Amazon Deals

Tuesday, May 29, 2012

SNIPER

SNIPER

Sniper, atau penembak runduk, adalah seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.

Istilah ini muncul pada tahun 1770-an, pada prajurit-prajurit Kolonial Inggris di India, dari kata snipe, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak. Mereka-mereka yang mahir memburu burung ini diberi julukan "sniper".

Dalam beberapa dekade terakhir istilah sniper telah digunakan secara meluas dan tidak tepat, terutama oleh media. Istilah sniper, secara tidak tepat, digunakan untuk mendeskripsikan pelaku kriminal yang membunuh dengan menggunakan senapan laras panjang.

Sniper dalam peperangan
Doktrin militer tentang sniper dalam posisinya pada unit militer, lokasi menembak, dan taktik berbeda pada setiap negara. Secara umum, tujuan sniper dalam peperangan adalah mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, seperti perwira.

Dalam doktrin Amerika Serikat, Inggris, dan banyak negara lainnya , sniper dipakai dalam tim sniper, yang berisi hanya dua orang. Dua orang ini mempunyai fungsi yang berbeda, satu sebagai penembak, dan satu orang lagi sebagai spotter yaitu penunjuk sasaran. Dalam prakteknya, spotter dan penembak biasa bergiliran menembak, agar mengurangi kelelahan pada mata.

Misi sniper adalah pengintaian dan pengamatan, anti-sniper, membunuh komandan musuh, memilih target sendiri secara oportunis, dan bahkan tugas anti material (penghancuran peralatan militer), yang memerlukan senapan berkaliber besar seperti .50 BMG. Pada perang di Iraq, sniper semakin banyak digunakan sebagai peran pendukung, yaitu untuk melindungi pergerakan infanteri, khususnya di daerah perkotaan.

Sniper kepolisian
Polisi biasanya menurunkan sniper dalam penanganan skenario penyanderaan. Mereka dilatih untuk menembak sebagai pilihan terakhir, hanya jika nyawa sandera terancam langsung. Sniper polisi biasanya beroperasi dalam jarak yang lebih dekat dari pada sniper militer. Biasanya di bawah 100 meter dan bahkan kadang kadang kurang dari 50 meter. Karena inilah sniper polisi lebih tepat disebut sebagai penembak jitu. Sniper polisi lebih terlatih menembak untuk melumpuhkan daripada membunuh, dikarenakan peran polisi sebagai pengayom masyarakat.

Perbandingan antara penembak runduk dengan penembak jitu
Beberapa doktrin membedakan antara penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman). Sniper terlatih sebagai ahli stealth dan kamuflase, sedangkan penembak jitu tidak. Sniper merupakan bagian terpisah dari regu infantdri, yang juga berfungsi sebagai pengintai dan memberikan informasi lapangan yang sangat berharga, sniper juga memiliki efek psikologis terhadap musuh. Sedangkan peran penembak jitu intinya adalah untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu.
Sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sedangkan penembak jitu menggunakan senapan semi-otomatis, yang biasanya berupa senapan tempur atau senapan serbu yang dimodifikasi dan ditambah teleskop.

Sniper telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi, pemakaian kamuflase, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Ini membuat sniper memiliki peran stratefis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalion dan tingkat kompi.

Peralatan
Senapan runduk
Kebanyakan senapan runduk sampai era Perang Dunia II dibuat berdasarkan senapan standar di negara bersangkutan. Termasuk diantaranya senapan K98k Mauser dari Jerman, Springfield 1903 dan M1 Garand dari Amerika Serikat, Mosin-Nagant dari Soviet, Arisaka dari Jepang, dan Lee Enfield No. 4 dari Inggris. Senapan-senapan ini dimodifikasi dengan ditambahkan laras khusus, alat bidik teleskop, bipod, bantalan pipi, penyembunyi kilatan, dan lain-lain.

Senapan-senapan yang dibuat khusus sebagai senapan runduk baru dimulai pada tahun 1960an. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi sebaik mungkin. Senapan-senapan ini dibuat khusus untuk bisa menahan panas, menahan getaran, dan hal-hal lain yang bisa mengurangi akurasi.

Kamuflase
Sniper menggunakan kamuflase dan membatasi gerakan mereka, agar tidak bisa dideteksi.

Bidikan teleskopik harus mendapatkan perhatian khusus, karena lensa dari alat bidik harus terbuka, tapi dalam keadaan terbuka akan dapat memantulkan cahaya matahari, dan ini bisa membeberkan posisi sniper. Solusi yang biasa digunakan adalah mencari tempat bersembunyi yang tidak terkena cahaya matahari langsung, atau dengan menutupi lensa dengan sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, seperti sebuah kain tipis.

Sniper modern juga harus memperhatikan kamuflase mereka jika dilihat dengan cahaya infra-merah, karena militer modern sudah menggunakan penglihatan suhu (thermal vision), menggantikan night vision, yang hanya meningkatkan intensitas cahaya. Bahan pakaian dan peralatan bisa muncul bila dilihat dengan alat thermal vision. Maka sniper juga bisa memakai bahan lain seperti plastik, atau bahan khusus seperti selimut thermal, atau bahan lain yang tidak terdeteksi oleh thermal vision.



##################################################
Sejarah Sniper (Penembak Jitu) UPDATE..

Penembak jitu adalah istilah yang dipakai pada bidang militer. Seorang penembak jitu terlatih untuk menembak secara tepat dan akurat dengan menggunakan senapan tipe tertentu. Beberapa doktrin militer memakai penembak jitu yang tergabung dalam infanteri tingkat regu.
Penembak jitu modern sering disamakan dengan penembak runduk (sniper), padahal, keduanya sebenarnya berbeda.


Sejarah
Salah satu awal munculnya penembak jitu adalah dalam Revolusi Amerika. Kompi senapan Amerika, yang dipersenjatai Pennsylvania/Kentucky Long Rifle, menjadi prajurit dalam Tentara Kontinental. Karena keakuratan prajurit-prajurit ini, banyak perwira Inggris yang harus mencopot lambang perwira mereka, agar tidak dijadikan target.
Pemakaian awal penembak jitu lainnya adalah pada Angkatan Darat Inggris di era Napoleon. Ketika itu, tentara lain lebih banyak menggunakan musket yang tidak akurat, tapi Green Jackets Inggris menggunakan senapan Baker yang terkenal. Dengan alur khusus didalam larasnya, senapan ini jauh lebih akurat, walau pengisiannya lebih lama. Para pemakai senapan ini termasuk tentara elit Inggris, dan menjadi garis depan yang diandalkan pada banyak pertempuran.

Penembak jitu juga dipakai pada Perang Saudara Amerika. Penembak jitu ini digunakan oleh kedua pihak yuang berperang. Prajurit elit ini terlatih dan dipersenjatai dengan baik, dan juga ditempatkan di garis depan sebagai yang pertama melawan musuh.

Perbedaan penembak runduk dengan penembak jitu
Beberapa doktrin membedakan antara penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman). Sniper terlatih sebagai ahli stealth dan kamuflase, sedangkan penembak jitu tidak. Sniper merupakan bagian terpisah dari regu infanteri, yang juga berfungsi sebagai pengintai dan memberikan informasi lapangan yang sangat berharga, sniper juga memiliki efek psikologis terhadap musuh. Sedangkan penembak jitu tidak memakai kamuflase, dan perannya adalah untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu.

Penembak jitu umumnya memiliki jangkauan sampai 800 meter, sedangkan sniper bisa sampai 1500 meter atau lebih. Ini dikarenakan sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sedangkan penembak jitu menggunakan senapan semi-otomatis, yang biasanya berupa senapan tempur atau senapan serbu yang dimodifikasi dan ditambah teleskop.

Sniper telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi, pemakaian kamuflase, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Ini membuat sniper memiliki peran strategis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalyon dan tingkat kompi.

Persenjataan
Karena penembak jitu modern tingkat regu (designated marksman) mengisi jeda antara infanteri biasa dengan penembak runduk, senapan penembak jitu juga dirancang sebagai penengah. Senapan penembak jitu harus memiliki jangkauan yang lebih jauh dari senapan serbu (sekitar 500 meter), tapi tidak perlu sampai jangkauan tingkat senapan runduk (lebih dari 1000 meter).

Karakteristik
Sifat-sifat yang sama dengan senapan runduk:
• Bidikan teleskopik
• Peluru yang lebih besar
Sifat-sifat yang sama dengan senapan serbu:
• Kemampuan menembak semi-otomatis
• Kapasitas magasine besar, 10 sampai 30 butir peluru

Adaptasi senapan tempur
Senapan tempur disini adalah senapan semi-otomatis dengan kaliber 7.62 x 51 mm seperti M14, FN FAL, dan HK G3, yang dulu dipensiunkan dan digantikan senapan dengan kaliber lebih kecil 5.56 x 45 mm NATO seperti senapan serbu M16. Senapan tempur ini lebih cocok dirubah menjadi senapan penembak jitu mutlak karena pelurunya yang lebih kuat.
Contoh:
• M21: diadaptasikan dari M14.
• U.S. Marine Corps Designated Marksman Rifle: diadaptasikan dari M14.
• G3SG/1: varian dari HK G3.

Adaptasi senapan serbu
Memodifikasi senapan serbu adalah pilihan yang paling mudah dan murah, karena senapan serbu hanya perlu ditambahkan alat bidik teleskop dan tetap menggunakan kaliber yang sama.

Solusi yang lebih efektif adalah mengganti kaliber peluru dengan kaliber lebih besar, dan mengganti laras khusus yang lebih berat.
Contoh senapan penembak jitu yang menggunakan kaliber original:
• US Army Squad Designated Marksman Rifle (SDM-R): adaptasi dari M16.
• U.S.M.C. Squad Advanced Marksman Rifle (SAM-R): adaptasi dari M16.
• M16A2E3: varian dari M16.
• US Navy Mark 12 Mod X Special Purpose Rifle: M16 yang dimodifikasi.
Contoh senapan penembak jitu yang menggunakan kaliber baru:
• Galil Galatz: varian 7.62 x 51 mm dari IMI Galil.
• SR-25: berdasarkan Stoner AR-10.

Senapan khusus
Dragunov SVD adalah contoh senapan yang dibuat khusus untuk memenuhi kriteria yang sekarang dinamakan "senapan penembak jitu".


Senapan runduk
Senapan runduk adalah senapan laras panjang yang dipakai satuan militer atau penegak hukum, yang dibuat lebih akurat dan memiliki jangkauan yang lebih besar daripada senjata ringan lainnya. Senapan runduk memiliki akurasi tingkat tinggi, menggunakan alat bidik teleskop, dan biasa menggunakan peluru centerfire militer.

Sejarah
Peran seorang sniper (penembak runduk) sudah dipakai dalam perang sejak abad ke-18, tapi senapan runduk termasuk penemuan yang lumayan baru. Perkembangan teknologi, khususnya pada bidikan teleskop dan perakitan modern, membuat satuan-satuan militer bisa mempersenjatai prajurit-prajurit yang dilatih khusus dengan senjata yang bisa menembak dengan akurat pada jarak yang jauh lebih besar daripada senjata infanteri biasa.

Perang Saudara Amerika
Tentara Konfederasi yang menggunakan teleskop sepanjang laras pada senapan Whitworth Inggris bisa membunuh tentara musuh pada jarak 300 yard, jarak tembak yang sangat luar biasa pada masa itu.

Perang Dunia I
Awalnya senapan runduk `dalah senapan standar yang menggunakan "bidikan intip", yang sebenarnya dirancang untuk tempat latihan. Baru pada awal Perang Dunia I senapan runduk mulai muncul. Salah satu senapan runduk militer pertama yang menggunakan teleskop adalah Lee-Enfield Mk III.

Perang Dunia II
Senapan runduk yang biasa digunakan pada era Perang Dunia II adalah senapan standar (yang dipilih karena terkenal akurat), yang kemudian diberi bidikan teleskop, bantalan pipi, dan bolt yang dimodifikasi agar teleskop bisa terpasang. Pada akhir perang, semua peserta perang telah memiliki prajurit yang terlatih khusus untuk menggunakan senapan runduk, dan peran ini dipakai sampai sekarang.
Contoh senapan runduk era Perang Dunia II:
• Mosin-Nagant M91/30 dipakai Uni Soviet dan Finlandia
• Karabiner 98k dipakai Jerman
• Lee-Enfield No 4 Mk I (T) dipakai Inggris
• SMLE Mk III* (HT) dipakai Australia
• Springfield 1903 dipakai Amerika Serikat
• Arisaka Type 97 dipakai Jepang

Senapan modern
Senapan-senapan yang diproduksi khusus sebagai senapan runduk baru dimulai pada tahun 1960an. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi sebaik mungkin. Senapan-senapan ini dibuat khusus untuk bisa menahan panas, menahan getaran, dan hal-hal lain yang bisa mengurangi akurasi.

Klasifikasi
Senapan runduk modern secara umum dibagi menjadi dua kelas utama: militer dan penegak hukum.

Militer
Senapan runduk yang dibuat untuk dipakai militer biasanya mengorbankan sedikit akurasi, demi kehandalan dan kemudahan pemakaian di lapangan. Penembak runduk dan penembak jitu militer, akan bergerak membawa senapan runduk mereka—bersama peralatan-peralatan lainnya—pada jarak yang jauh, jadi berat juga sangat penting. Militer juga biasa memiliki pendanaan yang ketat, yang akan mempengaruhi pemilihan dan pembelian senapan runduk, seperti juga pembelian peralatan militer lainnya.

Penegak hukum
Skenario kepolisian, termasuk satuan anti-teroris, mengharuskan penembak jitu untuk untuk menembak bagian tertentu target (seperti tangan atau kepala), atau sebuah benda tertentu (misalnya senjata api). Oleh karena itu, senapan runduk yang dipakai kepolisian harus memiliki akurasi yang lebih tinggi dari pada senapan runduk militer, tapi pada jarak yang lebih pendek, biasanya dibawah 100 meter.
Contoh senapan runduk yang dibuat khusus untuk digunakan pihak kepolisian adalah senapan-senapan yang dibuat berdasarkan kriteria yang ditetapkan kepolisian Jerman Barat setelah terjadinya pembantaian Munich pada Olimpiade Musim Panas 1972. Heckler & Koch PSG1 adalah salah satu senapan yang memenuhi kriteria tersebut, dan sering disebut sebagai senapan runduk terbaik jenis ini. FN Special Police Rifle adalah contoh lain senapan runduk yang dibuat untuk kepolisian dan bukan untuk militer.


Senapan serbu
Senapan serbu adalah senjata api otomatis yang merupakan senapan laras panjang atau karabin, yang memiliki pilihan tembakan (selective-fire), dan menggunakan amunisi kaliber menengah. Senapan serbu masuk dalam kategori diantara senapan mesin ringan, yang berfungsi untuk menembak secara full-otomatis sebagai senjata pendukung, dan submachine gun, senjata otomatis yang menggunakan peluru ukuran peluru pistol sebagai senjata api jarak dekat. Senapan serbu sudah menjadi persenjataan standar untuk tentara modern, menggantikan senapan laras panjang era Perang Dunia II, seperti M1 Garand dan SKS.
Contoh senapan serbu adalah M16, keluarga AK-47, dan FAMAS yang menggunakan desain bullpup. Contoh lain yang lebih unik adalah LR 300 dan HK G36, keduanya menggunakan teknologi polimer modern dan desain komputer.
setau gw penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman) sptnya tidak berbeda.
baik Sniper maupun Markrsman dilatih sebagai baik perorangan maupun sebagai tim (biasanya dua orang) sebagai pengintai dan ekrekutor

istilah sniper pertama kali di dunia dipakai sebagai "istilah militer resmi" bagi penembak runduk/penembak jitu oleh AB Jerman pada tahun 1910. AB jermanlah pertama kali pencipta "satuan sniper" dengan standar kualifiksi, doktrin dan organisasi seperti sekarang ini bahkan senapan khusus sniper "resmi" pertama kali adalah Mauser Gewehr 1898 (Grew.98) kaliber 7,92 mm

asal mula taktik dua sniper/tim sniper diadopsi dari AB Uni Soviet yang pada akhirnya dipakai secara luas di kebanyakan negara bahkan oleh semua anggota NATO. Dalam organisas satuan sniper merupakan satuan yang terintegrasi dengan satuan infantri. satuan sniper diberi kebebasan yang cukup untuk melaksanakan inisiatif sendiri, penggunakan tim sniper dalam penugasannya karena tingkat keberhasilan tugas yang sangat tinggi.

secara umum, dunia sniper mengenal dua jenis senapan yang memiliki mekanisme berbeda dalam hal pengisian peluru

Berdasarkan buku Sniper Training, Techniques and Weapon yang ditulis Peter Brookesmith  (2000) dan berdasar World Sniper's Roll of Honour Simo Hayha dari Finlandia merupakan Sniper No 1. dunia dengan rekor 542 hit pada Winter War ( 1939 - 1940) dan memang betul selama menciptakan rekor tanpa menggunakan scope hanya menggunakan "iron sight" dengan senjata yang cukup "kuno" yaitu Mosin-Nagant M28, dan Suomi K31. Simo Hayha meninggal pada 1 April 2002.

1. Simo Hayha dari Finlandia merupakan Sniper No 1. dunia dengan rekor 542 hit pada Winter War ( 1939 - 1940)
2. Erwin Koenig, SS Sniper Jerman 500 Hit
3. Nikolai Yakolevich Ilyin, USSR 496 Hit
4. Vasily Gregorievich Zaitzev, USSR 400 Hit
5. Lyudmila Pavlichenko, USSR 296 Hit
6. Chris Kyle, United States Navy SEAL 255 claimed kills, 160 of them officially confirmed
7. Adelbert Waldron III, US Army 109 Hit
8. Charles B. Mawhinney, US Marine Corps 103 Hit
9. Carlos N. Hathcock, US Marine Corps 98 Hit
10. Thomas R. Leonanrd, US Marine Corps 93 Hit
11. Joseph T.Ward US Marine Corps 63 Hit
12. George Filyaw, US Mari,ne Corps 56 Hit
13. Philip G. Moran, US Marine Army 53 Hit
14. K.Tatang, Kopassus RI 41 Hit
15. Tom Ferran, US Marine Corps 41 Hit

Yang menarik pada list ini terdapat seorang warga negara Indonesia yang juga anggota TNI yaitu K.Tatang anggota KOPASSUS ,salah satu orang Indonesia yang pertama kalinya dilatih oleh USMC,pernah bertugas di Dili,Timor-Timor. Kabarnya inisial K didepan namanya adalah pangkatnya yaitu kapten.

SOURCE :
Dephan RI
Majalah Angkasa


Kenapa dinamakan SNIPER???
Secara umum definisi dari sniper (TNI: penembak runduk) adalah
seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.

Istilah ini muncul pada tahun 1770-an, pada prajurit-prajurit Kolonial Inggris di India, dari kata snipe, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak. Mereka-mereka yang mahir memburu burung ini diberi julukan "sniper".

Dalam beberapa dekade terakhir istilah sniper telah digunakan secara meluas dan tidak tepat, terutama oleh media. Istilah sniper, secara tidak tepat, digunakan untuk mendeskripsikan penembak jitu polisi, pelaku asasinasi, penembak yang menembak bukan dari jarak dekat, serta kriminal y ng membunuh dengan menggunakan senapan laras panjang.

Penembak jitu umumnya memiliki jangkauan sampai 800 meter, sedangkan sniper bisa sampai 1500 meter atau lebih. Ini dikarenakan sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sedangkan penembak jitu menggunakan senapan semi-otomatis, yang biasanya berupa senapan tempur atau senapan serbu yang dimodifikasi dan ditambah teleskop.

Sniper telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi, pemakaian kamuflase, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Ini membuat sniper memiliki peran strategis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalion dan tingkat kompi.

KRITERIA PEMILIHAN PERSONIL
Calon peserta latihan petembak runduk harus disaring secara cermat. Komandan harus menyaring record individu untuk menentukan personil yang potensial menjadi petembak runduk. Petunjuk dasar penyaringan calon petembak runduk diantaranya:

(SNIPER INTAI AMPHIBI - INDONESIA)

1. Petembak tepat (Marksman). Peserta latihan sniper harus memiliki standar petembak tepat. Memiliki catatan kualifikasi tahunan yang tinggi. Sering mengikuti perlombaan menembak tahunan atau memiliki latar belakang hobi berburu.
2. Kondisi fisik. Karena sering beroperasi dimedan yang sulit dengan waktu tidur yang singkat serta bekal air dan makanan yang terbatas, kondisi fisik calon sniper harus sangat prima. Kondisi kesehatan prima dengan daya reflek yang tinggi, stamina dan kinerja otot tubuh yang baik. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan atletis.
3. Sehat mata. Mata merupakan aset utama petembak runduk maka standar mata 20/20 vision menjadi salah satu syarat utama. Tidak berkacamata dan tidak buta warna.
4. Perokok. Petembak runduk disyaratkan bukan seorang perokok atau pengguna tembakau yang dapat menimbulkan bebauan.
5. Kondisi mental. Calon petembak runduk harus memiliki mental yang baik, disaring melalui evaluasi psykologi.
6. Cerdas (intelligence). Karena tugas sniper memerlukan berbagai keahlian, maka calon sniper harus cerdas dan mampu mengoperasikan berbagai peralatan seperti mampu menghitung kemampuan amunisi (peluru yang akan digunakan), penyetelah alat bidik dan perhitungan kecepatan serta arah angin, prosedur operasi alat komunikasi. Observasi dan penghitungan penembakan senjata mortar dan meriam artileri. Kemampuan navigasi didarat, intelijen militer, identifikasi seragam dan peralatan. Dapat membuat keputusan secara tepat.

Dua hal penting lainnya selain yang tertera diatas.
1. Keseimbangan emosi. Mampu mengontrol emosi, sabar dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam melakukan rencana penembakan atas target.
2. Keahlian lapangan. Sniper harus familiar dengan situasi kondisi lapangan. Memiliki
pengetahuan mengenai alam sekitar, bila perlu tentang flora dan fauna.

PROSES SNIPPING (OPERASI SNIPER)
Ada 8 untaian sekuensial dalam proses sniping:
  • Warning order
  • Target location
  • Target description
  • Range estimation
  • Wind call
  • Fire command (coridor sebuah kesempatan tembak adalah 10 detik, jika lebih dari waktu tsb ulangi dari no 4).
  • Shot call
  • Status and correction if available.
(Sniper : penembak, Spotter : yang pake Binocular)

Contohnya begini:
Spotter: "Tango challenged..!" (1. proses identifikasi target)
Spotter: "Sector B, from TRP I right 50 add 50.." (2. lokasi)
Sniper : "Roger, sector B, from TRP I right 50 add 50"
Spotter: "Tango black T-shirt, white headgear, AK on right hand, and wearing shades.." (3. description)
Sniper : "Roger, black T-shirt, white headgear, AK on right hand, and shades"

Sniper: "Tango identified..!"

Sniper: "I make 2 mil crotch to head"
Spotter: "Roger, 2 mil crotch to head"Spotter: "Dial 500 on the gun" (4. range)
Sniper: "Roger, dial 500 on my gun, Indexed !"
(konfirmasi no 4, sniper dial onto his optics)
Spotter: "Wind from right to left 7 mph, hold 1/4 mil right...SEND IT..!!! (5. Wind call dan 6. Fire command)
Sniper: "Roger, wind from my right to left 7 mph, hold 1/4 mil my right..." lalu DORRR!! kemudian next round.
Sniper: "Broke 1/4 mil my right"
(7. Shot/s call)
Spotter: "Center hit, Tango expired and stand by..!" (8. Status )
Sniper: "Roger, center hit and stand by"
(and correction if available)


(SNIPER SQUAD MARINIR - INDONESIA)

##################################################

Satu peluru satu serdadu. Satu tarikan pelatuk senapan, satu nyawa lawan harus berpulang nama. Begitulah hukum wajib para sniper. Sekali bidik tak boleh ada buruan lolos. Tak ada kamus meleset, karena itu pertanda kegagalan. Tak gampang jadi sniper. Selain serdadu pilihan, para sniper harus punya kemampuan menembak diatas rata-rata penembak biasa, yakni piawai menghitung faktor jarak tembak, ukuran lokasi, kondisi alam atau bentuk pandangan. Oleh karena itu para sniper dilatih untuk punya keahlian dasar infantri, kemampuan survival pada kondisi alam yang sulit dan memiliki insting membunuh serta daya ketahanan untuk sabar membidik sasaran.

Untuk menjadi mesin pembunuh mumpuni, para sniper dibekali, peralatan unik sebagai perlengkapan tugasnya. Agar dalam melakukan kerjanya, sniper tidak terdeteksi lawan. Oleh karena itu sniper bisa dikatakan sebagai serdadu siluman, karena mempunyai kemampuan mengelabui lawan atau keahliannya berkamuflase. Tapi yang pasti, satu perlengkapan wajib para sniper adalah senapan runduk. Senapan ini merupakan ‘istri pertama’ para sniper untuk mencabut nyawa incarannya.

Dibutuhkan kematangan jiwa juga perhitungan matematis yang luar biasa guna menterjemahkan trajektori sebutir peluru. Proses sniping tidak semudah seperti yang dikira kebanyakan orang. Ketepatan dalam menembak sasaran tidak selalu dapat diterjemahkan sebagai bakat untuk menjadi seorang sniper.
Mengirimkan satu butir pelor sebesar kira-kira satu ruas ujung jari kelingking memerlukan proses litany yang luar biasa panjang. Dari mulai mencermati laporan Intel, perencanaan sasaran dan posisi menembak. Elevasi, waktu, cuaca, kaliber senapan, scope, serta munisi yang cocok. Susahnya lagi adalah selalu berrifat fluid. Alias selalu bergerak sesuai perubahan lapangan. Itu sebabnya dua orang sniper selalu merupakan komandan bagi masing masing team secara bergantian. Demikian pula menggotong barang senjata dan peralatan lainnya. Untuk deep strike atau yang sering disebut LRP (Long range patrol). Yang satu ini adalah pekerjaan yang paling membosankan dan paling melelahkan. Bayangkan anda menunggu dan menunggu sasaran dan event yang tepat untuk mendapat peluang yang klasik eksak. Disamping constant surveillances agar anda dapat mempertahankan posisi tembak. Karena bagaimanapun hebatnya sniper selalu mempunyai masalah yang akut dalam mempertahanan dirinya. Walau hal tersebut kecil kemungkinannya akibat kamuflase yang dikenakan. Bagaimanapun jika terjadi breach maka posisinya terancam.

No comments:

Post a Comment