Amazon Deals

Sunday, April 15, 2012

Studi Lalat sebagai antibiotik murah

Di indonesia sekarang orang miskin di larang sakit, biaya dokter dan rumah sakit yang mahal menyebabkan masyarakat miskin lebih sering harus menerima nasib begitu saja ketika mereka mengalami gangguan kesehatan.. walau begitu Tuhan maha adil, banyak sumber obat2an yang sebenarnya tersebar dan bisa didapatkan dengan murah bahkan gratis, salah satunya lalat yang merupakan salah satu sumber antibiotik alami..
 
walaupun lalat adalah hewan penuh kuman namun sangat ampuh dalam mengobati berbagai penyakit terutama yang disebabkan oleh virus dan bakteri dan ini merupakan antibiotik tanpa efek samping...
Dalam peneliti`n  yang telah dilakukan oleh team Departemen Mikrobiologi Medis Fakultas Sains, Universitas Qoshim, Arab Saudi
menunjukkan bahwa di dalam lalat terdapat Actinomycetes yang dapat berpotensi sebagai antibiotik terhadap bekteri yang juga terdapat pada lalat tersebut. Berikut ini adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Q√Ęshim, Kerajaan Arab Saudi tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat.
Metode yang mereka gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) air steril yang telah dicelupkan lalat ke media Agar [media yang berasal dari musilaginosa kering yang diekstrak dari ganggang mereh, yang mencair pada suhu 100oC dan memadat pada suhu 40oC yang tidak dapat dicerna oleh mikroba,  kemudian mengidentifikasi mikroba yang tumbuh. Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu (1) sample air steril dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga hanya pada bagian sayap lalat saja, dan (2) sample air steril yang dimasukkan lalat yang dicelup seluruh tubuhnya. Semua ini dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) di ruangan khusus, untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat hasil penelitian menjadi bias. Setelah itu, sample air tadi dikultivasi ke media Agar dan diinkubasi selama beberapa hari sehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak secara jelas. Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk mengetahui jenis mikroba tersebut. Berikut ini adalah hasilnya.

Cawan Petri 1 : sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang
berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya
terbenam). Cawan Petri 2 : sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.
Hasil :
Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, pada awal mulanya tampak tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.
Bila anda ingin mencobanya lalat sebagai anti biotik caranya pun sangat mudah:
    -untuk lalat yang biasa dirumah-rumah dengan ukuran sedang tangkap lalat 8 ekor dan telan langsung  hidup-hidup 8 ekor tersebut,menelanya boleh satu-satu.
    -untuk lalat hijau yang cukup besar cukup 6 ekor.
Minumnya sehari 2 kali cukup dan ingat harus ditelan dalam keadaan hidup
Mau coba??
(dari berbagai sumber)

SOURCE: http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/doc/314319938617926/

No comments:

Post a Comment