Rifles) di Brigade 161...tapi brigade ini tidak digelar di Surabaya dan ditugaskan di Malaysia.

Pasukan India Muslim yang membantu pejuang RI (bahkan konon ada yang bergabung dengan RI, meskipun di battle report resmi Inggris nggak pernah diakui) bukan dari Batalyon Gurkha - 3/9th Gurkha Rifles...mereka dari batalyon2 India.

##########
Gurkha tidak pernah diorganisasikan menjadi Divisi khusus Gurkha di British/Indian Army...batalyon2 Gurkha disebar di berbagai Divisi2 India di bawah Inggris. Di Satu Divisi India (=3 Brigade) biasanya diselipkan 1-2 Batalyon Gurkha. 1 Batalyon Inggris (Bule) juga di-attach di Indian Division.

Contohnya OOB 5 Indian Division yang bertempur di Surabaya:

9th Indian Infantry Brigade
2nd West Yorkshire Regiment*
3/2nd Punjab Regiment
(1st Burma Regiment – In Sumatra –Not at Surabaya)

123rd Indian Infantry Brigade
2/1st Punjab Regiment
1/17th Dogra Regiment
3/9th Gurkha Rifles*

161st Indian Infantry Brigade (In Malaya Until 11/24/06)
1/1st Punjab Regiment
4/7th Rajput Regiment
3/4th Gurkha Rifles*

Divisional Infantry (Participation/Location Unknown)
17th Dogra Machine Gun Battalion
1/3rd Madras Regiment (HQ Defense Battalion)
3/9th Jat Regiment (Divisional Reconnaissance Battalion)

Divisional Artillery (Participation/Location Unknown)
4th Indian Field Regiment
5th Indian Field Regiment
24th Indian Mountain Regiment
5th (Mahratta) Anti-Tank Regiment

* Batalyon Gurkha
* Batalyon Inggris
Lainnya kesatuan/batalyon India

##########
Ahh yesss I remember reading this awhile back. During one of the engagement in Borneo confrontation, the gurkhas in the one of the village yang mereka control almost got completely wiped out.

##########
dalam buku Kopassus, Ken Conboy dikisahkan satu regu Gurkha malah dihantam meriam sendiri karena miskom dengan pasukan di luar desa, gara2nya mereka ketemu Kopassus. Kopassus mati satu Gurkha satu regu lumat gak tersisa, yg tersisan cuman sepatu botnya aja

##########
Dan, Gurkha itu diambil dari nama suku di pegunungan Himalaya, kalo nama senjata khasnya yg lu maksud itu Khukri.

Gurkha ga pernah diterjunkan di Surabaya, yg di Surabaya itu salah satu Divisi Inggris yg punya julukan Indian Army karena tentaranya berasal dari beberapa agama di India, yaitu Hindu, Islam dan Sikh.

kalo orang Surabaya bilang Gurkha di Perang 10 November, itu karena mereka ga ngerti saja & yg mereka kira orang Gurkha itu sebenarnya orang Sikh (secara gw jg Arek Suroboyo Cak). Cuma nama Gurkha zaman itu sudah terkenal sbg jagoan perang yg tergabung dalam tentara Inggris. Jadi ketika Inggris datang ke Surabaya, dikira yg datang itu tentara Gurkha padahal bukan.

Gurkha pertama kali beraksi di Indonesia ya pas Konfrontasi Ganyang Malaysia itu.

##########
Memang bener arek2 Suroboyo salah kaprah menyebut semua Tentara India dengan sebutan Gurkha. Tapi pasukan Gurkha memang digelar di Pertempuran Surabaya 1945...tapi memang cuma 1 Batalyon doang...yaitu 3/9th Gurkha Rifles. Mereka tergabung di 5th Indian Division...elemen dari 123rd Indian Infantry Brigade. Sebenernya di Divisi India ke-5 ada satu lagi batalyon Gurkha (3/4th Gurkha Rifles) di 161st Indian Infantry Brigade...tapi menurut data pihak Inggris Brigade 161 ini tidak ikut digelar di Surabaya.

##########
Tambahan OOB lengkap pasukan Inggris/India yang digelar di Pertempuran Surabaya:

5th Indian Infantry Division

9th Indian Infantry Brigade
2nd West Yorkshire Regiment
3/2nd Punjab Regiment
(1st Burma Regiment – In Sumatra –Not at Surabaya)

123rd Indian Infantry Brigade
2/1st Punjab Regiment
1/17th Dogra Regiment
3/9th Gurkha Rifles

161st Indian Infantry Brigade (In Malaya Until 11/24/06)
1/1st Punjab Regiment
4/7th Rajput Regiment
3/4th Gurkha Rifles

Divisional Infantry (Participation/Location Unknown)
17th Dogra Machine Gun Battalion
1/3rd Madras Regiment (HQ Defense Battalion)
3/9th Jat Regiment (Divisional Reconnaissance Battalion)

Divisional Artillery (Participation/Location Unknown)
4th Indian Field Regiment
5th Indian Field Regiment
24th Indian Mountain Regiment
5th (Mahratta) Anti-Tank Regiment

Other Units At Surabaya

B Squadron, 11th (P.A.V.O.)Cavalry (Stuart Light Tanks)

49th Indian Infantry Brigade
4/5th Mahratta Light Infantry (Participation in question)
6/5th Mahratta Light Infantry
5/6th Rajputana Rifles
3rd Indian Field Regiment (Provided Fire Support During
Battle)
71st Indian Field Company I.E.

##########
Ya itu Dan, seperti gw bilang, saking terkenalnya pasukan Gurkha, orang Surabaya menganggap semua tentara Inggris yg dari India dibilang Gurkha. Gw inget guru sejarah gw waktu di SMA di Surabaya dulu, juga bilang gitu, dia nunjukin foto tentara yg dia maksud sbg tentara Gurkha, padahal itu tentara India dari Sikh karena pake turban.

##########
Sebenernya juga bukan pasukan Sikh , Gan...

Pasukan India yang digelar Inggris di Surabaya terdiri dari berbagai 'suku' yang dalam organisasi militer dijadikan 1 resimen yang terdiri dari beberapa batalyon. Sesuai OOB yang sudah saya post di atas...di Surabaya digelar pasukan dari 5th Indian Division yang diperkuat oleh Resimen² Punjab, Rajput, Dogra, Madras dan Jat.

Sementara Brigade-nya Mallaby (49th Indian Infantry Brigade, 23rd Indian Division) yang hampir hancur dikepung arek² Suroboyo dalam pertempuran 28-30 Oktober terdiri dari Resimen² Mahratta dan Rajputana.

Kebetulan pasukan Divisi 5 dan 1 Brigade dari Divisi 23 yang digelar di Surabaya nggak diperkuat Resimen Sikh.

##########
Beritanya kurang lengkap.. mungkin yang di maksud TS adalah Sumpit (Senjata Khas Dayak). Sumpit memang Ujungnya ada yang di kasih racun untuk membunuh buruan.. kalo yang ahli banget, bisa mengenai sasaran 100 Meter. trus kejadiannya kalo ga salah di Long Bawan, Nunukan Kaltim, sampai sekarangpun masih banyak Goa bekas Tentara Gurkha.. sayang perjalanan ke sana mahal..
 

No comments:

Post a Comment