Amazon Deals

Monday, June 25, 2012

Temuan Baru: Bahan Bakar Air Seni (Urine)

Di tengah gonjang ganjing harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, ada kabar mengejutkan dari Belanda. Negeri Kincir Angin itu bersiap menggantikan bahan bakar dari minyak bumi (BBM) dengan bahan bakar dari air seni atau urin. Kok bisa?

Ya, para ilmuwan Belanda telah berhasil memanfaatkan kekuatan urin atau air seni alias air kencing manusia. Kabarnya pula, hasil penelitian yang dibiayai pemerintah Belanda itu amat menjanjikan.

Berita menghebohkan itu dilansir oleh Radio Nederland. Para peneliti berasal dari Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV. Mereka mengembangkan teknologi pemrosesan urin, dan baru-baru ini berhasil mendaftarkan paten temuan tersebut di Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. "Kami memproses urin yang dikumpulkan secara konvensional dan kimiawi," kata Andreas Glesen, Manajer Inovasi DHV Research.

Menurut Radio Nederland, bahan bakar urin ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urin ditingkatkan, para periset memprediksi daya yang dipasok bisa digenjot hingga lima kali lipat.

Asyiknya, BBU (bahan bakar urin) itu tak hanya bisa dipakai untuk memasak. Ia dapat pula digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.

Proses mengubah urin menjadi sumber energi alternatif ini cukup sederhana. Prinsip dasarnya, urin yang mengandung senyawa amonia dipanaskan secara perlahan. Setelah berubah menjadi gas amonia, lalu dimasukkan ke dalam generator untuk membangkitkan sel bahan bakar (fuel cell), yang akan digunakan untuk memproduksi energi lisrik.

Asalkan pasokan urin selalu tersedia, maka energi listrik bisa diproduksi terus-menerus. Tidak seperti energi yang dikonversi dari angin dan matahari, BBU tak bergantung pada kondisi alam.

Untungnya lagi, bahan sisa pemrosesan urin, berupa asam fosfat, bisa digunakan untuk membuat pupuk urea yang tak berbahaya, karena tak mengandung bahan kimia.

Radio Nederland mengumumkan, temuan tersebut akan dibuka untuk para investor. Meskipun modal awal cukup tinggi, namun investasi itu diproyeksikan sudah akan kembali dalam waktu 8-10 tahun. Jangka waktu tersebut dianggap masih masuk akal dan bisa diterima dunia bisnis.

Cara Amerika Memanfaatkan Urin

Teknologi mengkonversi urin menjadi bahan bakar tak hanya dikembangkan di Belanda dan Inggris, tapi juga di Amerika Serikat. Pelopornya adalah Profesor Gerardine Botte dari Universitas Ohio.

Pada tahun 2009,  Botte melihat ada tiga kelemahan dalam bahan bakar fosil. Pertama, tidak bisa diperbarui. Kedua, proses eksplorasinya butuh biaya besar. Dan ketiga, emisi gasnya terbukti menyebabkan peningkatan pemanasan global.

Botte juga melihat kelemahan bahan bakar hayati (biofuel). Sebab, di masa depan, biofuel menyebabkan perebutan antara kebutuhan akan makanan dan bahan bakar. Maka, perhatiannya beralih ke energi alternatif yang laon.

Botte melihat kemungkinan urin menjadi sumber energi masa depan untuk kendaraan berbahan bakar hidrogen. Ia menilai, urea adalah zat terbanyak di urin. Urea itu merupakan sumber potensial untuk dikonversi jadi hidrogen.

Botte memanfaatkan teknologi elektrolit untuk menghasilkan hidrogen dari air seni. Setiap molekul urin mengandung empat atom hidrogen. Jumlah ini lebih banyak dibanding hidrogen yang dikandung air.

Dalam perhitungannya, mengolah hydrogen dari urin lebih efisien biayanya ketimbang dari air. Listrik yang digunakan juga hanya 0,37 volt, sementara dari air memerlukan 1,23 volt.

Urin juga melimpah. Saban hari, setiap orang mengeluarkan urin sebanyak 0,9 sampai 1,5 liter per hari. Kalikan saja dengan jumlah penduduk dunia yang berkisar 7 miliar. Dengan demikian, tersedia 7 miliar liter urin segar setiap hari untuk dikonversi menjadi hidrogen.

Kini, Botte tengah difasilitasi Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat kendaraan tempur ringan berbahan bakar hidrogen dari urin. "Dengan demikian, tentara di lapangan bisa membawa BBM-nya sendiri," kata Botte berkelakar, seperti dikutip Discovery News.

Botte bukan sekedar guyon. Sebab, bisa jadi medan perang yang sulit, seperti gurun atau hutan, membuat kendaraan militer kerap kehabisan bensin. Nah, nanti para tentara tinggal menuang tangki mobil militernya dengan air kencing, jalan lagi deh!

Berbagai Manfaat Air Seni

Air seni merupakan cairan sisa reaksi biokimiawi rumit yang terjadi di dalam tubuh. Meski zat buangan, urin manusia masih mengandung bahan kimia seperti nitrogen, fosfor, dan potasium. Bila menumpuk dan tidak dikeluarkan, maka akan menjadi racun yang malah membahayakan tubuh.

Sebanyak 70% bahan makanan (nutrisi) yang dikonsumsi manusia dikeluarkan dalam bentuk air seni. Dalam setahun, seseorang dapat mengeluarkan air kencing kira-kira sebesar 500 liter. Jumlah ini setara dengan 4 kg nitrogen, 0.5 kg fosfor, dan 1 kg potasium. Ketiganya termasuk unsur penting dalam pertumbuhan tanaman.

Pupuk Urin

Walaupun terkadang berbau menyengat, air kencing ternyata membawa manfaat. Contoh penggunaan urin yang kini tengah berkembang adalah sebagai pupuk tanaman. Di beberapa negara, pupuk urin merupakan bagian dari program pemanfaatan limbah yang disebut Ecosan.

Sejumlah negara sudah mulai menggalakkan program daur ulang limbah manusia ini. Sebut saja Cina, Zimbabwe, Meksiko, India, dan Uganda. Bahkan, beberapa negara Eropa juga turut serta dalam program ini, misalnya Jerman dan Swedia.

Pupuk urin memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Dalam lingkungan, penggunaan pupuk ini memperbaiki penanganan kesehatan masyarakat. Penggunaan pupuk air seni juga mampu meningkatkan hasil panen sehingga taraf hidup masyarakat membaik. Dengan kata lain, air kencing dapat menurunkan angka kemiskinan.

Lidah Pengecap Air Seni

Keberadaan air kencing manusia yang banyak mengandung zat sisa reaksi biokimiawi tubuh tak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk. Cairan berbau ini juga mendorong peneliti untuk menciptakan lidah elektronik. Lidah yang terdiri atas bermacam sensor kimia potensiometrik tersebut digunakan sebagai pendeteksi kegagalan fungsi sistem urin dan kadar kreatinin.

Kreatinin adalah hasil pemecahan kreatinin fosfat di dalam otot. Senyawa ini normal ada dalam urin, yakni sebesar 0.5-1 mg untuk perempuan, dan 0.7-1.2 mg untuk laki-laki. Namun, jumlah yang berlebih menandakan ada kerusakan dalam ginjal.

Disamping dapat mengelompokkan contoh urin yang diteliti, lidah buatan juga mampu membedakan contoh urin orang sehat dengan yang mempunyai penyakit tumor kandung kemih. (IRIB Indonesia/RM/Gatra)

No comments:

Post a Comment