Amazon Deals

Friday, August 31, 2012

MUI: Banyak Tokoh Nasional Terindikasi Agen Israel

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyidin Junaidi menilai, banyak tokoh nasional yang diindikasi menjadi agen Israel di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan Kyai Junaidi terkait dengan 'kepergoknya' beberapa tokoh politik dan pejabat dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ketika perayaan Kemerdekaan Israel ke 64 Kamis pekan lalu.

"Inilah indikasi semakin banyaknya agen terselubung Israel di Indonesia," kata Kyai Junaidi ketika dihubungi  ROL, Selasa (1/5). Lanjut Kyai Junaidi mengatakan memang cukup sulit melihat apakah benar tokoh tersebut hadir kemudian menjadi agen Israel. Namun kehadiran beberapa orang Indonesia di hari kemerdekaan Israel, jelas Kyai Muhyidin, mengindikasikan kedekatan yang erat antara orang tersebut dengan pihak Israel.

Apalagi orang tersebut adalah tokoh politik dan pejabat di KADIN. Ini menurut Kyai Junaidi, menunjukkan bukan hubungan yang sembarangan. "Hubungan ini bukanlah sembarangan," ujarnya. Selain itu, mereka yang 'kepergok' menghadiri acara tersebut, jelas dia, secara tidak langsung mengakui posisi Israel sebagai negara merdeka, ketika penindasan Israel terhadap rakyat Palestina terus dilakukan.

Mereka yang hadir itu, menurut Kyai Junaidi sebagian orang Islam dan mereka itu menjadi orang munafik yang melakukan standar ganda. Kehadiran mereka , jelas dia, telah menciderai perasaan sesama umat Islam di Tanah Air. Dimana sebagian besar masyarakat muslim dunia dan di Indonesia mengecam keras keberadaan negara penjajah Israel yang menganeksasi wilayah Palestina.

Pada perayaan kemerdekaan Israel ke 64, Kamis (25/4) pekan lalu, beberapa tokoh politik dan pejabat KADIN tampak hadir di gedung School of the Arts, Singapura. Salah satu tokoh politik yang hadir adalah mantan Politisi dari Partai Golkar, Ferry Mursdian Baldan.

Ferry mengakui bahwa dirinya bersama istri memang menghadiri acara Peringatan Hari Kemerdekaan Israel. Menurut dia, ia hanya sebatas memenuhi undangan. Mantan anggota DPR RI itu menyatakan dirinya terbiasa membuka hubungan komunikasi dengan siapa pun termasuk dengan Israel. "Itu undangan pribadi yang dikirim resmi oleh dubes Israel. Dan itu buat saya lumrah," ujar Ferry.

SOURCE: http://id.berita.yahoo.com/mui-banyak-tokoh-nasional-terindikasi-agen-israel-060553403.html

Wednesday, August 29, 2012

Dituding Berbohong Soal Iran, Kabinet Israel Kesal Berat

Menyusul pernyataan mantan kepala mata-mata Shin Bet, Yuval Diskin, yang menyebutkan bahwa pemerintah Israel berbohong pada rakyatnya soal Iran, kabinet Zionis ini bereaksi keras.

Kabinet Israel bertemu pada hari Ahad (29/4) untuk mengungkapkan kemarahan atas serangan pedas Diskin terhadap Netanyahu dan Barak.

Zvi Hauser, sekretaris kabinet Israel mengatakan bahwa komentar Diskin itu adalah merusak. "PM (Netanyahu) bekerja siang dan malam untuk membentuk front internasional guna melawan Iran. Langkah ini adalah perjuangan utama Israel hari ini, tapi sayangnya ada pihak yang mengeluarkan pernyataan tidak bertanggung jawab dan memalukan," katanya.

Sebelumnya, Diskin menuduh para pemimpin Zionis mengelabui publik tentang Iran. Dia menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Peperangan Ehud Barak mengecoh warga Israel tentang kemungkinan serangan terhadap Iran untuk mencegah Tehran membuat bom nuklir.

"Mereka menyesatkan masyarakat pada masalah Iran. Mereka memberitahu masyarakat bahwa jika Israel bertindak, Iran tidak akan memiliki bom nuklir. Ini adalah menyesatkan. Sebenarnya, banyak ahli mengatakan serangan Israel akan mempercepat program nuklir Iran," tukas Diskin.

SOURCE: http://id.berita.yahoo.com/dituding-berbohong-soal-iran-kabinet-israel-kesal-berat-223738832.html;_ylt=AmbxSQkU81ZDqLMQK9E0efqDV8d_;_ylu=X3oDMTRudnRpY3VmBGNjb2RlA3ZzaGFyZWFnMnVwcmVzdARtaXQDQXJ0aWNsZSBOZXdzIGZvciBZb3UEcGtnAzlmZDM4YTAyLWY5ZjAtMzYxOC1iYzNhLTFhMWEyMzU2NTIwOQRwb3MDMQRzZWMDbmV3c19mb3JfeW91BHZlcgNmZjJlYjg4MC05MjRiLTExZTEtYTllYi1jNDIwMjE1N2I1NjU-;_ylg=X3oDMTM3bzIzZWgxBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDMWE2NzcyNWItMDFhNS0zYWJkLTkxYzQtYjJmODk0ODlhYTdhBHBzdGNhdANpbnRlcm5hc2lvbmFsBHB0A3NzLWdhbGxlcnkEdGVzdAM-;_ylv=3

Monday, August 27, 2012

Bisa Meletus, Perang Terbuka AS Versus Iran

TAHUN 2012 diprediksi akan menjadi tahun yang panas bagi hubungan Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir ”Negeri Para Mullah” itu. Tidak tertutup kemungkinan jika kedua pihak tetap berkeras dengan sikap masing-masing, akan meletus perang terbuka.

Hari pertama tahun baru, Minggu (1/1), juru bicara Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Mahmoud Mousavi, mengumumkan, Iran melakukan uji coba rudal baru jarak menengah di dekat Selat Hormuz. Rudal yang diuji coba adalah tipe terbaru rudal darat-ke-udara dengan teknologi antiradar.

Diungkapkan situs Iran, Mashriq, yang dikenal dekat dengan pasukan elite pengawal revolusi, armada rudal balistik Iran mampu menjangkau pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dan Asia Selatan yang tersebar di Turki, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Pakistan, dan Afganistan. Diungkapkan juga bahwa kemampuan jaringan rudal Iran terbagi menjadi dua bagian, yaitu rudal jarak dekat dan rudal jarak jauh. Rudal jarak dekat Iran menjangkau sasaran sejauh 8 kilometer (km) hingga 250 km. Rudal jarak jauh Iran mampu menjangkau sasaran sejauh 220 km hingga 2.000 km.

Rinciannya, rudal jarak dekat Naziat 10 mampu menghantam sasaran sejauh 130 km, rudal Zilzal 2 punya jangkauan tembak sejauh 200 km, dan rudal Zilzal 3 sejauh 250 km. Adapun rudal-rudal balistik jarak jauh Iran adalah Fatih 110, Shahab 2 dan Shahab 3, Ashura, serta Sijjil 1 dan Sijjil 2.

Pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Irak bisa menjadi sasaran rudal jarak dekat Iran. Pangkalan militer AS di Pakistan, Afganistan, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi bisa dijangkau rudal jarak jauh Iran.

Di Kuwait terdapat 2 pangkalan militer besar dan 6 barak militer kecil milik AS. Pangkalan Udara Ali Salem yang digunakan Angkatan Udara AS hanya berjarak sekitar 115 km dari perbatasan Iran. Pangkalan Udara Ahmed Jaber, yang juga digunakan Angkatan Udara AS, hanya berjarak 134 km dari perbatasan Iran. Cukup dijangkau rudal jarak dekat Iran.

Bahrain, yang terdapat Armada V AS, juga dengan mudah menjadi sasaran serangan rudal jarak dekat Iran. Iran juga bisa menggunakan rudal jarak dekat Zilzal 2 dan 3 untuk menghantam Armada V AS serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain yang hanya berjarak sekitar 200 km dari wilayah Iran. AS menempatkan berbagai jenis pesawat tempur di Sheikh Isa. Sementara di pangkalan Armada V terdapat 4.200 anggota pasukan AL AS dan 70 pesawat tempur.

Pangkalan udara AS di Udeid, Qatar, sekitar 278 km dari wilayah Iran, bisa dijangkau rudal jarak jauh Iran. AS menempatkan berbagai jenis pesawat tempur di Udeid, seperti pesawat tempur multifungsi F-16, pesawat angkut militer C-130 Hercules, dan berbagai jenis pesawat pengebom.

Di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Dhafra yang digunakan Angkatan Udara AS hanya berjarak sekitar 253 km dari Iran. AS menempatkan pesawat pengebom C-135 dan pesawat pengintai AWACS di pangkalan ini.

Di Oman terdapat sejumlah pangkalan udara AS dan Inggris, seperti Pangkalan Udara Al-Mushna, Pangkalan Udara Taimur, dan Pangkalan Udara Al-Masir. Ada sekitar 3.000 tentara AS di sejumlah pangkalan di Oman. Pangkalan-pangkalan udara tersebut berjarak sekitar 963 kilometer dari wilayah Iran, masih dalam jangkauan rudal jarak jauh Iran.

Sebaliknya, AS bisa menggunakan kekuatan angkatan udaranya untuk membombardir berbagai sasaran guna melumpuhkan mesin militer Iran yang mengancam. (Musthafa Abd Rahman, dari Kairo)

Saturday, August 25, 2012

Irak Siap Boyong 24 Jet Tempur Canggih dari AS

Irak dilaporkan akan menerima 24 dari 36 jet tempur F-16 yang dipesannya dari AS pada awal 2014. Hal ini diungkapan seorang pejabat tinggi kepada Reuters, Minggu (30/4).

Pada masa pemerintahan Presiden Saddam Hussein, Angkatan Udara Irak merupakan salah satu yang terbesar di kawasan itu dengan ratusan jet yang sebagian besar buatan eks-Uni Sovyet. Militer Irak dibubarkan setelah invasi pimpinan AS pada 2003 yang menggulingkan Saddam.

Juli lalu, Perdana Menteri Nuri Al-Maliki melipatgandakan jumlah pesawat tempur yang akan dibeli untuk memperkuat angkatan udara yang terabaikan selama kurun waktu panjang ketika Irak bergantung pada dukungan udara AS.

Iskander Witwit, wakil ketua komite pertahanan dan keamanan parlemen, mengatakan, rombongan pertama 24 pesawat itu akan membentuk dua skwadron angkatan udara.

"Irak berniat memiliki perlengkapan yang lebih canggih daripada yang dimiliki negara-negara tetangga. Negara-negara tetangga kecil seperti Kuwait bahkan memiliki lima skwadron," kata Witwit.

Irak akan mengikuti pasar untuk pesawat-pesawat lain di masa datang, kata Witwit, dengan menambahkan bahwa pilot sudah melakukan latihan untuk menerbangkan pesawat baru F-16.

Sejumlah negara tetangga dan Massud Barzani, presiden wilayah otonomi Irak Kurdistan, telah mengungkapkan kekhawatiran atas pembelian jet-jet tempur itu oleh Baghdad.

Minggu (22/4), Barzani mengatakan, ia menentang penjualan pesawat tempur F-16 kepada Irak bila Maliki masih menjadi PM, karena ia khawatir pesawat-pesawat itu akan digunakan untuk menyerang Kurdistan.

Namun, Witwit menepis kekhawatiran itu dengan mengatakan kepada Reuters, jet-jet tempur itu dimaksudkan untuk mempertahankan Irak, tidak untuk "satu orang".

SOURCE: http://id.berita.yahoo.com/irak-siap-boyong-24-jet-tempur-canggih-dari-200238377.html;_ylt=AgP.eJ8xt6fuXybQBrvXICyDV8d_;_ylu=X3oDMTRuZHRkcXZ2BGNjb2RlA3ZzaGFyZWFnMnVwcmVzdARtaXQDQXJ0aWNsZSBOZXdzIGZvciBZb3UEcGtnAzQzNjMwYjUyLTcyOWMtMzRkNC1hZGFkLWExYjEwYWU0YmJlYQRwb3MDMgRzZWMDbmV3c19mb3JfeW91BHZlcgM3YjBhNTZmMC05MjM2LTExZTEtYjNmZi02NGM1OTY2OWZlOTI-;_ylg=X3oDMTM3bzIzZWgxBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDMWE2NzcyNWItMDFhNS0zYWJkLTkxYzQtYjJmODk0ODlhYTdhBHBzdGNhdANpbnRlcm5hc2lvbmFsBHB0A3NzLWdhbGxlcnkEdGVzdAM-;_ylv=3

Apakah jet-jet tempur ini nantinya akan digunakan dalam perang melawan Iran?
seerti kita ketahui pada dasawarsa 80an pernah terjadi peran antara Iran dengan Irak, yang hasil akhirnya dimenangkan oleh Iran.
Setelah peristiwa tersebut Irak seperti memiliki dendam kesumat terhadap Iran, dan lagi karena saat ini Irak menjadi negara boneka Amerika.
Well se.

Thursday, August 23, 2012

Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia

Ga heran kalau mobil-mobil Hyundai atau KIA bersliweran di jalanan kita....Mereka sangat kreatif dan mau bekerja keras. Membuat film-pun tidak tanggung-tanggung..

http://www.youtube.com/watch?v=foOLfNX1JeU

Itulah hasil kinerja bangsa Korea Selatan selama ini. Trus kalau dihubung-hubungkan dengan bangsa kita jadi teringat tulisan Koh Young Hun Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea yang pernah dimuat di harian Kompas, 26 Januari 2008 silam (http://wiryanto.wordpress.com/2008/01/26/korea-saja-bisa-apalagi-indonesia/)

Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia

Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.

Etos Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.

Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, “sikap rajin bekerja“. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, “sikap hemat“, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, “sikap self-help“, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, “kooperasi atau kerja sama”, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.

Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. “Rajin pangkal pandai…” dan “sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Sementara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda

Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.

”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu.

”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.

”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu.

Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.

”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”

Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.

Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.

Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.

Koh Young Hun
Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia,
Hankuk University of Foreign Studies, Seoul,
Korea

Tuesday, August 21, 2012

Mana Versi Yang Benar Dalam Tempat Turunnya Dajjal?

Satu pertanyaan yang sampai sekarang belum saya temukan jawaban pastinya dikarenakan berbagai data, fakta, bukti dan informasi yang saling kontradiktif perihal dari manakah si al Masih ad Dajjal akan muncul?
Dalam buku Dajjal Sudah Pasti Muncul Dari Khurasan menyebutkan bahwa Dajjal akan muncul dari Khurasan Iran. Sebelumnya Muhammad Isa Dawud dalam buku Dialog Dengan Jin Muslim secara eksplisit menyatakan bahwa Dajjal akan muncul dari segitiga Bermuda, yang didukung oleh pernyataan dari kalangan Jin Muslim. Pendapat lain dan yang paling baru adalah Dajjal akan muncul dari sebuah negeri kepulauan dimana sering ditimpa bencana. Kita pun tahu bahwa yang dimaksud mungkin adalah Indonesia. Lagipula di Indonesia ada sebuah tempat yang memiliki karakteristik mirip dengan Bermuda yakni segitiga Masalembo.
Sumber yang paling pantas dijadikan landasan tentunya Al Qur'an dan Al Hadits. Dan hanya Allah yang Maha Benar.
Terima kasih atas penjelasannya.
Was salamu 'alaykum warohmatullahi wabarokatuh.
El-Jihadic Bosanskih Muslimana

Jawaban

Aalaykumsalam. wr. wb. Jazakallah atas pertanyaannya saudara El Jihadic. Semoga di bulan ramadhan ini, Allah memberikan kita keberkahan yang melimpah ruah dan dijauhi dari tipu daya setan dalam menggelincirkan akidah kita. Allahuma amin.
Kemunculan Dajjal merupakan fitnah terbesar dalam sejarah umat manusia di muka bumi. Dalam literatur Islam, disebutkan tentang sifat-sifat Dajjal, yaitu bahwa Dajjal adalah seorang manusia yang buta sebelah matanya. Ia pun terkenal sebagai oknum yang hebat dalam tipu daya hingga banyak umat muslimin mengikuti jejak langkahnya saat ia memunculkan diri.
“Barangsiapa yang mendengar ada Dajjal, maka hendaklah ia bersmbunyi darinya. Demi Allah, ada seseorang yang mendatanginya dan dia mengira bahwa ia akan tetap beriman lantas dia mengikutinya, karena banyaknya syubhat yang menyertainya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al Hakim)
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW melihat Dajjal dalam mimpi. Beliau melukiskan “laki-laki berbadan besar, berkulit kemerahan, rambutnya keriting, buta sebelah, matanya seperti sebutir anggur yang menonjol. Manusia yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qothn bin Khuza’ah.”
Perbincangan mengenai dimana turunnya Dajjal memang memiliki banyak penjelasan dan versinya masing-masing. Namun kita harus pandai-pandai dalam menyikapi dan mengumpulkan banyak hadis untuk melihat gamabran jernih tentang tempat turunnya Dajjal. Dalam penelusuran lebih jauh, riwayat-riwayat yang ada tidak memberikan informasi yang begitu rinci. Hadits Tamim Ad Dari yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais menjelaskan posisi Dajjal berada di laut Yaman. Sedangkan janji Rasulullah SAW tentang tempat keluarnya Dajjal berada di wilayah Khurasan. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dimana Rasulullah SAW bersabda, “Dajjal akan keluar di bumi bagian Timur yang disebut Khurasan. Ia diikuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.”
Menurut Abu Fatiah Al Adnani dalam bukunya Fitnah dan Petaka Akhir Zaman, Khurasan adalah sebuah makna yang berarti tempat terbit matahari. Ia merupakan negeri yang amat luas meliputi beberapa negeri Persi, Afghanistan, dan Turkistan. Khurasan memanjang ke Asia antara sungai Amudariya sebelah utara serta Timur dan Gunung Hindukus sebelah selatan serta beberapa daerah Persi bagian Barat.
Tidak hanya itu, Khurasan juga memanjang ke beberapa negara seperti Shafad dan Sajistan. Oleh karena itu ia dinisbatkan dengan Negara-negara besar seperi Bukhari, Khawarizmi, Ghaznah, dan Isfahan. Dan Khurasan yang diketahui saat ini adalah Negara Persi yang terletak di bagian Timur dan Timur Laut Iran, yang kita ketahui bersama notabene penduduknya adalah Syiah.
Masih menurut Abu Fatiah al Adnani, ia menyatakan bahwa sebagian penulis tentang fitnah Akhir Zaman membagi periode keluarnya Dajjal, yang pertama adalah Dzuhur yang berarti kemunculan dan Khuruj yang berarti keluarnya Dajjal. Kalimat Dzuhur dimaknai sebagai fase kemunculan dan Khuruj memiliki arti sebagai keluarnya dalam bentuk dan wujud yang bukan aselinya, waktunya sangat panjang dan itu terjadi sebelum kemunculan Al Mahdi.
Khuruj juga bermakna keluarnya Dajjal untuk yang terakhir kalinya dalam bentuk fisik sebagaimana yang disebutkan dalam banyak riwayat yaitu buta matanya dan bertuliskan kata ka fa ra tepat di dahinya. Fase keluarnya ini hanya terjadi selama 40 hari dan terjadi setelah keluarnya al Mahdi.
DR. Umar Sulaiman al Asyqar dalam kitabnya al Yaum al Akhir juga membagi dua periode antara munculnya Dajjal dan keluarnya Dajjal. Ia mengatakan bahwa Dajjal akan muncul dari timur, suatu daerah Persia bernama Khurasan. Ini dikuatkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, Hakim, Ahmad, dan Dhiya’ dalam al-Mukhtar, dari Abu Bakar Shiddiq yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhya Dajjal muncul disebuah daerah di timur bernama Khurasan. Ia diikuti oleh orang-orang yang wajahnya seperti tameng yang ditempa palu.”
Dalam penjelasan lebih jauh, keluarnya Dajjal yang pertama kali adalah untuk unjuk kekuatan, membuat fitnah, teror, mencari pendukung, dan menebar propaganda bahwa dirinya adalah tuhan semesta alam. Peristiwa ini berlangsung selama waktu yang tidak diketahui. Selama masa ini pun Dajjal mendapatkan kemenangan dan banyak mengalahkan musuh-musuhnya.
Dalam suatu riwayat yang menunjukkan bagaimana proses kemunculan Dajjal pertama kali di muka bumi. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al Bahili, “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku adalah Nabi. Padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” (HR. Ibnu Majjah. II/512-516)
Adapun keluarnya Dajjal yang terakhir kalinya adalah pada saat pertempuran akhir antara Dajjal dan kaum muslimin. Pendukung Dajjal saat itu bukan lagi para Yahudi yang tinggal di Israel. Mungkin saja Yahudi Israel saat itu sudah dikalahkan oleh kaum muslimin ketika penaklukan baitul Maqdis dilakukan oleh Al Mahdi.
Pendukung Dajjal sendiri adalah kaum Yahudi Asbahan yang tinggal di sebuah perkampungan Yahudiyyah. Jumlah mereka sebanyak 70.000 orang dengan memakai topi. Dari Anas bin Malik ra, sabda beliau SAW, “Dajjal akan keluar dari kota Yahudi Isfahan (Wilayah di Khurasan, Iran, red.) bersama 70,000 penduduk Isfahan”. (Fath al-Rabbani Tartib Musnad Ahmad. Ibn Hajar berkata Shahih)
“Dajjal akan diikuti oleh 70.000 yahudi dari kota Isfahan (Nan), mereka memakai Al-Tayalisah”. (HR. Muslim)
Menurut Abu Fatiah al Adnani, keluarnya Dajjal dari arah Timur ini disebabkan oleh kemarahan, hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, “Sesungguhnya Dajja akan keluar karena suatu kemarahan” (HR. Muslim dan Ahmad dari Ibnu Umar). Adapun peristiwa keluarnya Dajjal yang kedua kalinya adalah karena datangnya batsyatul kubra atau hantaman yang keras berupa meteor dari langit dan munculnya Dukhan). Dan ini terjadi setelah Al Mahdi dan kaum muslimin berhasil menaklukan Konstantin.

Dajjal Muncul Dari Segitiga Bermuda?
Adapun mengenai pertanyaan saudara tentang kemunculan Dajjal dari Segitiga Bermuda, secara jujur saya tidak menemui bukti-bukti yang shahih dari Al Qur’an maupun hadis tentang kebenaran hal itu.
Rasulullah memang pernah memberikan sinyal kedatangan Dajjal yang terkait sebuah laut. Ia bersabda, “Ketahuilah bahwa dia berada di laut Syam atau Laut Yaman. Oh tidak, bahkan ia akan datang dari arah timur. Apa itu dari arah timur? Apa itu dari arah timur… dan beliau berisyarat dengan tangannya menunjuk ke arah timur.”
Kalaulah memang Dajjal akan muncul di segitiga Bermuda, pasti Rasulullah memakai redaksi kata “Barat” dan dengan jelas menunjukkan lokasi laut yang dituju. Dan kita juga tidak bisa menjustifikasi sebuah hadis untuk kemudian dilekatkan dengan kemunculan Dajjal di segitiga Bermuda. Sebab dalam melihat persoalan Dajjal kita harus mengumpulkan seluruh hadis sebagai penguat antara satu hadis dengan hadis lainnya.
Saya sendiri masih meragukan temuan-temuan yang mengatakan beberapa pesawat hilang begitu saja di Laut Bermuda. Kita mengetahui bahwa Amerika Serikat adalah Negara yang gemar membuat kisah-kisah mistik dan berbagai propaganda seperti UFO dan lorong waktu yang juga mereka kaitkan dengan keberadaan segitiga Bermuda. Jika ini tidak disikapi dengan bijak, kepercayaan semacam ini bisa menggerus akidah umat Islam bahwa ada kekuatan yang lebih hebat dari Allahuta’ala dalam menentukkan takdir seseorang.
“dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), Sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat. (Al Hajj: 66)
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (Al Baqarah: 28)
Menariknya kisah keangkeran Segitiga Bermuda pernah dibantah oleh kalangan Barat sendiri. Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London pernah menyangkal misteri segitiga Bermuda selama ini. Mereka menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus perihal misteri segitiga Bermuda. Allahua’lam.

SOURCE: http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/dajjal-akan-muncul-dari-mana.htm

Sunday, August 19, 2012

Dahlan: Kalau Mau Sejahtera Jangan Jadi PNS

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku gerah mendapat kado "tuntutan" dari karyawannya. Bahkan, Dahlan menantang pegawainya agar jangan menjadi pegawai negeri sipil atau PNS jika ingin sejahtera.

Saat itu, Dahlan Iskan mendapat curhat dari pegawainya. Umi, salah satu karyawan Kementerian BUMN di bidang sumber daya manusia (SDM), mengeluh karena kondisinya kurang sejahtera saat menjadi PNS. "Saya yakin Pak Dahlan sekarang lebih pusing daripada saya. Aan tetapi, kalau pemimpinnya sejahtera, seharusnya pegawainya juga harus ikut sejahtera. Kita, kan, sama-sama kerja, jadi juga harus sama-sama sejahteranya," kata Umi, saat perayaan ulang tahun ke-14 Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (16/4/2012).

Menanggapi hal tersebut, Dahlan Iskan pun menantang kepada pegawai-pegawainya yang baru masuk dan diangkat menjadi PNS di Kementerian BUMN. "Saya blak-blakan saja. Anda ini masih muda-muda. Pertimbangkan jadi pegawai negeri. Lebih baik pindah ke tempat lain (sektor swasta), yang sistem kerja kerasnya lebih bagus dan dihargai. Itu kalau mau sejahtera," kata Dahlan.

Selama ini tanggung jawab remunerasi, bonus, dan segala bentuk insentif menjadi kewenangan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Kementerian Keuangan. Adapun Kementerian BUMN hanya menjadi pelaksana tugas dari setiap kementerian yang ada.

Dahlan juga mengaku hingga saat ini ada direktur utama yang mendapat gaji dari uang pribadinya. "Itu saya lakukan karena BUMN tersebut mau bangkrut. Nanti dia makan apa kalau perusahaannya bangkrut, dan pegawainya juga dikasih makan apa kalau tidak beroperasi," ungkapnya.

SOURCE: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/04/16/1603139/Dahlan.Kalau.Mau.Sejahtera.Jangan.Jadi.PNS

Friday, August 17, 2012

Apakah benar ketua PBB itu Ir.Soekarno atau presiden Amerika?

Sekretariat jenderal

Sekretariat jenderal (disingkat Setjen) adalah unsur pembantu pemimpin dalam kementerian yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi perencanaan, pembinaan, dan pengendalian terhadap program, kegiatan, administrasi, dan sumber daya di lingkungan kementeriannya. Sekretariat jenderal dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal.

Tugas dan fungsi setjen bervariasi antar kementerian. Namun pada umumnya, sekretariat jenderal menyelenggarakan fungsi koordinasi kegiatan, penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaraan pelaksanaan tugas dan fungsi, serta penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan lembaga terkait.

Pada Bappenas, unsur ini disebut dengan istilah Sekretariat Utama, yang dipimpin oleh Sekretaris Utama.

##########
Q: Apakah benar ketua PBB itu ir.Soekarno?
slama ini PBB gx pernah ada ketua yang kita ketahui pimpinan tertingginya cuma sekjen
dan isunya satu-satunya ketua PBB hanya Ir.Soekarno dan belum ada yang menggantikannya
beneran gx ya? kalo ada yang tau tolong bantu ya

A1: Gw luruskan, Bro.
Majelis Umum PBB atau Sidang Umum PBB adalah salah satu dari enam badan utama PBB. Majelis ini terdiri dari anggota dari seluruh negara anggota dan bertemu setiap tahun dibawah seorang Presiden Majelis Umum PBB yang dipilih dari wakil-wakil. Pertemuan ini biasanya dimulai di Selasa ketiga bulan September dan berakhir pada pertengahan Desember. Pertemuan khusus dapat diadakan atas permintaan dari Dewan Keamanan, mayoritas anggota PBB. Pertemuan khusus diadakan pada Oktober 1995 untuk memperingati perayaan 50 tahun PBB.
Tugas dan kekuasaaan majelis umum dapat dibagi dalam 8 golongan, yaitu mengenai: pelaksaan perdamaian dan keamanan internasional; kerja sama dilapangan perekonomian dan masyarakat internasional; sistem perwakilan internasional; keterangan-keterangan mengenai daerah-daerah yang belum mempunyai pemerintah sendiri; urusan keuangan; penerapan keanggotaan dan penerimaan anggota; perubahan piagam; hubungan dengan alat-alat perlengkapan lain.

A2: Jika merunut dari sejarahnya, sejak pencetusan ide pendirian PBB bulan Oktober 1944, badan itu diusung oleh 5 negara adidaya, yaitu Perancis, China, Inggris, USA, dan USSR / Rusia. Berdasarkan hasil Konfrensi Yalta tanggal 1 Mareh 1945, maka terbentuklah PBB yang mengundang negara lain untuk bergabung. Brazil, Siria, dan Jepang merupakan 3 negara pertama yang menjadi anggota PBB tahun 1945.

Indonesia sendiri baru bergabung dengan PBB tanggal 28 September 1950, sebelum akhirnya mengundurkan diri tanggal 20 Januari 1965 gara-gara berkonfrontrasi dengan Malaysia saat itu, dan akhirnya bergabung kembali tanggal 28 September 1966.

A3: Dengan mempelajari sejarah, terutama memahami sifat keras Ir. Soekarno yang pernah memaksa keluar dari PBB, menurut Anda, mungkinkah beliau pernah diangkat menjadi Ketua PBB (kalo jabatan itu benar-benar ada)? Apalagi selama menjadi anggota PBB waktu itu, Indonesia tidak memberikan kontribusi yang berarti karena masih membenahi negara dan sedang sibuk menghadapi Agresi Belanda 2.

A4: . . . ketua PBB itu adlah setiap yang menjadi Presiden Amerika Serikat. . . . . cuma sekjennya aja yang ganti...... . . . percaya gak????? liatin aja PBB slalu di Setir oleh AMERIKA SERIKAT. . . . . . .
 
SOURCE: http://id.wikipedia.org/wiki/Sekretariat_jenderal
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100528205032AAptaxK

Jadi sebenarnya siapa ketua dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB/UN)?

a. Presiden soekarno yang konon memiliki kuassa akan uang yang Amerika, Inggris, China, Perancis pinjam saat Indonesia masih belum merdeka.
b. Presiden Amerika yang secara nyata mengontrol PBB.
c. Ketua ordo Illuminati.
d. Ketua ordo Freemason.

Wednesday, August 15, 2012

Ketulusan HB IX Perlu Ditiru Kaum Muda

YOGYAKARTA - Kesederhanaan, ketulusan, dan kerakyatan Sultan Hamengku Buwono IX diharapkan mengilhami pemimpin-pemimpin bangsa dan kaum muda. Apa pun yang dilakukan Sultan bagi Keraton Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Republik Indonesia, adalah pengabdian wajib setiap sultan yang bertakhta.
Demikian orasi budaya Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) X dalam Peringatan Satu Abad Sultan Hamengku Buwono IX di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Kamis (12/4). ”Dalam asma Dalem (nama Sultan) sudah terkandung misi Hamengku, Hamangku, Hamengkoni sebagai wujud visi semesta: Hamemayu Hayuning Bawana,” ucapnya.
Sultan merefleksikan sosok HB IX dalam beberapa butir, yaitu pemimpin yang bersahaja, sederhana, dan tanpa ambisi kekuasaan. HB IX juga berhasil menerapkan desakralisasi kepemimpinan sultan, berkomitmen bagi rakyat, dan berani mendobrak kemajuan pendidikan dengan mengizinkan pemakaian keraton untuk kuliah mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
”Meski sejak berusia 4 tahun hidup di tengah keluarga Belanda sehingga diberi nama Henkie dan belajar di negeri Belanda, beliau tidak kehilangan jati diri,” katanya.
Disposisi HB IX sebagai orang Jawa ia tegaskan saat penobatannya pada 18 Maret 1940. Waktu itu, HB IX mengucapkan kata-kata tegas: ”Walaupun saya telah mengenyam pendidikan Barat yang sebenarnya, tetapi pertama-tama saya adalah dan tetap, orang Jawa.”
Menurut Sultan, pernyataan tersebut menunjukkan sikap nasionalisme budaya progresif yang membuat Belanda sempat tercengang. Pada waktu itu, tidak ada sepatah kata pun dari HB IX yang menyebutkan ia akan setia apalagi tunduk pada Belanda. Sebaliknya HB IX akan bekerja keras untuk nusa dan bangsa.
Dengan itikad itu, HB IX juga menunjukkan jiwa semangat kebangsaan yang total, jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Visi tersebut akhirnya benar-benar diwujudkan di masa-masa genting proklamasi dan revolusi fisik.
Keputusan HB IX bergabung dengan Negara Kesatuan RI juga tidak diambil dengan keputusan sesaat, tetapi tetap memperhitungkan wasiat para leluhur. Padahal, saat itu HB IX memiliki kekuasaan otonom tersendiri.
Sultan mengatakan, komitmen HB IX terhadap NKRI tidak bisa ditawar lagi dan sudah menjadi harga mati. Tinggal sekarang Pemerintah Republik Indonesia sendiri, apakah menangkap dan menghargai itu semua sebagai kelanjutan dari penggabungan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dengan NKRI.
”Beliau dengan tegas menyatakan, Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa bagian dari NKRI. Selanjutnya semua kekuasaan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dipegang sepenuhnya oleh beliau,” ungkapnya.
Sultan berharap dengan pandangan reflektif saat menelusuri alur sejarah perjuangan HB IX, generasi muda tidak hanya mengaguminya dalam bingkai emas keteladanan. Hendaknya generasi muda juga membaca dan menyerap segi-segi manusiawinya sebagai seorang pemimpin, juga terhadap sikapnya yang demokrat dan sederhana.
Dalam peringatan satu abad Sultan HB IX ini, ribuan warga memadati Pagelaran Keraton Yogyakarta. Pukul 11.00, Sultan beserta Gusti Kanjeng Ratu Hemas hadir di panggung utama. Tampak pula Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam IX, sejumlah bupati, pejabat, keluarga Keraton Yogyakarta, dan tokoh masyarakat. (ABK) 

Monday, August 13, 2012

Sekelumit Cerita dari NAD

BEHIND THE STORY : Tragedi Meninggalnya Rekan Kita ALM LETTU CAM Anumerta ERWIN KOERNIANTO
(Catatan :
Tulisan ini dibuat bukan sebagai ungkapan perasaan cengeng atau sentimentil dari pelaku sejarah. Yang ditulis ini adalah kisah sesungguhnya, yang betul-betul terjadi waktu itu. Yang bersangkutan memutuskan untuk mengisahkan melalui tulisan ini guna meluruskan cerita yang sebenarnya, setelah mendengar adanya kesimpangsiuran atas berbagai versi cerita tentang kejadian tersebut. Sekaligus mohon kepada berbagai pihak agar turut membantu proses administrasi almarhum yang hingga kini belum selesai.
Seperti diceritakan oleh Pelaku Sejarah; Kapten Chb Rizal Arifien, Alumni Akmil 1998 & ditulis ulang oleh Kapten Chb Sandy Maulana Prakasa untuk rekan2 Pandu Sakti 97)

Cerita ini bermula saat aku selesai mengikuti Sekolah Bahasa di Magelang. Waktu itu aku masih berada di kota Medan, sambil menunggu angkutan yang bisa membawaku ke tempat penugasanku berikutnya yaitu di Lhokseumawe. Singkat cerita,sehari sebelum berangkat ke Lhokseumawe, seniorku bernama Letda Cam Erwin Koernianto Notokoesoemo (EKN) - Akmil 1997, datang menjumpaiku di Mess.

"Dik, besok ada angkutan yang akan berangkat ke Lhokseumawe" katanya. Abangku yang satu ini memang ngga pernah manggil nama kepada junior-juniornya. Menurutnya, terdengar lebih akrab rasanya. Lain halnya dengan diriku yang lebih suka manggil nama. "Ok Bang, besok saya ikut. Udah seminggu saya nunggu di sini." jawabku.  Bosan rasanya seminggu tanpa kegiatan seperti ini. "Besok rencana rombongan akan berangkat jam 9 pagi, jadi hari ini kita puas-puasin dulu di Medan. Besok udah ngga bisa lagi" sambungnya. Bang EKN, dengan gayanya yang khas sejak jaman sama-sama digembleng di
Lembah Tidar, terasa masih kental sampai hari itu. Akhirnya seusai sholat Jumat, kami berangkat ke Medan Plaza, sebuah Mall dari 3 Mall yang baru ada di kota Medan. Weleh..kesannya Lhokseumawe
memang ngga ada apa-apanya, pikirku saat itu, seraya menaiki tangga masuk
Mall tersebut. "Kamu belum makan siang kan? Kita makan siang dulu di lantai 3" tawarnya. "Terserah Abang aja-lah." jawabku singkat. Bukan karena ngga semangat tapi entah kenapa saat itu ada perasaan aneh yang menjalar di dada. Aku sendiri ngga tau apa yang merasuk pada diriku saat itu. Setibanya di lantai 3, di situ terdapat 2 buah Fast Food restaurant, yakni KFC dan Ayam Kalasan. Tanpa memberikan tawaran lagi, Bang EKN langsung mengajakku ngantri di KFC. Saat itu yang kupesan adalah menu paket biasa.
Tapi Bang EKN ini justru menegurku. "Sikit kali makanmu, ayo makan yang banyak! Besok udah ngga ada" tegurnya sambil memberikan perintah kepada pegawai kasir KFC untuk men-dobel-kan porsi yang sudah ku pesan. Hmmm...banyak banget, kayak orang ngga makan setahun aja, pikirku. Untung ngga pake seragam dinas, malu juga diliatin orang bawa baki yang berisi porsi makan siang yang segunung itu. Usai menentukan posisi duduk dan membuka meal, kami pun terlibat dalam pembicaraan sambil menikmati makan siang di tempat itu. Bang EKN sibuk ngomong panjang lebar, sedang aku hanya merespon dengan anggukan seraya menyantap porsi dobel tadi. Bang EKN pun entah beberapa kali memamerkan kepadaku perihal cincin tunangannya dengan orang Pekanbaru itu, yang kalau tidak salah baru berlangsung seminggu lalu. Begitu bangganya Abang ini sampai-sampai waktu makan siang itu didominasi oleh cerita ngalor
ngidulnya. Aku ngga kebagian waktu untuk cerita. Tapi... Ah, mau cerita apaan? "Wah,gara-gara Abang nih! saya kekenyangan" ujarku sambil melap kedua tanganku dengan tissue. Bang EKN tersenyum senang, gantian dia yang beranjak menuju wastafel. Usai membersihkan tangannya,dia pun mengajakku untuk turun ke lantai 2. "Tadinya aku mau ngajak kamu nonton, tapi kok film-nya ngga ada yang bagus" katanya.
Siang itu memang ngga ada film yang bagus untuk ditonton. "Saya juga ngga ada ide nih Bang" sambungku.
"Udahlah, sekarang kita ke lantai 2 aja, di situ ada warnet berikut network game-nya" ajaknya. Ya, saat itu networking game memang lagi top abis. Kayaknya, semua orang  kalo ke warnet pasti nyarinya game tersebut. "Lanjut ajalah, Bang" jawabku tanpa semangat, bukan disebabkan apa-apa
tapi karena kekenyangan...:P. Kami pun menuruni eskalator yang penuh sesak itu menuju lantai 2. Sekali
lagi, saat itu di Medan baru ada 3 buah Mall, jadi wajar kalo mall-mall yang ada terlihat penuh sesak dengan pengunjung. Setibanya di lantai 2, Bang EKN ini sepertinya sudah fasih betul dengan keadaan di warnet itu. Dia langsung membidik ke sebuah tempat yang kemudian diceritakan sebagai tempat
favoritnya. "Dik, puas-puasin ya mainnya! Besok udah ngga ada" ujarnya. Lagi-lagi perasaan aneh menjalar di dada, rasanya seperti tidak nyaman gitu, tapi ngga tau kenapa. Dengan kondisi gontai kekenyangan, aku melangkah menuju sebuah meja di tengah warnet tersebut. Meja yang saling terhubung dengan 4 pengguna lainnya. Kalo duduk disini kan lebih aman, ngga jadi suspect as pornsite opener...:P. Akhirnya aku pun larut dalam permainan "Starcraft" yang juga lagi ngetop saat itu. Kadang-kadang sekarang pun di waktu senggang, aku masih suka memainkan game lawas tersebut. Entah-lah, mungkin karena telah menjadi bagian sejarah dalam hidupku. Lebih dari tiga jam kami habiskan di lantai 2 tadi, sampai-sampai lelah rasanya mataku dalam menyusun robot-robot perang dalam Starcraft tadi. Akhirnya aku memutuskan untuk mengajak Bang EKN untuk segera cabut dari tempat itu. Istirahat."Ok, tapi sebelum pulang kita beli Dunkin Donuts dulu ya! Untuk Pak IMS. Soalnya, besok udah ngga ada lagi" jelasnya. Siapa lagi Pak IMS ini? Kok sampe dibela-belain mau dikasih oleh-oleh, batinku. Bang EKN pun menjelaskan bahwa bapak itu adalah KA*** di sana,dan Pak IMS ini sendiri konon adalah salah satu orang yang dekat
dengan Bang EKN lantaran sering berguru perihal komputer. Ya,saat itu Bang EKN lebih banyak dikenal orang lantaran kepiawaiannya dalam mengutak atik komputer. Akhirnya usai membeli sekotak Dunkin Donuts tadi, kami pun kembali menuju mess dan istirahat untuk persiapan berangkat ke Lhokseumawe keesokan harinya.

Singkat cerita, besok hari tepatnya pada pukul 11-an, 3 buah truk Reo menjemput kami di mess. Ya, saat itu andalan perjalanan adalah truk-truk itu. Tidak seperti jaman-jaman sesudahnya, truk itu bentuknya masih asli, belum ada satupun modifikasi batang kelapa untuk perlindungan tembaknya apalagi lapis baja.
Sebelum berangkat Bang EKN sempat berkeras untuk duduk di pinggir kiri. "Dik, kamu di tengah aja! Biar aku yang dipinggir. Aku kan pake senjata" perintahnya. "Sudah biar saya aja, Bang" tawarku sambil memberikan isyarat agar bang EKN naik ke truk terlebih dahulu. "Ngga. Aku aja yang di pinggir" tegasnya sekali lagi, sambil mengenakan rompi yang katanya anti peluru. Anti peluru darimana? Dari Hongkong? Jaman itu belum ada lempeng baja yang dimasukkan ke rompi. Rompi yang dikenakan bang EKN sendiri hanya berbahan sintetik yang saat pertama melihatnya aku sendiri meragukan, apa iya ini anti peluru? Akhirnya truk pertama di-isi oleh Bang EKN, aku dan MS pada kemudi serta 1 orang lagi berada di bak belakang. Rombongan 3 truk Reo ini hanya membawa 11 orang saja, jumlah yang sungguh gila menurut
orang-orang waktu itu, terlalu nekat dan tanpa perhitungan (Bang EKN, Aku, MS, YT, SH, AS, JS, YP, IS, dan 2 orang Ko***) Sampai di Kuala Simpang, ternyata truk kedua mengalami kerusakan yang sangat parah. Kipas pendingin membentur radiator sehingga bocor akibat kondisi jalan yang tidak bagus. Dengan spontan, YT menuturkan kalimatnya yang kemudian kusadari bahwa mungkin kalimat ini juga adalah sebagai firasat pertanda buruk. "Sepanjang saya bolak balik melalui rute ini, inilah pertama kalinya saya
mengalami perjalanan paling parah" paparnya, sambil mengikat tali besar  untuk menderek truk kedua. Sudah tidak mungkin lagi truk kedua dibawa ke Lhokseumawe. Kamipun memutuskan untuk meninggalkan truk itu di Langsa yang masih membutuhkan waktu tempuh 1 jam lagi. Perjalanan tidak boleh terhenti. Kami memutuskan terus menuju Lhokseumawe dengan 2 truk. Formasi pun berubah, 5 orang di truk ke-1 dan sisanya di truk ke-2. Usai menitipkan truk di Langsa, sedikit sekali kata-kata yang keluar dari mulut
Bang EKN. Aku hanya ingat kata-kata terakhirnya yang keluar setelah MS mencoba mencairkan suasana tepat saat melintas di lapangan bola Kecamatan Plk. "Pak, kok diam aja, biasanya bapak suka cerita-cerita apa gitu" tantang MS. "Hari ini aku kok ngantuk sekali, ya" ujar Bang EKN menanggapi MS. Setelah kalimat ini, seingatku tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulutnya. Aku ngga mau ikutan ngomong, saat itu aku cuma ingin menjadi pendengar yang baik. Wajah Bang EKN tampak sayu, antara ngantuk dan
lelah. Air mukanya seperti menunjukkan sama sekali ngga ada gairah. Tapi truk tetap melaju menuju Lhokseumawe.

Tepat pukul 15.30 waktu yang ditunjukkan oleh arloji yang kupakai, juga tepat sekali berada di kawasan daerah yang diklaim wilayah paling berbahaya saat itu. "Tar..!" demikian bunyi sekali yang pertama yang sangat jelas sekali terdengar olehku. Hanya berselang 5 detik saja kemudian diikuti oleh bunyi rentetan lainnya dari sisi sebelah kiri truk yang demikian gencar. "Kontaaak..!" teriak MS sejadi-jadinya sambil menunduk ke arah tengah, demikian halnya Bang EKN yang juga reflek menunduk ke tengah. lha aku piye pikirku, akhirnya kedua kepala yang ada di hadapanku ku tekan kuat-kuat kebawah. Saat itu yang terasa di ubun-ubunku adalah sekian kali desingan peluru, rasanya seperti ada yang mengacak-acak rambutku, yang
belakangan kuketahui itu adalah peluru-peluru yang melintas persis di atas kepalaku. Truk bergerak zigzag lantaran dikemudikan tanpa melihat depan, hingga akhirnya baru berhenti setelah menabrak sebuah bus. Dengan sigap serta merta MS keluar dari ruang kemudi, kemudian aku bergerak mengikutinya. Namun sebelumnya aku berteriak, "Bang, cepet keluar! kita bisa di-granat kalo masih tetap di dalam!" teriakku
sambil lompat keluar. He...Bang EKN diam saja sambil tetap menunduk. Kupikir dia tidak dengar  akan suaraku karena memang sedang riuh rendah suara tembakan bersahut-sahutan. Tanpa pikir panjang segera kutarik lengan kanan Bang EKN agar bisa mengikutiku keluar dari truk. Tapi alangkah kaget bukan kepalang, ternyata Bang EKN malah terkulai lantaran tarikanku tadi. Lebih kaget lagi karena saat terkulai terlihat jelas dari lengan kirinya sudah bersimbah darah. "Bang!" teriakku parau,jantungku berdegup keras.
Inilah pertama kalinya aku melihat korban kontak tembak. "Bang!!!" ulangku sekali lagi. Jantungku berdegup lebih keras lagi dari sebelumnya. Ini bukan panik. Ini adalah emosi. Emosi yang membangkitkan
kemarahanku! Marah karena orang yang kuhormati menjadi korban dalam peristiwa sore itu.
Ngga sempat lagi ada pikiran untuk takut apalagi cemas. Yang ada saat itu hanyalah amarah. Ya, aku belum pernah semarah waktu itu. Kurebut sepucuk M-16 dari tangan Alm Bang EKN yang saat itu dalam kondisi tak berdaya dan segera kupastikan bahwa senjata tersebut betul-betul dalam kondisi siap untuk menembak. Segera saja aku bergabung dengan rekan-rekan perjalananku yang sudah duluan mengambil posisi berlindung untuk membalas tembakan. Sepanjang hidupku belum pernah aku membidikkan senjata kepada sasaran yang berbentuk manusia. Sekian tahun sebelumnya aku hanya pernah membidik papan lesan tembak (sasaran tembak) dalam latihan menembak. Tapi saat itu aku sedemikian marahnya sampai-sampai ku hamburkan 1 magasen ke arah beberapa orang yang lari menjauhi rombongan kami. Merekalah para pelaku penembakan tadi. Setengah jam sudah kami habiskan untuk tembak menembak di Desa TB Kecamatan IR. Mengingat jumlah kami yang sedikit, saya memutuskan untuk tidak mengejar gerombolan
tadi. Satu anggotaku bernama SH menemukan 2 buah sepeda motor bebek yang knalpot racingnya disumbat dengan batu. Inilah yang dipakai oleh para penjahat itu, taktik “hit and run”. Dengan jengkel, kuperintahkan SH untuk membakar habis kedua sepeda motor tersebut.

Well, akhirnya aku tersadar bahwa hari kemarin sudah 3 kali Bang EKN menyebutkan kata "besok udah ngga ada". Pantas saja perasaan aneh menjalar di dalam dadaku setiap Alm mengulangi kata-kata itu. Ternyata itu adalah Salam perpisahan dari Bang EKN. Saat keadaan sudah tenang, Bang EKN kubawa ke puskesmas yang saat ini sudah menjadi RSUD yang hanya berjarak 1 km dari lokasi kami dihadang. Tiga orang anggota rombongan histeris begitu mendengar vonis dari dokter di puskesmas setempat bahwa
Bang EKN telah tiada. Mereka menembakkan senjatanya ke udara berulang-ulang. Tak ada yang bisa kulakukan saat itu, namun hal ini tidak boleh dibiarkan. "Hei, berhenti menembak!! Kalo kau menghormati Pak EKN, jangan kau buang-buang pelurumu itu! Perjalanan kita masih panjang. Simpan pelurumu untuk pertempuran di depan nanti!" makiku untuk membangkitkan semangat mereka. Aku mengerti mereka baru saja kehilangan komandannya dan manusiawi kalo mereka berbuat seperti tadi. Akan tetapi konyol rasanya jika melampiaskan emosi dengan cara seperti itu. Bagaimana seandainya di depan masih ada pertempuran yang lebih hebat lagi? Mau nembak pake apa lagi kita? Pake ludah?

Setelah semua bisa menenangkan diri, kukumpulkan mereka sambil memberikan isyarat untuk menyiapkan senjata masing-masing. "Ingat, sudah ada 1 korban jatuh. Kalo ada lagi kontak di depan nanti, kita akan kejar dan habiskan !!!" tegasku berapi-api membakar semangat. Sebelumnya Bang EKN adalah yang tertua di rombongan. Mau tidak mau, kini aku-lah yang memimpin rombongan kecil ini. "Danton kepalanya kenapa?" pekik MS sambil menarikku untuk bercermin di kaca spion mobil. Ya Allah...! Aku tidak sadar kalo kepalaku terserempet peluru dan hampir separuh wajahku bersimbah darah akibat dari luka di ubun-ubunku tadi. Alhamdulillah aku masih hidup, demikian batinku. MS pun membantuku untuk membersihkan kucuran darah yang menutupi wajahku sebelah kanan. Sementara yang lain mengangkat tubuh Bang EKN kedalam bak truk serta menyiapkan kelanjutan perjalanan. Kami pun meneruskan perjalanan dengan lebih cepat seraya memandang lebih waspada dari sebelumnya, telunjukpun tidak sedetik pun lepas dari posisi siap menarik picu. Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di Lhokseumawe pada pukul 20.00. Truk langsung menuju Rumah Sakit TNI-AD Lhokseumawe. Ternyata orang-orang di Lhokseumawe hampir semuanya mengira bahwa kami pulang tinggal nama lantaran tidak ada kabar berita sejak kami berangkat. Waktu itu belum ada sinyal HP. Jangankan HP, wong kabel telpon saja dirusak sehingga radio komunikasi benar-benar menjadi andalan. Setibanya di sana, aku langsung diantar ke bagian UGD untuk mendapatkan perawatan luka yang kudapatkan.  Sedangkan jenazah Alm Bang EKN langsung dimasukkan ke ruang bedah untuk
dibersihkan. Hanya 1 peluru yang tepat mengenai Bang EKN. Rupanya peluru itu menghantam pintu truk Reo sebelah kiri, kemudian menembus mengenai lengan kiri Bang EKN yang akhirnya kuketahui ternyata lanjut tepat mengenai jantungnya.

Keesokan harinya, kujalankan amanat yang tak terlupakan olehku. Amanat dari orang yang sudah meninggal. Kuantarkan sekotak Dunkin Donuts ke rumah Pak IMS. Kebetulan saat itu beliau yang langsung menerimanya. "Selamat sore Pak! Ijin mengantarkan oleh-oleh dari Medan" ujarku. "Terima kasih. Dari siapa ya?" tanyanya singkat sambil menerima sekotak donat itu. "Dari almarhum Letda Erwin" jawabku.
Pak IMS tak sanggup berkata-kata lagi. Yang dilakukannya hanyalah termangu dan tanpa terasa air matanya mengalir. Ternyata Pak IMS yang sedemikian 'kayu laut'-nya masih bisa menitikkan air matanya kala mendengar perkataanku itu.

Tidak banyak orang di dunia ini yang pernah dikirimi oleh-oleh dari orang yang sudah meninggal... Tak kusangka, hari itu aku sendiri yang menjadi saksi peristiwa mengharukan tersebut.

SOURCE: http://www.facebook.com/groups/55013373211/doc/10150445127713212/

Saturday, August 11, 2012

Indonesia Dijajah Tiga Setengah Abad Sebuah Mitos?

Orang sering percaya kepada sesuatu karena banyak orang mempercayainya. Banyak orang bahkan tidak perlu memikirkan benar atau tidak tentang sesuatu yang dipercayai karena bnyak orang juga percaya. Demikian juga dengan pernyataan yang mengatakan bahwa Indonesia dijajah tiga setengah abad oleh Belanda.
Sering kita mendengar pernyataan yang mengatakan bahwa Indonesia dijajah selama tiga setengah abad oleh Belanda. Dari presiden sampai ketua RT selali mengatakan hal yang sama terutama pada momen peringatan hari kemerdekaan. Bahkan dalam teks resmi buku pelajaran sejarah dari tingkat SD sampai perguruan tinggi juga selalu ditulis bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad.
Pernyataan itu perama kali dicetuskan oleh Ir. Soekarno, proklamator kita. Hal itu pada awalnya bertujuan untuk membangkitkan semangat bangsa Indonesia, agar bangkit dari keterpurukan, memberi penyadaran pada bangsa Indonesia bahwa hidup dijajah merupakan keterhinaan sehingga berani melawan Belanda dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Akan tetapi, pernyataan itu ibarat pedang bermata dua, di satu sisi ungkapan tersebut ingin menunjukkan betapa kejamnya Belanda karena begitu lama menjajah Indonesia, di sisi lain justru menusuk harga diri kita sebagai suatu bangsa. Karena jika benar kita dijajah tiga setengah abad, hal itu menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang pasif, lemah dan bodoh. Bukankah bangsa yang dijajah sekian lama adalah bangsa yang seperti itu?
Pernyataan bahwa Indonesia dijajah selama tiga setengah abad tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan cenderung bersifat hiperbola dan perlu diluruskan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan dasar untuk mengoreksi pernyataan tersebut.

Penjajahan Membutuhkan Proses
Pernyatan bahwa Indonesia dijajah selama tiga setengah abad didasarkan pada saat kedatangan Cornelis de Houtman pada tahun 1596. pertanyaan kita sekarang apakah teoat kedatangan de Houtman yang hanya membawa armada sebanyak 4 kapal dan mendarat di Banten dijadikan dasar mulainya penjajahan Belanda di Indonesia? Apalagi kemudian Cornelis de Houtman diusir dari Banten karena bersifat arogan. Alangkah sederhana sekali dasar teori yang kita pakai apabila kita sepakat dengan teori tersebut karena dapat dikatakan Cornelis de Houtman tidak melakukan proses apapun baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun militer sebagai upaya penaklukan terhadap wilayah di nusantara. Dapat dikatakan dia hanya sempat mengagumi keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Mungkin dia hanya sempat berfikir, “It’s a beautiful place” dan diusir pergi.

Hubungan antara Kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan VOC bersifat Simbiose Mutualisma dan Berorientasi Ekonomi
Setelah kegagalan Cornelis de Houtman lebih banyak lagi pedagang-pedagang Belanda yang mendarat di Nusantara, belajar dari pengalaman Cornelis de Houtman pedagang-pedagang Belanda memperbaiki sikapnya sehingga mereka bisa diterima oleh raja-raja pribumi. Puncak dari aktivitas perdagangan bangsa Belanda adalah ketika mereka membentuk sebuah organisasi dangan yang disebut VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) atau Serikat Perusahaan Hindia Timur pada tahun 1602
VOC mulai membangun kekuasaannya pada tahun 1618 ketika Jan Pieterzoon Coen menjadi gubernur jenderal VOC di Batavia. Dengan hak-hak istimewa yang dimiliki seperti hak Octroi atau izin dagang, hak memiliki tentara dan menyatakan perabf serta mencetak mata uang membuat VOC mampu melakukan ekspansi ke sebagian besar wilayah Nusantara. Akan tetapi perlu dipahami bahwa ekspansi VOC membutuhkan waktu yang sangat lama dan menghadapi perlawanan dari sebagian kerajaan di Nusantara. Contoh yang membuktikan bahwa VOC membutuhkan proses lama dalam menanamkan pengaruhnya di Nusantara adalah kerajaan Mataram, Mataram mengakui kekuasaan VOC baru tahun 1755 ketika mereka menandatangai Perjanjian Giyanti. Contoh lain adalah kerajaan Ternate, Ternate mengakui kekuasaan VOC pada tahun 1683. Di samping itu ketika VOC berkuasa masih banyak kerajaan-kerajaan di Nusantara yang masih berdaulat seperti Aceh, Sumatera Barat, NTT, sebagian Papua, Bali dan masih banyak lagi.
Perlu dipahami pula bahwa hubungan antara VOC dengan elit-elit politik pribumi seperti raja, sultan, dan sebagainya bersifat simbiose mutualisme yaitu hubungan yang saling menguntungkan baik secara ekonomi maupun politik. VOC memperoleh hak monopoli sementara para penguasa atau elit pribumi memperoleh dari kerja sama tersebut.
Harus diakui bahwa VOC juga berwatak seperti halnya aum penjajah lainnya, yaitu mengeksploitasi kekayaan alam, hal itu disebabkan karena VOC memang berorientasi pada kepentingan ekonomi. Akan tetapi justru karena orientasi ekonomi tersebutlah yang menyebabkan kurang berminat pada aspek politik, sosial, dan budaya. Hal itulah yang menyebabkan VOC hanya memusatkan perhatiannya pada kerajaan atau wilayah tertentu yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Dengan demikian, banyak kerajaan di daerah pedalaman yang masih berdaulat penuh

Perlawanan Rakyat terhadap Pemerintah Kolonial Belanda
Ketika VOC akhirnya dibubarkan pada tahun 1799 akibat mengalami kebangkrutan, kekuasaan diambil alih oleh Pemerintah kolonial Belanda yang dikendalikan langsung dari Nederland. Berbeda dengan VOC yang berorientasi pada kepentingan ekonomi semata, Pemerintah Kolonial Belanda mempunyai kepentingan yang lebih luas yaitu menciptakan Pax Neerlandica yaitu persatuan kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam satu hukum dan pemerintahan Kolonial Belanda.
Satu hal yang perlu diingat bahwa ketika peralihan kekuasaan itu terjadi, di wilayah Nusantara masih banyak kerajaan-kerajaan yang masih berdaulat seperti Aceh, Sumatera Barat, NTT, sebagian Papua, dan Bali. Ketika Belanda berusaha untuk mewujudkan Pax Neerlandica banyak kerajaan, terutama yang masih berdaulat melakukan perlawanan dengan hebat dan gagah berani.
Di Sumatera Belanda menghadapai perlawanan yang sangat hebat dari rakyat Aceh dan Minangkabau. Rakyat Aceh melakukan perlawanan yang gagah berani terhadap Belanda dan baru berhasil ditaklukkan Belanda pada 1904 ketika dipaksa menandatangani perjanjian Traktat Pendek. Sementara perlawanan rakyat Minangkabau berhasil dikalahkan oleh Belanda pada tahun 1837.
Di Kalimantan, Bali dan Jawa Tengah Belanda juga mengalami perlawanan yang sama. Di Bali Belanda mendapat perlawanan sampai titik darah penghabisan dengan perang yang disebut Perang Puputan yaitu perlawanan sampai mati. Bali akhirnya menyerah pada tahun 1909 setelah selama 55 tahun melakukan perlawanan terhadap Belanda. Rakyat Banjar di Kalimantan Selatan juga melakukan perlawanan dan baru bisa dikalahkan Belanda pada tahun 1863. di Jawa Tengah, Pangeran Diponegoro juga melakukan perlawanan yang sangat heroik dari tahuan 1825 – 1830.

Penutup
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pernyataan Indonesia dijajah selama tiga setengah abad adalah pernyataan yang tidak benar, karena tiap daerah di Indonesia mengalami proses penjajahan yang tidak sama waktunya. Di samping itu perlawanan yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia menunjukkan bahwa daerahn seperti Aceh dan Bali baru dikuasai Belanda pada awal abad ke-20. Di samping itu sebagian kerajaan di Papua dan NTT berada di bawah administrasi pemerintah kolonial Belanda pada awal abad keduapuluh pula.


Prijobekti Prasetijo, S.Pd.
Guru SMA I Purworejo



Sumber : majalah KIPRAH volume 19 no.08 Agustus 2008

Thursday, August 9, 2012

HB IX, Anak Seorang Bapak Visioner





Sri Sultan Hamengku Buwono IX (kanan) bersama Presiden Soekarno.

Aku memang orang berpendidikan Barat, Namun, aku tetap orang Jawa.

Begitu ungkapan Sultan Hamengku Buwono IX saat dinobatkan sebagai Raja Mataram menggantikan ayahandanya, Sultan Hamengku Buwono VIII, yang bertakhta pada 1921-1939. Ungkapan itu dikutip banyak sejarawan, penulis, ataupun surat kabar, dengan berbagai ulasan dan analisis. Sampai peringatan satu abad HB IX pada bulan ini, ungkapan itu kembali dibahas.
Apa yang diungkapkan HB IX itu sebenarnya lebih tegas dari yang dinasihatkan ayahandanya, HB VIII. Nasihat itu tidak ditunjukkan kepada Dorodjatun (nama kecil HB IX), tetapi nasihat orangtua untuk semua anaknya. Sesungguhnya ungkapan itu seperti menjadi jati diri keluarga Mataram khususnya HB IX dan saudara-saudaranya,
Dalam kalimat lain, ungkapan Romo Tirun (cucu HB VIII atau putra GBPH Prabuningrat kakak kandung HB IX), bahwa eyangnya mempunyai visi ke depan untuk anak-anaknya. Belum banyak orang tahu bahwa yang disekolahkan ke Belanda bukan hanya HB IX. Empat saudara kandungnya yang lain, yaitu Pangeran Puruboyo, Pangeran Prabuningrat, Pangeran Bintoro, dan Pangeran Hertog, juga disekolahkan ke Belanda oleh HB VIII.
Sekolah di Belanda bukan berarti menjadi antek-antek Belanda. Sepulang dari Belanda, HB IX dan saudara-saudaranya justru menjadi tokoh-tokoh pergerakan yang gigih. Pangeran Prabuningrat dan Pangeran Puruboyo waktu itu menjadi anggota BPUPKI, badan yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Bahkan Pangeran Bintoro menjadi duta besar pertama di Kerajaan Thailand.
Demikian pula dengan saudara yang lain, yaitu Pangeran Prabuningrat sebagai rektor pertama setelah UII (Universitas Islam Indonesia) pindah ke DI Yogyakarta. Sebagaimana dicuplik dalam buku Dakwah Dinasti Mataram karangan Heru Basuki, Sekolah Tinggi Islam (STI) Jakarta adalah cikal bakal dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Konon perguruan tinggi Islam Jakarta itu dipindahkan oleh Bung Hatta ke Yogyakarta, karena situasi Jakarta selama tahun 1946-1948 tidak menentu.
Gebrakan HB VIII itu, menurut Romo Tirun, merupakan penggemblengan mentalitas dan moralitas untuk anak bangsa. Sejak umur empat tahun HB IX dan beberapa saudaranya dititipkan ke orang-orang Belanda, juga sebagai bentuk kesederhanaan HB VIII dalam mendidik anak-anaknya. Meskipun anak raja, mereka tidak harus hidup di lingkungan istana, namun bagaimana harus merasakan hidup dalam ketidakmewahan.
Kerelaan HB VIII saat anaknya dikeluarkan dari istana dan dititipkan kepada orang Belanda, juga terselip muatan politis. Dengan cara itu, HB VIII dapat menyekolahkan anak-anaknya ke Belanda. Sepulang dari sekolah di Belanda ternyata kelima anak HB VIII itu menjadi anak-anak republik yang ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
”Anak-anak keraton” itu memang sudah dipersiapkan untuk menjemput lahirnya negara Republik Indonesia. Ini tergambar jelas dari kutipan Romo Tirun yang mengungkapkan nasihat HB VIII kepada anak-anaknya. ”Kamu boleh belajar budaya Belanda sedalam-dalamnya. Itu bekal hidup di masa depan untuk mempelajari suatu bangsa. Namun, kamu jangan larut dalam kehidupan mereka. Bahkan jangan sampai kamu menikah dengan orang Belanda”.

Sejak lama

HB IX memang sebagai pioner dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang hadir dari lingkungan keraton. Namun cara memerintah, dia bukan eksklusif satu-satunya orang keraton. HB IX banyak didukung oleh saudara-saudara kandungnya, ikut membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah yang kemudian disebut oleh Dr Budi Subanar SJ, Kepala Pusat Sejarah dan Etika Polltik Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, bahwa visi dan misi keraton sangat berarti dalam perjalanan sejarah bangsa.
Tidak usah membicarakan Sultan Agung yang memerintah Mataram dari 1613-1645 yang memang telah mampu menciptakan sistem pemerintahan hebat di zamannya, meskipun dalam tekanan Pemerintah Belanda. Dalam pemerintahan HB VIII yang tetap dalam cengkeraman Belanda, keraton tetap bisa memainkan perannya dalam menapaki realitas sejarah. ”Kalau dalam konteks sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, HB VIII punya peran membentuk kader bangsa lewat anak-anaknya. HB VIII itu bapak yang visioner,” kata Budi Subanar.
Sultan HB IX bukan satu-satunya putra Keraton Ngayogyokartahadiningrat yang tampil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagai pioner dari keraton didukung oleh adik dan kakaknya. Mereka kompak, dalam saat kritis, Sultan HB IX dan saudara-suadaranya bahu membahu menentukan kebijakan sebagai putra Indonesia, bukan sebagai putra keraton.
Ini jelas terlihat saat Agresi Militer Belanda di Yogyakarta, Saat HB IX diajak berunding oleh Belanda, dia mewakilkan adiknya, Pangeran Bintoro –yang kemudian menjadi anggota BPUPKI. Dalam perundingan itu, Keraton Yogyakarta yang diakui Belanda sebagai sebuah negara, dihadapkan pada pilihan yang menunjukkan jati diri putra-putra Keraton Yogyakarta.
Dalam buku Takhta Untuk Rakyat, saat disebutkan perundingan itu, HB IX selaku Raja Yogyakarta diminta untuk tidak ikut campur masalah Republik Indonesia dan Belanda (untuk menjadi ibu kota). Sebagai imbalannya, Belanda memberi kekuasaan atas tanah bekas Keraton Mataram meliputi Kedu, Solo, Madiun, Kediri, dan Banyumas. Sultan HB IX lewat Pangeran Bintoro menolak tawaran itu. Dalam perundingan kedua, Belanda menambah lagi wilayah kekuasaan Keraton Yogyakarta meliputi Jawa tengah, Jawa Timur, dan Madura. Sultan HB IX tetap menolaknya.
Bisa dibayangkan andaikan Pangeran Bintoro sebagai juru bicara HB IX dalam perundingan menyatakan menerima. Indonesia akan menjadi dua negara, yaitu Keraton Yogyakarta dengan kekuasaan besar di Jawa dan Pemerintah Republik Indonesia yang kala itu sedang diperjuangkan eksistensinya.
Itulah wajah Keraton Yogyakarta pada masa perjuangan itu. Istana bukanlah sarangnya para feodalisme, namun di dalamnya tersimpan sumber daya manusia yang ikut mendukung berdirinya republik ini.
(Thomas Pudjo widijanto)

SOURCE:  http://nasional.kompas.com/read/2012/04/14/1149517/HB.IX..Anak.Seorang.Bapak.Visioner

Tuesday, August 7, 2012

Peran Jepang Di Indonesia

Kiprah orang keturunan jepang di Indonesia tercatat paling lama adalah tahun1629 sampai sekarang, mulai dari Saartje Specx sampai Dewi Soekarno.




 


 AWAL KEDATANGAN DAN MASA PENDUDUKAN JEPANG DI
INDONESIA
Awal kedatangan
Pendudukan Jepang di Indonesia di kota Tarakan pada 10 januari 1942, selanjutnya Jepang melebarkan sayapnya hingga ke Minahasa, Balikpapan, Ambon, Pontianak, Makassar, Banjarmasin, Palembang dan Bali yang berhasil dikuasai Jepang dari kurang waktu Jan- Feb 1942, sedangkan ibukota Jakarta di duduki pada tanggal 05 Maret 1942.
Tentara Belanda yang pada saat itu masih berkuasan di Indonesia ke, kesalahan menghadapi serangan tentara Jepang, dan akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang tepatnya pada tanggal 08 Maret 1942 di Kalijati-Subang.

PEMBAGIAN 3 WILAYAH INDONESIA OLEH JEPANG
Masa pendudukan Jepang di Indonesia berbeda dengan masa penjajahan Belanda pada penjajahan Belanda pemerintah di pegang oleh pemerintah sipil sedangkan massa pendudukan Jepang di pimpin oleh militer dalam menjalankan pemerintahannya di Indonesia di bagi dalam 3 wilayah kekuasaan militer yaitu sebagai berikut :
a. Wilayah I, meliputi P. Jawa dan Madura dengan pusat komando pertahanan di Batavia dipimpin oleh ke-16 AD
b. Wilayah II, meliputi P. Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya dengan pusat komando pertahanan di bukit tinggi dipimpin oleh tentara ke-25 AD.
c. Wilayah III, meliputi p. Kalimantan, sulawesi, sulawesi, maluku, bali dan nusa tenggara dengan pusat komando pertahanan di makasar dipimpin oleh Armada Selatan ke-2 Al di Makassar.

UPAYA JEPANG YANG MELIBATKAN RAKYAT INDONESIA
Jepang yang menanamkan bangsa dan negerinya Nippon berusaha mengarahkan semua di Indonesia untuk mendukung dalam perang melawan sekutu, selain itu Jepang berupaya untuk mempertahankan wilayah Indonesia dari ancaman sekutu dengan cara melibatkan rakyat Indonesia dalam beberapa organisasi antara lain :
a. Gerakan Tiga A
Dibentuk pada tanggal 29 April 1942 yang diketuai oleh Mr. Syamsudin latar belakang pendirian gerakan tiga A adalah membantu Jepang dalam menghadapi sekutu.
- Nippon Cahaya Asia
- Nippon Pelindung Asia
- Nippon Pemimpin Asia
b. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Dipimpin oleh empat serngkai, yakni Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, ki Hadjar Dewantara dan K.H. Mas mansur. Dibentuk pada bulan agustus 1942 dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1943, tujuannya untuk Jepang ialah untuk memusatkan seluruh kekuatan rakyat dalam rangka membantu usaha jepang.
c. Cholo Sangi In (Badang Pertimbangan Pusat)
Dibentuk tanggal 3 september 1943, diketuai Jenderal Tojo (Perdana Menteri jepang), anggota berjumlah 43 orag, 23 orang diangkat Jepang 18 orang utusan kresidenan dan kotapraja jakarta raya, dan 2 orang utusan di Yogyakarta dan surakarta.
d. Jawa Kokokai
Pada tahun 1944, panglima tentara Jepang yang menduduki jawa menyatakan berdirinya organisasi "jawa hokokai' atau Himpunan kebaktian Jawa, sebagai organisasi resmi pemerintah. Tugas mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, permata, besi tua, pajak, dan menanam tamanan jarak sebagai bahan baku minyak pelumas untuk jepang.

EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM DAN TENAGA KERJA INDONESIA OLEH JEPANG
Pemerintah pendudukan Jepang merupakan pemerintahan militer. Oleh karena itu, sesuai dengan keadaan perang pada saat itu, semua jenis kegiatan diarahkan untuk kepentingan perang. Pemerintah pendudukan Jepang telah melakukan eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber daya alam Indonesia serta tenaga manusia yang ada demi memenangkan perang melawan sekutu.
1. Cara-cara Jepang di Indonesia mengeksploitasi sumber kekayaan alam
a. Petani harus menyerahkan hasil panen, ternak dan harta milik serta mereka yang lain kepada pendudukan Jepang untuk biaya perang asia pasifik.
b. Hasil kekayaan alam di Indonesia yang berupa hasil tambang perkebunan dan hutan di angkut ke jepang.
c. Jepang memaksa penduduk untuk menanam pohon jarak pada lahan pertanian.
2. Cara I Jepang di indonesia mengeksploitasi tenaga kerja
a. Romusha, kerja paksa tanpa upah.
b. Kinrohosi, kerja paksa tanpa upah bagi tokoh masyarakat
c. Wajib Militer
1) Seinendan (Barisan Pemuda) dibentuk tanggal 9 Maret 1943 bertugas sebagai tentara melawan sekutu.
2) Keibodan (Barisan pembantu polisi) dibentuk pada tanggal 29 April 1943 bertugas menjaga keamanan desa.
3) Fujinkai (Barisan wanita) dibentuk agustus 1943 bertugas sebagai anggota palang merah dan sebagai wanita penghibur.
4) Jawa Hokokai (Pehimpunan kebaktian Raya Jawa) dikebumikan 1 maret 1944.
5) Suishintai (Barisan Pelopor)
6) Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
7) Peta (Pembela Tanah Air)
PERGERAKAN MASSA DAN PERLAWANAN TERHADAP JEPANG
Ada dua strategi yang digunakan para pejuang Indonesia dalam menghadapi pemerintah penduduk Jepang, yakni :
1. Kooperatif, cara bekerja sama dengan Jepang, dengan mengikuti organisasi-organisasi Jepang. Dengan demikian mereka mendapat pelajaran militer dari organisasi-organisasi tersebut.
2. Non kooperatif penduduk strategi non kooperatif, tidak mau bekerjasama dengan Jepang mereka membentuk organisasi, antara lain :
a. Kelompok Syahrir, beranggotakan kaum terpelajar di berbagai kota.
b. Kelompok Amir Syarifudin yang antifasis dan menolak bekerja sama dengan Jepang
c. Golongan Persatuan Mahasiswa yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa kedokteran
d. Kelompok Sukarni, yang anggotanya antara lain Adam Malik, Pandu Wiguna, Chaerul Saleh dan Maruto Mitimiharjo
e. Golongan Kaigun, yang anggotanya bekerja pada angkatan laut Jepang
f. Pemuda Menteng, yang bermarkas di Gedung Menteng 31 Jakarta.

Perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh rakyat Indonesia
1. Perlawanan rakyat Cot Plieng dekat Lhok Seumawe – Aceh
Perlawanan ini terjadi pada tanggal 10 November 1942 Tengku Abdul Jalil.
2. Pemberontakan di Singaparna, Tasikmalaya pimpinan K.H. Zainal Mustafa, hari jum’at tanggal 25 Februari 1944.
3. Pemberontakan rakyat dibiak
4. Pemberontakan rakyat di indramayu

AKHIR KEKUASAAN JEPANG DI INDONESIA
Pada akhir tahun 1944, Jepang semakin terdesak, beberapapusat pertahanan di Jepang termasuk kepulauan saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat.
Terdesaknya pasukan Jepang diberbagai front menjadi berita menggembirakan bagi bangsa Indonesia. Harapan bangsa Indondsia agar terjadi perubahan sikap terhadap penguasa Jepang ternyata terwujud.
Jepang semakin terpuruk, semangat tempur tentara Jepang makin merosot dan persediaan senjata dan amunisi terus berkurang dan banyak kapal perang yang hilang, keadaan semakin diperburuk dengan perlawanan rakyat yang semakin menyala. Pada tanggal 17 Jui 1944, Jenderal Nideki Tojo diganti oleh Jenderal Koniaki Koiso. Pada tanggal 7 september 1994 jenderal koiso memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia dikemudian hari.
Pada 1 Maret 1945, panglima Jepang letnan jenderal kumakici horada mengumumkan pembentukan badan penyelidikan usaha-usaha persiapan kemerdekan Indonesia (BPUPKI)
Seiring berjalannya BPUPKI pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hirosima dibom atom oleh sekutu dan pada tanggal 7 Agustus 1945 dibubarkannya BPUPKI dan dibentuklah PPKI (Panitia persiapan kemerdekana Indonesia). PPKI yang dipimpin oleh ir. Soekarno beserta Moh. Hatta dan Dr. Rajiman Widyadiningrat berangkat ke dalat, vietnam pada 2 Agustus 1945 bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemerdekaan Indonesia. Bersamaan dengan itu ktoa nagasaki dibom atom oleh sekutu. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu dan berakhirnya juga masa pendudukan Jepang di Indonesia.


DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
Pendudukan Jepang di Indonesia memberikan dampak positif dan dampak negatif adapun dampak tersebut adalah sebagai berikut :
1. Dampak positif
a. Rakyat Indonesia mempunyai rasa disiplin yang diterapkan Jepang
b. Rakyat Indonesia dapat berorganisasi
2. Dampak Negatif
a. Bidang sosial
- Kondisi ekonomi rakyat yang semakin menurun
- Kehidupan rakyat Indonesia di pedesaan makin parah
b. Bidang ekonomi
- Perampasan kekayaan rakyat
- Produksi pertanian makin menurun
- Sandang pangan sulit didapatkan
c. Bidang Politik
Tokoh-tokoh pergerakan nasional ditindas karena tidak mau bekerja sama dengan jepang.



KESIMPULAN
Pada awalnya kedatangan Jepang disambut baik oleh bangsa Indonesia, namun sambutan hangat ini dibalas dengan tindakan-tindakan yang menyengsarakan rakyat.
Jepang berupaya untuk mempertahankan wilayah Indonesia dari ancaman sekutu, yaitu dengan cara melibatkan rakyat Indonesia dalam beberapa organisasi Gerakan Tiga A, PUTERA, Cholo Sangi In dan Jawa Kosakai.
Ada 2 strategi yang digunakan para pejuang Indonesia dalam menghadapi pemerintah penduduk Jepang, yakni kooperatif dan non kooperatif penduduk strategi non kooperatif
Pendudukan Jepang di Indonesia memberikan dampak positif dan dampak negatif, dampak positifnya rakyat Indonesia mempunyai rasa disiplin yang diterapkan Jepang dan rakyat Indonesia dapat berorganisasi sedangkan dampak negatifnya pada bidang sosial berupa kondisi ekonomi rakyat yang semakin menurun dan kehidupan rakyat Indonesia di pedesaan makin parah, bidang ekonomi berupa perampasan kekayaan rakyat, produksi pertanian makin menurun dan sandang pangan sulit didapatkan serta bidang politik,
Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.
Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang. Jepang membentuk persiapan kemerdekaan yaitu BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Cosakai, dalam bahasa Jepang. Badan ini bertugas membentuk persiapan-persiapan pra-kemerdekaan dan membuat dasar negara dan di gantikan oleh PPKI yg tugasnya menyiapkan kemerdekaan.

Organisasi Bentukan Jepang

Pembela Tanah Air (Peta)
Heiho
Seinendan
Putera
Jawa Hokokai
Keibodan

Pembela Tanah Air (Peta)

Quote:
adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jendral Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.


Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI. Karena hal ini, PETA banyak dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesi
Heiho
Quote:
adalah pasukan yang terdiri dari bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II. Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang pada tanggal 2 September 1942 dan mulai merekrut anggota pada 22 April 1943.


Heiho pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran, Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang, bahkan hingga ke Morotai dan Burma.


Menjelang akhir pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah pasukan Heiho diperkirakan mencapai 42.000 orang dengan lebih dari setengahnya terkonsentrasi di pulau Jawa. Heiho dibubarkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah pada Belanda dan sebagian anggotanya dialihkan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR).
Seinendan
Quote:
semacam tentara bentukan jepang yg khusus dalam bidang kepolisian
Putera
Quote:
adalah organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Mas Mansyur. Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya demi untuk kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan ini. Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya adalah kumpulan organisasi profesi seperti, Persatuan Guru Indonesia, perkumpulan pegawai pos, radio dan telegraf, perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng dan Badan Perantara Pelajar Indonesia serta Ikatan Sport Indonesia.


Propaganda Tiga A yang disebarluaskan oleh Jepang untuk mencari dukungan rakyat Indonesia ternyata tidak membuahkan hasil memuaskan, karena rakyat justru merasakan tindakan tentara Jepang yang kejam seperti dalam kerja paksa romusha.


Oleh sebab itu pemerintah Jepang berupaya mencari dukungan dari para pimpinan rakyat Indonesia dengan cara membebaskan tokoh-tokoh pergerakan nasional antara lain Soekarno, Hatta dan Syahrir serta merangkul mereka dalam bentuk kerjasama. Para pemimpin bangsa Indonesia merasa bahwa satu-satunya cara menghadapi kekejaman militer Jepang adalah dengan bersikap kooperatif. Hal ini semata untuk tetap berusaha mempertahankan kemerdekaan secara tidak langsung. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka mereka sepakat bekerjasama dengan pemerintah militer Jepang dengan pertimbangan lebih menguntungkan dari pada melawan. Hal ini didukung oleh propaganda Jepang untuk tidak menghalangi kemerdekan Indonesia. Maka setelah terjadi kesepakatan, dibentuklah organisasi baru bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat).


Keberadaan Putera merupakan organisasi resmi pemerintah yang disebarluaskan melalui surat kabar dan radio, sehingga menjangkau sampai ke desa, namun tidak mendapatkan bantuan dana operasional. Meskipun kegiatannya terbatas, para pemimpin Putera memanfaatkan media massa yang disediakan untuk mengikuti dan mengamati situasi dunia luar serta berkomunikasi dengan rakyat.


Karena Putera tidak menguntungkan Jepang, Putera hanya bertahan selama setahun, lalu dibubarkan dan diganti dengan Jawa Hokokai.
Jawa Hokokai
Quote:
merupakan perkumpulan yang dibentuk oleh Jepang pada 1 Maret 1944 sebagai pengganti Putera. Pemimpin tertinggi perkumpulan ini adalah Gunseikan dan Soekarno menjadi penasihat utamanya.


Jawa Hokokai dibentuk sebagai organisasi pusat yang merupakan kumpulan dari Hokokai atau jenis pekerjaan (profesi), antara lain Izi Hokokai (Himpunan Kebaktian Dokter), Kyoiku Hokokai (Himpunan Kebaktian Pendidik), Fujinkai (Organisasi wanita) dan Keimin Bunko Syidosyo (Pusat budaya). Perkumpulan ini adalah pelaksana pengerahan atau mobilisasi (penggerakan) barang yang berguna untuk kepentingan perang.
Keibodan
Quote:
tentara pengawal jepang
Dokuritsu junbi cosakai
Quote:
Badan ini bertugas membentuk persiapan-persiapan pra-kemerdekaan dan membuat dasar negara
Dokuritsu junbi Inkai
Quote:
PPKI yg tugasnya menyiapkan kemerdekaan.

Saartje Specx (1617–1636) adalah putri dari Jacques Specx, gubernur Vereenigde Oostindische Compagnie dan seorang selir asal Jepang. Saartje lahir di basis perdagangan Belanda di pulau Hirado. Pada tahun 1629, pada saat berusia 12 tahun ia tinggal di Batavia, di bawah perlindungan Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ia jatuh cinta dengan Pieter Cortenhoeff yang pada saat itu berusia 15 tahun, seorang penjaga rendahan di dalam tentara VOC dan berhubungan seksual di kediaman Coen. Ketika Gubernur mendengar hal ini, seorang penulis kontemporer menyaksikan, "wajahnya menjadi putih dan kursi dan meja bergetar." Coen telah memenggal Cortenhoeff dipenggal dan Saartje juga dicegah untuk menerima hukuman yang sama. Sebaliknya ia dipukuli di depan Balai Kota Batavia.

Berdasarkan aturan yang mengatur kepemilikan di Asia oleh VOC, Saartje Specx, sebagai bagian dari Asia, tidak memiliki hak untuk hidup di Belanda. Setelah ayahnya kembali ke Jawa dia membuat pernikahan yang baik dengan Georgius Candidius, seorang pendeta Calvinis, dan menemaninya ke basis dagang Belanda di Formosa (Taiwan), di mana dia meninggal, usia 19 pada tahun 1636.

Jacob Cats menulis sebuah pamflet tentang pasangan, yang dijual di 50.000 eksemplar. Pada tahun 1931 J. Slauerhoff menulis drama tentang Jan Pieterszoon Coen di mana kisah itu diceritakan lagi.
##################################################Jepang-Indonesia
Orang Jepang Indonesia adalah warga keturunan Jepang yang tinggal di Indonesia. Migrasi orang Jepang ke Indonesia baru terjadi dalam skala besar pada akhir abad ke-19, meskipun sudah ada kontak perdagangan secara terbatas antara Indonesia dan Jepang setidaknya sejak abad ke-17. Populasi ekspatriat Jepang di Indonesia cukup besar, kira-kira 11.263 orang pada Oktober 2009. Selain itu, ada pula keturunan dari imigran Jepang yang tiba lebih awal di Indonesia. Jumlah warga keturunan Jepang yang hidup dan tinggal di Indonesia sejumlah sekitar 2.500 orang.[rujukan?] Mereka tetap menjalin silaturahmi sesama komunitas keturunan Jepang dengan mendirikan Yayasan Warga Persahabatan.[rujukan?] Keturunan mereka disebut Nikkei Indonesia.

Sejarah migrasi
Salah seorang penduduk Indonesia keturunan Jepang adalah Saartje Specx, anak perempuan dari gubernur kolonial Belanda Jacques Specx yang menguasai Batavia (sekarang Jakarta) dari 1629 hingga 1632. Dalam statistik pemerintah kolonial 1898 tercatat 614 orang Jepang tinggal di Hindia-Belanda (166 pria, 448 wanita). Sejalan dengan makin bertambahnya orang Jepang di Hindia-Belanda, Konsulat Jepang dibuka di Batavia pada 1909. Namun statistik penduduk pada beberapa tahun pertama dibukanya konsulat masih agak sembarangan. Laporan konsulat menunjukkan ada 782 migran Jepang yang terdaftar di Batavia pada tahun 1909 (dengan perkiraan ada 400 orang lainnya yang belum mendaftar), ditambah 278 orang (57 pria, 221 wanita) di Medan pada tahun 1910. Dimulai sejak akhir tahun 1920-an, nelayan dari Okinawa mulai menetap di Sulawesi Utara. Di Manado dibuka sebuah sekolah dasar Jepang yang pada tahun 1939 memiliki 18 murid. Secara keseluruhan telah ada 6.349 orang Jepang yang tinggal di Indonesia pada tahun 1938. Setelah berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), kira-kira ada 3.000 prajurit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang memilih untuk tinggal di Indonesia dan bertempur bersama-sama rakyat setempat melawan tentara kolonial Belanda pada masa Perang Kemerdekaan. Kira-kira sepertiga dari mereka tewas (di antaranya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata), sementara sepertiga lainnya memilih untuk menetap di Indonesia setelah perang berakhir. Pada tahun 1960-an Sukarno meminta pemerintah Jepang memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar ke Jepang sebagai bagian upaya alih teknologi serta bagian dari pampasan perang. Beberapa mahasiswa Indonesia ini kemudian menikahi orang Jepang dan menghasilkan keturunan Nikkei Indonesia. Para mahasiswa Indonesia alumni dari Jepang ini kini bergabung dalam Persada, Persatuan Alumni dari Jepang yang didirikan tahun 1963.

Pada 1970-an, perusahaan Jepang terutama di sektor elektronik mulai mendirikan pabrik-pabrik di Indonesia. Perkembangan tersebut memicu terjadinya gelombang baru migrasi ekspatriat Jepang, terutama manajer dan staf teknik yang dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang. Pada akhir 1990-an juga terjadi arus migrasi sebaliknya dari Indonesia ke Jepang. Sebagian dari Nikkei Indonesia dari Sulawesi mulai bermigrasi ke Jepang untuk bekerja di bidang industri pengolahan makanan laut. Pada 2004, diperkirakan kira-kira ada 1.200 Nikkei Indonesia menetap di kota Ōarai, Ibaraki. Selain itu, ekspatriat Jepang di Indonesia mengalir keluar secara besar-besaran pada tahun 1998 akibat Kerusuhan Mei 1998 dan kekacauan politik yang menyertainya. Meskipun demikian, satu dekade berikutnya, komunitas ekspatriat Jepang masih menduduki peringkat kedua terbesar di Jakarta setelah orang orang Korea di Indonesia.

Bisnis dan lapangan kerja
Seperti halnya di negara-negara lain di Asia Tenggara zaman kolonial, komunitas Jepang di Hindia-Belanda hingga Perang Dunia I sebagian besar bergerak di bidang bisnis prostitusi. Salah satu tempat yang masih menyisakan sejarah itu adalah daerah Kembang Jepun di Surabaya yang pada masa kolonial adalah kawasan prostitusi yang menawarkan perempuan Jepang. Pada tahun 1912, prostitusi ditetapkan sebagai pelanggaran hukum di Hindia-Belanda. Namun banyak perempuan Jepang yang tampaknya waktu itu terus menjalankan profesi sebagai wanita penghibur secara diam-diam. Pada tahun 1930-an, fokus ekonomi komunitas Jepang di Hindia-Belanda sebagian besar berubah ke bidang pertanian, industri perikanan, dan bisnis eceran menjual barang-barang impor dari Jepang. Ekspatriat Jepang yang datang berikutnya terutama adalah para penanam modal yang berhubungan dengan pabrik elektronik.
Integrasi sosial

Pemerintah Belanda mengklasifikasikan perintis migran Jepang di Hindia-Belanda sebagai "oriental asing". Dengan status tersebut berarti mereka tunduk terhadap pembatasan-pembatasan terhadap kebebasan bergerak, tempat kediaman, dan pekerjaan. Namun pada tahun 1898, mereka diklasifikasikan ulang sebagai "orang Eropa terhormat", dan memberi mereka kesetaraan hukum secara formal dengan pihak kolonial dan pembatasan-pembatasan mereka dihapus. Walaupun telah diberikan kesetaraan formal, citra orang Jepang di mata penduduk lokal masih belum sangat positif. Semasa Perang Dunia II dan masa pendudukan Jepang di Indonesia, perwira-perwira Jepang banyak yang mengambil wanita setempat sebagai gundik. Anak-anak yang dilahirkan dari hubungan seperti itu, ketika dibesarkan pada masa pascaperang, mereka sering menjadi sasaran bullying karena keturunan mereka, serta menderita diskriminasi resmi di bawah kebijakan pemerintah yang menomorsatukan pribumi ketika merekrut pegawai negeri sipil.

Sejumlah 759 orang Jepang yang tinggal di Indonesia memiliki hak Izin Tinggal Tetap; mereka terutama terdiri dari wanita Jepang yang menikah dengan pria Indonesia. Beberapa di antara mereka bertemu suami sehubungan belajar di luar negeri, baik ketika calon suami sedang belajar di Jepang, atau ketika keduanya sedang belajar di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat dan Australia. Sisanya datang ke Indonesia, khususnya Bali sebagai wisatawan, dan bertemu suami mereka di Bali. Jepang adalah salah satu sumber wisatawan untuk Bali, dan wanita Jepang banyak yang menikah dengan pria Indonesia dan tinggal di sana. Pada tahun 1994, seorang peneliti yang meneliti fenomena tersebut memperkirakan waktu itu kira-kira ada 400 wanita Jepang yang tinggal di Bali. Sejumlah besar wisatawan dari Jepang adalah wanita muda dari kota. Mereka melihat Bali bukan sebagai tujuan wisata eksotis, melainkan sebagai tempat bernostalgia, menemukan kembali pemandangan masa lalu di Jepang, dan "kembali" ke diri mereka sebenarnya yang mereka rasa telah dibelenggu oleh kehidupan di kota-kota besar Jepang. Di antara mereka, sebagian datang pertama kali sebagai wisatawan, terutama ke Kuta dan Ubud, dan setelah berulang-ulang datang ke Bali, mereka menikah dengan pria setempat. Dalam beberapa kasus, kunjungan-kunjungan tersebut berbentuk "wisata romantis" atau "wisata seks wanita", dengan adanya wanita yang berhubungan dengan pemuda pekerja seks yang dikenal sehari-harinya sebagai "Koboi Kuta". Pasangan suami-istri Jepang-Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, atau meskipun kurang umum, menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan pasangan, anak-anak, atau cucu, tapi bahasa Indonesia jauh lebih banyak dipakai ketika berkomunikasi dengan sanak saudara lainnya.

Di Grand Wijaya Center dan Blok M, Jakarta terdapat toko-toko dan usaha yang melayani ekspatriat Jepang, termasuk rumah makan, pasar swalayan yang menjual bahan makanan impor, dan sejenisnya, terutama di Blok M banyak terdapat izakaya.

Media massa
The Daily Jakarta Shimbun adalah satu-satunya surat kabar berbahasa Jepang di Indonesia. Surat kabar ini didirikan pada tahun 1998 oleh Yasuo Kusano, mantan kepala biro Mainichi Shimbun di Jakarta (1981-1986) yang kembali ke Indonesia setelah kejatuhan rezim Suharto. Ia mengetahui terbitan-terbitan yang dilarang terbit semasa Suharto berkuasa, banyak yang diterbitkan kembali, dan memutuskan untuk menerbitkan surat kabar yang menyediakan informasi mendalam dan akurat mengenai proses demokratisasi Indonesia kepada pembaca Jepang. Sejak pertama diterbitkan, sirkulasi surat kabar ini telah berkembang dari 50 eksemplar menjadi lebih dari 4.000 eksemplar.
 
Tokoh penting
Noboru Otobe, prajurit Jepang yang tinggal di Indonesia dan berjasa membantu perjuangan kemerdekaan.
Yuki Kato, pemain sinetron[rujukan?]
Dian Nitami, aktris[rujukan?]
Machiko Kusnaeni, mantan produser RRI
Dewi Soekarno, mantan istri presiden RI
Rika Tolentino Kato, istri dari politikus Yusril Ihza Mahendra

##################################################
Saartje Specx
Saartje Specx (1617–1636) adalah putri dari Jacques Specx, gubernur Vereenigde Oostindische Compagnie dan seorang selir asal Jepang. Saartje lahir di basis perdagangan Belanda di pulau Hirado. Pada tahun 1629, pada saat berusia 12 tahun ia tinggal di Batavia, di bawah perlindungan Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ia jatuh cinta dengan Pieter Cortenhoeff yang pada saat itu berusia 15 tahun, seorang penjaga rendahan di dalam tentara VOC dan berhubungan seksual di kediaman Coen. Ketika Gubernur mendengar hal ini, seorang penulis kontemporer menyaksikan, "wajahnya menjadi putih dan kursi dan meja bergetar." Coen telah memenggal Cortenhoeff dipenggal dan Saartje juga dicegah untuk menerima hukuman yang sama. Sebaliknya ia dipukuli di depan Balai Kota Batavia.
Berdasarkan aturan yang mengatur kepemilikan di Asia oleh VOC, Saartje Specx, sebagai bagian dari Asia, tidak memiliki hak untuk hidup di Belanda. Setelah ayahnya kembali ke Jawa dia membuat pernikahan yang baik dengan Georgius Candidius, seorang pendeta Calvinis, dan menemaninya ke basis dagang Belanda di Formosa (Taiwan), di mana dia meninggal, usia 19 pada tahun 1636.
Jacob Cats menulis sebuah pamflet tentang pasangan, yang dijual di 50.000 eksemplar. Pada tahun 1931 J. Slauerhoff menulis drama tentang Jan Pieterszoon Coen di mana kisah itu diceritakan lagi.

################################################## 
Ratna Sari Dewi Soekarno
Lahir Naoko Nemoto; 根本七保子
6 Februari 1940
Tokyo, Jepang
Dikenal karena Istri Presiden Soekarno
Anak Kartika Sari Dewi Soekarno

Ratna Sari Dewi Soekarno (lahir dengan nama Naoko Nemoto (根本七保子 Nemoto Naoko?) di Tokyo, 6 Februari 1940; umur 72 tahun) adalah istri ke-5 Soekarno yang merupakan Presiden Indonesia pertama. Dewi menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika berumur 19 tahun dan mempunyai anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno. Dewi berkenalan dengan Soekarno lewat seorang relasi ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Menjelang redupnya kekuasaan Soekarno, Dewi meninggalkan Indonesia. Setelah lebih sepuluh tahun bermukim di Paris, sejak 1983 Dewi kembali menetap di Jakarta.

Biografi
Ketika berumur 19 tahun, Dewi Soekarno bertemu dengan Soekarno yang telah berumur 57 tahun sewaktu sedang dalam kunjungan kenegaraan di Jepang. Sebelum menjadi istri Sukarno, ia adalah seorang pelajar dan entertainer. Ada gosip bahwa dirinya telah bekerja sebagai geisha, namun beliau telah berulang kali menyangkal hal ini. Dia mempunyai seorang putri bernama Kartika.

Setelah bercerai dengan Sukarno, Ratna Sari Dewi Soekarno kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Perancis, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008 ia menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang, di mana dia tinggal di sebuah tempat yang luas dengan empat lantai dan penuh kenangan.

Ratna Sari Dewi Soekarno dikenal dengan kepribadiannya yang terus terang. Beliau sering disebut sebagai Dewi Fujin (デヴィ 夫人 Devi Fujin, secara harfiah "Ibu Dewi" atau "Madame Dewi"). Nama lengkapnya adalah Ratna Sari Dewi Soekarno (ラトナ サリ デヴィ スカルノ Ratona Sari Devi Sukaruno), tapi dia lebih sering disebut sebagai "Madame Dewi". Dia membuat penampilan di media massa setelah Januari 2008 kematian suaminya penerus Soeharto, menyalahkan dia untuk melembagakan sebuah rezim represif dan menyerupai Despotisme Kamboja, Pol Pot.

Pada tahun 2008 Ratna Sari Dewi Soekarno menjalankan sendiri bisnis perhiasan dan kosmetik serta aktif dalam penggalangan dana. Terkadang dia tampil di acara TV Jepang dan menjadi juri untuk kontes kecantikan, seperti Miss International 2005 di Tokyo.

Kontroversi
Pada bulan Januari 1992, Dewi menjadi terlibat di dalam banyak perkelahian dipublikasikan di sebuah pesta di Aspen, Colorado, Amerika Serikat dengan sesama tokoh masyarakat internasional dan ahli waris Minnie Osmeña, putri mantan presiden Filipina. Ketegangan sudah ada antara keduanya, dimulai dengan pertukaran di pihak lain beberapa bulan sebelumnya, di mana Dewi terdengar tertawa ketika Osmena menyatakan rencana politiknya, di antaranya adalah keinginan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden Filipina. Aspen meludah yang konon dilaporkan oleh dipicunya sebuah kiasan yang dibuat oleh Dewi untuk Osmena di masa lalu yang kemudian memuncak dengan Dewi memukul wajah Osmena dengan memakai gelas anggur. Pukulan tersebut meninggalkan luka yang membutuhkan 37 jahitan. Dewi kemudian dipenjara selama 34 hari di Aspen untuk perilaku kacau setelah kejadian.

Pada tahun 1998, ia berpose untuk sebuah buku foto berjudul Madame Syuga yang diterbitkan di negara asalnya, di mana sebagian gambar yang ditampilkan ia pose-pose setengah bugil dan menampakan seperti tato. Bukunya untuk sementara tidak didistribusikan di Indonesia dan segera dilarang karena dengan banyak orang Indonesia merasa tersinggung dengan apa yang dianggap mencemarkan nama baik Sukarno dan warisannya.

Penampilan dalam Dunia Pop
Dalam Daikon Nerima Brothers sebagai Yukika Karakuri / Deb Soekarno / "Lady Deb" merupakan sebuah parodi Ratna Sari Dewi Soekarno.

Dalam Sayonara Zetsubou Sensei "Presiden Soekarno" adalah pada daftar "hal-hal yang mengesankan dibayangi"; "Madame Dewi" adalah apa yang ia bayangkan.

Dalam Gaki no Tsukai ya Arahende dia mempunyai sebuah penampilan cameo selama 2009 No Laughing Hotelman Batsu Game sebagai sopir taksi.