Amazon Deals

Wednesday, August 1, 2012

KEPERCAYAAN ORANG JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam, baik alam nyata (mikrokosmos) maupun alam gaib (makrokosmos). Pusat yang dimakusd disini adalah zat pencipta, memberikan penghidupan yang seimbangan.
Ciri pandangan hidup orang Jawa adalah realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan antara alam nyata, masyarakat, dan alam gaib yang keramat. Orang Jawa yakin bahwa kehidupan mereka telah ada garis-nya, mereka hanya menjalankan saja.
Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius.
Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta yang mengandung kekuatan supranatural dan penuh dengan hal-hal yang bersifat misterius. Sedangkan mikrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap dunia nyata. Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos.
Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan orang Jawa dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna (dunia atas-dunia manusia-dunia bawah). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan.
Sikap dan pandangan tehadap dunia nyata (mikrokosmos) tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam mengahdapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya.
Bagi orang Jawa, pusat di mikrokosmos ada pada raja, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja adalah perwujudan Tuhan di dunia sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan alam. Jadi raja adalah pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari Tuhan dengan keraton sebagai kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena raja merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan
Kegiatan religius orang Jawa Kejawen
Menurut kamus bahasa Inggris istilah kejawen adalah Javanism, Javaneseness; yang merupakan suatu deskripsi bagi unsur-unsur kebudayaan Jawa yang dianggap sebagai hakikat Jawa dan yang mendefinisikannya sebagai suatu kategori khas. Javanisme yaitu keyakinan dan pandangan hidup orang jawa yang menekankan ketentraman batin, keselarasan dan keseimbangan, sikap nerimo terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat dan masyarakat dibawah semesta alam.
Unsur-unsur ini berasal dari masa Hindu-Budha yang berbaur dalam suatu filsafat kejawen yang merupakan dasar perilaku orang jawa. Sistem pemikiran Javanisme adalah lengkap, yang berisikan kosmologi, mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik.
Singkatnya Javanisme memberikan suatu alam pemikiran secara umum sebagai suatu badan pengetahuan yang menyeluruh, yang dipergunakan untuk menafsirkan kehidupan sebagaimana adanya dan rupanya. Jadi kejawen bukanlah suatu kategori keagamaan, tetapi menunjukkan kepada suatu etika dan gaya hidup yang diilhami oleh cara berpikir ala jawa.
Sebagian masyarakat Jawa saat ini adalah Kejawen-Islam, yang merupakan aliran kejawen setelah masukanya islam. Orang kejawen-islam tidak meyakini rukun islam sebagai seuatu keharusan untuk dijalankan. Dasar pandangan mereka adalah pendapat bahwa tatanan alam dan masyarakat sudah ditentukan dalam segala seginya. Mereka menganggap bahwa pokok kehidupan dan status dirinya sudah ditetapkan, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya jadi mereka harus menaggung kesulitan hidupnya dengan sabar. Anggapan-anggapan mereka itu berhubungan erat dengan kepercayaan mereka pada bimbingan adikodrati dan bantuan dari roh nenek moyang yang seperti Tuhan sehingga menimbulkan perasaan keagamaan dan rasa aman
Kejawen dapat diungkapkan dengan baik oleh mereka yang mengerti tentang rahasia kebudayaan Jawa, dan bahwa kejawen ini sering sekali diwakili yang paling baik oleh golongan priyayi yang menegaskan bahwa kesadaran akan budaya sendiri merupakan gejala yang tersebar luas dikalangan orang Jawa. Kesadaran akan budaya ini sering kali menjadi sumber kebanggaan dan identitas kultural. Orang-orang inilah yang memelihara warisan budaya Jawa secara mendalam.
Contoh kegiatan religius dalam masyarakat Jawa, khususnya orang Jawa Kejawen adalah puasa. Orang Jawa Kejawen mempunyai kebiasaan berpuasa pada hari-hari tertentu misalnya Senin-Kamis atau pada hari lahir, semuanya itu merupakan asal mula dari tirakat. Dengan tirakat orang dapat menjadi lebih kuat rohaninya dan kelak akan mendapat manfaat.
Orang Jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu hal yang cukup penting. Dalam kesusastraan kuno Jawa, orang yang berabad-abad bertapa dianggap sebagai orang keramat karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan disiplin tinggi serta mampu manahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai.
Kegiatan orang Jawa kejawen yang lainnya adalah meditasi atau semedi. Meditasi atau semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan bertapa dan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap keramat misalnya di gunung, makam keramat, ruang yang dikeramatkan dan sebagainya. Pada umumnya orang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan atau menyatukan diri dengan Tuhan.
Spiritualitas Jawa
Sejak jaman awal kehidupan Jawa (masa pra Hindu-Buddha), masyarakat Jawa telah memiliki     sikap spiritual tersendiri. Telah disepakati di kalangan sejarawan bahwa, pada jaman jawa kuno, masyarakat Jawa menganut kepercayaan animisme-dinamisme. Yang terjadi sebenarnya adalah: masyarakat Jawa saat itu telah memiliki kepercayaan akan adanya kekuatan gaib yang besar. Mereka menaruh harapan agar mendapat perlindungan, dan juga berharap agar tidak diganggu kekuatan gaib lain yang jahat (roh-roh jahat).
Hindu dan Buddha masuk ke pulau Jawa dengan membawa konsep baru tentang kekuatan-kekuatan gaib. Kerajaan-kerajaan yang berdiri memunculkan figur raja-raja yang dipdrcaya sebagai dewa atau titisan dewa. Maka berkembanglah budaya untuk patuh pada raja, karena peran raja sebagai pembawa esensi kedewataan di dunia. Selain itu berkembang pula sarana komunikasi langsung dengan Tuhan (Sang Pemilik Kekuatan), yaitu dengan laku spiritual khusus seperti semedi, tapa, dan poso (berpuasa)
Datangnya islam di jawa membawa pengaruh besar pada masyarakat jawa, khususnya dalam konsep makrokosmos. Anggapan bahwa raja adalah ‘Imam’ dan agama ageming aji-lah yang turut menyebabkan beralihnya agama masyarakat karena beralihnya agama raja, disamping peran aktif para ulama masa itu. Para penyebar Islam (wali sogo) memperkenalkan Islam yang bercorak tasawuf. Pandangan hidup masyarakat Jawa sebelumnya yang bersifat mistik (mysticism) dapat sejalan, untuk kemudian mengakui Islam-tasawuf sebagai keyakinan mereka.
Spiritual Islam Jawa, yaitu dengan warna tasawuf (Islam sufi), berkembang juga karena peran sastrawan Jawa yang telah beragama Islam. Ciri pelaksanaan tasawuf yang menekankan pada berbagai latihan spiritual, seperti dzikir dan puasa, berulang kali disampaikan dalam karya-karya sastra. Petikan serat Wedhatama karya K.G.A.A. Mangku Negara IV:
Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, tegese kas nyamkosani. Setya budya pangekese dur angkara (Pupuh Pucung, bait I)
Artinya:
Ngelmu (ilmu) itu hanya dapat dicapai dengan laku (mujahadah), dimulai dengan niat yang teguh, arti kas menjadikan sentosa. Iman yang teguh untuk mengatasi segala godaan rintangan dan kejahatan.(Mengadeg, 1975).
Di sini ngelmu lebih dekat dengan ajaran tasawuf, yaitu ilmu hakikat / ilmu batin, karena dijalani dengan mujahadah / laku spiritual yang berat (Simuh, 1999). Dalam masyarakat Jawa, laku spiritual yang sering dilakukan adalah dengan tapa, yang hampir selalu dibarengi dengan pasa (berpuasa).
 Puasa dalam Masyarakat Jawa
Terdapat bermacam-macam jenis puasa dalam masyarakat Jawa. Ada yang sejalan dengan fiqih Islam, namun banyak juga yang merupakan ajaran guru-guru kebatinan ataupun warisan jaman Hindu-Buddha. Kata pasa (puasa) hampir dapat dipertukarkan dengan kata tapa (bertapa), karena pelaksanaan tapa (hampir) selalu dibarengi pasa.
Di antara macam-macam tapa / pasa, beberapa dituliskan di bawah ini:
Jenis:     Metode:
pasa di  bulan pasa (ramadhan)     sama dengan puasa wajib dalam bulan ramadhan. Sebelumnya, akhir bulan ruwah (sya’ban ) dilakukan mandi suci dengan mencuci rambut
tapa mutih (a)    hanya makan nasi selama 7 hari berturut-turut
tapa mutih (b)     berpantang makan garam, selama 3 hari atau 7 hari
tapa ngrawat     hanya makan sayur selama 7 hari 7 malam
tapa pati geni     berpantang makan makanan yang dimasak memakai api (geni) selama sehari-semalam
tapa ngebleng     tidak makan dan tidak tidur selama 3 hari 3 malam
tapa ngrame     siap berkorban /menolong siapa saja dan kapan saja
tapa ngéli     menghanyutkan diri di air (éli = hanyut)
tapa mendem     menyembunyikan diri (mendem)
tapa kungkum     menenggelamkan diri dalam air
tapa nggantung     menggantung di pohon
dan masih banyak lagi jenis lainnya seperti tapa ngidang, tapa brata, dll.
Untuk memahami makna puasa menurut budaya Jawa, perlu diingat beberapa hal. Pertama, dalam menjalani laku spiritual puasa, tata caranya berdasarkan panduan guru-guru kebatinan, ataupun lahir dari hasil penemuan sendiri para pelakunya. Sedangkan untuk mengetahui sumber panduan guru-guru kebatinan, kita harus melacak tata cara keyakinan pra Islam-Jawa. Kedua, ritual puasa ini sendiri bernuansa tasawuf/mistik. Sehingga  penjelasannya pun memakai sudut pandang mistis dengan mengutamakan rasa dan mengesampingkan rasionalitas. Ketifa, dalam budaya mistik Jawa terdapat etika guruisme, di mana murid sepenuhnya mengikuti Sang Guru tanpa menonjolkan kebebasan untuk bertanya. Oleh karena itu, interpretasi laku spiritual puasa dalam budaya Jawa tidak dilakukan secara khusus terhadap satu jenis puasa, melainkan secara umum.
Sebagai penutup, dapatlah kiranya dituliskan interpretasi laku spiritual puasa dalam budaya Jawa yaitu:
1.  Puasa sebagai simbol keprihatinan dan praktek asketik
Ciri laku spiritual tapa dan pasa adalah menikmati yang tidak enak dan tidak menikmati yang enak, gembira dalam keprihatinan. Diharapkan setelah menjalani laku ini, tidak akan mudah tergoda dengan daya tarik dunia dan terbentuk pandangan spiritual yang transenden. Sehingga dapat juga dikatakan bahwa pasa bertujuan untuk penyucian batin dan mencapai kesempurnaan ruh.
2. Puasa sebagai sarana penguatan batin
Dalam hal ini pasa dan tapa merupakan bentuk latihan untuk menguatkan batin. Batin akan menjadi kuat setelah adanya pengekangan nafsu dunia secara konsisten dan terarah. Tujuannya adalah untuk mendapat kesaktian, mampu berkomunikasi dengan yang gaib-gaib: Tuhan ataupun makhluk halus.
Interperetasi pertama dan kedua di atas acapkali berada dalam satu pemaknaan saja. Hal ini karena pandangan mistik yang menjiwainya, dan berlaku umum dalam dunia tasawuf. Dikatakan oleh Sayyid Husein Nasr, ”Jalan mistik sebagaimana lahir dalam bentuk tasawuf adalah salah satu jalan di mana manusia berusaha mematikan hawa nafsunya di dalam rangka supaya lahir kembali di dalam Ilahi dan oleh karenanya mengalami persatuan dengan Yang Benar” (Nasr, 2000)
3. Puasa sebagai ibadah.
Bagi orang Jawa yang menjalankan syariat Islam. puasa seperti ini dijalankan dalam hukum-hukum fiqihnya. Islam yang disadari adalah Islam dalam bentuk syariat, dan kebanyakan hidup di daerah santri dan kauman.


SEJARAH TENAGA DALAM INDONESIA
Banyak Perguruan ataupun pribadi yang menawarkan pelatihan-pelatihan tenaga dalam. Namun tak banyak dari mereka yang paham sejarah tenaga dalam itu sendiri. Memang perkembangan tenaga dalam Indonesia tidak diimbangi kepedulian dalam penelusuran asal-usul, siapa tokoh yang menciptakan dan mengembangkannya. Bahkan sebagian besar dari perguruan itu berupaya menyembunyikan sejarah dari mana pendiri perguruan itu belajar tenaga dalam. Ada juga Guru yang sengaja mengarang sejarah layaknya cerita yang di-dramatisir untuk mendongkrak nama dan "omset penjualan" perguruannya.
Berikut ini adalah hasil temuan kami atas pengamatan dan penelusuran sejarah Tenaga Dalam di Indonesia.
Tenaga dalam (versi Indonesia) identik dengan ilmu yang mampu  menghalau lawan dalam keadaan amarah/emosi dari jarak jauh. Lazimnya, bela diri jenis ini digali melalui olah napas, jurus dan pengejangan pada bagian tubuh tertentu (dada/perut). Terkadang pula disertai ajaran spiritual.
Perkembangan sejarah tenaga dalam di Indonesia diwarnai oleh 4 tokoh penting. Yaitu Muhammad Toha pendiri Sin Lam Ba (Jakarta), Anandinata pendiri Margaluyu (Bandung), H Abdul Rasyid pendiri Budi Suci (Bogor) dan Nampon pendiri Tri Rasa (Bandung).
Pada akhir abad 19 tenaga dalam sudah mulai dipelajari secara terbatas tetapi baru keluar dari “sangkar”-nya pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan aktivitas nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya itu jatuh terpelating.
Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula adalah pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia  dipecat dan berulang kali masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara murid Nampon yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak diikuti kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M Natsir.
Dari Nampon
Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum memperkenalkan “jurus tenaga dalam“ Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande, dan  pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang Ma’ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang karena mengajarkan silat di luar kerajaan.
Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa), kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya?
Sidik, murid dari H Abdul Rosyid pendiri aliran Budi Suci yang banyak menyebarkan aliran ini di Jawa dan Sumatra, pada tahun 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalamnya diwarnai keilmuan Abah Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan beberapa aliran di Semarang.
Yosis Siswoyo Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi, mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.
Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam itu Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan  Al-Hikmah, bahkan pada tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.
Aliran Andadinata ini kemudian dikenal dengan nama Marga Rahayu namun kemudian dirubah menjadi  Margaluyu dan mulai dikenalkan pada pada khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.
Anandinata konon memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian “pecah” (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan Aspanuddin Panjaitan.
Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan yang terinspirasi oleh Prana Sakti itu, diantaranya : Prana Sakti Indonesia, Prana Sakti Jayakarta, Satria Nusantara, Perdawa Padma, Radiasi Tenaga Dalam, Kalimasada, Bunga Islam, Al-Barokah, Indonesia Perkasa, Sinar Putih, Al-Barokah, Al-Ikhlas, dll.
Para Wali
Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke :  Sunan Gunung Jati dan dari beliau turun ke Anandinata.
Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.
Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang disebut-sebut dalam “ritual” yaitu  Madi, Kari dan Syahbandar (atau disebut Subandari, tetapi bernama asli H Qosim).
Tentang nama Madi, Kari dan Syahbandar sebagaimana disebut diatas, memang banyak mewarnai keilmuan Nampon, namun keilmuan itu lebih bersifat fisik, karena dalam catatan “tempo doeloe” Madi dan Kari belum memperkenalkan teknik bela diri tenaga dalam (pukulan jarak jauh).
Baik Madi, Kari dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama’ Subadar karena tinggal dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual dan penjinak kuda binal yang diimpor asal Eropa.
Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu dan ahli dalam teknik jatuhan.
Pada era Syahbandar, Kari dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran berkumpul. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung fu ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.
Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan Nampon, juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya) dari Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari Margaluyu.
Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi, Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya. Namun simpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari, Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.
Terbukti, dalam suatu peristiwa saat  Madi diserang kuda binal juga mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang segala? Kenapa tidak pakai “jurus kunci” agar pendekar Kung Fu itu tidak bisa bergerak.
Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun 1930-an. Kasus “histeris” saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.
Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima (kepanjangan dari Syahbandar, Kari dan Madi) termasuk kalangan pendekar generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah perguruannya.
Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak berjasa mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin Lam Ba dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan, (bahkan disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin melacak sejarah.
Tentang Sin Lam Ba, H Harun Ahmad, murid Muhammad Toha guru besar Sin Lam Ba - Jakarta, kepada penulis menjelaskan bahwa pada tahun 1896 Bang Toha  yang juga anggota Polisis di zaman Belanda itu menemukan jurus tenaga dalam dari H Odo seorang kiai dari pesantren di Cikampek, Jawa Barat sedangkan Al-Hikmah yang dikembangkan oleh Abah Zaki Abdul Syukur juga bersumber dari Bang Toha bahkan pada awal kali memulai aktivitas perguruannya, sempat bergabung dibawah panji Sin Lam Ba. Namun ketika H Harun Ahmad ditanya tentang dari mana H Odo mendapatkan ilmu itu, ia tak dapat menjelaskannya.
H Harun hanya menjelaskan, aliran tenaga dalam yang kini berubah menjadi nama yang banyak dan berbeda-beda itu, dulunya adalah “Ilmu Tanpa Nama” yang kemudian dikembangkan pencetusnya dengan cara mengadopsi atau menyampur dari berbagai aliran yang pernah dipelajarinya.
Mulai Berubah Fungsi
Melacak sejarah perkembangan tenaga dalam setidaknya dapat ditelusuri dari sejarah berdirinya aliran tenaga dalam “tua” yaitu :
•    1896 pertemuan M. Toha dengan H. Odo di Cikampek lalu berdiri aliran Sin Lam Ba di Jakarta.
•    1922 secara terbatas Andadinata mulai memperkenalkan jurus tenaga dalam di daerah Ranca Engkek, Bandung. Dari Andadinata kemudian muncul aliran Margaluyu.
•    1932 Nampon mendirikan aliran Tri Rasa di Bandung dan H. Abdul Rosyid mendirikan aliran Budi Suci di Bogor.
Penelusuran sementara sejarah perkembangan perguruan tenaga dalam lebih tertuju pada wilayah Jawa Barat dan Batavia sebagai tempat kelahiran aliran tenaga dalam.
Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati, JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.
Sin Lam Ba lebih banyak berkembang di wilayah Jakarta, sedangkan Al-Hikmah masuk Jawa Tengah melalui jalur pesantren Bambu Runcing di Parakan Temanggung. Budi Suci yang didirikan H. Abdul Rosyid di Bogor memilih wilayah pengembangan di wilayah pantai utara ke arah timur mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Cluwak, Pati Utara. Sedangkan Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, walau guru yang belajar dari aliran ini kemudian mengganti perguruan dengan nama baru.
Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.
Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian aqidah dan ilmiah, disamping   pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti, misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu  kesaktian menuju pada gerak fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.
Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini  lebih diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan penulis, perguruan ini justru sering “bermasalah” disebabkan pola pembinaan yang menggiring penganutnya pada sikap “kejawaraan” melalui doktrin-doktrin yang kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun  bela diri dari luar (asing).
Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri untuk selalu memperhatikan “sikap 5” yaitu : 1. Jangan cepat puas. 2. Jangan suka pamer. 3. Jangan merasa paling jago. 4. Jangan suka mencari pujian dan 5. Jangan menyakiti orang lain.
Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari tenaga dalam itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang  karena silaturahmi antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H Qosim (Syahbandar), Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi dengan Kung Fu, juga Abah Khoir dengan Cimandenya, RH. Ibrahim dengan Cikalongnya.
Rangkapan Fisik
Setiap perguruan tenaga dalam memberikan sumbangsih tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Margaluyu menorehkan tinta emas sebagai perguruan tua yang banyak mengilhami hampir sebagian besar  perguruan di Indonesia, dan cabang-cabang dari perguruan ini banyak berjasa bagi pengembangan tenaga dalam yang ilmiah dan universal.
Sin Lam Ba, Al-Hikmah, Silat Tauhid Indonesia berjasa dalam memberikan nafas religius bagi pesertanya, dan aliran Nampon berjasa dalam memberikan semangat bagi para pejuang di era kemerdekaan.
Terlepas dari sisi positif dari aliran-aliran besar itu, pengembangan aliran tenaga dalam yang kini masih memilih corak pengembangan bela diri dan kesaktian itu justru mendapat kritik dari para pendahulunya.
Pada tahun 1984 Alm. Sidik murid dari H Abdul Rosyid saat berkunjung ke wilayah Pati utara dan menyaksikan cara betarung (peragaan) suatu perguruan “pecahan” dari Budi Suci, menyayangkan kenapa sebagian besar dari siswa perguruan tenaga dalam itu sudah meninggalkan teknik silat (fisik) sebagai basic tenaga dalam.
Artinya, saat diserang mereka cenderung diam dan hanya mengeraskan bagian dada/perut. Kebiasaan ini menurutnya suatu saat akan menjadi bumerang saat harus menghadapi perkelahian diluar gelanggang latihan. Karena saat latihan hanya dengan “diam” saja sudah mampu mementalkan penyerang hingga memberikan kesan bahwa menggunakan tenaga dalam itu mudah sekali.
Mereka tidak sadar bahwa dalam perkelahian di luar gelanggang latihan itu, suasananya berbeda. Dalam arena latihan yang dihadapi adalah teman sendiri yang sudah terlatih dalam menciptakan emosi (amarah).
Cara bela diri memanfaatkan tenaga dalam yang benar menurut Alm. Sidik sudah dicontohkan oleh Nampon saat ditantang jawara dari Banten dan saat akan dicoba kesaktiannya oleh KM Tamim. Yaitu, awalnya mengalah dan berupaya menghindar namun ketika lawan masih memaksa menyerang, baru dilayani dengan jurus silat secara fisik, menghindar, menangkis dan pada saat yang dianggap tepat memancing amarah dengan tamparan ringan dan setelah penyerang emosi, baru menggunakan tenaga dalam.
Pola pembinaan bela diri yang tidak lengkap yang hanya fokus pada sisi batin saja, sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah merasa memiliki tenaga dalam sehingga terlalu yakin bahwa bagaimanapun bentuk serangannya, cukup dengan diam (saja) penyerang pasti mental. Dan ketika mereka menghadapi bahaya yang sesungguhnya, ternyata menggunakan tenaga dalam tidak semudah saat berlatih dengan teman seperguruannya.
Fenomena pembinaan yang sepotong-potong ini tidak lepas dari keterbatasan sebagian guru yang pada umumnya hanya pernah “mampir” di perguruan tenaga dalam. Sidik mengakui banyak orang yang belajar di Budi Suci hanya bermodal “jurus dasar” saja sudah banyak yang berani membuka perguruan baru. Padahal dalam Budi Suci itu terdapat 3 tahapan jurus. Yaitu, Dasar Jurus – Jodoh Jurus dan Kembang Jurus (ibingan).
Karena tergesa-gesa ingin membuka aliran baru itu menyebabkan siswa sering tidak siap disaat harus menggunakan tenaga dalamnya. Dan Yosis Siswoyo dari Bandar Karima memberikan konsep bahwa keberhasilan memanfaatkan tenaga dalam ditentukan dari prinsip “min-plus” yang dapat diartikan : Biarkan orang berniat jahat (marah), aku memilih untuk tetap bertahan dan sabar.
Karena itu pembinaan fisik, teknik bela diri fisik, teknik, kelenturan, refleks dan mental bertarung perlu ditanamkan terlebih dahulu karena kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang belum siap sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian itu sudah usai.
Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat pemiliknya “tidak sengaja” dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang yang berniat jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga dalam itu dipersiapkan sebelumnya untuk “berkelahi” dan akan lebih gagal total jika tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.
Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang marah dan tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah. Sebab jika pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya menjadi  “plus ketemu plus” yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal ini  Budi Suci menjabarkan konsep “min – plus” itu dengan sikap membiarkan lawan “budi” (bergerak/amarah) dan tetap mempertahankan “suci” (sabar, tenang).
Memposisikan diri tetap bertahan (sabar) sangat ditentukan tingkat kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga dalam banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih bela diri secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya tetap terjaga.
Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah telanjur yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik tidak dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih itu disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau bahkan mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep “min-plus”.
Tenaga Dalam Pantura
Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas dari peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.
Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto bernama Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan Mustika. Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar lagi.
Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang saat itu dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari. Ini berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-sembunyi.            
Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka, lebih njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan menerima anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh beda dengan aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga banyak berkembang di Jawa Tengah.
Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal jurus tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf adalah murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang pendiri aliran Budi Suci.
Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-nyebut nama Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat pribadi berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto lebih sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru berlangsung diawal tahun 80-an.
Ketika beberapa pengurus Satya di Sirahan, Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu diboyong untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah pasif dari berbagai kegiatan perguruan.
Kehadiran Sidik ke Sirahan ibarat meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum Satya. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga meneruskan pada materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir sang pendiri Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid.
Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang mengikuti suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan memunculkan “anekdot spiritual” sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang karena ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu menjelaskan bahwa orang-orang yang ditokohkan dalam perguruan itu dengan jawaban yang mengada-ada.
Misalnya, Saman adalah seorang Syekh dari Yaman, Madi disebut sebagai Imam Mahdi, Kari adalah Imam Buchori, Subandari adalah Syeh Isbandari. Dan jawaban seperti itu tidak memiliki dasar dan konon hanya berdasarkan pada kata orang tua semata.
Ilmu Gaib
Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen, kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia biasa, sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika, Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral, keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya, bahkan menganggap wali atau orang suci.
Perlu saya terangkan, bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.
Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Oleh kerena itu, saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani.

Aliran Islam Kejawen
Ilmu Gaib  Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional).
Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.
Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do'a kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.
Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.
Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung "Rumeksa Ing Wengi" yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.
Konsep Aliran Islam Kejawen
Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.
Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural, Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat.
Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.
Khodam. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi "roh" suatu ilmu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita, tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang "suka" pada manusia.
Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen
Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.
1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal
Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma' Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll.

2. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan
Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.

Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.

3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo
Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.



4. Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.

5. Ilmu Permainan (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.

6. Ilmu Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia.
Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib
Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Yaitu:
1.    Menjalankan Tirakat. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, mantra, pantangan, puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya, karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu, tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan.
2.    Pengisian. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural, yaitu dengan cara pengisian. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.
3.    Warisan Keturunan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Maka ada yang menyebutnya "ilmu tiban" yang artinya datang tanpa disangka-sangka.

Mitos Tentang Efek Samping
Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati, susah dapat rezeki, bisa sakit jiwa (gila), menderita saat akan mati dll. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan.
Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin, tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya, melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja, hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Jadi bukan karena Ilmunya.
Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki, menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya, bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah.
1. Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti/tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain.

2. Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air.

3. Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan :

1. Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti.
2. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali.
3. Jangan merokok terlalu banyak.
4. Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif.
5. Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup.

6. Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan ( heneng ) dengan cipta yang jernih dan tentram ( hening ) Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak.

7. Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai.

8. Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak.

9. Lakuakan olah raga ringan ( senam ) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi.

10. Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut :

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah

10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu I : 3 kali

15 detik 10 detik 15 detik 40 detik minggu II : 3 kali

20 detik 10 detik 20 detik 50 detik minggu III : 3 kali

26 detik 08 detik 26 detik 60 detik minggu IV : 3 kali


11. Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri dengan cara menutup hidung sebelah kiri dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari.

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah

4 detik 8 detik 4 detik 16 detik minggu I : 7 kali

10 detik 7 detik 10 detik 27 detik minggu II : 7 kali

10 detik 10 detik 10 detik 30 detik minggu III & IV : 7 kali

20 detik 20 detik 20 detik 60 detik minggu V : 7 kali



12. Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH

13. Cobalah lakukan sebagai berikut :

1. Lupakan segalanya selama dua belas detik
2. Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik.
3. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya )

14. Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan

1. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
2. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
3. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
4. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
5. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang
6. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah
7. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan

15.Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan

1. Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik
2. Tapa hati, bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat
3. Tapa nafsu, tidak iri kepada sukses orang lain, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita
4. Tapa jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang
5. Tapa rasa, tenang dan kuat dalam panalongso
6. Tapa cahaya, bersifat luhur berpikiran jernih
7. Tapa hidup, waspada dan eling

16. berketetapan hati
1. tidak ragu-ragu
2. selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya

17. Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku, bangsa, kepercayaan dan agama, semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri.

18. Sedulur papat kalimo pancer

Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
1. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
2. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
3. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
4. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.

Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh )

19. Tingkatkan sembah, menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memujaNYA, istilah lainnya ialah Pujabrata. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum melewati tapabrata.

a. Sembah raga

Ini adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Badan itu maunya menyenag-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. Mulai hari ini, usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari, mandi, jangan malas lalau sebagai manusia normal bekerjalah. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk, pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

b. Sembah cipta

1. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti.

2. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar, kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan.

Berlatih cipta sebagai berikut :

1. Lakukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai.

2. Konsentrasikan rasa kamu

3. Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja

4. Kehendahmu jernih, fokuskan kepada itu

5. Biasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban

Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun, seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi, kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat.

c. Sembah jiwa

Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng, hening dan eling, ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri, kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi, kamu dan cahaya itu saling melindungi.

d. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati )

1. Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptkan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu.

2. Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi, hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya, tidak terpisahkan.



Menyibak Kewaskitaan [1]

Hari pertama - latihan melihat warna.

Warna-warna menjadi penting untuk dipelajari maknanya menurut frekwensi
masing-masing warna. Karena setiap warna memiliki kadar-kadar tertentu.
Seperti contoh kadar warna biru. Peringkat kadar warna biru itu memiliki
peringkat frekwensi berbeda mulai dari biru gelap sampai dengan pada biru
keputih-putihan.

Anda akan segera kami ajak mempelajari penjelasan-penjelasan tentang
frekwensi warna agar mudah dapat memahami.

Terlebih dulu siapkan pinsil berwarna, crayon, atau cat air. Sebaiknya
pinsil berwarna yang lengkap warnanya, dan sebuah buku atau lembaran kertas
untuk digunakan sebagai catatan harian. Kelak pada setiap latihan cantumkan
selalu tanggal dan jam Anda melakukan latihan. Dan berapa lama Anda
melakukannya. Tulislah semua kesan-kesan yang muncul dan Anda rasa penting
sebagai informasi dalam memperkaya khasanah pengetahuan kewaskitaan yang
menjadi unik bagi pribadi Anda.

Pilihlah suatu sudut rumah dan waktu yang tepat serta menjamin ketenangan
Anda selama Anda melakukan latihan ini.

Sekarang duduklah dengan nyaman.

Kemudian pejamkan mata Anda.

Buatlah tubuh dan pikiran senyaman dan setenang mungkin. Pusatkan kini
pikiran Anda pada pernafasan. Tariklah napas pelahan-lahan dan dalam-dalam
melalui hidung. Lalu tahanlah napas Anda menurut kemampuan, sepanjang
menjamin kenyamanan Anda . Harap diingat, jangan sampai timbul perasaan
sesak nafas yang membuat Anda tersengal-sengal. Apalagi sampai mengganggu
kenyamanan. Kemudian buanglah nafas pelahan-lahan melalui hidung sampai
perut dan paru-paru kosong. Perhatikan, tidak dibenarkan mengeluarkan nafas
dari mulut karena kelak kemudian hari akan mengganggu Cakra Agyana dan titik
beku pada pangkal hidung.

Ulangi prosesi ini sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Atau menurut
kenyamanan Anda. Anda dapat melakukan lebih dari yang dipersyaratkan. Hal
itu tidak menjadi soal.


Bagi mereka yang belum memahami perlu dijelaskan, saat itu sesungguhnya
keadaan kesadaran Anda dalam kondisi Beta. Dengan memperpanjang waktu cara
bernafas yang santai itu, Anda sedang dipandu untuk mengkondisikan alam
bawah sadar pada keadaan Alpha.

Perhatikan pandangan Anda pada Cakra Agyana yang terdapat pada kedua alis,
dan lihatlah seolah-olah terdapat sebuah layar lebar di pikiran Anda. Saat
itu kewaskitaan Anda mulai menyibak. Anda akan melihat aneka warna yang
mengapung berseliweran. Sudah barang tentu pada awalnya Anda cuma melihat
pemandangan hitam legam. Sabar saja. Lanjutkan. Pada akhirnya warna itu akan
datang dengan sendirinya. Santai. Perhatikanlah layar itu terus. Suatu
bentuk warna akan menjelma.

Akhirilah pengalaman hari itu. Dan catatlah penglihatan Anda tentang warna
sebagai pengalaman Anda hari itu. Sekarang kita mulai meneliti penyebabnya.

Mengapa warna itu yang muncul?

Bukan tak mungkin Anda mendapatkan diri Anda melihat aneka macam
warna.Bagaimana hubungannya dengan cakra-cakra Anda? Apakah Anda
mengaktifkan cakra-cakra yang menghasilkan hubungan penglihatan pada
warna-warna tersebut? Atau adakah bagian tubuh Anda yang sedang memerlukan
pengobatan? Dan berhubungan dengan warna tersebut? Apa yang terpikirkan oleh
Anda dengan munculnya warna tersebut pada hari itu?

Apabila Anda mengenal warna dalam spektrum sebagaimana dalam penglihatan
kasat mata, hal ini menunjukkan bahwa anda sedang bergerak di dalam
frekwensi-frekwensi tertinggi. Gambarkan semampu Anda akan warna yang Anda
lihat saat itu. Karena Anda akan melihatnya kembali. Anda juga dapat
menguraikan suatu penjelasan tentang warna yang Anda telah lihat itu dengan
mencoretkan suatu garis. Ciptakanlah dalam bentuk-bentuk geometris atau
menurut apa saja yang mengalir di pikiran Anda. Tak usah mencoba untuk
menilai coret-coretan Anda.. Nanti Anda akan kembali pada hal tersebut.
Bila saat latihan itu muncul 2 warna dalam penglihatan saat itu, kerjakan
tehnik tersebut di atas dengan cara yang sama. Yang perlu diingat Anda hanya
melihat 2 warna saja pada hari pertama latihan. Tidak lebih.





Hari ke-2. Melihat Bentuk

Hari ini kita mulai memasuki latihan untuk melihat bentuk atau kesan-kesan
ingatan. Setiap orang mampu melihat gambar lamunan berupa kesan-kesan
ingatannya pada waktu beberapa lama, begitu matanya terpejam. Namun
kebanyakan orang tidak pernah menaruh perhatian pada gambar kesan-kesan itu
karena mereka tidak merencanakan dan berusaha memperhatikan untuk
melihatnya.

Kesan-kesan yang muncul itu dapat datang dari berbagai sumber. Seperti dari
kesadaran tinggi, dari kembaran jiwa (spirit guide, sadulur papat kalima
pancer) atau mungkin juga kiriman mahluk-mahluk gaib sejenis khadam dan jin.
Hal itu memerlukan waktu yang cukup guna mempelajari si "pengirim berita"
itu. Tak usah tergesa-gesa.

Duduklah manis dan tenangkan diri serta bebaskan dari segala bentuk pikiran
yang mengganggu dan mengacaukan.

Kemudian tariklah napas dalam-dalam dan pelahan-lahan untuk beberapa kali.

Pusatkan perhatian Anda pada layar ingatan. Suatu atau malah beberapa warna
akan muncul di permukaan layar. Warna-warna selalu mendahului bentuk
kesan-kesan. Perhatikan terus warna itu. Kemungkinan anda bisa atau tidak
bisa langsung mengenali bentukbentuk. Catatlah secara mental bentuk-bentuk
yang naik ke permukaan layar apa adanya. Besar kemungkinan sebuah pola dasar
yang terbentuk oleh sel-sel memori yang membawa arti khusus saat itu bagi
Anda. Bila bentuknya tidak menarik, berhentilah. Anda tidak perlu
melanjutkannya. Gambarkanlah sekarang penglihatan hari ke dua itu dalam
lembaran catatan harian Anda.

Bila objek kesan itu hidup dan bergerak atau berubah-ubah , hendaknya Anda
berusaha mencatatnya sampai gambaran kesan-kesan itu berhenti dan sirna.

Contoh: saat ini saya sedang melihat warna merah. Bentuk yang muncul adalah
seekor merpati perdamaian dalam lingkaran aneka warna bunga., saya mejakini
karya pujangga. Tak ada yang bergerak. Saya akan menuliskannya semua dan
menggambarkannya apa yang saya lihat dan telah memicu ingatan saya.

Saya tahu beberapa orang akan menyangkal bahwa di antara mereka tidak
melihat sesuatu apapun. Walaupun telah bersusah payah berusaha untuk melihat
sesuatu kesan. Biasanya hal semacam itu bisa saja terjadi karena kepanikan.
Karena terlalu tergoda pada suatu tujuan tertentu dan Anda menjadi tidak
tenang dan santai. Berlatihlah kemudian, dengan kembali bernafas
dalam-dalam, dan cobalah sekali lagi. Anda akan berhasil melihatnya dalam
keadaan lebih santai!

Sekarang anda sudah memiliki objek-objek kesan dan catatan. Silakan
menghentikan latihan hari ini. Atau mencari penjelasan-penjelasan berikut
tentang objek kesan yang muncul pada hari tersebut . Namun untuk menentukan
sumber munculnya kesan itu akan kita bahas dalam latihan-latihan mendatang .
Semua simbol adalah hal yang unik bagi pribadi Anda, dan akan sulit
menterjemahkan maknanya. Anda juga dapat menghubung objek kesan-kesan
tersebut melalui catatan daftar penglihatan Anda. Objek kesan itu akan
menjelaskannya dan Anda tiba-tiba mampu memahami pesan dibalik perlambang
kesan itu.
Seperti pada saat saya melihat merpati dengan rangkaian bunga itu, saya lalu
memahaminya sebagai sebuah lambang perdamaian dunia, pesawat planet bumi,
Perang Mars! Saya langsung berhenti tidak melanjutkan untuk terus meneliti
sumber informasi tersebut. Sekali pun saya bisa berbuat seperti itu, namun
saya tak akan menemukan sesuatu jawaban berarti apa pun.

Hari ke-3 Membentuk lambang "ya" dan "tidak".

Hari ini kita akan membentuk simbol "ya" dan "tidak" untuk digunakan sebagai
kunci dasar menjawab hal-hal yang meragukan.

Pejamkanlah mata Anda.

Bernafaslah dalam-dalam.
Anda dapat juga melihat warna bila menghendakinya.

Pikirkan: "Saya memerlukan sebuah kesan yang menjadi lambang kata "tidak".

Nantikanlah beberapa saat hingga munculnya sebuah kesan yang membuat seluruh
perhatian Anda terpusatkan pada kesan tertentu yang muncul.

Bila anda memerlukan bernapas dalam-dalam, lakukanlah kembali,

Anda akan memperoleh sebuah lambang misalnya, huruh "T". Sekarang mintalah
sebuah lambang sebagai tanda untuk kata "ya". Maka sekali lagi Anda akan
dipertemukan dengan sebuah lambang.
Bersabarlah. Bila Anda tidak memperoleh sesuatu pertanda, lakukanlah sekali
lagi kelak.

Di antara lambang-lambang konyol, saya pernah mendapatkan suatu jawaban,
"mendapatkan" hadiah buku yang saya butuhkan - bila sesuatu "dapat" terjadi.
Sebuah pintu terkunci - bila sesuatu tidak akan terjadi. Melihat teratai
sedang mekar - menunjukkan suatu peristiwa akan terjadi. Mengapa saya
memperoleh tanda-tanda tersebut? Saya tak mempunyai gagasan apa pun.
Sesungguhnya saya mengharapkan lambang berupa huruf-huruf "T" dan "Y",
tetapi ternyata tidak begitu yang terjadi. Masih ada beberapa contoh lain
dan sebagai perlambang yang konyol-konyol sdan aneh guna menggambarkan kedua
kata sederhana tersebut, tetapi hal tersebut ternyata buat saya pribadi
selalu memberikan jawaban tepat.

Jangan lupa menuliskan pengalaman Anda hari ini.

Hari ke-4. Melihat kesan-kesan.

Persiapkan diri sebaik-baiknya sebagaimana yang telah anda mulai sejak
beberapa hari lalu.

Santai.. Bernapaslah dalam-dalam. Pelahan-lahan, Lakukan hal tersebut
beberapa kali sesuai kebutuhan saat ini.

Kini pejamkan mata.

Perhatikan layar di depan ingatan... Mata ketiga Anda mulai tersingkap.

Sebuah warna atau beberapa unsur warna sekali gus muncul ke permukaan layar.
Mungkin saja munculnya tumpang tindih sekali gus Atau sangat bisa jadi
datang satu-satu dengan pelahan dan teratur. Amatilah kesan-kesan tersebut
untuk kemudian memutuskannya bahwa Anda telah mengenalnya. Bila cuma
sedikit, kini secara mental perintahkanlah pada objek kesan-kesan tersebut
untuk bergerak. Amati saja apa yang dilakukan objek kesan0jesan tersebut,
Catatlah kemudian dengan seksama secara rinci apa yang telah
diperlihatkannya pada Anda.

Hari ke-5. Memohon sebuah pesan.

Bersiap-siaplah sebagaimana biasa.
Santai. Bernapas pelahan-lahan dan dalam-dalam selama beberapa kali sampai
Anda merasa benar-benar santai.

Mungkin Anda tidak perlu perlama-lama lagi bernapas dalam-dalam guna
mencapai kondisi Alpha. Bila demikian, pejamkan mata dan tenangkan
pikiran.Lihatlah layar di depan mata ketiga di antara dua alis.

Sekarang Anda akan memproyeksikan pikiran tersebut. Memikirkan salah satu
pemandu gaib atau mengundang Kesadaran Tinggi yang merupakan kumpulan
kesadaran.

Katakanlah:"Tolong, berilah saya suatu pesan untuk hari ini."

Mata ketiga Anda mulai menyingkap terbuka

Suatu warna atau macam-macam warna akan muncul sekali gus. Teruskan
mengamati layar pikir Anda. Mungkin Anda akan melihat satu atau beberapa
pesan. Berilah tenggang waktu. Dan tetaplah mengawasi kemunculan bentuk
suatu pesan atau mungkin juga serangkaian bentuk-bentuk pesan.

Untuk hari ini, jangan memaksakan diri mencari penjelasannya. Anda hanya
menonton saja dulu, tak ubah serperti menonton suatu petunjukan film tanpa
perlu menilainya dan mencari arti penampakan pesan-pesan tersebut.

Jangan juga bertanya apa-apa. Setelah dapat melihat pesan tersebutm berhenti
saja dan mencatatnya. Bila Anda tak dapat menentukan pesan-pesan tersebut
untuk pertama kali, biarkan saja begitu dalam catatan Anda. Akan tiba
saatnya bahwa arti yang sebenarnya akan muncul.
Mungkin pesan-pesan tersebut sangat pribadi bagi Anda. Atau mungkin juga
berhubungan dengan masalah-masalah yang iniversal.

Hari ke-6 Menemukan kunci Anda,

Kali ini siapkan suatu tempat sunyi

Siapkan catatan harian Anda dan alat perekam suara

Hari ini Anda memerlukan hari istimewa. Duduklah atau berbaring dengan
perasaan nyaman. Santai dan bernafaslah dalam-dalam.bila dirasa perlu,

Tetaplah berpikir.

Pejamkan mata. Lihatlah layar dalam pikiran Anda..Ikutilah keheningan dari
irama pikiran sampai Anda masuk ke dalam suatu ruang penampakan. Rekamlah
segala sesuatu yang muncul dalam ruang penampakan yang sangat mungkin
menampilkan perwujudan mahluk-mahluk dari alam gaib. Mungkin mahluk-mahluk
gaib tersebut ingin berbicara pada Anda sebelum Anda melanjutkan pada sesi
pelajaran-pelajaran berikut.

Saat kesan-kesan pengalaman tersebut mencapai akhir, saatnya Anda
melanjutkan langkah berikutnya. Hari ini Anda perlu menanyakan tentang suatu
kesan penglihatan yang menurut Anda pikir atau Anda rasakan nerupakan pemicu
terjadinya penglihatan tersebut.

Harap Anda ingat, apa yang sedang Anda baca pada sesi pelajaran hari ini,
sesungguhnya Anda tengah mengaktifkan DNA Anda. Dan Anda siap menerima suatu
Kebijaksanaan masa silam yang pada waktunya kelak akan menjadi milik Anda
pribadi.. Yakni bila memang dikehendaki Anda akan memperoleh Ruang Rekaman
Akasha,

Pada saat hari ini Anda melihat layar penampakan, Anda akan mengaktifkan
kunci-kunci Anda untuk mengunci sebuah warisan kenangan pengalaman yang
sudah turun-temurun. Kini secara mental tanyakanlah kunci-kunci Anda. Santai
dan lihatlah apa-apa yang bermunculan di layar ingatan Anda. Mungkin saja
Anda mendengar suara-suara, mungkin juga munculnya nada-nada tertentu.
Jangan buka mata Anda. Hingga kesan-kesan itu berhenti dengan sendirinya.
Rekamlah pesan-pesannya dalam rekaman suara.pada saat kesan-kesan itu muncul
kepermukaan layar penampakan.
Kelak Anda harus mencatatnya kembali dalam catatan harian
.
Hari ke-7. Bertanya 2 soal spiritual yang bersifat Univesal dan Pribadi.

Persiapkan segala sesuatu sebagaimana biasa.

Duduk atau berbaringlah dengan perasaan nyaman.

Santai dan bernafaslah dalam-dalam dan pelahan-lahan bila memang anda merasa
perlu.

Tetaplah berpikir. Pejamkan mata. Pusatkan perhatian pada layar pikir Anda.

Mungkin kesan-kesan yang muncul mulai segera mengalir dan semakin jelas.
Ikuti saja perkembangan arusnya untuk memperoleh penampakan selanjutnya.
Rekam semua yang Anda lihat sebagai mahluk-mahluk alam gaib yang mungkin
ingin berbicara pada Anda, sebelum Anda melanjutkan pelajaran hari ini.
Begitu kesan-kesan berakhir terhenti, Anda pun harus telah siap. Kita akan
menanyakan 2 pertanyaan spiritual hari ini. Satu yang berhubungan dengan
universal, satunya lagi hal yang pribadi, dan tunggulah dengan sabar dan
diam. Bila minggu lalu Anda belum memperoleh jawaban "ya" dan "tidak" atau
lupa, sebaiknya pertama-tama yang Anda harus lakukanadalah menanyakan hal
tersebut.

Pertanyaan 1, pertanyaan yang bersifat alam jagad raya: "Apakah yang hendak
kau perlihatkan padaku tentang alam jagad raya ini?" Santai dan tunggulah
penjelasan-penjelasan yang akan menerangkan hal-hal tersebut. Rekamlah.

Pertanyaan kedua: "Apakah saya menggenggam suatu frekwensi tertentu planet
bumi ini?" Pertanyaan ini membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".Hal ini
mungkin diikuti suatu frekwensi warna, pola=pola dasar suatu bentuk tertentu
atau apa saja yang diharapkan oleh mahluk-mahluk gaib yang ingin bersamamu
saat itu. Ini akan menjadi pemicu Anda. Berbagai kesan akan muncul
memperlihatkan wujudnya bagi setiap pertanyaan.

Hari ke-8. Lanjutan Kewaskitaan dan Persiapan Petualangan ke alam jagad raya

Apa yang akan terjadi dalam penglihatan salam pelajaran hari ini,
sesungguhnya telah Anda masuki tanpa Anda sadari pada pelajaran-pelajaran
sebelumnya. Kini kita lanjutkan.

Ikutilah pengembaraan ingatan Anda..

Pusatkan segenap perhatian pada kesan-kesan yang Anda terima iru dalam
rekaman suara untuk selanjutnya Anda tetap menuliskannya dalam catatan
harian.

Ikuti saja petualangan tersebut masuk ke sistem Bima Sakti atau mungkin juga
pengembaraan lain dengan menjelajahi galaksi-galaksi lain.

Nikmatilah penampakan tersebut.

Anda mungkin melihat banyak bentuk perwujudan, atau hanya suatu kesan
tertentu seperti misalnya bulan, Mars dst.

Pusatjanlan suatu kesan seluruh alam jagad raya yang tak terbatas, dan
lihatlah bentuknya, warnanya, baunya, mungkin ada bunyi, mungkin juga ada
rasa, ada yang tercium.

Anda sekarang sudah memulai berkelana jauh. .............
Petuah dan filosofi pengobatan tradisional

Air WayurAmarta
yg terbuat dari embun yang terdapat di tembolok ayam . air tersebut dapat menjadi sarana pengobatan; jika diusapkan pada tangan , maka segala yang dipegang akan menjadi obat, segala penyakit menjadi sembuh, hanya dengan jalan melakukan Cipta Sasmita nama saja…..

Dan untuk mengobati luka, maka luka itu haruslah bersih dahulu, kalau sudah bersih berilah minyak dari lemak ayam dan campurlah dengan prusi yang ditumbuk, serta rumah lebah madu,lalu dihangatkan pada suatu tempat agar bercampur menjadi satu. Kemudian jika lika sudah direndam maka lendirnya dilap dengan kain lunak. Obat yg masih hangat2 kuku tadi ditaruh pada kain sebesar lukanya lalu dipakai sehari semalam.
Dan juga ada pantangannya:
1.jangan makan jenis ikan asin, berakibat luka menjadi gatal2
2. jangan makan kacang2an berakibat luka bengkak2 dan melepuh
3. jangan makan manis2an berakibat luka tidak sembuh2
4. jangan makan umbi2an berakibat kambuh2an lukanya

Adapun obat kalau kena ragas (tulang beracun), tiap pagi diusapi dan diberi parem daun akila. Tiap pagi sebelum makan apapun ,ludahilah lukanya, dari atas kebawah, dan mantrailah begini : Bolu bolor bar luwar.

Obat jika digigit ular, pada lukanya sundutlah dengan api, setelah beberapa saat , dibawah dan diatasnya ikatlah dengan benang lawe dan mantrailah begini: Wis wata witawar.

Obat disengat serangga . jika serangga tersebut tertangkap, buanglah sengatnya, pantatnya diberi kecekan (salep), pagi sore obatilah dengan salep kecekan tadi. Cara menempelkan obat yaitu memakai bulu ayam putih mulus. Dan luka harus dibuka dahulu supaya cepat sembuh.
Kerak gigi, air kencing, usapkan melingkar pada luka , mantranya begini:
Kentup katup sap-sap dening jalantahku, mulyat pakarana
(sengat tertutup diusap2 oleh minyakku, sembuh tanpa akibat)

Obat kesurupan atau terkena sihir. Di malam hari saat tengah malam, ambillah tanah didepan pintu , lalu kelilinglah dengan menaburkan tanah itu pada 4 pojokan rumah, mantrailah begini: sing sapa kang hanedya tumeka, nadyan tumeka haywa tumama, lamun sarana baling kamarang sarasaningkang hangsang sangsara
(barang siapa yang mau datang, meskipun telah datang janganlah mempan, jika sarana telah dilempar pulang kepada segala rasa yang mengarah sengsaralah)
sedangkan penyakit2 lainnya , perlu pralambang, daun2nan yang dipakai obat maka gantilah namanya, seperti:
1. Daun kelor gantilah istilahnya menjadi daun limaran
2. Daun lomban rapit istilahnya menjadi daun sabrang
3. Daun randhu menjadi daun baladewa
4. Daun jarak menjadi daun bledhek
5. Daun asam menjadi daun teruna
6. Daun papasin menjadi daun tunang
7. Daun injen2an menjadi daun prastawa
8. Daun sirih menjadi daun haturan

Semua itu masing-masing mempunyai maksud sendiri2. jika mengobati dgn daun , sehari semalam daun tersebut jangan sampai tertiup angin. Perhatikan semua daun yg ingin kaupakai sebagai obat.
Jika daun dari pohon kayu , ketika mengobati , yg sakit harus berdiri.
Jika daun dari tumbuhan merambat,ketika mengobati, yg sakit harus duduk.

Air Tuli, Air Buta, Daun Tuli, Daun Bisu.(pengobatan penyakit buta dan tuli)
Yang dimaksud air tuli ialah batu-batuan. Yang dimaksud air buta ialah air yang diciduk dengan mata tertutup dengan memakai pinggan berwarna putih, saat memejamkan mata tidak boleh berucap disertai menahan napas, kemudian air tersebut ditaruh pada wadah yg terbuat dari bokor batu,dicampur wayuramarta sedikit.
Yang dimaksud daun buta ialah daun yang tertelungkup pada pohon, memetiknya dengan mata yg terpejam.
Yang dimaksud daun tuli ialah daun pada pohon yang jika ada angin maka daun itu tidak bergerak, memetik daun ini ialah dengan cara membelakanginya.
Yang dimaksud daun bisu ialah daun yang keriting , memetiknya sambil menahan nafas dan ga boleh berkata-kata.
Kemudian dicampur semuanya pada air yg telah disebutkan tadi. Semua tadi lalu disuruh mengusapkan dan diminumkan tiga kali













ajaran utama Mangkunegoro IV

1.    Sembah Raga
Sembah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersifat lahiriah. Cara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air (wudhu). Sembah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut:
Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton 34
Sembah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku (calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian), orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa (sembah raga puniku, pakartining wong amagang laku). Sembah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air (sesucine asarana saking warih). Yang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. Atau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari semalam (kang wus lumrah limang wektu). Sembah lima waktu merupakan shalat fardlu yang wajib ditunaikan (setiap muslim) dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya (wantu wataking wawaton). Sembah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti (wantu) seumur hidup. Dengan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani (wataking wawaton). Watak suatu waton (pedoman) harus dipedomani. Tanpa mempedomani syarat dan rukun, maka sembah itu tidak sah.
Sembah raga tersebut, meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah, namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah, sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat fisiknya, ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi.

2. Sembah Cipta (Kalbu)
Sembah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu, seperti terungkap pada Pupuh Gambuh bait 1 terdahulu dan Pupuh Gambuh bait 11 berikut:
Samengkon sembah kalbu/ yen lumintu uga dadi laku/ laku agung kang kagungan narapati/ patitis teteking kawruh/ meruhi marang kang momong. 35
Apabila cipta mengandung arti gagasan, angan-angan, harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati 36 , kalbu berarti hati 37 , maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati, bukan sembah gagasan atau angan-angan.
Apabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah, maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa nafsu yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa (sucine tanpa banyu, amung nyunyuda hardaning kalbu).
Thaharah (bersuci) itu, demikian kata Al-Ghazali, ada empat tingkat. Pertama, membersihkan hadats dan najis yang bersifat lahiriah. Kedua, membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. Ketiga, membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina. Keempat, membersihkan hati nurani dari apa yang selain Allah. Dan yang keempat inilah taharah pada Nabi dan Shiddiqin 38
Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut Al-Ghazali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. Cara membersihkannya dibasuh dengan air. Sedangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain Allah.

3. Sembah Jiwa
Sembah jiwa adalah sembah kepada Hyang Sukma (Allah) 39 dengan mengutamakan peran jiwa. Jika sembah cipta (kalbu) mengutamakan peran kalbu, maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. Sembah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus, seperti terlihat pada bait berikut:
Samengko kang tinutur/ Sembah katri kang sayekti katur/ Mring Hyang Sukma suksmanen saari-ari/ Arahen dipun kecakup/ Sembahing jiwa sutengong 40
Dalam rangkaian ajaran sembah Mangkunegara IV yang telah disebut terdahulu, sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. Ia disebut pepuntoning laku (pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk). Inilah akhir perjalann hidup batiniah. Cara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi, tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa nafsu, tetapi dengan awas emut (selalu waspada dan ingat/dzikir kepada keadaan alam baka/langgeng), alam Ilahi. Betapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini, tampak dengan jelas pada bait berikut:
Sayekti luwih perlu/ ingaranan pepuntoning laku/ Kalakuan kang tumrap bangsaning batin/ Sucine lan awas emut/ Mring alaming lama amota.41
Berbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu, ditinjau dari segi perjalanan suluk, sembah ini adalah tingkat permulaan (wong amagang laku) dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. Ditinjau dari segi tata cara pelaksanaannya, sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa nafsu lalu membuangnya dan menukarnya dengan sifat utama. Sedangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan dzikir kepada Allah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain Allah.
Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa, lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. Dengan demikian triloka (alam semesta) tergulung menjadi satu. Begitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. Di situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. Maka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu, hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. Hal yang demikian itu dijelaskan Mangkunegara IV pada bait berikut:
"Ruktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / jagad agung ginulung lan jagad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono."

4. Sembah Rasa
Sembah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. Ia didasarkan kepada rasa cemas. Sembah yang keempat ini ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam, demikian menurut Mangkunegara IV.
Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya, sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh, maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. Alat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut Mangkunegara IV disebut telenging kalbu (lubuk hati yang paling dalam) atau disebut wosing jiwangga (inti ruh yang paling halus).
Dengan demikian menurut Mangkunegara IV, dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu, kalbu, jiwa/ruh dan inti jiwa/inti ruh (telengking kalbu atau wosing jiwangga) yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya.
Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya, tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya, seperti diungkapkan Mangkunegara IV dalam bait berikut:
Semongko ingsun tutur/ gantya sembah lingkang kaping catur/ sembah rasa karasa wosing dumadi/ dadi wus tanpa tuduh/ mung kalawan kasing batos.42
Apabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk (pepuntoning laku), maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu, melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. Dengan kata lain, seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya. Untuk sampai di sini, seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. Setelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang, tempat sembah yang keempat, maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa.
Pada tingkatan ini, seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjuk-petunjuk gurunya. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. Oleh karena itu, ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri.
Di sini, dituntut kemandirian, keberanian dan keteguhan hati seorang salik, tanpa menyandarkan kepada orang lain. Kejernihan batinlah yang menjadi modal utama. Hal ini sesuai dengan wejangan Amongraga kepada Tambangraras dalam Centini bait 156. Sembah tersebut, demikian dinyatakan Amongraga, sungguh sangat mendalam, tidak dapat diselami dengan kata-kata, tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. Oleh karena itu, seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan, kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. Kesemuanya itu tergantung pada diri sendiri, seperti terlihat pada bait berikut:
Iku luwih banget gawat neki/ ing rarasantang keneng rinasa/ tan kena ginurokake/ yeku yayi dan rampung/ eneng onengira kang ening/ sungapan ing lautan/ tanpa tepinipun/ pelayaran ing kesidan/ aneng sira dewe tan Iyan iku yayi eneng ening wardaya










Manusia. Alam Gaib dan Mahluk Gaib
Manusia : Penciptaan Dan Hidupnya.
Manusia merupakan :
ƒ{ Ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara semua
mahluk.
ƒ{ Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit) yang sempurna dari
Macrocosmos (Jagad Ageng = Bawono Ageng).
ƒ{ Kerajaan Allah dalam bentuk kecil.
ƒ{ Perwujudan dari keindahan Tuhan yang sangat indah.
ƒ{ Kalifah Tuhan yang Kuasa (sebagai Utusan) tetapi tidak Maha
Kuasa (bukan Tuhan).

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena Tuhan
berkata : ¡§Aku berikan segalanya kepada manusia¡¨.
Berfirmanlah Allah : ¡§Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar
dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang
melata yang merayap di bumi¡¨. Maka Allah menciptakan manusia itu
menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia.
Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan
menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia
itu menjadi mahluk yang hidup.
(Al Kitab, Kejadian 1: 26-27b, 2 : 7)

Bahwa pada awalnya dunia ini kosong lalu Allah menciptakan langit dan
bumi beserta segala isinya, membuktikan bahwa Allah Maha Besar dan
Maha Kuasa. Semua itu dapat tercipta dari daya cipta Tuhan sendiri
atau sifat Allah sendiri yang Pemurah, Pengasih lagi Penyayang (Ar
Rakhman Ar Rakhiim). Manusia adalah ciptaan Tuhan Allah yang paling
sempurna karena Allah menciptakan manusia menurut gambarNya dan
manusia ditempatkan untuk berkuasa atas seluruh bumi dan isinya.
Manusia terbentuk dari debu tanah yang kemudian menjadi daging dan
darah, sedangkan nafas kehidupan yang dihembuskan Allah menjadi
Roh dalam tubuh manusia. Daging bisa hancur dan kembali ke asalnya
menjadi debu tanah ketika manusia itu mati dan dikuburkan, tetapi roh
tetap ada dan kembali kepada yang menghembuskan-nya yaitu Allah.

Manusia diciptakan menurut gambar Allah mempunyai makna bahwa
manusia dikaruniai daya cipta seperti Allah. Karena manusia mewarisi
sifat Allah Yang Maha Pencipta maka dengan Daya Ciptanya dan
kekuatan Roh Allah di dalam manusia, ia dapat men-ciptakan segala
sesuatu dan dapat terwujud.
Semua itu dapat terjadi karena pada dasarnya manusia dibekali oleh
Tuhan dengan 5 macam zat yang daya-dayanya dapat digerakkan
sebagai daya spiritual. Daya-daya dari zat-zat ini secara spiritual akan
memancar dari ke 13 Cakra yang ada pada badan manusia.
Ke 5 daya tersebut dapat digerakkan sesuai sifatnya dengan syarat
manusia tersebut harus membawakan sifat Allah yang Pemurah,
Pengasih dan Penyayang. Dari sini juga awal dari perkataan Kun Fa
Yakuun yang artinya yang terucap maka jadi dan wujud.
Daya cipta inilah hal yang paling menonjol diwariskan oleh Allah kepada
manusia, oleh karena itu jika menggunakan daya ciptanya manusia
jangan lupa kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Sayangnya manusia seringkali mempergunakan daya ciptanya untuk hal-
hal negatif yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Hal-
hal negatif tersebut terbentuk karena manusia dibekali Nafsu Daging
dan Nafsu Darah. Nafsu-nafsu dasar manusia jika diuraikan contohnya
akan terlihat lebih dari 100 macam nafsu. Dengan penggerak motor
nafsunya manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan
di mata Allah. Tindakan negatif yang sering dilakukan :
1. Kejahatan fisik yang nyata :
- Membunuh.
- Mencuri.
- Menipu.
- Memfitnah.
- Dan lain sebagainya.
2. Kejahatan gaib yang tidak tampak secara nyata :
- Melakukan wirid horizontal yaitu mempergunakan ayat-ayat suci Al
Kitab yang diarahkan langsung kepada orang yang dituju agar tujuan
nafsu pribadinya dapat terwujud. Padahal Firman Allah itu diturunkan
kepada manusia dengan tujuan untuk kebaikan.
- Menggerakkan roh halus / melakukan praktek dukun / meminta
kepada dukun untuk berbuat sesuai dengan nafsu dunia dengan cara
menggunakan daya cipta pikirannya dan membacakan mantra-mantra
untuk menggerakkan roh halus agar tujuan nafsu pribadinya terwujud.
Roh halus adalah roh-roh yang bergentayangan di bawah atau yang
disebut alam roh dan sering ter-lihat oleh manusia.
- Ilmu Black Magic atau sihir yaitu menggunakan kekuatan Nur (Roh
Allah) dan Daya Cipta fikirannya ditambah dengan mantra-mantra agar
tujuan nafsu pribadinya terwujud.
Semua tindakan tadi merupakan sebagian kecil contoh dari tindakan
negatif manusia yang dapat mengakibatkan sakit pada orang yang
melakukannya dan jika orang yang dituju tidak mempunyai bentengan
iman yang kuat maka dapat berakibat fatal. Orang yang melakukan
tindakan tadi juga akan menerima hukumannya dari Tuhan sebagai
akibat dari tindakannya itu.
Hidup dikuasai nafsu berarti hidup dikuasai dosa dan upah dosa adalah
maut atau kebinasaan, kondisi jiwanya tidak tenang, selalu tidak puas
dan suasana hati selalu panas. Allah mengajarkan kepada kita agar
dalam hidup selalu membawakan cinta kasih, menjaga keluhuran budi
dan dan kelurusan di jalan Allah; agar kita terhindar dari dosa dan maut.

Membawakan Cinta Kasih akan menjadikan keindahan di dalam hidup ini.
Dengan membawakan Cinta Kasih (sifat pemurah, pengasih dan
penyayang) maka kau akan bertemu dengan Aku (sabda Allah).
Kalau kau bisa mengikuti jejakKu maka kau bisa merasakan
keindahanKu.
Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda maka bukan kebahagiaan dan
kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan ujian yang berat.

2.2 Atom Allah Pada Manusia.
Atom Allah yang ada pada manusia walaupun hanya sebesar biji sesawi
(kecil seka-li) tetapi tidak ada yang bisa menyamai, dalam istilah Jawa :
Sak Merico Binubut Gumilang Tan Keno Kinoyo Ngopo (dihaluskan
seperti merica / lada tetap cemerlang tidak bisa dibandingkan dengan
apapun).
Kitab Suci adalah bimbingan / pimpinan hidup untuk mencari si
pemimpin hidup yang sebenarnya. Yang dicari dalam Kitab-Kitab Suci
adalah mencari Tuhan dalam diri manusia (Sejatining Sun Yo Sejatining
Siro = Sejatinya Aku adalah juga sejatimu).
Dengan bimbingan kitab suci manusia berupaya untuk mendudukkan
rahsa (sebagai tahap awal dari Atom Allah) di singgasananya (Kang
Jumenengaken Roso Sejati) supaya Tinarbuko (berfungsi secara
spiritual).
Atom Allah yang ada di jantung manusia dengan bimbingan kitab suci
diharapkan berkembang dalam tahapan = Perkembangan Atom Allah :
1. Rohso --> roso sejati.
2. Dhatullah / Dhat Allah --> mengingatkan.
3. Gusti / Kristus --> mulai duduk di singgasana.
4. Rasulullah / Muhammad / Utusan --> sebagai utusan, mendapat
kuasa dari Tu-han.
5. Tuhan sendiri / Aku --> pemilik 99 nama (sifat) Allah / yang
menghidupkan dan mematikan, yang awal dan akhir.
Aku adalah bagaikan Gaib Allah sendiri dipercayakan kepada orang
itu sendiri, ucapanNya bagaikan ucapan Allah sendiri.
Dalam istilah Jawa : Kasebat Aku Tanpo Aran (Disebut
sebagai Aku tapi sebe-narnya tanpa nama).
Yang dimaksud dengan Aku adalah nama yang ke 100 dari zat mutlak
yaitu pemilik dari ke 99 nama (= asma = sifat) Allah (Asmaa¡¦ul Husna).
Kita bisa memakai kekuatan berdasarkan 99 nama tersebut tetapi Aku
(yang ke 100) bisa menghapuskan kekuatan itu bila disalahgunakan
karena kita bukan pemilik dari asma / sifat tersebut. Di dalam Al Kitab
ada dalam ayat : ¡§Aku adalah Aku, Aku ada dimana-mana, Aku adalah
Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir, yang menghidupkan dan
yang mematikan, Aku akan datang sebagai manusia untuk menghakimi¡¨.
Yang menghidupkan asma-asma Allah adalah Atom Aku.
Yang menghembuskan nafas hidup (Roh Allah) kepada manusia adalah
Aku.
Guru Mursyid dan Kawulo Gusti belum Khalik tetapi Utusan sudah Khalik.
Jarang orang yang sanggup sampai pada Aku, tetapi takut kepada Allah
sudah cukup.
Jika Atom Allah sudah Tinarbuko (berfungsi secara spiritual) maka akan
menarik / menimbulkan kerinduan kepada Atom-Atom Allah yang ada
pada orang-orang lain, sehingga berlaku dalam istilah Kejawen :
Opo sing ono nang siro yo ono nang ingsun.
Sing ono nang ingsun yo ono nang siro.
Sing ono nang ingsun sampun tinarbuko.
Sing ono nang siro yo kepingin tinarbuko.
Supoyo besok nek wis ditimbali, kepingin nang sisih Allah.
(Apa yang ada di Anda juga ada pada Saya).
(Yang ada di Saya juga ada pada Anda).
(Yang ada di Saya sudah terbuka).
(Yang ada di Anda juga berkeinginan untuk terbuka).
(Supaya nantinya jika sudah kembali, ingin berada di sisi Tuhan).
Shadiqul Wa'd adalah sifat Atom Allah yang ada pada manusia yaitu
yang tidak pernah ingkar dan selalu menepati janji.
Shadiqul Wa'd sudah manunggal dengan induknya, itu adalah Makrifat.
Shadiqul Wa'd bicara bila orang sudah menjadi Muhammad, sudah
menjadi Utusan.
Pangeran artinya Pangengeran yaitu tempat rakyat bisa mengengerkan
dirinya (tempat rakyat untuk bertanya / meminta petunjuk dan menggali
ilmu).
Setiap manusia mengengerkan dirinya pada Atom Allahnya yang sudah
berfungsi secara spiritual (Shadiqul Wa'd = Tesing Gusti).

2.3 Bagian-Bagian Otak.
Otak (Singgasana Batara Guru) masih bisa dipakai untuk tujuan negatif
(masih ada Betari Durga).
Otak adalah Pusat Energi manusia.
Bagian-bagian otak adalah :
1. Otak Depan --> Otak Budhi.
2. Otak Kiri & Kanan --> Otak Keseimbangan / Nafsu.
3. Otak Bagian Tengah --> Otak Intuisi : Menerima energi dari Allah
yang dise-but Intuisi --> Tahta Allah.
4. Otak Bagian Belakang Bawah --> Otak Kesadaran (Otak Kecil).
5. Otak Bagian Belakang Atas --> Otak Ingatan.

2.4 Bagian Badan / Zat Manusia.
Bagian badan atau zat pada manusia terdiri dari :
1. Badan Wadag (daging). 1. Badan Wadag
(daging).
2. Badan Etheris (Etheric Double). 2. Badan Etheris (Etheric Double).
3. Badan Rokhani / Jiwa : 3. Kulit.
1. Kulit. 4.
Kulit ari.
2. Kulit ari. 5. Badan Astral.
3. Rokh : 6.
Badan Suksma.
1. Badan Astral. 7. Suksma.
2. Nyowo :
1. Badan Suksma.
2. Suksma.
Suksma adanya di Otak / Kepala bagian tengah atas (Cakra 7), bisa
membuat orang berfikir dan berbicara.
Suksma hanya dimiliki oleh manusia, hewan tidak punya Suksma (ini
perbedaan antara hewan dan manusia).
Kebanyakan orang mengatakan bahwa dengan ilmu Hangrogoh Sukmo
(= Ngrogoh Suksmo) bisa melepas Suksmo dari badan sehingga
menjadi tidak kelihatan tetapi ini tidak benar, karena tidak semudah itu
untuk melepas Suksmo.
Jika bagian-bagian badan manusia tadi lepas dari tubuh maka terjadi :
- Suksmo meliputi seluruh roh (badan) sehingga --> Tidak kelihatan
(ilmu Hangrogoh Sukmo = Ngrogoh Suksmo).
- Etheric Double lepas dari tubuh --> Bisa wujud (lengkap dengan
pakaian), te-tapi tidak bisa (diajak) berbicara.
- Badan Astral dengan Kulit Ari --> Bisa wujud, tetapi tidak bisa
(diajak)
berbicara.
- Suksma dengan Badan Astral dengan Kulit Ari --> Bisa wujud dan
bisa (diajak) berbicara.
- Suksma dengan Badan Suksma lepas dari tubuh --> Mokswa.
- Suksma dibungkus dengan Badan Suksma --> sama dengan
Malaikat Pemberi Spirit.
- Bayu dilepas dengan Suksma --> Ada suara tapi tak ada bentuk
(Ono Suoro Tanpo Rupo).

Beberapa contoh penglihatan gaib / penampakan :
- Peristiwa mengenai dilihatnya Ahmad Yani dengan berlumuran
darah oleh ibunya saat di kamar mandi, itu adalah Etheric Double dari
Ahmad Yani yang lepas dari tubuhnya.
Bisa juga dari Ahmad Yani yang terdiri dari Badan Astral di bungkus
oleh Ku-lit Ari.
- Peristiwa Bung Karno ada di kapal namun orang melihat Beliau
sedang pidato di lapangan itu merupakan tanda Beliau dibantu Roh
Penjaga Alam.
- Bila kita menemukan bahwa kita berhadapan dengan diri kita sendiri
maka se-baiknya ditanyakan apakah dia dari badan kita (bayangan =
mayonggo) atau dia adalah Roh Penjaga Alam karena Roh Penjaga
Alam bentuk badan dan mukanya mi-rip sekali dengan kita.
- Bila ada bentuk semacam leak, pocongan dan sebagainya maka itu
bisa dari roh-roh halus namun bisa juga hasil dari daya cipta manusia
(mahluk prayang-an).

2.5 Nafsu-Nafsu Manusia.
Nafsu-nafsu yang harus dimatikan (diperangi dengan Jihad) :
1. Nafsu syahwat.
2. Nafsu ingin memiliki segala-galanya.
3. Nafsu kesenangan hura-hura.
4. Nafsu kepentingan pribadi.
Nafsu-nafsu yang harus diluhurkan (jangan dimatikan) --> sedulur
papat :
1. Nafsu Amarah.
Emosi, dendam, keinginan terhadap sesuatu yang tidak tercapai.
Meluapkan emosi yang tidak terkendali sehingga dapat
mengakibatkan sesuatu yang buruk terjadi.
Sebagai contoh :
- Memarahi orang dengan kata-kata kasar tanpa kejelasan
penyebabnya.
- Iri hati, dengki, menyimpan dendam.
- Menghina / menghujat orang lain.
Sifat positif : Merupakan daya kemauan manusia.
2. Nafsu Haluamah.
Mencari kesenangan lahiriah sehingga melupakan Tuhan atau
disebut juga Nafsu Dunia.
Meluhurkan : Tidak boleh bicara apalagi melaksanakan perbuatan
terhadap nafsu duniawinya.
Sebagai contoh :
- Mencari nafkah sampai melupakan Tuhan.
- Menilai segala sesuatu dari segi materi.
- Serakah, kikir, tamak, korupsi.
- Membanggakan kecantikan fisik.
Sifat positif : Membangun badan (lahiriah).
3. Nafsu Sufiah.
Nafsu untuk mencari kesenangan batin atau disebut juga Nafsu
Batin.
Meluhurkan : Tidak boleh bicara apalagi melaksanakan perbuatan
terhadap nafsu batinnya.
Sebagai contoh :
- Senang berjudi, mabuk, berzina.
- Bersukaria melihat penderitaan orang lain.
Sifat positif : Merupakan keinginan, kekuatan, mendekatkan hati
pada sesuatu.
4. Nafsu Mutmainah.
Berbuat sesuatu dengan pamrih, mencari popularitas.
Sifat sudah putih namun masih ada keinginan untuk pamer.
Sebagai contoh :
- Memberi bantuan supaya dipuji.
- Melakukan sholat supaya dipujh.
- Mengharapkan balasan / imbalan jika menolong orang.
Sifat positif : Merenung, mendekat pada Tuhan.
Nafsu-nafsu ini jangan dimatikan tetapi harus diluhurkan / Pancer
(Sedulur Papat Limo Pancer = Saudara Empat Lima Pancar) karena bila
dimatikan maka manusia tidak punya spirit for life.
Spirit for life merupakan obyek Tenung. Tenung itu berat, kalau tidak
ada spirit for life berbahaya untuk orang itu karena orang akan menjadi
Mati Sajroning Urip (Mati dalam hidup). Tenung berbahaya karena tidak
kelihatan tetapi menentukan.
Termasuk Nafsu Daging / Nafsu Makanan : amarah.
Termasuk Nafsu Darah / Nafsu Keinginan : keserakahan, nafsu balas
dendam, ilmunya untuk negatif.
Termasuk Nafsu Perut : nafsu syahwat, nafsu makanan.
Mati Nafsu Daging itu sudah tidak ada nafsu keinginan duniawi.
Mati Nafsu Darah itu sudah tidak ada keinginan akan suatu makanan
tertentu.

Matinya Nafsu darah akan membuat orang punya daya Kuat Angkat
Junjung Drjad (bisa mengangkat manusia dari kegelapan).
Tuhan kecil --> membuat nafsu menjadi dayanya --> daya mistik.
Tapa Babakan Hawa Songo : menjaga 10 tempat keluarnya nafsu (apa-
apa yang mem-bangkitkan nafsu lewat 10 tempat jangan diindra). -->
Jika dilatih maka maksudnya adalah untuk bertemu dengan Tuhannya.
Tempat-tempat nafsu yang harus diperhatikan :
1. Hidung.
2. Mulut.
3. Mata.
4. Kuping.
5. Tenggorokan.
6. Ulu hati.
7. Pusar.
8. Di bawah pusar.
9. Dekat dubur.
10. Kepala.
Antara 1 - 4 harus benar-benar dijaga.

2.6 Zat-Zat Pemberian Allah Kepada Manusia.
Zat-zat pemberian Allah pada manusia yang dayanya dapat digerakkan
sebagai daya spiritual adalah :
1. Astral Magnetisme.
Zat yang mempunyai magnet yang berhubungan dengan
daya Alam Astral yang dapat membuat manusia masuk ke Alam Astral
(Alam Gaib).
Astral Magnetisme tampak berada di bawah kulit (Astral
Magnetisme tidak sampai menembus kulit, ukurannya lebih kecil dari
badan manusianya).
Di saat manusia itu diam / Manter maka dari dalam tubuhnya
akan mengeluarkan / menggerakkan zat Astral Magnetisme, dari zat
tersebut maka mahluk halus akan takut (karena panas).
Ilmu Kanuragan bersumber pada pengolahan Astral
Magnetisme.
2. Kriyasakti / Griyasakti.
Zat yang berkarya / bekerja dan bersifat sakti (Kriya = karya,
Sakti = sakti), yang dapat membuat manusia mempunyai sifat sakti.
Pusat kekuatannya pada kedua bokong kiri dan kanan (di
dalam lubang kiri dan kanan dari tulang pinggul).
Jika kriyasakti bergerak maka akan ada rasa panas.
Penggunaan di dalam tubuh :
1. Zat ini dapat membuat manusia imun / kebal terhadap
bermacam penya-kit.
2. Mengubah makanan menjadi ampas (kotoran) dan zat-zat
makanan yang
diserap tubuh / memberikan zat makanan kepada tubuh.
Penggunaan di luar tubuh :
Bisa sangat berbahaya, dapat diarahkan untuk yang positif
dan negatif :
ƒ{ Diarahkan positif : Menggerakkan daya untuk kesembuhan
sendiri / orang lain (fungsi spiritual).
ƒ{ Diarahkan negatif : Dapat mengakibatkan hal yang panas,
sakit pada tubuh orang yang dituju maupun orang yang menggerakkan
daya tersebut.
3. Kundalini.
Zat yang sifatnya mengendalikan atau mempunyai kekuatan
untuk mengendalikan segala sesuatu (mahluk hidup, alam sekitar) di
luar tubuh manusia.
Di dalam tubuh kundalini berfungsi untuk mengendalikan
peredaran di dalam tubuh manusia.
Daya mengendalikan ini sifatnya mencapai jangkauan :
1. Scope yang luas.
2. Jangkauan yang jauh.
3. Mempengaruhi yang dituju.
4. Sifatnya pasti positif.
Kundalini tidak akan berfungsi sepenuhnya (berfungsi
spiritual) jika orangnya tidak bisa masuk ke bawah sadarnya (orangnya
tidak bisa sesadar-sadarnya).
Zat ini berada di sekitar anus.
Jika kundalini bergerak maka akan ada rasa dingin.
4. Rahsa.
Rasa sejati yang ada di Dhat Allah yang letaknya pada
jantung manusia, daya yang tak pernah ingkar dan sifatnya selalu benar.
Dapat membuat manusia mempunyai rasa / insting yang
tajam.
5. Roh.
Daya yang membuat manusia dapat berhubungan dengan
Alam Roh / Alam Arwah.
Motornya (daya penggeraknya) adalah Kundalini.
Contohnya : Mimpi bertemu leluhur.
Supaya Roh yang ada pada diri kita bisa berfungsi secara
spiritual dan dapat masuk ke Alam maya (vertikal) maka harus dengan
jalan berpuasa sampai kira-kira 2 jam sebelum waktu berbuka puasa
tiba sebaiknya digunakan untuk melakukan permohonan.
Semua zat-zat pemberian Allah sifatnya positif.
Jika zat-zat tersebut dilepas keluar tubuh maka akan terjadi
- Jika Astral Magnetisme lepas dari badan maka akan menciptakan
gambaran sesu-ai daya cipta / fikiran (membentuk bayangan).
Fikiran hanya bisa horizontal dan terbatas jaraknya.
- Jika Kriyasakti dengan Roh lepas dari badan maka bisa untuk
mengobati orang lain dalam jarak yang jauh.
- Jika Kundalini dengan Roh lepas dari badan maka bisa untuk
mengobati orang lain dalam jarak yang jauh sekali (lebih jauh dari
Kriyasakti dengan Roh).
- Jika Roh saja lepas dari badan maka orangnya akan seperti terkena
hipnotis-me.

2.7 Pengolahan Zat-Zat Pemberian Allah.
Pengolahan Kundalini :
1. Pengolahan secara khusus dengan menggerakkan daya dari
cakra-cakra yang ada
sampai tembus keluar melalui ubun-ubun.
2. Pengolahan untuk menggerakkan cakra ke 1 sampai ke 13
harus didampingi guru, agar dapat memberikan pengarahan dan
membantu jika terjadi masalah atau kemacetan di dalam salah satu
cakra. Jika tidak didampingi guru dapat mengakibatkan hal yang fatal.
3. Harus membatasi makanan, keadaan perut tidak terlalu
kenyang dan tidak kosong, makanan harus yang lembut dan tidak
merangsang.
4. Menjaga kondisi fisik untuk tenang dan ruang gerak tubuh dibatasi.
5. Mematikan 4 nafsu manusia, kondisi nol pasrah kepada Yang Maha
Kuasa.
Jika cakra 7 belum terbuka maka kundalini akan terhambat, akan ada
arus balik.
Untuk mempermudah gerak kundalini mencapai cakra 7 dengan cara
menempelkan lidah ke langit-langit mulut (= cethak).
Penyakit yang bisa diakibatkan oleh pengolahan kundalini adalah
ambeien.
Kondisi saat pengolahan untuk menggerakkan Kundalini bergabung
dengan Kriyasakti menyatu dengan Cakra 4 (Nur Cahaya) dan Cakra 13
(Atom Allah) :
1. Harus membatasi makanan, keadaan perut tidak terlalu
kenyang dan tidak kosong, makanan harus yang lembut dan tidak
merangsang.
2. Menjaga kondisi fisik untuk tenang dan ruang gerak tubuh
dibatasi (menurut Lobsang Rampa : dibatasi 2 x 2 meter).
3. Jangan banyak memikirkan masalah dunia, pasrah kepada
Yang Maha Kuasa, mengosongkan diri (kondisi nol).
4. Mematikan 4 nafsu manusia dan nafsu birahi (hubungan intim).
5. Harus didampingi guru yang mengerti dan bisa membantu.
Semua kondisi di atas harus dijaga agar kondisi semua cakra dapat
berjalan dengan lancar sehingga tidak mengakibatkan sakit yang fatal.
Penyakit yang kemungkinan timbul adalah dada nyeri, penyempitan
jantung, gangguan pernafasan / tenggorokan, mata rabun, telinga tuli,
jika berpengaruh pada otak : stroke, kelumpuhan dan lain-lain.

Zat lain di manusia yang juga berfungsi spiritual : Bayu, Kelenjar Tubuh,
Zat Bening.

Pembagian ilmu Gaib (berdasarkan sumber dayanya) :
A. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme
Pribadi).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan pernafasan.
Dengan ilmu ini bisa dipergunakan untuk :
- Melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang sifatnya
gaib serta berhu-bungan dengan Alam Roh.
- Menundukkan orang lain.
Dengan mengolah pernafasan kita bisa mengadakan kontak
dengan Alam Arwah(dengan Alam Malakut tidak bisa) dalam
batasan mendengarkan pesan / dawuh.
B. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan mantra-mantra atau juga
menarik daya kekuatan dari keramat. Pesan Wali Songo :
Janganlah kita masuk ke dalam ilmu ini karena nantinya kita
akan susah ditarik keluar dari ilmu ini.
C. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
Ilmu bergerak menurut will kita dengan menggunakan pernafasan.
Will bisa digabung dengan cakra 6 (daya cipta) dan cakra 4
(nur) maka akan menjadikan ilmu sihir yang hebat seperti
memindahkan barang-barang dan lain-lainnya.
Will adanya di Tulang Dada.
D. Intuitie / Intuisi (Kebakatan).
Ilmu ini didapat dari keturunan dan tidak dapat dengan sengaja
untuk mempelajarinya.
Macam-macam Intuisi :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) : Intuisi yang
paling tinggi.
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
Merupakan daya puncak dari Atman.
2. Intuisi Wahyu : Tanpa disengaja nyeletuk/berbicara dan
jadi/benar (bawah sadar)
3. Intuisi Qasaf : Kebakatan melihat dan mendengar yang gaib
tanpa latihan.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus : Mendapatkan jalan keluar dari suatu
persoalan.

Ilmu dari leluhur bisa menurun pada keturunannya, sehingga
keturunannya tanpa belajar bisa mempunyai ilmu. Ini terjadi
karena kita dibentuk oleh leluhur, atom-atom (termasuk ilmunya)
diturunkan pada keturunan. Bentukan leluhur tidak mungkin bisa
dilepaskan begitu saja.
Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi miliknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul
lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi
miliknya lagi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak
mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah
mendapatkan pusaka itu.
E. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa).
Mendapatkan kuasa dari Tuhan sendiri.
Ilmu ini didapat dari jiwa yang mempunyai pengabdian terhadap
sesama secara terus-menerus tanpa adanya pamrih.


Pembagian Ilmu Menurut Tingkatannya / Tataran Ilmu.
Ada beberapa versi dari tataran / tingkatan ilmu :

Tataran Ilmu Islam.
Dalam agama Islam tataran ilmu ada 5 :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.

Tataran Ilmu Jawa.
Dalam Ajaran Jawa tataran ilmu Jawa ada 5 :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
- Mayonggo Kresno (Bayangan orang berwarna hitam) : Jiwa masih
belum puas
terhadap dunia.
- Mayonggo Seto (Bayangan orang berwarna putih): Jiwa masih
belum puas terhadap ilmu.
Mayang = bayang / bayangan, Nggo = Katon onfiltered= wujud.
Mayonggo = Mayang + Nggo = Mayang (bayang) wujud.
Kresno = Hitam, Seto = putih.
Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut Gandrung.
Orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat
tinggi disebut
Gandring. Orang yang merindukan pendekatan dengan Allah dan
juga berikut amalannya maka disebut sedang Gandring.
2. Urip Awor Gaib.
Harus diperhatikan siapa yang mengendalikan / membisiki, bisa
dari :
- Gaib Tuhan.
- Mahluk Halus.
Bisikan mahluk halus inilah yang dalam istilah Jawanya :
Kerep ajak-ajak ora Perang Brotoyudo joyo binangun,
yang berarti : sering mengajak untuk tidak memerangi hawa
nafsu (= perang Brotoyudo = melewati jembatan Shiraathal Mustaqiim)
untuk mendapatkan kejayaan (Joyo Binangun) / keme-nangan
(Surat Al Fat'h).
Ini yang harus dilawan dengan Karno Tanding.
3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding =
Hampribadi.
Karno = telinga, Tanding = melawan. Yaitu melawan bisikan-
bisikan mahluk halus lewat telinga yang Kerep ajak-ajak ora
Perang Brotoyudo joyo binangun.
Disini orang dilewatkan jembatan Shiraathal Mustaqiim (sesuai
Surat Al Ma'ariij = Tangga-Tangga Untuk Naik) dimana yang
dinaikkan adalah Dhat.
4. Mandireng Pribadi = Makrifat (dalam bidang apa).
(Pangruwating Diyu (meruwat darah sendiri)).
5. Menghayu Hayuning Bawono.
(Mengorbankan kepentingan diri-sendiri untuk orang banyak
(harus didasari oleh pengabdian yang tulus ikhlas)).

Jalan Allah.
Jalan Allah itu :
1. Manunggaling Kawulo Gusti.
Kodenya adalah angka 2.
2. Marifat pada 7 bidang, maksudnya cenderung mencintai ketujuh
bidang terse-but.
3. Marifatullah, maksudnya sudah bisa mendayagunakan (bukan
mencintai lagi) ketujuh bidang marifat tersebut.
Bila manusia sudah manunggal dengan dengan dhatullah ia bisa
manunggal dengan alam semesta artinya manunggal dengan atom-
atom dari zat mutlak Allah maka manusia itu sama dengan Batoro
Wisnu.
Batoro Wisnu adalah keadaan manunggal dengan zat mutlak Allah
plus dapat mendayagunakan atom-atom hidup yang ada di alam /
udara ini.
Wisnu itu apa yang diucapkan jika sifatnya positif akan jadi,
syaratnya orangnya harus tidak emosi (sabar).
Di dalam sejarah yang sudah Nunggal adalah Prabu Erlangga dan
Prabu Hayam Wuruk.
4. Lebih tinggi dari Marifatullah yaitu sudah bisa mendayagunakan
atom-atom hidup yang ada di udara ini dengan menggerakkan atom
yang maha ghaib yang ada pada badan manusia itu sendiri. Bila
sudah berhasil mendayagunakan atom dari Energi Yang Maha Gaib
maka dapat disebut Marifat Dari Makrifatullah (Makrifating
Makrifatullah)
Bila manusia sudah manunggal dengan atom yang maha gaib maka
manusia itu lebih tinggi dari Batoro.
Prana Sakti adalah gabungan daya prana udara dan bumi dengan
daya Cakra 13.
Prana Yama (Tinarbuko) adalah orang mengalami Kebangkitan
Kristus / Kebangkitan Roh Allah / Kebangkitan Sang Hyang Nur
Cahyo dengan mematikan nafsu daging dan nafsu darah, dalam Al
Qur'an dijelaskan dalam Surat Al Qiyamah (Kebangkitan) sedangkan di
Al Kitab dengan ayat : Yesus bangkit di antara orang mati (mati
nafsu daging dan nafsu darahnya). Sang Hyang Nur Cahyo = Nur
Illahi = Allah sendiri.
Tuhan memberikan Kesanggupan kepada setiap orang asalkan
manusianya mau memenuhi persyaratannya yaitu menjadi Abdi
Kemanusiaan tanpa pamrih.
Para pertapa bisa mematikan nafsu daging tetapi dia tidak bisa
mengabdikan diri untuk umat manusia, oleh karena itu para
pertapa itu tidak mendapat Kebangkitan seperti hal Kristus yang
dipercayai oleh umat nasrani. Dengan mendapat Kebangkitan Roh
Kristus maka akan mempunyai daya Karunia Rohul Kudus Kuasa.
Wali Nunggal disebutkan dalam cerita buadya Jawa adalah yang
disebut keseluruhan badannya bagaikan Tuhan sendiri yang
menampakkan dirinya :
- Badan di dalam manusia ini adalah ayat-ayat dari Kitab-
Kitab Suci.
- Tangannya adalah bagaikan tangan Tuhan.
- Dengan segala actionnya tidak perlu dengan ucapan /
membaca doa.
- Diibaratkan Atom-Atom Hidup sebagai pecahan dari Zat
Mutlak Allah su-dah menempel di dalam badannya.
Manusia ini punya daya :
- Dapat membuat tanah tandus menjadi subur (daya Dhat, Nur
dan Otak Bu-dhi).
- Dapat membuat manusia yang sudah meninggal hidup kembali
(daya Dhat dan Nur).
- Dapat meyembuhkan orang sakit tanpa perlu dia hadir di
tempat itu.
dengan cara mengaktifkan atom-atom hidup yang ada di udara
dan tanah.
Syaratnya manusia tersebut harus punya rasa pengabdian dan
kemanusiaan.
Semboyannya :
- Untukku Tuhan Maha Tahu tetapi untuk mereka yang belum
tahu perlu aku mohonkan kepada Tuhan untuk
mereka.
- Vertikal : pasrah kepada Allah dan horizontal :
mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain (Hablun
Minan Allah Wal Hablun Minan Naas).
Bila kita dapat membangkitkan keikhlasan / kepasrahan di
dalam kehidupan maka yang didapat adalah suatu daya yang
dahsyat.






Pengetahuan Umum [4]

Pada umumnya ada yang berpendapat untuk Tapaning Alas Ketonggo namun
tidak menge-tahui maksud dan arti yang lebih luas dari kata "Tapaning
Alas Ketonggo".
Tapaning Alas Ketonggo pengertiannya adalah tapa di katon onggo. Jadi
pengertian dari Tapaning Alas Ketonggo sama dengan pengertian
dari "Tapaning Ngaurip".

Beberapa tapa yang salah pengertian :
- Tapa Ning Alas Ketonggo (Bertapa di hutan Ketonggo).
Pengertian yang lebih luas adalah Tapa Ning Katon Onggo (Bertapa
di badan yang kelihatan) yaitu Tapa Ning Nga Hurip.
- Tapa Ngemis (Bertapa dengan menjadi pengemis yang meminta-minta).
Pengertian yang lebih luas adalah ngemis atau minta welas asih
Tuhan dengan
membawakan pemurah, pengasih dan penyayang (Cinta Kasih) untuk
bertemu dengan Tuhan agar bisa berdialog dengan Tuhan, minta
cinta kasih supaya diberi.
Dalam ngemis itu batin seseorang menangisi, meratapi kedekatan
Allah (Tuhan
tidak bisa didekati dengan kesenangan melainkan harus diratapi
kedekatannya).
- Bertapa menyepi di goa-goa / hutan-hutan.
Dengan tapa ini bisa mematikan nafsu darah tetapi tidak bisa
mendapatkan
Kebangkitan Kristus karena tidak bisa menjadi Abdi Kemanusiaan.
- Tapa Manglantur.
Yaitu bertapa tidak makan tidak minum sehingga berubah menjadi
badan etheris.
Untuk meluhurkan nafsu terhadap makanan bukan dengan tidak makan
tidak minum tetapi dengan tidak mengikatkan diri kepada makanan
tertentu, asalkan makanan itu sehat kita makan, tidak harus
jenis makanan tertentu saja.

Siapa yang berhasil lulus dari Tapaning Ngaurip maka akan mendapatkan
firasat atau roso yang tajam terhadap getaran atau daya yang ada di
sekitarnya.

Pengertian Melek / Manter.
Jika kita bisa tidak tidur (melek / manter) dari jam 0.00 sampai
subuh maka itu sama dengan melakoni / melakukan Tapaning Ngahurip.
Dengan melek itu kita bisa mendapatkan jalan keluar sehingga seluruh
persoalan keluarga bisa diatasi. Doa orang Jawa pada saat kesusahan :
Duh Gusti, Dosa Menopo Tasih Melepet Dateng Kawulo, Kok Taseh
Pinaringan / Pikantuk Ujian Lan Coba Dateng Kawulo Koyo Meniko (Ya
Tuhan, dosa apa yang masih melekat pada hamba, sehingga masih
mendapatkan cobaan pada hamba seperti ini).
Kabegjan yang sebenarnya adalah mendapatkan wejangan : ilmu untuk
hidup, bukan dilihat dari rejeki sifat duniawi.
Lambangnya Nabi Isa adalah will / cita-cita / kareb / kemauan.
Dalam melek itu willnya harus kuat, baru bisa membuka jalan. Will
adanya di tulang dada, motornya Nur. Yang ingin menjadikan sesuatu
itu wujud / tercapai adalah kareb / will yang membuka jalan. Kareb /
Will harus mantap, selama will kita lurus di jalan Tuhan pasti Allah
akan mengabulkan cita-cita kita (bila orang mempunyai kemauan maka
akan ada hasil). Mulane nek kowe nduwe kareb kudu sing mantep (Karena
itu jika kamu punya niat harus yang mantap).
Cita-cita jangan pagi-sore, harus mantep dalam panyuwune /
permohonannya.
Di dalam menjalani hidup dan tafakur / manter (Kang Jumeneng-aken
Roso Sejati = mendudukkan rahsa di singgasananya) yang penting
adalah :
- Mantep ing pikir.
- Mantep ing batin.
- Mantep ing karep (will).
Dengan kita melek adalah belajar untuk mendapatkan daya di bawah
sadar.
Dengan melek itu diharapkan agar bisa berlaku : Aku Ora Ono, Sing Ono
Sing Nyipta-ake Aku (aku tidak ada, yang ada yang menciptakan aku),
agar nantinya bisa berdialog dengan Tuhan.
Pada tingkat pertama : Manunggaling Kawulo Gusti.
Tingkatan kedua : Gusti Manunggal Karo Zat Mutlak Allah.
Istilah diam dari jam 0.00 sampai beduk subuh disebut Semar Maneges
(Semar Berdiam Diri). Maneges Marang Gusti artinya berdialog dengan
Tuhan. Orang yang kuat di dalam Maneges akan punya daya kuat Angkat
Junjung.

Dengan melek kita bisa merasakan perubahan getaran yang turun pada
malam hari dalam selang waktu : jam 0 s/d 1, jam 1 s/d 2, jam 2 s/d
4, jam 4 s/d 6.
Perubahan / perbedaan ini bisa dirasakan dengan menghidupkan roso.
Mengetahui Sejatining Kahanan dengan roso sejati.
Menurut Ajaran Wali Songo tiap-tiap selang waktu tadi adalah saat
yang paling baik untuk suatu hal (tiap selang waktu berbeda-beda
halnya).
Misalnya selang waktu jam 2 s/d 4 paling baik untuk berdoa (Shalat
Tahajud).

Untuk dapat mengetahui pribadi kita sendiri maka lakunya Bertafakur
(seperti tidur akan tetapi kita masih sadar).
Dalam Pepatah Jawa : Sak Jerone Ngaliyep Ketemu Ning Pribadine atau
Sak Jerone Ngaliyep Ing Kono Jumuduling Pribadine (dalam keadaan
seperti tidur tetapi masih sadar (Ngaliyep) disitulah muncul / bangun
pribadinya).

Pengertian Semedi.
Semedi yang benar adalah semedi yang menuju nol / kosong fikiran
yaitu melepaskan fikiran-fikiran yang sifat duniawi agar bisa ketemu
titik sehingga orang tersebut menuju keheningan (Hening).
Belajar menuju nol (ngenol) adalah belajar untuk tidak menanggapi
walaupun melihat / mendengar / merasakan dan belajar untuk melepaskan
nafsu keinginan du-niawi.
Nol / Kosong Pikiran adalah tidak memikirkan hal-hal yang bersifat
dunia agar bi-sa ketemu titik.
Marifat adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik ini
sudah ber-fungsi.
Marifatullah adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik
tersebut da-pat mendayagunakan atom-atom hidup.
Marifat Dari Marifatullah adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik
dimana titik tersebut dapat mendayagunakan atom-atom dari enersi yang
maha gaib.

Ilmu bisa didapatkan dengan mengenolkan diri, tidak perlu serius,
sambil bercanda (seolah tidak ada apa-apa padahal ada apa-apa, seolah
ada apa-apa padahal tidak ada apa-apa).

Pengertian Ilmu Suhud.
Ilmu Suhud / Hakekat Ilmu Suhud adalah tanpa belajar bisa mendapatkan
suatu daya / ilmu yaitu dengan membawakan sifat-sifat cinta kasih
sehingga cakra-cakra ter-buka maka bisa menekan nafsu-nafsunya supaya
turun dan bisa dikuasai, kemudian mematikan nafsu-nafsunya.

Pengertian mendapat Karomah.
Karomah adalah daya yang sifatnya dari ilmu.
Jika orang berangan-angan ingin mendapatkan daya ilmu maka orang
tersebut bisa dikatakan mendapatkan Karomah.
Karomah merupakan hasil pengolahan pribadi.

Pengertian Paranormal.
Paranormal adalah sesorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakat-
zakatnya dari yang ke 1 s/d ke 3 (Badan dan Raga, Hati dan
Budi, Nafsu).
2. Sudah dapat menggerakkan daya yang dimilikinya untuk mengadakan
kontak de-ngan Alam Arwah, menerima dawuh-dawuh yang sifatnya
untuk kebaikan.
3. Sikap-sikapnya menunjukkan tasawuf hidup tersebut dan sudah
tidak didasar-kan atas nafsu dunia.
4. Mendapatkan daya-daya dari kekuatan-kekuatan yang sifatnya
horizontal.
5. Dalam mengobati orang biasanya mengalami benturan karena
dayanya bersifat
horizontal.
6. Mendayagunakan Cakra 4, Cakra 6 dan Ucapan.

Pengertian Spiritual.
Spiritual adalah seseorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakat-
zakatnya dari yang ke 1 s/d ke 5 dan melaksanakan syarat-syarat
sebagai Ahli Sorga.
2. Sudah dapat menerima spirit dari spirit Beliau-Beliau yang
sudah berada di Alam Malakut (orang seperti ini disebut
Inkarnasi).
3. Sudah mampu menggerakkan daya yang dimilikinya untuk memohonkan
kepada Allah agar diberikan mukjizatNya guna menyembuhkan orang
dari sakit atau keadaan yang sakit, juga menerima pesan dari
leluhur tentang suatu keadaan.
4. Mendapatkan daya dari kitab-kitab suci dengan mempelajari hal-
hal yang ter-sirat di dalamnya.
5. Dalam mengobati orang tidak mengalami benturan karena dilakukan
dengan cara menaikkan penyakitnya.
6. Mendayagunakan Cakra 4, Cakra 6 dan Cakra 13 sebagai motor /
penggeraknya.
Seorang spiritual harus banyak membaca buku-buku pengetahuan
sebagai penambah pengetahuan ilmiah. Seorang spiritual
mengharapkan agar (Topnya spiritual) bisa mendapatkan spirit
dari Beliau-Beliau yang ada di sisi Allah karena Beliau-Beliau
sudah mendapatkan energi dari Aku dan bisa mewujud.

Pengertian Manunggaling Kawulo Gusti.
Kodenya adalah angka 2.
Manunggaling Kawulo Gusti belum tentu dapat memancarkan Atman karena
masih ada nafsu.
An Naas = manusia yang sudah Manunggaling Kawulo Gusti.
Is = manunggal, Lam = badan kita, Islam = Manunggaling Kawulo Gusti.

Pengertian Hakekat.
Hakekat adalah suatu keadaan dimana seseorang sangat merindukan untuk
bertemu Tuhannya.
Seseorang yang mendapat spirit dari Beliau dan dengan rasa sejatinya
dapat menemukan Tuhannya dengan caranya sendiri.
Untuk dapat bertemu dengan Tuhannya maka orang harus mencapai
makrifat.

Pengertian Makrifat.
Pondasi Makrifat adalah membawakan sifat utama Allah yaitu Pemurah,
Pengasih dan Penyayang / Ar Rakhman Ar Rakhiim (= Cinta Kasih).
Daya untuk menolong orang lain dengan pondasi Cinta Kasih adalah
dengan cara Makrifat, bukan dengan kekuatan fisik. Orang yang
membawakan Cinta Kasih namun belum Makrifat adalah bagaikan orang
yang lemah.
Makrifat adalah suatu kondisi berlandaskan agama (dengan pondasi
cinta kasih) dimana paling minim (paling sedikit) sudah Manunggaling
Kawulo Gusti berdaya untuk menolong orang lain dan cenderung
mencintai salah satu bidang yang termasuk dalam 7 bidang-bidang
makrifat.
Makrifat adalah seseorang yang cenderung bersikap mencintai salah 1
bidang dari 7 Bidang Makrifat :
1. Ilmu dan Kebijaksanaan (Science and Wisdom).
2. Kebaikan.
3. Kebenaran.
4. Kelurusan di jalan Tuhan.
5. Keadilan di dalam Tuhan.
6. Kejujuran dan kesetiaan pada perkimpoian.
7. Ilmu-ilmu gaib dari Tuhan dan Kerajaan Allah.

Untuk masuk makrifat maka ia harus secara terus-menerus mengamalkan
setiap satu bidang selama 1 tahun, 7 bidang berarti 7 tahun secara
terus-menerus.
Jika seseorang telah menguasai salah satu bidang makrifat maka iapun
dapat me-ngendalikan daya bidang tersebut.
Sebagai contoh seseorang mencintai bidang ke 2 yaitu kebaikan,
dimanapun ia bera-da selalu membawakan kebaikan, maka dapat
memohonkan kepada Tuhan agar sekeli-lingnya menjadi bersikap baik
juga sehingga dapat mengalahkan yang tidak baik.
Kita sedapat mungkin harus mencintai salah satu bidang makrifat dan
mengusahakan agar daya yang dimiliki dapat menjadi kenyataan.
Seorang sudah Makrifat sempurna bila sudah berhasil menguasai (bukan
lagi mencin-tai) ke 7 bidang makrifat (sudah makrifat dalam 7 bidang).
Ciri-ciri orang yang mencintai bidang-bidang Makrifat :
1. Orang yang mencintai bidang science and wisdom
2. Orang yang mencintai bidang kebenaran, bentuk mukanya bulat.
3. Orang yang mencintai bidang ilmu-ilmu gaib dari Kerajaan Allah.

Shadiqul Wa'd sudah manunggal dengan induknya, itu adalah Makrifat.
Makrifat dalam pewayangan adalah tingkatan yang dimiliki oleh Satria
(seperti Arjuna ).

Pengertian Makrifatullah.
Makrifatullah adalah seseorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakat-
zakatnya dari yang ke 1 s/d ke 5, melaksanakan syarat-syarat
sebagai Ahli Sorga dan menguasai 7 bidang Makrifat serta
berhasil mematikan Nafsu Daging dan Nafsu Darahnya.
2. Sudah mampu menyentuh Zat Mutlak Allah (Titik Nol).
Nol adalah suatu kode bahwa orang harus kosong, tidak
memikirkan urusan-urusan dunia sehingga ia mampu menggerakkan
Zat Mutlak Allah yang terdiri dari 6 jenis Atom Hidup.
Atom-atom Hidup ada 6 macam :
a. Atom Hidup Energi.
Yaitu energi dari alam sekitar : energi panas, bunyi,
cahaya, medan lis-trik dan elektromagnetik.
b. Atom Hidup Roh.
Yaitu dapat menggerakkan rohnya sendiri untuk mengadakan
kontak dengan Alam Roh / Arwah.
c. Atom Hidup Tiap-tiap Kejadian.
Yaitu dapat untuk mengetahui kejadian yang telah terjadi
maupun yang akan terjadi dan dapat mengetahui yang
terselubung serta dapat mewujud-kan kejadian (peristiwa).
d. Atom Hidup Hayat.
Yaitu dapat memohonkan pada Tuhan hayat hidupnya atau cita-
cita hidupnya (Doa).
e. Atom Hidup Pikiran.
Yaitu jika memanfaatkan daya alam maka dapat menangkap /
mengetahui dan mempengaruhi pikiran orang meskipun
berada di tempat yang jauh.
f. Atom Hidup Mencapai Tujuan (Atom Tujuan).
Yaitu untuk mencapai tujuan hidupnya.
Makrifatullah adalah suatu keadaan dimana orang sudah menyatu dengan
Zat Mutlak Allah dan bisa mendayagunakan pecahan dari Zat Mutlak
Allah yang berupa Atom-Atom Hidup yang memenuhi atmosfir.

Alam dimana Zat Mutlak Allah berada disebut Alam Brahman.
Wanita di dalam tingkatan spiritual tidak dapat mencapai tingkat
Marifatullah, karena wanita di dalam hidupnya mendapatkan menstruasi
(masih kotor). Nanti walaupun wanita sudah tidak mendapatkan
menstruasi, tetap wanita tidak bisa mencapai tingkatan Marifatullah
karena faktor umur sudah tidak sanggup mencapai tingkatan tersebut.
Oleh karena itu maka tingkatan wanita di dalam kespiritualan yang
paling tinggi berada pada tingkatan Hakekat.

Brahmana.
Brahmana adalah sebutan bagi orang yang telah mampu menyentuh zat
mutlak Allah yang ada di alam Brahman atau dengan kata lain mampu
mengadakan kontak dengan jiwa universil dari alam yang ada di atas.

Atman.
De Atman is de getuige van de individueele geest en van zijn
werkingen. Hij is absolute kennis.
Atman adalah : Jiwa individu manusia itu sendiri yang sudah kembali
ke mikro manusia (jiwa manusia seutuhnya / sejati) yang jika memancar
maka dapat mengontak jiwa universil dari alam (Brahman) sehingga
menghasilkan :
- Jika ia seorang Nabi maka akan mendatangkan Wahyu atau Firman
Tuhan.
- Jika ia bukan Nabi maka dapat mewujudkan Sabda-Sabda Para
Leluhur.
Tempat daya yang bergerak adanya di Nur Allah dan Jantung / Dhat
Allah.

Daya dari Kuasa Atman :
- Mendapatkan kehalusan budi.
- Dapat melihat cahaya yang tidak terlihat oleh mata dunia.
- Dapat melihat yang tersembunyi meskipun tidak berada di tempat
tersebut.
- Dapat mengerti dan melihat suatu kejadian yang lalu maupun yang
akan datang.
- Dapat memohon alam semesta bergerak.

Karena ketidaktahuannya manusia sering menyatakan dirinya dengan
nafsu, mempergunakan daya ciptanya untuk hal-hal yang negatif dan
biasanya manusia meskipun salah akan merasa benar karena sudah ada /
menikmati bukti-bukti keampuhan daya yang diciptakan oleh nafsunya.
Hanya Daya Atmanlah yang dapat mendobrak dan menjelaskan
ketidaktahuan manusia, jika bukan Atman tidak akan kuat atau tembus
sehingga dapat merubah orang tersebut agar menggunakan daya ciptanya
untuk perbuatan yang positif sehingga akan selamatlah ia dari
kegelapan.
Orang yang dalam Kuasa Allah mampu menolong orang lain disebut Maliki
Naas dan Illahi Naas adalah Tuhan yang ada pada setiap manusia, Dia
mempunyai kuasa untuk menggerakkannya.
Atman keluar / memancar dari daya kejiwaan / jati diri seseorang
(individueele geest) yang mempunyai jiwa pemurah (mengorbankan
kepentingannya untuk orang lain), merupakan perpaduan daya dari Otak
Budhi dan Shadiqul Wa'd yang memancar. ---> individueele eisch
(syarat individu).

Daya Atman seseorang dapat dipakai untuk :
- Melepaskan seseorang dari keterikatan terhadap sesuatu yang
sifatnya hori-zontal.
negatif (perilaku negatif, keramat dsb).
- Membentuk orang menjadi wise / bijaksana.
- Membuat seseorang / keluarga yang selalu dalam kegelapan menjadi
terang dan bercahaya.

Atman bisa memanggil roh-roh halus yang dipuja (keramat) supaya
datang dan sujud.
Atman otomatis membawa watak dan sifat orangnya yaitu membawakan
Cinta Kasih dalam pelayanan.

Daya Atman keluar melalui jantung (cakra 13) dan ulu hati (cakra 4)
yang diarahkan oleh dahi (cakra 6).
Sifat dari daya Atman lebih banyak horizontal (untuk duniawi).
Dasar / pondasi keluarnya daya Atman adalah manusia harus wisdom /
bijaksana dan pemurah (sesuai Surat Ar Rakhman).
Daya Atman yang paling top adalah Intuisi yaitu bergabungnya daya
cakra 6, cakra 13 dan cakra 4 yang diarahkan vertikal sampai
menyentuh lapisan langit / zat mutlak Allah / alam dimana
berkumpulnya Sabda-sabda Tuhan dan Leluhur yang pada saat sampai di
bumi menjadi Firman Tuhan / Ayat Suci.
Di dalam ajaran Kejawen dari daya Atman dihasilkan : Sastro Jendro
Hayu Ningrat Pangruwating Diyu (Sastro = daya kanuragan, Jendro =
kesaktian) yaitu meruwat darah sendiri.
Atman adalah suatu pancaran yang dihasilkan dari cakra 13, dimana
cakra tersebut haruslah terbuka lebih dahulu yang mana daya dari pada
Atman itu sendiri tidak mengenal ruang batas (dapat mencapai
jangkauan yang jauh dan scope yang luas, yang sudah maupun akan
terjadi), dapat menembus universum tetapi tak dapat ditembus oleh
apapun dan dapat membuat segala sesuatu bercahaya sehingga tidak ada
lagi yang terselubung serta cahayanya dapat membuat mata menjadi
silau bagi orang yang sudah dapat melihatnya.

Agar dapat memancarkan dan mendayagunakan Atman, maka yang harus
dipahami dalam Al Qur'an adalah surat-surat :
1. Adz Dzaariyaat (angin yang menerbangkan).
2. As Sajdah (sujud).
3. Al Ghaasyiyah (kejadian yang dahsyat).

Untuk melepas seseorang dari belenggu ketidak tahuan karena elmu dan
juga membentuk seseorang menjadi wise, itu hanya bisa ditembus oleh
Atman.
Daya top dari Atman :
1. Menerima wahyu.
Seperti yang didapat oleh Nabi Muhammad SAW.
2. Melepaskan seseorang dari belenggu ketidak tahuan (keramat,
santet, dll).
3. Membuat sesuatu yang tadinya tidak bercahaya menjadi bercahaya.

Bila diartikan dalam bahasa Jawa, apa yang dihasilkan oleh Atman
yaitu "Sastro Jendro Wahyu Ningrat Pangruating Diyu". Sastro : Daya
kanuragan. Jendro : Kesaktian.
Hanya dengan Atman kita bisa menarik Payung Allah (Rakhmat Allah) &
Pimpinan Allah (dan inilah segala-galanya).
Atman hanya memancar dari manusia yang seutuhnya yaitu manusia An
Naas.
An Naas = manusia yang sudah Manunggaling Kawulo Gusti.
Atman = jiwa manusia sejati.
Brahman = jiwa universil dari alam.
Universum = alam semesta.
Hasil pertemuan Atman dan Brahman adalah Absolut Benar.
Contohnya : Ramalan Jayabaya dan Ronggowarsito.

Jika Nabi :
Hasil pertemuan Atman dan Brahman adalah (turunnya berupa) Sabda
Tuhan dan Firman Allah (Wahyu) yang dicatat dalam ayat-ayat suci,
dikumpulkan dalam kitab-kitab suci.
Jika bukan Nabi :

Jika Atman menyentuh Brahman maka :
- Akan mendapat Dawuh-dawuh yaitu keterangan dari leluhur-leluhur
yang sudah di sisi Allah (pengolahan oleh pusaka luk 17).
- Turunnya berupa Menghayu Hayuning Bawono.

Atman dapat melepaskan nafsu-nafsu yang ada di manusia.
Menurut Dr. Paryono : orang yang bijak adalah orang yang menyatu
dengan Atman.
Perbedaan antara Atman dengan Rohul Kudus Kuasa :
Atman : Dapat membuat orang yang tadinya tidak tahu (kegelapan)
menjadi tahu (terang).
Sifatnya : Untuk horisontal.
Landasannya : Harus membawakan sifat pemurah (Ar Rahman). Ar Rahman
belum tentu membawakan pengabdian akan tetapi hanya membawakan wisdom.
Namun Karunia Rohul Kudus sifatnya membawakan pengabdian.
Kalau Atman melepaskan belenggu dari ketidaktahuan (keramat, guna-
guna, santet, dll), maka untuk penyembuhannya dengan menggunakan
Karunia Rohul Kudus.
Bila keduanya digabungkan maka jadinya "Menghayu Hayuning Bawono"
(Membawakan keindahan Tuhan yang mana sudah indah dan akan menjadi
lebih indah).
Bawono = jagad, Buwono = jalan lurus.
Bawono : Bawono Ageng dan Bawono Alit.
Sebelum Menghayu Hayuning Bawono harus ayu bawono alit dahulu.
Adanya surat Ar Rahman karena dari surat ini dapat membuat /
membentuk mempunyai daya Atman.
Kalau Karunia Rohul Kudus sakit yang ditimbulkan adalah penyakit
jantung, maka kalau Atman sakit yang ditimbulkan kecuali penyakit
jantung juga sakit diulu hati serasa seperti bergetar.

Perbedaan Atman Dari Kitab Suci Dengan Atman Dari Yoga.
Perbedaan Atman dari Kitab Suci dengan Atman Dari Yoga adalah :

Atman Dari Kitab Suci :
1. Hasil dari : membawakan sifat pemurah, pengasih dan penyayang
(cinta kasih Tuhan) dalam amalan / pengabdian.
2. Skope : luas, bisa dibawa ke udara, bisa menembus universum.
3. Kekuatan dayanya : Bisa menembus Atman dari Yoga.
4. Sifatnya : Bersifat suci / Holly.
5. Geraknya : Daya Atman keluar melalui Jantung (cakra 13) dan Ulu
hati (cakra 4) yang diarahkan oleh Dahi (cakra 6).
6. Manfaatnya : Bisa untuk menyembuhkan dengan jarak yang jauh.

Atman Dari Yoga :
1. Hasil dari : latihan.
2. Skope : terbatas, tidak bisa dibawa ke udara, tidak bisa
menembus univer-sum.
3. Kekuatan dayanya : Tidak bisa menembus Atman dari Kitab Suci.
4. Sifatnya : Tidak ada sifat suci / Holly.
5. Geraknya : Menenangkan diri, menaikkan Nur dan Dhatullah masuk
ke Alam Tu-han dan menarik lalu memasukkan daya Allah ke dalam
dirinya.
6. Manfaatnya : Bisa untuk menyembuhkan tetapi jaraknya terbatas.

Perbedaan antara Atman dengan Karunia Rohul Kudus Kuasa adalah :

Daya Atman :
1. Dasarnya : Orang harus wisdom / bijaksana dan pemurah (Surat Ar
Rakhman).
2. Sifatnya : Untuk horisontal (sifat duniawi).
3. Turunnya : Berupa :
1. Wahyu / Firman Tuhan / Allah.
2. Dawuh / Sabda Leluhur.
4. Geraknya : Daya Atman keluar melalui Jantung (cakra 13) dan Ulu
hati (cakra 4) yang diarahkan oleh Dahi (cakra 6).
5. Penyakit yang ditimbulkan : kecuali penyakit jantung juga sakit
diulu hati serasa seperti bergetar.
6. Manfaatnya : Untuk melepaskan orang / keluarga dari belenggu
dari ketidak-tahuan / kegelapan karena ilmu.
7. Wadahnya : Orang yang menerima Daya Atman bisa banyak orang
pada 1 masa dan orang-orang itu tidak akan mendapatkan ujian
dan cobaan sampai akhir hayatnya.
8. Suratnya dalam al Qur'an :
1. Surat Adz Dzaariyaat.
2. Surat As Sajdah.
3. Surat Al Ghaasyiyah.
9. Sarananya : Pusaka Umyang Majapahit.
10. Skopenya : Umat manusia (Universum).

Karunia Rohul Kudus Kuasa :
1. Dasarnya : Pengorbanan dan pengabdian.
2. Sifatnya : Selalu vertikal.
3. Turunnya : Berupa Mukjizat.
4. Geraknya : Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa memancar dari Jantung
(Cakra 13) dan Ulu Hati (Cakra 4) arahnya vertikal dengan daya
Jantung lebih dulu / lebih tinggi untuk mencapai zat mutlak
Allah, sedangkan daya Ulu Hati mengadakan dan mewujudkan sesuai
dengan apa yang dimohonkan kemudian daya Jantung yang menghidupkan.
5. Penyakit yang ditimbulkan : penyakit jantung.
6. Manfaatnya : Untuk menyembuhkan orang / keluarga dari penyakit
akibat dari ketidaktahuan / kegelapan karena ilmu.
7. Wadahnya : Orang yang menerima Karunia Rohul Kudus Kuasa hanya
1 orang pada 1 masa dan orang itu akan mendapatkan ujian dan
cobaan sampai akhir hayat-nya.
8. Suratnya dalam al qur'an :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan).
2. Surat Al Furqan (Pembeda).
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
Kuasa Menyembuhkan : Surat Yaassiin.
Kuasa Mukjizat : Surat As Dzaariyaat.
9. Sarananya : Pusaka Sabdo Palon.
Kuasa Mukjizat sarananya : Pusaka Kanjeng Kyai Sumelang
Gandring.
10. Skopenya : Orang per orang.

Demikian beberapa pemikiran dari diskusi yang sering dilakukan oleh
KELOMPOK SEMAR MAKARYO.






























Memahami Pancasila
Sebagian besar masyarakat yakin bahwa Rumusan Pancasila dicetuskan pertama kali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, sehingga tanggal tersebut pernah dijadikan tonggak sejarah hari kelahiran Pancasila. Namun perkembangan jaman sempat memudarkan keyakinan itu. Pada era orde baru, ada pergeseran paradigma sejarah, sehingga peran Bung Karno sebagai pencetus pertama Pancasila sebagai dasar negara sempat menjadi dikaburkan. Hal seperti ini wajar, karena sejarah itu adalah history ( his story/cerita dia ), sehingga wajar saja jika peran seorang tokoh sangat bergantung pada kesan dan pesan subyektif si pembuat versi sejarah itu kepada tokoh yang akan diceritakan.

Upaya pengubahan orientasi serta paradigma sejarah Pancasila pada era orde baru sebenarnya membawa dampak positif terhadap citra Pancasila itu. Momentum kesaktian Pancasila, terlepas dari versi sejarah mana yang benar, disengaja atau tidak, justru mengangkat harkat Pancasila, karena terdapat kesan bahwa Pancasila itu dirumuskan oleh seseorang yang dianggap memiliki catatan negatif menurut anggapan yang beredar luas pada saat itu. Bahkan paradigma sejarah versi rezim orde baru yang menganggap bahwa rezim orde lama di bawah pimpinan sang pencetus rumusan Pancasila itu terlibat dalam pengkhianatan Pancasila, turut serta membersihkan pamor Pancasila.

Menjelang akhir dari kejayaan rezim orde baru, secara terbuka sudah mulai bermunculan pernyataan yang mempertanyakan Pancasila. Bahkan tidak sedikit yang membuat pernyataan anti sakralisasi Pancasila, dengan alasan bahwa Pancasila telah disakralkan oleh rezim orde baru.

WAHYU SAPTA WARSITA PANCA PANCATANING MULYA

Menurut sebagian dari faham ajaran spiritual Budaya Jawa, Pancasila itu merupakan bagian dari Wahyu Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya (Wahyu tujuh kelompok ajaran yang masing-masing kelompok berisi lima butir ajaran untuk mencapai kemuliaan, ketenteraman, dan kesejahteraan kehidupan alam semesta hingga alam keabadian/ akhirat ). Sementara itu ada tokoh spiritual lain menyebutkan Panca Mukti Muni Wacana yang hanya terdiri atas lima kelompok ( bukan tujuh ).

Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya itu terdiri atas :

1. Pancasila

Pancasila merupakan butir-butir ajaran yang perlu dijadikan rujukan pembentukan sikap dasar atau akhlak manusia.

1.1. Hambeg Manembah

Hambeg manembah adalah sikap ketakwaan seseorang kepada Tuhan Yang Mahaesa.

Manusia sebagai makhluk ciptaanNya wajib memiliki rasa rumangsa lan pangrasa (menyadari) bahwa keberadaannya di dunia ini sebagai hamba ciptaan Ilahi, yang mengemban tugas untuk selalu mengabdi hanya kepadaNya. Dengan pengabdian yang hanya kepadaNya itu, manusia wajib melaksanakan tugas amanah yang diemban, yaitu menjadi khalifah pembangun peradaban serta tatanan kehidupan di alam semesta ini, agar kehidupan umat manusia, makhluk hidup serta alam sekitarnya dapat tenteram, sejahtera, damai, aman sentosa, sehingga dapat menjadi wahana mencapai kebahagiaan abadi di alam kelanggengan ( akhirat ) kelak ( Memayu hayu harjaning Bawana, Memayu hayu harjaning Jagad Traya, Nggayuh kasampurnaning hurip hing Alam Langgeng )

Dengan sikap ketakwaan ini, semua manusia akan merasa sama, yaitu berorientasi serta merujukkan semua gerak langkah, serta sepak terjangnya, demi mencapai ridlo Ilahi, Tuhan Yang Maha Bijaksana ( Hyang Suksma Kawekas ).

Hambeg Mangeran ini mendasari pembangunan watak, perilaku, serta akhlak manusia. Sedangkang akhlak manusia akan menentukan kualitas hidup dan kehidupan, pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

1.2. Hambeg Manunggal

Hambeg manunggal adalah sikap bersatu. Manusia yang hambeg mangeran akan menyadari bahwa manusia itu terlahir di alam dunia ini pada hakekatnya sama. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh setiap insan itu memang merupakan tanda-tanda kebesaran Hyang Suksma Adi Luwih ( Tuhan Yang Maha Luhur ). Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk dari sikap ketakwaan seseorang adalah sikap hasrat serta kemauan kerasnya untuk bersatu. Perbedaan tingkatan sosial, tingkat kecerdasan, dan perbedaan-perbedaan lain sebenarnya bukan alat untuk saling berpecah belah, tetapi malah harus dapat dipersatukan dalam komposisi kehidupan yang serasi serta bersinergi. Hanya ketakwaan lah yang mampu menjadi pendorong tumbuhnya hambeg manunggal ini, karena manusia akan merasa memiliki satu tujuan hidup, satu orientasi hidup, dan satu visi di dalam kehidupannya.

Di dalam salah satu ajaran spiritual, hambeg manunggal itu dinyatakan sebagai, manunggaling kawula lan gustine (bersatunya antara rakyat dengan pemimpin), manunggale jagad gedhe lan jagad cilik ( bersatunya jagad besar dengan jagad kecil ), manunggale manungsa lan alame ( bersatunya manusia dengan alam sekitarnya ), manunggale dhiri lan bebrayan ( bersatunya individu dengan masyarakat luas ), manunggaling sapadha-padha ( persatuan di antara sesama ), dan sebagainya.

1.3. Hambeg Welas Asih

Hambeg welas asih adalah sikap kasih sayang. Manusia yang hambeg mangeran, akan merasa dhirinya dengan sesama manusia memiliki kesamaan hakikat di dalam hidup. Dengan kesadaran itu, setelah hambeg manunggal, manusia wajib memiliki rasa welas asih atau kasih sayang di antara sesamanya. Sikap kasih sayang itu akan mampu semakin mempererat persatuan dan kesatuan.

1.4. Hambeg Wisata.

Hambeg wisata adalah sikap tenteram dan mantap. Karena ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia akan bersikap tenteram dan merasa mantap di dalam kehidupannya. Sikap ini tumbuh karena keyakinannya bahwa semua kejadian ini merupakan kehendak Sang Pencipta.

Hambeg wisata bukan berarti pasrah menyerah tanpa usaha, tetapi justru karena kesadaran bahwa semua kejadian di alam semesta ini terjadi karena kehendakNya, sedangkan Tuhan juga menghendaki manusia harus mdmbangun tata kehidupan untuk mensejahterakan kehidupan alam semesta, maka dalam rangka hambeg wisata itu manusia juga merasa tenteram dan mantap dalam melakukan usaha, berkarya, dan upaya di dalam membangun kesejahteraan alam semesta. Manusia akan merasa mantap dan tenteram hidup berinteraksi dengan sesamanya, untuk saling membantu, bahu membahu, saling mengingatkan, saling mat sinamatan, di dalam kehidupan.

1.5. Hambeg Makarya Jaya Sasama

Hambeg Makarya Jaya Sasama adalah sikap kemauan keras berkarya, untuk mencapai kehidupan, kejayaan sesama manusia. Manusia wajib menyadari bahwa keberadaannya berasal dari asal yang sama, oleh karena itu manusia wajib berkarya bersama-sama menurut potensi yang ada pada dirinya masing-masing, sehingga membentuk sinergi yang luar biasa untuk menjapai kesejahteraan hidup bersama. Sikap hambeg makarya jaya sesama akan membangun rasa “tidak rela” jika masih ada sesama manusia yang hidup kekurangan atau kesengsaraan.

2. Panca Karya

Panca karya merupakan butir-butir ajaran sebagai rujukan berkarya di dalam kehidupan.

2.1. Karyaning Cipta Tata

Karyaning Cipta Tata adalah kemampuan berfikir secara runtut, sistematis, tidak semrawut ( tidak worsuh, tidak tumpang tindih ). Manusia wajib mengolah kemampuan berfikir agar mampu menyelesaikan semua persoalan hidup yang dihadapinya secara sistematis dan tuntas. Setiap menghadapi permasalahan wajib mengetahui duduk permasalahannya secara benar, mengetahui tujuan penyelesaian masalah yang benar beserta berbagai standar kriteria kinerja yang hendak dicapainya, mengetahui kendala-kendala yang ada, dan menyusun langkah atau strategi penyelesaian masalah yang optimal.

2.2.Karyaning Rasa Resik

Karyaning rasa resik adalah kemampuan bertindak obyektif, bersih, tanpa dipengaruhi dorongan hawa nafsu, keserakahan, ketamakan, atau kepentingan-kepentingan pribadi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran/budi luhur.

2.3. Karyaning Karsa Lugu

Karyaning Karsa Lugu adalah kemampuan berbuat bertindak sesuai suara kesucian relung kalbu yang paling dalam, yang pada dasarnya adalah hakekat kejujuran fitrah Ilahiyah ( sesuai kebenaran sejati yang datang dari Tuhan Yang Maha Suci/Hyang Suksma Jati Kawekas ).

2.4. Karyaning Jiwa Mardika

Karyaning Jiwa Mardika adalah kemampuan berbuat sesuai dengan dorongan Sang Jiwa yang hanya menambatkan segala hasil karya, daya upaya, serta cita-cita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, terbebas dari cengkeraman pancaindera dan hawa nafsu keserakahan serta ketamakan akan keduniawian. Karyaning Jiwa Mardika akan mampu mengendalikan keduniaan, bukan diperbudak oleh keduniawian ( Sang Jiwa wus bisa murba lan mardikaake sagung paraboting kadonyan ).

2.5. Karyaning Suksma Meneng

Karyaning Suksma Meneng adalah kemampuan berbuat berlandaskan kemantapan peribadatannya kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana, berlandaskan kebenaran, keadilan, kesucian fitrah hidup, “ teguh jiwa, teguh suksma, teguh hing panembah “.

Di dalam setiap gerak langkahnya, manusia wajib merujukkan hasil karya ciptanya pada kehendak Sang Pencipta, yang menitipkan amanah dunia ini kepada manusia agar selalu sejahtera.

3. Panca Guna

Panca guna merupakan butir-butir ajaran untuk mengolah potensi kepribadian dasar manusia sebagai modal dalam mengarungi bahtera kehidupan.

3.1. Guna Empan Papaning Daya Pikir

Guna empan papaning daya pikir adalah kemampuan untuk berkonsentrasi, berfikir secara benar, efektif, dan efisien ( tidak berfikir melantur, meratapi keterlanjuran, mengkhayal yang tidak bermanfaat, tidak suka menyia-nyiakan waktu ).

3.2. Guna Empan Papaning Daya Rasa

Guna empan papaning daya rasa adalah kemampuan untuk mengendalikan kalbu, serta perasaan ( rasa, rumangsa, lan pangrasa ), secara arif dan bijaksana.

3.3. Guna Empan Papaning Daya Karsa

Guna empan papaning daya karsa adalah kemampuan untuk mengendalikan, dan mengelola kemauan, cita-cita, niyat, dan harapan.

3.4. Guna Empan Papaning Daya Karya

Guna empan papaning daya karya adalah kemampuan untuk berkarya, berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya.

3.5. Guna Empan Papaning Daya Panguwasa

Guna empan papaning daya panguwasa adalah kemampuan untuk memanfaatkan serta mengendalikan kemampuan, kekuasaan, dan kewenangan secara arif dan bijaksana (tidak menyalahgunakan kewenangan). Kewenangan, kekuasaan, serta kemampuan yang dimilikinya dimanfaatkan secara baik, benar, dan tepat untuk mengelola (merencanakan, mengatur, mengendalikan, dan mengawasi ) kehidupan alam semesta.

4. Panca Dharma

Panca dharma merupakan butir-butir ajaran rujukan pengarahan orientasi hidup dan berkehidupan, sebagai penuntun bagi manusia untuk menentukan visi dan misi hidupnya.

4.1. Dharma Marang Hingkang Akarya Jagad

Dharma marang Hingkang Akarya Jagad adalah melaksanakan perbuatan mulia sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban umat kepada Sang Pencipta. Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Mahaesa untuk selalu menghambakan diri kepada-Nya. Oleh karena itu semua perilaku, budi daya, cipta, rasa, karsa, dan karyanya di dunia tiada lain dilakukan hanya semata-mata sebagai bentuk perwujudan dari peribadatannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk mensejahterakan alam semesta ( memayu hayuning harjaning bawana, memayu hayuning jagad traya ).

4.2. Dharma Marang Dhirine

Dharma marang dhirine adalah melaksanakan kewajiban untuk memelihara serta mengelola dhirinya secara baik. Olah raga, olah cipta, olah rasa, olah karsa, dan olah karya perlu dilakukan secara baik sehingga sehat jasmani, rohani, lahir, dan batinnya.

Manusia perlu menjaga kesehatan jasmaninya. Namun demikian mengasah budi, melalui belajar agama, budaya, serta olah batin, merupakan kewajiban seseorang terhadap dirinya sendiri agar dapat mencapai kasampurnaning urip, mencapai kebahagiaan serta kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Dengan kesehatan jasmani, rohani, lahir, dan batin tersebut, manusia dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri.

4.3. Dharma Marang Kulawarga

Dharma marang kulawarga adalah melaksanakan kewajiban untuk memenuhi hak-hak keluarga. Keluarga merupakan kelompok terkecil binaan manusia sebagai bagian dari masyarakat bangsa dan negara. Pembangunan keluarga merupakan fitrah manusiawi. Kelompoh ini tentunya perlu terbangun secara baik. Oleh karena itu sebagai manusia memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas masing-masing di dalam lingkungan keluarganya secara baik, benar, dan tepat.

4.4. Dharma Marang Bebrayan

Dharma marang bebrayan adalah melaksanakan kewajiban untuk turut serta membangun kehidupan bermasyarakat secara baik, agar dapat membangun masyarakat binaan yang tenteram damai, sejahtera, aman sentosa.

4.5. Dharma Marang Nagara

Dharma marang nagara adalah melaksanakan kewajiban untuk turut serta membangun negara sesuai peran dan kedudukannya masing-masing, demi kesejahteraan, kemuliaan, ketenteraman, keamanan, kesetosaan, kedaulatan, keluhuran martabat, kejayaan, keadilan, dan kemakmuran bangsa dan negaran beserta seluruh lapisan rakyat, dan masyarakatnya.

5. Panca Jaya

Panca jaya merupakan butir-butir ajaran sebagai rujukan penetapan standar kriteria atau tolok ukur hidup dan kehidupan manusia.

5.1. Jayeng Dhiri

Jayeng dhiri artinya mampu menguasai, mengendalikan, serta mengelola dirinya sendiri, sehingga mampu menyelesaikan semua persoalan hidup yang dihadapinya, tanpa kesombongan ( ora rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa lan hangrumangsani, kanthi rasa, rumangsa, lan pangrasa ).

5.2. Jayeng Bhaya

Jayeng Bhaya artinya mampu menghadapi, menanggulangi, dan mengatasi semua bahaya, ancaman, tantangan, gangguan, serta hambatan yang dihadapinya setiap saat, dengan modal kepandaian, kepiawaian, kecakapan, akal, budi pekeri, ilmu, pengetahuan, kecerdikan, siasat, kiat-kiat, dan ketekunan yang dimilikinya. Dengan modal itu, seseorang diharapkan mampu mengatasi semua permasalahan dengan cara yang optimal, tanpa melalui pengorbanan ( mendatangkan dampak negatif ), sehingga sering disebut ‘nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake‘ ( menyerang tanpa pasukan, menang dengan tidak mengalahkan ).

5.3. Jayeng Donya

Jayeng donya artinya mampu memenuhi kebutuhan kehidupan di dunia, tanpa dikendalikan oleh dorongan nafsu keserakahan. Dengan kemampuan mengendalikan nafsu keserakahan di dalam memenuhi segala bentuk hajat serta kebutuhan hidup, maka manusia akan selalu peduli terhadap kebutuhan orang lain, dengan semangat tolong menolong, serta memberikan hak-hak orang lain, termasuk fakir miskin ( orang lemah yang nandang kesusahan/ papa cintraka ).

5.4. Jayeng Bawana Langgeng

Jayeng bawana langgeng artinya mampu mengalahkan semua rintangan, cobaan, dan godaan di dalam kehidupan untuk mempersiapkan diri, keturunan, dan generasi penerus sehingga mampu mencapai kebahagiaan hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat.

5.5. Jayeng Lana ( mangwaseng hurip lahir batin kanthi langgeng ).

Jayeng lana artinya mampu secara konsisten menguasai serta mengendalikan diri lahir dan batin, sehingga tetap berada pada hidup dan kehidupan di bawah ridlo Ilahi.

6. Panca Daya

Panca daya merupakan butir-butir ajaran sebagai rujukan sikap dan perilaku manusia sebagai insan sosial, atau bagian dari warga masyarakat, bangsa dan negara. Di samping itu sementara para penghayat spiritual kebudayaan Jawa mengisyaratkan bahwa pancadaya itu merupakan komponen yang mutlak sebagai syarat pembangunan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, aman, dan sentosa lahir batin.

6.1. Daya Kawruh Luhuring Sujanma

Daya kawruh luhuring sujanma artinya kekuatan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan manfaat kepada kesejahteraan alam semesta.

6.2. Daya Adiling Pangarsa

Daya adiling pangarsa/tuwanggana artinya kekuatan keadilan para pemimpin.

6.3. Daya Katemenaning Pangupa Boga

Daya katemenaning pangupa boga artinya kekuatan kejujuran para pelaku perekonomian ( pedagang, pengusaha ).

6.4. Daya Kasetyaning Para Punggawa lan Nayaka

Daya kasetyaning para punggawa lan nayaka artinya kekuatan kesetiaan para pegawai/ karyawan.

6.5. Daya Panembahing Para Kawula

Daya panembahing para kawula artinya kekuatan kemuliaan akhlak seluruh lapisan masyarakat ( mulai rakyat kecil hingga para pemimpinnya; mulai yang lemah hingga yang kuat, mulai yang nestapa hingga yang kaya raya, mulai kopral hingga jenderal, mulai sengsarawan hingga hartawan ).

7. Panca Pamanunggal ( Panca Panunggal )

Panca pamanunggal adalah butir-butir ajaran rujukan kriteria sosok manusia pemersatu. Sementara tokoh penghayat spiritual jawa menyebutkan bahwa sosok pimpinan yang adil dan akan mampu mengangkat harkat serta martabat bangsanya adalah sosok pimpinan yang di dalam jiwa dan raganya bersemayam perpaduan kelima komponen ini.

7.1. Pandhita Suci Hing Cipta Nala

Pandita suci hing cipta nala adalah sosok insan yang memiliki sifat fitrah, yaitu kesucian lahir batin, kesucian fikir dan tingkah laku demi memperoleh ridlo Ilahi.

7.2. Pamong Waskita

Pamong waskita adalah sosok insan yang mampu menjadi pelayan masyarakat yang tanggap aspirasi yang dilayaninya.

7.3. Pangayom Pradah Ber Budi Bawa Bawa Leksana

Pangayom pradhah ber budi bawa leksana adalah sosok insan yang mampu melindungi semua yang ada di bawah tanggungjawabnya, mampu bersifat menjaga amanah dan berbuat adil berdasarkan kejujuran.

7.4. Pangarsa Mulya Limpat Wicaksana

Pangarsa mulya limpat wicaksana artinya sosok insan pemimpin yang berbudi luhur, berakhlak mulia, cakap, pandai, handal, profesional, bertanggungjawab, serta bijaksana.

7.5. Pangreh Wibawa Lumaku Tama

Pangreh wibawa lumaku tama artinya sosok insan pengatur, penguasa, pengelola yang berwibawa, memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, mampu mengatur bawahan dengan kewenangan yang dimilikinya, tetapi tidak sewenang-wenang, karena berada di dalam selalu berada di dalam koridor perilaku yang mulia ( laku utama ).

KORELASI RUMUSAN PANCASILA DASAR NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Menurut KRMH. T.H. Koesoemoboedoyo, di dalam buku tentang “Wawasan Pandam Pandoming Gesang Wewarah Adiluhung Para Leluhur Nuswantara Ngudi Kasampurnan Nggayuh Kamardikan”, pada tahun 1926, perjalanan spiritual Bung Karno, yang sejak usia mudanya gemar olah kebatinan untuk menggapai cita-citanya yang selalu menginginkan kemerdekaan negeri tercinta, pernah bertemu dengan seorang tokoh spiritual, yaitu Raden Ngabehi Dirdjasoebrata di Kendal Jawa Tengah. Pada saat itu Raden Ngabehi Dirdjasoebrata mengatakan kepada Bung Karno, “ Nak,.. mbenjing menawi nagari sampun mardika, dhasaripun Pancasila. Supados nak Karno mangertos, sakpunika ugi kula aturi sowan dik Wardi mantri guru Sawangan Magelang “. ( “ Nak, nanti jika negeri telah merdeka, dasarnya Pancasila. Supaya nak Karno mengerti, sekarang juga saya sarankan menemui dik Wardi, mantri guru Sawangan Magelang” ). Setelah Bung Karno menemui Raden Suwardi di Sawangan Magelang, maka oleh Raden Suwardi disarankan agar Bung Karno menghadap Raden Mas Sarwadi Praboekoesoema di Yogyakarta.

Di dalam pertemuannya dengan Raden Mas Sarwadi Praboekoesoemo itu lah Bung Karno memperoleh wejangan tentang Panca Mukti Muni Wacana dalam bingkai Ajaran Spiritual Budaya Jawa, yang terdiri atas Pancasila, Panca Karya, Panca Guna, Pancadharma, dan Pancajaya.

Terlepas dari kecenderungan faham pendapat Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya, atau Panca Mukti Muni Wacana, jika dilihat rumusan Pancasila ( dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia ), beserta proses pengusulan rumusannya, dengan menggunakan kejernihan hati dan kejujuran, sepertinya dapat terbaca bahwa seluruh kandungan ajaran Wahyu Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya dan atau Panca Mukti Muni Wacana itu termuat secara ringkas di dalam rumusan sila-sila Pancasila, yaitu :

1. Ketuhanan Yang Mahaesa

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

AJARAN MORAL UNIVERSAL

Kelompok orang yang sudah mulai alergi terhadap Pancasila, sering mengira bahwa penghambat kemajuan bangsa ini adalah Pancasila. Pendapat itu merupakan pendapat yang sangat keliru, karena tidak disertai pemahaman yang menyeluruh tentang makna serta hakikat Pancasila.

Pancasila itu ibarat pisau emas yang bermata berlian. Ditinjau dari bahannya, pisau itu terbuat dari logam mulia serta batu yang sangat mulia. Dan pisau emas bermata berlian itu sangat tajam. Kemuliaan dan ketajamannya dapat digunakan untuk apa saja oleh siapa saja. Pisau itu dapat digunakan untuk memasak, untuk berkarya membuat ukiran patung yang indah, untuk mencari air dan mata pencaharian demi kesejahteraan dan ketenteraman, tetapi dapat pula untuk menodong, bahkan membunuh. Pisau itu pun dapat dibuang, digadaikan, atau dijual bagi orang yang tidak mengerti nilai (value). Permasalahannya sangat bergantung pada manusia pemakainya.

Seekor monyet, jika disuruh memilih antara pisang atau pisau emas yang bermata berlian tadi, pasti akan memilih pisang. Lain halnya dengan manusia yang memang menyadari akan harkat dan martabat kemanusiaannya. Manusia seperti ini pasti akan memilih pisau emas yang bermata intan itu, karena sadar akan nilai yang terkandung di dalamnya. Kalau toh pisau emas bermata berlian tadi berada di tangan monyet, paling digunakan untuk mencuri pisang dengan segala keserakahannya, setelah itu dibuang.

Pancasila yang luhur itu selama ini berada di bumi pertiwi sering sekali mengalami nasib bagaikan mahkota emas bertatahkan intan, berlian dan permata mulia tetapi dipakai oleh monyet2 yg tidak mengerti nilai
Manusia yang tak tahu nilai, ibarat makhluk yang sudah kehilangan sifat insani kemanusiaannya ( lir jalma kang wus koncatan sipat kamanungsane ).

Kandungan Pancasila yang merupakan ikhtisar dari Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya memiliki kesesuaian dengan fitrah Ilahiyah yang termuat di dalam ajaran kitab suci Al-Qur’an. Nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila, walaupun tidak tertulis dalam bentuk rumusan, sangat sesuai dengan nilai-nilai keluhuran budi pekerti yang dimiliki, dijunjung tinggi, serta diamalkan sebagai landasan hidup oleh bangsa-bangsa maju yang berperadaban tinggi di dunia. Dengan demikian Pancasila ini merupakan ideologi yang bersifat universal. Di dalam Pancasila terkandung pula nilai-nilai sosialis religius, bahkan lebih sempurna. Tetapi sayang, nilai-nilai luhur itu nampaknya belum pernah termunculkan dalam kehidupan sehari hari, bahkan sering ditafsirmiring atau diselewengkan oleh oknum-oknum pemimpin, sehingga banyak orang yang meributkan atau mempermasalahkan/ mempertentangkan antara Pancasila dengan Islam, Pancasila dianggap kurang baik jika dibandingkan dengan faham Sosialis Religius, dan sebagainya.

Pandangan-pandangan negatif terhadap Pancasila itu muncul barangkali karena prasangka bahwa Pancasila itu adalah identik dengan Sukarnoisme ( sosialisasi Pancasila ), atau Soehartoisme ( liberalisasi Pancasila ) seperti yang tercantum dalam materi Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila. Pancasila adalah Pancasila.

Banyak orang berpendapat bahwa tanpa Pancasila bangsa-bangsa seperti di negara Amerika Serikat, di negara-negara Eropa, Jepang, Korea, Inggris, Australia, Malaysia, dan Singapura dapat maju dan jaya secara pesat, sedangkan di Indonesia yang ada Pancasila malah semakin mundur dan melarat. Bahkan orang yang berpendapat demikian itu malah mengutarakan juga bahwa dari segi moral dan akhlaknya pun, bangsa Indonesia ini kalah dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Pancasila.

Di negara maju, seorang calon pemimpin harus bersih, suci dari cacat-cacat akhlak. Namun perlu kita cermati, di negeri pertiwi ini malah banyak pemimpin yang turut mendukung perilaku maksiyat. Apakah ini sesuai dengan nilai-nilai luhur sila Ketuhanan Yang Mahaesa, yang menjiwai keempat sila yang lain.

Kalau kita menyimak tata upacara pelantikan Presiden Amerika Serikat, perlu lah kita mengakui bahwa Bangsa Amerika lebih menjunjung Tinggi Ketuhanan dibandingkan bangsa Indonesia. Sebelum upacara dimulai, pasti didahului dengan doa. Dengan demikian maka proses pengangkatan Presiden negara adi daya itu pasti diridlo Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga tidaklah aneh kalau bangsa tersebut mampu menguasai dunia. Di sisi lain, di Indonesia, doa selalu dibacakan di setiap akhir upacara, sehingga tidaklah mengherankan kalau bangsa Indonesia yang mengaku berketuhanan itu selalu nubyak-nubyak tanpa tuntunan di dalam setiap sepak terjangnya, dan diakhiri dengan keterlanjuran, penyesalan, dan permohonan maaf.

Di dalam mata uang Dolar Amerika tertulis “ IN GOD WE TRUST “ di bagian atas, oleh karena itu kiranya tidaklah perlu heran kalau nilai mata uang dolar Amerika selalu tinggi dan mampu menguasai dunia. Mata uang Indonesia baru saja mencantumkan “Dengan rahmat Tuhan Yang Mahaesa”. Tulisan itu pun kecil dan terletak di bagian bawah. Bahkan sebelumnya kalimat yang tidak pernah tertinggalkan adalah “ Barang siapa meniru atau memalsukan,… dst “. Bukankah itu cerminan kadar ke Pancasilaisan bangsa yang mengaku berbudaya luhur ini ??

Sistem demokrasi di negeri kita masih sangat kental diwarnai oleh ketamakan akan kekuasaan, dan ketamakan akan harta. Cara-cara penyusunan konstitusi yang berbau mencari-cari celah pembenaran atas kehendak kelompok atau pribadi-pribadi tertentu, belum berorientasi pada upaya penyejahteraan rakyat, apakah sesuai dengan asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Benarkah sistem demokrasi/ sistem politik kita sudah merujuk pada Pancasila, sak jatine Pancasila ??. Benarkah sistem demokrasi kita sudah berlandaskan hikmah ( kebenaran hakiki, berlandaskan kejujuran ) demi kesejahteraan kehidupan rakyat ??

Perlu dicermati bersama, bahwa di Indonesia itu ada yang memformulasikan, atau merumuskan Pancasila secara formal, tetapi yang mampu dan mau mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari sangat-sangat langka. Sedangkan di lain fihak, di negara-negara maju yang lebih berperadaban, walaupun tanpa formulasi atau rumusan, Pancasila sudah merupakan budaya di dalam kehidupan kesehariannya, sudah melekat dalam jiwanya sehingga mampu membawa mereka ke dalam kemuliaan hidup diri dan negaranya.
wassalam




Tujuh Macam Alam Kehidupan
Di dunia ini sebenarnya memiliki tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni manusia. Masing-masing Alam ditempati bermacam-macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk tersebut, pada prinsipnya mengurusi alamnya masing-masing. Aktivitas mereka tidak bercampur, setiap alam mempunyai urusannya masing-masing.

DARI tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya ( badan Cahya ) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus, mahkluk yang tidak kelihatan.

Di enam alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro (Jawa halus)

Ada dua macam mahkluk halus yakni Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan sebagai mahkluk halus, dan Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh.

Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja, Ratu-ratu, Menteri-menteri dll, sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dll.

Enam Alam lain yang tidak kelihatan mata manusia

1. Merkayangan

Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. Dalam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia.

Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota-kotanya lebih modern ada pencakar langit, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dll.

Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini, kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk : melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkimpoian, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini.

2. Siluman

Mahkluk halus ini tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut , samudera dll, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan, pembantu-pembantu, budak-budak dll. Mereka itu tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dll.

Kalau orang pergi berkunjung ke Yogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain : Kanjeng Ratu Kidul ? Ratu Laut Selatan, Ratu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di Laut Selatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul, dalam pertemuan itu, Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram.

Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dll dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat.

Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening.

Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu.

3. Kajiman

Mereka hidup di rumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat- tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim.

4. Demit

Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. Di samping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit masih ada lagi dua Alam lainnya, secara singkat kedua masyarakat alam itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak. (dians-kru supranatural-dari berbagai sumber)




















Tubuh Manusia dan Hukum Universal

Studi tentang prinsip-prinsip Cara Integral membimbing kita untuk
mempelajari seni akupuntur. Kalau sudah memahami bahwa proses spiritual
mengharmoniskan dan memperbaiki energi spiritual, fisik, dan mental, kita
perlu mengetahui mekanisme sistem energi dan cara kerjanya di dalam tubuh.
Kita juga perlu memahami bahwa pengetahuan tentang kesatuan tubuh, pikiran,
dan jiwa tidak diperoleh dengan membedah dan mengamati tubuh sebagaimana
yang dilakukan dalam praktek riset medis. Orang berbatin sehat di masa lalu
secara megagumkan meggunakan kemampuan penglihatan mental dan mencoba
mengenal sirkulasi energi di salurannya dalam tubuh manusia. Walaupun kita
tidak tertarik pada evolusi spiritual, pemahaman atas prinsip energi tetap
saja penting untuk menjaga keseimbagan dan kesehatan baik fisik maupun
mental.

<.div>
Akupuntur, salah satu bidang penyembuhan integral, adalah ilmu yang
berkaitan dengan pemrosesan, penyimpanan, distribusi, pengaktifan energi
vital di dalam tubuh manusia, dan pengaitan energi dengan energi alam
semesta. Akupuntur mempengaruhi sirkulasi energi dalam diri manusia agar
menjadi halus. Orang berbatin sehat di zama dulu menemukan bahwa ada
manifestasi energi halus yang beredar melalui organ-organ dan daging, yang
pada akhirnya menembus tiap jaringan dan sel tubuh. Nama yang diberikan
untuk energi ini adalah Chi. Chi diterjemahkan sebagai 'energi vital' atau
'kekuatan hidup'. Manusia merupakan perwujudan dari semua energi alam
semesta, termasuk energi matahari, bulan, bintang, dan bumi.

Selama ribuan tahun, orang-orang berbatin sehat mencoba memahami kesatuan
dan keterkaitan antara manusia dan alam. Energi yang diwujudkan manusia, dan
yang diwujudkan semsta tunduk pada hukum alam yang sama. Karenanya,
prinsip-prinsip yin dan yang serta lima fase evolusi energi berlaku untuk
tubuh manusia, seperti juga untuk tubuh semesta.

Lima fase evolusi energi berhubungan dengan organ-organ internal: kayu
mempengaruhi hati dan kantung empedu: api mempengaruhi jantung, usus kecil,
perikardium, dan jaringan lemak; bumi mempengaruhi limpa, pankreas, dan
lambung; logam mempengaruhi paru-paru dan usus besar; dan air mempengaruhi
ginjal dan empedu. Iklim pada empat musim, termasuk angin, hujan, petir,
guntur, dan embun, juga perwujudan dari energi Yin-Yang. Semua trasformasi
energi berinteraksi di dalam diri manusia, menghasilkan tubuh, pikiran, dan
jiwa dengan segala ekspresinya.


SALURAN ENERGI

Energi organisme manusia memiliki jalan dan arah, yang menentukan perilaku
manusia. Energi bersirkulasi seperti juga darah dan cairan limpa.
Orang-orang yang berbatin sehat mengamati bahwa sakit di dalam tubuh akan
hilang kalau pengobatannya manjur. Mereka juga memperhatikan bahwa
perangsang dan obat penenang berefek pada organ-organ tubuh. Obat penenang
yang diarahkan pada titik di lutut dapat mempengaruhi wajah, sedangkan yang
diarahkan pada titik di ibu jari dapat mempengaruhi paru-paru dan
kerongkongan.

Melewati masa observasi yang lama serta pegalaman penyembuhan dan respons,
titik-titik sensitif pada tubuh dirumuskan. titik-titik sensitif ini
digolongkan ke dalam duabelas kelompok tama dan dua kelompok penunjang.
Semua titik dapat dihubungkan dengan sebuah garis yang menjadi jalur energi
tubuh. Hasil akhir observasi disimpulkan melewati masa ribuan tahun.
Hasilnya: ada jalur-jalur transmisi energi yang tidak hanya menghubungkan
semua organ tubuh, tetapi juga menghubungkan semua organ di luar tubuh
dengan di dalam tubuh.

Pendeteksian jalur-jalur energi diibaratkan sebagai usaha menemukan sumber
air dengan "menusuk-nusuk" tanah. Titik-titik sensitif menyediakan data
berguna, yang kemudian menghasilkan teori tentang adanya jalur energi
tersebut. Pertemuan jalur energi, disisi lain, sebenarnya juga bisa
dikatakan sebagai spekulasi, namun yang bersifat sistematis. Jalur-jalur
yang mengedarkan energi itu muncul di kulit dan di dalam tubuh, melewati
organ-organ. Pemetaan atas jalur energi memang dilakukan di masa prasejarah.
Meskipun demikian, hingga saat ini tak ada penemuan fisiologi lain yang bisa
menandingi pemetaan jalur energi itu. Guru-guru di masa silam menemukan
bahwa jalur energi adalah jalur energi kosmis, dan jalur energi tidak hanya
menghubungkan satu organ dengan organ lainnya, tetapi juga menghubungkan
organ dengan alam semesta. Studi komunikasi internal dan eksternal serta
keterkaitan antar organ ini bersasaran penyembuhan integral.

Di dalam tubuh ada tiga sirkulasi kekuatan hidup. Pertama, sirkulasi dalam
atau sirkulasi inti yang berupa aliran energi ke seluruh organ-organ dalam.
Kedua, sirkulasi luar yang berupa aliran energi di sekitar jaringan kulit.
Ketiga, sirkulasi gabungan sirkulasi dalam dengan luar. Energi vital yang
bersirkulasikan di dalam tubuh manusia dibangkitkan, disimpan, dan diedarkan
oleh organ-organ dalam.

jalur-jalur sirkulasi energi di dalam organ dan antar organ tidak dapat
terwujud begitu saja. Sirkulasi dalam dan sirkulasi gabungan tidak dapat
berlangsung secara langsung karena keduanya dipengaruhi oleh titik-titik di
permukaan tubuh. Dengan begitu, titik-titik penting dipermukaan tubuh
(kulit) dicari. titik yang dapat menciptakan kekuatan hidup ini disebut
titik-titik akupuntur -- disebut demikian karena menggunakan jarum yang
ditusuk pada titik-titik di kulit.

Beberapa titik berfungsi mengontrol energi permukaan secara langsung;
beberapa lainnya mempengaruhi energi inti secara tidak langsung; sisanya
mempengaruhi sirkulasi gabungan agar dapat menciptakan energi cadangan.
Dengan merangsang titik-titik di permukaan tubuh, ketidakseimbangan,
kekurangan, kelebihan, kemacetan, dan kebocoran energi dapat dinormalkan.

Guru-guru mengadakan klasifikasi atas YiN-yANG berdasarkan polarisasi
(pengtubuan) energi di dalam tubuh. Organ-organ pencernaan makanan, mulut,
hidung, dan pelepasan dihubugkan oleh saluran Yang. Sementara itu, saluran
Yin menghubungkan organ-organ yang aktif dalam transformasi dan penyimpanan
energi. Kedua belas saluran utama berikut adalah saluran energi organ tubuh
yang diklasifikasikan berdasarkan Yin-Yang dan lima fase evolusi energi.

paru-paru -- Yin, dipengaruhi logam
usus besar -- Yang, dipengaruhi logam
lambung -- Yang, dipengaruhi bumi
limpa -- Yin, dipengaruhi bumi
jantung -- Yin, dipengaruhi api
usus kecil -- Yang, dipengaruhi api
empedu -- Yang, dipengaruhi air
ginjal -- Yin, dipengaruhi air
perikardium -- Yin, dipengaruhi api
jaringan lemak -- Yang, dipengaruhi api
kantung empedu -- Yang, dipengaruhi kayu
hati -- Yin, dipengaruhi kayu

Arah aliran energi sangat peting. Normalnya, energi Yang mengalir ke atas,
sedangkan energi Yin mengalir ke bawah. Aliran energi sepanjang saluran di
permukaan kulit mudah digambarkan ketika posisi tubuh berdiri tegak lurus.
Saluran Yin berada di bagian depan tubuh dan berpusat di dada, sdangkan
saluran Yang berada di belakang. Semua saluran berjalin sedemikian rupa
sehingga energi dapat mengalir secara konstan dan berkelanjutan.

Ada juga delapan saluran energi. Dua yang pokok adalah tu mo atau pembuluh
yang mengontrol semua saluran Yang dan menjaga spiritualitas, dan jen mo
yang mengontrol saluran Yin dan menjaga metabolisme.

Sirkulasi energi tidak hanya dilakukan jen mo dan tu mo. Enam saluran Yang,
enam saluran Yin, dan delapan saluran energi ekstra membentuk jaringan.
Penjelasan lengkap tentang saluran energi termuat di buku-buku akupuntur.

Tiap saluran mengalami pembesaran dan penyusutan selama 24 jam setiap hari.
Setiap saluran dialiri paling banyak energi selama dua jam.

Tiga jenis aliran dikenal sebagai sirkulasi orbit kecil, sirkulasi orbit
besar, dan sirkulasi delapan saluran energi ekstra.

PENYEMBUHAN INTEGRAL DAN HUKUM ALAM
Basis penyembuhan energi adalah hukum kosmis Yin-Yang. Kelangsungan hidup
makhluk, keharmonisan individual, fenomena, dan sirkumstansi bergantung pada
keseimbangan Yin-Yang. Menjaga keseimbangan menjadi fungsi lima fase evolusi
energi. Jika lingkungan internal dan eksternal tak berubah, tak akan ada
kebutuhan akan mekanisme pengatur. Hidup sendiri tidak statis, selalu ada
perubahan dalam hidup. Polaritas energi juga berubah-ubah. Karenanya, harus
ada sistem pengontrol yangtidak hanya menjaga keseimbangan polaritas energi,
tetapi juga mengatur pergantian suasana. Sistem pengontrol tersebut adalah
lima fase evolusi energi.

Kalau siklus transformasi energi terganggu, sakit akan muncul. Saat itulah
lima fase evolusi energi saling bertempur dan saling menghancurkan. Sistem
lima fase evolusi energi menjadi proses homeostasis yang jauh lebih lengkap
daripada proses yang dilakukan pengobatan Barat. Homeostasis diartikan
sebagai sistem pengontrol diri otomatis yang menjaga makhluk hidup dan
mengatur keseimbangan di dalam dan di luar tubuh.

Semua makhluk hidup bersifat homeostasis. Kalau tidak, makhluk hidup tak
akan bertahan. Semakin kompleks organisme semakin penting proses
homeostasis. Kalau homeostasis tak berfungsi, organisme menderita dan mati.
Tujuan penyembuhan integral adalah menjaga homeostasis dengan menerapkan
prinsip Yin-Yang dan lima fase evolusi energi.

ORGAN - GAMBARAN UMUM
Sebelum kita diskusikan sistem rga dari sudut penyembuhan integral,
perbedaan antara pemahaman sistem organ cara Barat dan cara Timur
(spiritualitas perlu diketahui).

Anatomi Barat memandang manusia sebagai struktur yang dapat dipilah-pilah
seperti mesin. Tujuan pemilihan adalah mengetahui bagaimana bagian-bagian
tubuh bekerja. Jadi, dapat dikatakan bentuk menentukan fungsi. Di pihak
lain, pendekatan spiritual memandang manusia sebagai kesatuan tubuh,
pikiran, dan jiwa.

Dari perspektif pengobatan integral, fungsi organ yang justru menentukan
struktur dan bentuk organ. Penyembuhan integral mengutamakan dua belas
sistem inilah yang membuat manusia bisa bernapas, mencerna makanan,
bergerak, dan berpikir. Keterkaitan energi menjadi tanggung jawab semua
fungsi.

Menurut pengobatan tradisional integral, konsep organ bukan sekadar bentuk
fisik, melainkan pemegang peran dalam pemrosesan, penyimpangan, dan
distribusi energi. Pengobatan modern memperhatikan struktur dan organ yang
menentukan fungsi. Ini berbeda dengan pengobatan integral yang mengutamakan
fungsi.

Organ tidak mengacu pada kesatuan anatomis, melainkan mengacu pada
manifestasi energi yang bisa bereaksi terhadap fisik. Pengatur suhu,
misalnya, bereaksi kalau suhu tubuh tidak beres. Dengan demikian, apa yang
menjadi fokus dalam pemikiran integral memang berbeda dengan pemikiran
Barat.

Organ-organ dibedakan atas sifatnya, yang menyesuaikan diri dengan fase-fase
siklus alam semesta. Sifat organ menentuka tanggung jawab organ dalam
menjaga keharmonisan dengan alam. Dengan memahami siklus transformasi
energi, aktivitas fisiologis di dalam tubuh manusia dapat dikaitkan dengan
hal-hal penyeimbang di alam. Transformasi energi yang sama menyehatkan. Bumi
dan musimnya juga menanggapi tubuh manusia.

Tiap organ mewakili tiap fase evolusi energi tertentu. Tiap organ meanggapi
manifestasi dari fase lainnya di alam semesta. Karenanya, definisi organ
tidak terbatas hanya pada organ fisik dalam tubuh. Organ didefinisikan
sebagai semua fenomena atas tubuh, baik di dalam tubuh maupun di luar. Yang
menjadi manifestasi dari energi organ. Organ yang mencakup kaitannya dengan
alam semesta di luar.


MANIFESTASI ENERGI DALAM TUBUH

Perubahan, baik perubahan baru maupun transformasi, terjadi karena chi.
Semua makhluk juga terjadi karena chi. Chi menyelimuti alam semesta dan
menggerakkan alam semesta. Bagaimana bisa sesuatu selainchi memberikan sinar
pada matahari, bulan, planet, dan bintang; menyebabkan guruh bersuara;
menciptakan angin dan awan; menumbuhkan makhluk; mengubah musin? (Nei Ching)

Chi adalah energi universal yang menyusun, menembus, dan menggerakkan apa
pun. Chi dapat didefinisikan sebagai penyebab, asal sekaligus efek Asal. Chi
menjadi esensi awal alam semesta sekaligus hukum semua gerakan.

Chi yang membeku disebut masalah. Chi yang menyebar disebut ruang. Chi yang
menggerakkan bentuk dinamakan hidup. Chi yang bercerai dan keluar dari
bentuk sama dengan kematian. Chi yang mengalir mendatangkan kesehatan. Chi
yang terhalang membawa sakit. Chi meliputi semua hal, mengalir melalui semua
hal. Sinar planet bergantung pada chi. Cuaca terjadi karena chi; juga musim.
Nei Ching memuat: "Di surga ada chi, sementara di bumi ada bentuk. Kalau
keduanya saling mempengaruhi, maka ada kehidupan."

Chi atau energi vital mengaktifkan dan menjaga hidup. Chi menghidupkan
proses-proses di dalam tubuh, yakni pencernaan, pernapasan, sirkulasi darah,
mengedarkan cairan tubuh, dan pengeluaran. Chi organ-organ membuat lima
indera manusia berfungsi sebagaimana dinyatakan dalam kutipan berikut:

"Indera penciuman berfungsi kalau chi paru-paru mengalir di hidung. Manusia
dapat membedakan warna kalau chi menembus ke mata; dapat merasa kalau
jantung dimasuki chi, dan merasakan apakah makanan dapat dimakan kalau limpa
ditembus chi. Kemampuan tujuh lubang bergantung pada penembusan chi kelima
organ." (Su-Wen)

Meskipun sifat chi tak perah berubah, energi bipolar (dua kutub) ini
mewujudkan diri dalam bentuk yang berbeda. Ada beberapa bentuk chi. Chen chi
menciptakan vitalitas fisik. Hsieh chi merupakan energi yang tidak
menyehatkan. Yuan chi mewujudkan vitalitas manusia, sedangkan shing chi
adalah energi reproduktif dan energi fisik. Dalam terminologi fisiologi
integral, yeng chi menandai energi cair yang tampak, sedagkan wei chi energi
tubuh yang tak tampak.

Kita merasa menjadi manusia baru kalau esensi hidup, ching chi ibu dan
bapak, bertemu dan menyatu di dalam rahim. Persatuan ini menghasilkan yuan
chi -- eneri vital sebagai fondasi pembentukan struktur mental dan fisik
manusia. Yuan chi dapat memodifikasi diri bergantung pada tuntutan
lingkungan eksternal. Bagaimana pun, sifat yuan chi tak pernah berubah.
Ketika manusia meninggal, yuan chi terpecah belah menjadi beberapa komponen
aspek: aspek fisik kembali ke bumi, sedangkan aspek halus (roh) kembali ke
surga. Yuan chi adalah energi pertama manusia. Selama masa kehamilan, yuan
chi jabang bayi bergantung sepenuhnya pada ibu dengan sarana tali pusar.
Saat lahir, yuan chi berfungsi membantu transformasi energi yang dihasilkan
dari makanan.

Yuan chi berdiam di bawah pusar, lebih rendah dari tan tien. Kekuatan yuan
chi menentukan lama hidup manusia. Kerjanya tak dapat ditingkatkan, namun
justru dapat menyusut akibat gaya hidup yang berlebihan. Kalau yuan chi
menyusut, lama hidup manusia pun berkurang. Meskipun demikian, yuan chi
dapat diperbaiki dengan hidup tenang dan sederhana.

Pemeliharaan tubuh bersumber dari dua hal: makanan dan udara. Makanan, yang
mengandung esensi bumi, masuk ke perut, tempat yuan chi beraktivitas dan
tempat panas dihasilkan dari pembakaran energi. Energi esensial yang
disaring dari makanan (ku chi) dikirim ke limpa untuk diperbaiki. Dari
limpa, ku chi menuju paru-paru. Ditunjang panas yang dihasilkan pada organ
pengatur suhu, esensi bumi dari makanan bercampur dengan esensi surga dari
udara. Hasil pencampuran ini disebut chung chi. Chung chi kemudian
ditanggapi oleh yuan chi di tan tien yang ada di bagian lebih bawah. Di tan
tien, chung chi berubah menjadi cheng chi atau esensi fisik, sebentuk energi
yang sanggup bersirkulasi ke seluruh tubuh dan memenuhi kebutuhan tubuh.

Dalam Ling-Shu dinyatakan:

Manusia menerima chi dari makanan. Chi disaring, disimpan, dan dialirkan ke
seluruh tubuh melalui aktivitas enam lubang dan lima organ. Sebagian
komponen mewujudkan wei chi, energi pelindung dan penjaga; komponen yang
lain merealisasikan yeng chi, energi perawat dan konstruktif. Yeng chi
bersirkulasi di dalam pembuluh darah dan kelenjar air. Wei chi sendiri
bersirkulasi di tempat lain pada tubuh.

Sebagaimana diuraikan di atas, chen chi bersirkulasi ke seluruh tubuh dalam
dua bentuk utama. Satu disebut yeng chi atau energi cair yang membawa sari
makanan ke seluruh tubuh. Sementara yeng chi mengalir di pembuluh darah,
kelenjar limpa dan kelenjar lainnya, wei chi juga diedarkan ke seluruh
tubuh. Wei chi menjaga vitalitas yang tak tampak. Wei chi mewujudkan satu
lapis kehangatan pada kulit dan menyebarkan panas ke semua organ, otot, dan
tulang.

Beberapa fungsi wei chi adalah melindungi tubuh dari penyakit, menghangatkan
daging, membuka dan menutup pori-pori, menjaga kesehatan, dan melindungi
tulang serta sendi. Sakit apa pun yang disebabkan faktor eksternal menandai
malfungsi wei chi. Sementara itu, yeng chi dianggap sebagai Yin karena
tersusun atas substansi yang halus dan mengalir di pembuluh darah, serta
cairan tubuh. Sebaliknya, wei chi sebagai pelindung digolongkan sebagai Yang
dan tersusun atas unsur kasar.

Yeng chi dan wei chi saling bergantung. Yeng chi menjaga tubuh dari dalam,
sedangkan wei chi melindungi dari luar. Penjagaan tidak dapat berlangsung
kalau tubuh terkena penyakit. Meskipun yeng chi ditekankan sebagai pelindung
dalam dan wei chi sebagai pelindung luar, keduanya saling menjaga luar, dan
dalam tubuh.

Chi dalam tubuh manusia tidak berbentuk tetap. Kadangkala chi muncul dalam
bentuk yang tak tampak, misalnya energi suhu panas ketika demam, cairan
embun di telapak tangan, dan ionisasi ketika mengadakan latihan Tai Chi. Chi
dapat tampak dalam keadaan berkeringat, diare, demam disertai pilek,
orgasme, menangis, dan mulut berliur. Tampak tidaknya chi bergantung pada
faktor internal dan eksternal dalam hidup, emosi, iklim, dan lain-lain.
Kalau chi kuat, chi akan mengalami ionisasi. Kalau lemah, chi mencair.

Organ-organ menggunakan chi yang beredar untuk menjaga hidup dan menunjang
aktivitas tubuh. Kelebihan energi dikirim ke ginjal. Di ginjal energi diubah
menjadi ching chi, energi fisik, untuk kemudian disimpan. Ginjal berlaku
sebagai gudang penyimpan energi cadangan yang telah diperbaiki. Energi itu
dikirim ke organ-organ lain kalau diperlukan. Sakit, trauma, stres,
keranjingan sesuatu, dan seks yang berlebihan menyebabkan penipisan ching
chi. Kalau ching chi tidak mencukupi, aktivitas yeng chi dan wei chi juga
menurung sehingga tubuh mudah terkena penyakit. Ini akan melemahkan
vitalitas tubuh.

Penyimpanan dan konsumsi ching chi berlangsung secara normal sepanjang tahun
dan aktif dilakukan selama musim gugur dan musim dingin. Kalau persediaan
ching chi mencukupi pada musim dingin, penyakit yang sering muncul di musim
semi dapat dihindarkan. Kapan pun energi yang menjadi esensi hidup
diperlukan organ tubuh, ginjal akan mengirimkannya. Jadi, kalau tubuh
terserang peyakit atau kelelahan, ching chi dikonsumsi. Jika persediaan
ching chi banyak, tubuh akan kuat.

Sebagai energi reproduktif, ching chi bertanggung jawab atas pembentukan
sperma dan sel telur dan meentukan kesuburan pada musim semi. Persatuan
ching chi induklah yang menghasilkan yuan chi dan rahim kehidupan baru.
Kalau ching chi rusak, fungsi ginjal akan mempengaruhi organ-organ lain,
misalnya merapuhkan tulang dan gigi. Kasus demikian kerap terjadi pada
ibu-ibu yang sedang hamil. Kehamilan dapat menghabiskan ching chi. Cara
mengatasinya dengan diet dan hidup alamiah.

Ching chi mendewasakan wanita di usia 14 tahun, sedangkan pria di usia 16
tahun. Lebih lanjut, menopouse dialami wanita di usia 49 tahun, sedangkan
pria di usia 64 tahun. Waktu itu bisa bervariasi.

Manusia yang berkembang di masa lalu menemukan bahwa chi adalah indikator
hidup yang pasti dan penting. Agar makhluk hidup dapat berfungsi vital, yeng
chi dan wei chi mutlak dikandung. Pengobatan integral mempertimbangkan
fungsi-fungsi vital manusia, yakni energi fisik, energi emosional, energi
mental, nergi spiritual, dan energi kehendak. Semua fungsi dalam diri
manusia menjadi ekspresi yang berbeda dari chi. Tanpa pemahaman atas fungsi
chi, pengobatan medis terbaik tidaklah lengkap.

DARAH
Organ pemanas di tengah tubuh menyaring cairan dan mengubah warnanya menjadi
merah. Cairan merah itulah yang disebut darah. (Ling-Shu)

Energi dari makanan yang telah diperbaiki, ku chi, bukan hasil transformasi
energi makanan satu-satuya. Sari makanan dimanfaatkan untuk pembentukan
darah. Darah dihasilkan dan disimpan di organ pemanas bagian tengah tubuh,
tepatnya di lambung, limpa dan hati. Dari organ-organ itu, darah diedarkan
ke seluruh tubuh. Walaupun merupakan substansi yang konkrit, darah dan
cairan tubuh tak dianggap mengandung energi spesifik seperti organ-organ
lainnya. Karnanya, volume dan komposisinya konstan. Dalam situasi tak
stabil, darah baru harus dibentuk, sebagaimana yeng chi, dan wei chi. Darah
dengan begitu lebih merupakan alat energi ketimbang energi.

Yeng chi dan darah selalu dikaitkan dengan sirkulasi dan gizi. Apabila
fungsi yeng chi dan darah normal, tubuh menjadi kuat. Semua mekanisme juga
berjalan lancar. Kalau sirkulasi yeng chi dan darah terhambat, tubuh
terserang penyakit. Bila sirkulasi lancar, kulit, daging, otot, tulang, dan
sedi akan kuat dan fleksibel.

Dengan demikian, alasan kenapa mata dapat melihat, kaki dapat berjalan,
tangan dapat menggenggam, kulit berkeringat, dan lain-lain dapat diawab
dengan memperhatikan darah yang mengaliri mata, kaki, tangan, dan bagian
tubuh lainya. Chi menjadi "jenderal" bagi darah. Kalau chi mengalir, darah
juga ikut mengalir. Sepanjang saluran dan pembuluh darah, darah dan yeng chi
mengalir seiring sejalan.

Kalau chi dan darah tidak seimbang, Yin dan Yang saling menyerang. Yeng chi
melawan wei chi: darah melawan chi, sehingga darah dan chi terpisah dengan
keadaan yang satu jelek, sedagkan lainnya bagus. (Ling-Shu)

SHEN

Shen--yang terkadang ditulis sen--dapat didefinisikan sebagai energi
pengarah yang menentukan dan menguatkan karakter istimewa manusia. Energi
bertanggung jawab atas pengaturan hidup. Shen mewakili konsep perkembangan
yang tak dapat dirasakan langsung. Shen dapat mewujudkan diri, sehingga
dapat dirasakan. Itu terjadi kalau shen berhadapan dengan energi Yin. Shen
menentukan, menghasilkan, dan menjaga konfigurasi energi dalam diri mausia.
Di Barat, kata "roh" sering dipakai untuk mengacu shen.

Bagaimana pun, shen tidak sama dengan roh. Shen merupakan dewa yang
megarahkan hidup, sedangkan rohmerupakan perasaan. Shen aktif mempengaruhi
konfigurasi manusia atau benda.

Shen ditumbuhkan oleh esensi yang disaring dari udara, makanan, dan air.
Shen juga merupakan jiwa yang mengarahkan aktivitas chi. Empat grup aktif
mewujudkan shen di dalam tubuh.

Po berkaitan dengan aspek fisik. Po menjaga fungsi paru-paru. Lebih khusus,
Po mengarahkan energi-energi fisik, yakni yeng chi, wei chi, chen chi, dan
yuan chi.

Jiwa pengarah lainnya adalah hun sebagai aspek halus yang menjaga fungsi
organ hati. Hun mewakili kekuatan yang membentuk kepribadian dan kecakapan
berpikir baik sadar maupun tak sadar.

Po dianggap sebagai Yin, sedangkan Hun sebagai Yang. Sebuah kitab kuno
menyebutkan Po adalah jiwa (ling) yang melekat pada makhluk hidup, sementara
HUn adalah shen yang melekat pada chi.

"I" adalah energi yang menjaga fungsi limpa. Energi ini mengarahkan ingatan.

Berikutnya, Chih atau kemaan, yang menjaga fungsi gijal, mengarahkan
kehendak.

Semua fungsi di atas ditentukan dan dikontrol oleh shen yang menempati
jantung. Melihat, mendengar, berbicara, kesadaran, berpikir, dan pergerakan
tubuh merupakan manifestasi shen. Jiwa yang tidak sanggup menjalankan
fungsinya mengakibatkan sakit. Kalau jiwa lemah, mata tidak awas, vitalitas
lenyap, sehingga bisa saja menyebabkan sakit jiwa.




Pusaka Untuk Kebaikan Umat Manusia [1]
Kita kembali pada penghormatan leluhur dan elmu leluhur karena
leluhur kita itu toto, titi, gemi, nastiti, ati-ati.
Kita harus menghormati leluhur walaupun berbeda agama dan tidak benar
kalau leluhur kita menganut Animisme.
Saat ini kita harus kembali kepada Pusaka Leluhur dimana pusaka
leluhur ada 2 macam :
1. Wujud : Tosan aji.
2. Tidak Wujud : Ajaran.

Meremehkan pusaka berarti meremehkan leluhur kita karena pusaka
dibuat oleh beliau-beliau. Pusaka membuka rahasia-rahasia alam.
Keris jumlahnya banyak sekali karena sesuai dengan rahasia alam
dengan frekwensi-frekwensinya.
Leluhur membuat keris dengan frekwensi-frekwensi umum sesuai dengan
yang dibutuh-kan untuk menaikkan derajadnya.
Kitab-kitab suci harus dijabarkan untuk mendapatkan apa yang tersirat
demikian juga pusaka harus dijabarkan.

Zat-zat di dalam tubuh yang dapat diolah oleh pusaka :
- Astral Magnetisme.
- Kriya Sakti.
- Kundalini.
- Rahsa.
- Roh.
- Bayu.

Ketinggian bangunan bisa mempengaruhi seseorang untuk dapat terolah.
Antara manusia dengan keris terjadi hubungan tarik-menarik :
- Mula-mula tingkat daya pada manusia ada di bawah daya keris.
- Daya pada manusia ditarik / diangkat oleh daya keris.
Manusia dalam keadaan diolah oleh keris.
- Daya pada manusia setingkat dengan daya keris.
Manusia sudah menyatu dengan keris.
- Daya pada manusia berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari
daya keris.
- Daya pada keris ditarik / diangkat naik bersama-sama dengan daya
pada manusia ke udara.
Daya keris diudarakan oleh manusia.

Sebaiknya supaya tidak mempunyai ambisi di dalam memiliki pusaka.
Pusaka (dan juga batu) dayanya cocok-cocokan dengan seseorang.
Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan.
Kalau dulu pusaka itu miliknya / buatan leluhurnya / milik leluhurnya
maka sekarang akan menjadi miliknya lagi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak mendapatkan,
tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu.
Jika ada pusaka di dalam keluarga maka harus dikuasai benar dan
dipesankan kepada keturunan bahwa nantinya akan mengalami hal-hal
yang tidak wajar supaya keturunan nantinya tidak menjadi bingung dan
tidak tahu harus bertanya kemana.

Jika seorang diberi pusaka pertama kali biasanya pusaka akan diganti-
ganti,sampai pada suatu saat pusaka yang diberikan adalah pusaka
tetap artinya dia sudah kuat oleh daya pusaka tersebut yang isinya
semua daya-daya dari pusaka-pusaka sebelumnya ada pada pusaka yang
ampuh tersebut.

Pusaka yang sudah menyatu atau manunggal dengan badan halus manusia,
maka pusaka itu apabila hilang akan dapat kembali lagi bersamaan
dengan pijaran sinar di dekat jantung. Dan jika orang tersebut
meninggal dunia maka bersamaan dengan itu ujung pusaka tersebut lepas
menembus rangkanya. Orang yang sudah manunggal dengan pusaka biasanya
hanya mempunyai satu pusaka itu saja.
Jika suatu pusaka sudah menyatu dengan sesorang maka daya pusaka itu
sudah ada di badan orang tersebut (sudah terolah sehingga mempunyai
daya pusaka tersebut), tanpa adanya pusaka tersebut maka badan orang
tersebut bisa memancarkan daya seperti daya pusaka tersebut.

Di dalam menghunus pusaka hendaknya harus terhunus seluruhnya, jika
seandainya terbuka hanya setengah lalu dimasukkan kembali maka
apabila kita membatin / berjanji akan tertulis seperti apa yang telah
ditetapkan.

Bila sedang menghunus pusaka dan gerak dari pusaka tersebut mengarah
kebawah itu tandanya adalah putusan sesuai dengan apa yang dimohon.

Memandikan Pusaka :
Dengan campuran : air nanas (2) dan air kelapa (1). Setelah karat
bersih lalu dibersihkan dengan air kemudian diangin-anginkan
(dikeringkan tanpa dilap dan jangan terkena sinar matahari langsung),
terakhir setelah kering diberi minyak wangi melati atau apa saja
(mawar, cempaka, dll).
Waktu yang baik untu pembersihan pusaka: Boleh pada bulan Suro atau
bulan Maulud, didalam bulan Suro sebaiknya setelah hari ke sepuluh
karena dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Suro, pusaka Keraton Yogya
dan Solo sedang dimandikan dan dikhawatirkan terjadi benturan daya.

Pengolahan pusaka : 1 set.
* Bagian kiri (cakra X) :
- Getaran masuk dari sebelah kiri badan.
- Menerima kuliah.
- Ilmunya Syeh Maulana Magribhi.
* Bagian kanan (cakra XI) :
- Getaran masuk dari sebelah kanan badan.
- Wisuda tapi belum skop luas.
- Ilmunya Syeh Abdul Kadir Jaelani.
* Bagian tengah (cakra VII) :
- Getaran masuk dari bagian tengah badan.
- Sudah bisa mengobati dan mendayagunakan daya dari alam/jagad.
- Ilmunya Syeh Jumadil Qubro. Jumadil Qubro = Jumbuh Karo
Adiling Jagad = Ketemu dengan adilnya jagad. Qubro = Jagad.

Arti dari pada angka (daya yang berlaku dan luk pada pusaka) :
1 = Manusia.
2 = Manunggaling Kawulo Gusti.
3 = Allah, Muhammad, Rasullullah = Bapa, Putera, Roh Kudus.
= Sang Hyang Nur Cahyo, Pikulun Podo Wenang, Ismoyo
(Jinangkungan).
4 = Nafsu-nafsu manusia.
5 = Utusan (Honocoroko).
6 = Nentoake (Menentukan / Menetapkan).
7 = Pitulungan (Pertolongan).
8 = Turunnya Mahkuto Romo.
9 = Wali Songo (Ilmu Tuhan).
0 = Makrifatullah.
10 = Manusia yang mendekatkan diri ke Tuhan (Tuhan Sendiri).
11 = Manusia dengan Tuhannya (Dhat / Atom Allah).
12 = Apostle (Pengikut / Murid Kristus).

Contoh :
Luk 25 artinya : 2 = Manunggaling Kawulo Gusti, 5 = Utusan.
Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar
menjadi utusan

Arti angka pada badan manusia (bagian yang mengalami pengolahan) :
1 = Daerah Sex.?
2 = Pusar.?
3 = Solar Plexus.?
4 = Ulu Hati.?
5 = Bahu Kiri Kanan.?
6 = Punuk.?
7 = Leher.?
8 = Kepala.
9 = Jantung.

Contoh :
Wahyu Makuto Romo kodenya angka 8, 8 = angka kepala.
Jadi untuk mendapatkan Wahyu Makuto Romo maka bagian badan yang
terolah adalah kepala.

Luk 25 artinya : 2 : Manunggaling Kawulo Gusti.
5 : Utusan.
Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar
menjadi utusan, dayanya : jika kita semedi maka para malaikat akan
turun dan beliaupun akan turun.

Luk 17 artinya : 1 : Manusia.
7 : Langit-langit
Jadi luk 17 artinya kontak dengan para leluhur dari lapisan-lapisan
langit.

Luk 12 artinya mengolah manusia dari sifat 12 apostle untuk menjadi
pengikut Kristus yang sejati (Podo Wenang), berjalan di jalan yang
lurus (12 sifat manusia yang seperti 12 apostle akan diluruskan)

Luk 5 mengolah manusia menjadi utusan yaitu menjadi manusia yang
relnya lurus di jalan Allah (moral, mental, watak, sifat, perilaku,
spiritual dan pembawaan yang terpuji).

Khodam adalah isi keris, bukan daya dari keris.
Tingkat dasar seseorang bisa mengetahui isi keris, syaratnya orang
tersebut sudah terbuka Shadiqul Wa'dnya (Atom yang tak pernah ingkar)
sehingga bisa mendapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya.
Apabila orang-orang banyak mengetahui daya dari pusaka-pusaka maka
dikhawatirkan akan mengakibatkan pencurian pusaka-pusaka.

Pusaka-pusaka ada yang mempunyai hubungan gaib dengan suatu wilayah
tertentu, misalnya : Pusaka A hubungan gaibnya dengan gaib dari
Srandil.

Jika 2 pusaka dikatakan bertemu (pertemuan pusaka) maka itu bisa
berarti pertemuan :
1. Antar isi pusaka (daya pusaka).
2. Antar gaib-gaib yang ada hubungannya dengan pusaka-pusaka
tersebut.

Pusaka dan sesaji merupakan sarana untuk berdialog dengan Tuhan dan
berhubungan dengan leluhur.

Manusia harus memakai sarana (kecuali dalam keadaan terpaksa /
darurat) untuk menjaga jangan sampai manusia merasa seperti Tuhan
(manusia itu kuasa tetapi tidak maha kuasa).
Tanpa sarana pasti kodenya salib, orang digerakkan dalam cross
position.

Jangan sengaja mendatangkan leluhur (ilmu menghadirkan itu dilarang
agama) karena bisa ada jin / roh halus yang mengaku leluhur kita.
Leluhur hadir tanpa kita menghadirkan dengan sengaja adalah hak
Tuhan. Leluhur yang sudah di sisi Allah dikirim oleh Tuhan sebagai
malaikat untuk kita (dari leluhur kita sendiri).

Mengetahui daya pusaka jika kita sedang kontak :
1. Tulang iga sebelah kiri kita hidup artinya kita kontak dengan
Beliau perempuan.
2. Tulang iga sebelah kanan kita hidup artinya kita kontak dengan
Beliau laki-laki.

Kode-kode penglihatan :
- Segitiga : Bagian jantung diolah secara spritual.
- Roda : Cokro Manggilingan (perjalanan hidup manusia).
- Bintang Lima : Petunjuk Tuhan (Surat An Najm).

Ada pusaka yang scopenya Jagad karena pusaka tersebut mengolah Atman.
Pusaka itu mengolah manusia menjadi manusia An Naas sehingga manusia
itu bisa memancarkan Atman yang bisa menembus apapun sehingga bisa
mempengaruhi jagad. Daya dengan skope jagad keluar dari Cakra 7
(Cakra Mahkota). Daya dengan skope semesta keluar dari Cakra 10 dan
11 (Cakra-cakra Bahu Kiri dan Kanan).

Keris Majapahit umumnya tarikan vertikalnya tinggi. Ada pamor
Ratuning Keris dan Pendetaning Keris, kedudukannya lebih tinggi
Pendetaning Keris dari pada Ratuning Keris.

Pusaka dapat menunjuk surat dari al Qur'an atau al kitab dengan makna
dan bimbingan dimaksud untuk manusia.
Apabila pusaka di dalam dayanya menunjuk surat As Shaad, maka
pengolahannya ada pada jantung dan sudah pasti levelnya tinggi.
Karena dijantung terletak AKU sebagai zat Tuhan.

Pusaka putih :
- Pusaka putih licin disebut Panditone Pusaka.
- Pusaka putih kasar.

Pusaka tanpa pamor :
- Pusaka yang besinya hitam tidak ada pamornya dayanya adalah
kuasa / kekuasaan.
- Pusaka yang besinya putih tidak ada pamornya dayanya adalah
sifat putih.

Pusaka dengan besi kemerah-merahan / merah bata (Tosan Malik / Besi
Melik) biasanya untuk santet dan untuk pertempuran. Sarananya dengan
menggunakan serbuk besi. Pusaka ini bagus untuk bentengan, bisa
Tumpes Sak Turunan (Tumpas Satu Turunan).
Pusaka ini berdaya Olo Biso Becik Biso (Jahat bisa baik bisa) tanpa
perlu sambatan, tanpa pamor juga berdaya bagus.
Pusaka Wrani : Keris yang terdiri dari campuran besi dengan lumpur
yang bisa berakibat kulit gatal-gatal, dapat membuat kulit dan daging
dapat busuk, jika kena anginnya saja dapat berakibat kulit dan daging
buduk.

Pusaka dari bahan Meteor tarikan vertikalnya tinggi, dayanya
Hangliputing Jagad (meliputi dunia).

Pusaka pamor Tiban sifat vertikalnya tinggi sekali yaitu sifat Wahyu.

Pusaka-pusaka yang bisa menghidupkan / menggerakkan / mengudarakan
pusaka-pusaka lainnya :
- Keris Oumyang Majapahit.
- Keris Sangkelat.
- Keris Nogo Balik.

Pusaka pamor inti biasanya dayanya khusus (1 daya), tetapi ada juga
pusaka dengan pamor inti yang isinya 4 daya.
Pusaka dengan pamor inti ini harus diukup tiap-tiap Jumat Legi /
Kliwon supaya jika kita sedang dalam bahaya maka isi dari pusaka
tersebut (keluar seperti orang / manusia) akan masuk ke dalam badan
kita untuk membentengi kita dari bahaya (misalnya jika kita mau
diracun orang).Contoh pamor inti : pamor Gambar Sunyo.

Pusaka-pusaka yang sifatnya menetralisir dan bentengan harus sering-
sering diberi minyak wangi (melati dll) untuk membersihkan dari daya-
daya yang disedotnya.

Sebelum 4 Mpu dari Jawa Barat datang ke Jawa Timur, di Jawa Timur ada
Mpu Pitrang dan Mpu Gandring.
Selain dibuat ke 2 Mpu tadi keris-keris Majapahit dibuat oleh resi-
resi dimana keris buatan mereka pamornya tidak jelas.

Empu Keleng didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas pada pamor
dengan gambar binatang.

Ornamen pada keris :
- Harimau : lambang kekuasaan.
- Harimau duduk : menjaga.
- Harimau berdiri : kuasa tetapi pasrah pada Allah.
- Burung Hong (Phoenix) : lambang rejeki.
- Padi : lambang kelurusan dan rejeki.
- Naga horizontal : daya pusaka masuk ke dalam tubuh manusia.
- Gajah adalah lambang jalan lurus (gajah jika berjalan selalu
lurus ke depan, tidak berbelok).
- Kuda laut adalah lambang menegakkan kelurusan (kuda laut selalu
berenang tegak, tidak rebah seperti ikan)
- Kalajengking / Scorpio adalah lambang bila ilmunya lurus maka
akan selamat tetapi bila tidak lurus maka akan buruk akibatnya
(jika kalajengking ekornya lurus tidak berbahaya, tetapi jika
ekornya melengkung / tidak lurus maka bisa menyengat / terkena
racun).

Empu Ki Kuwung didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas memasukkan
sabda Beliau : Sopo Sing Kanggonan, Sesok Uripe Kan Raharjo (Siapa
ketempatan pusaka ini (pusaka Ki Kuwung) hidupnya akan sejahtera).
Cirinya : Kerisnya agak lebar dan di pejetannya ada ciri khasnya.

Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut "Gandrung",
tetapi orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat
tinggi disebut "Gandring". Oleh karena itu pusaka Mpu Gandring sangat
ampuh.

Kayu Tumongo (Timoho) yang rupanya asli belang-belang dipakai untuk
warangka dan pegangan keris
yang tua, sifat vertikal tinggi.

Pusaka Kerajaan Kahuripan (Jawa Timur).

Pusaka kerajaan Kahuripan (Jawa Timur) ada 2 :
1. Pusaka Erlangga (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja
pribadi)
2. Pusaka Dewi Sekar Taji (Pusaka II / Pusaka kerajaan).

Pusaka Erlangga.
Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.

Pusaka Dewi Sekar Taji.
Pusaka Dewi Sekar Taji luk 10 adalah pegangan wanita.
Sekar = Bunga. Ta = Tesing Gusti = Atom Allah.Ji = Aji.

Pusaka Kerajaan Pajajaran (Jawa Barat).

Pusaka kerajaan Pajajaran (Jawa Barat) ada 2 :
1. Pusaka Singa Putih (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka
raja pribadi)
2. Pusaka Manglar Mongo (Pusaka II / Pusaka kerajaan)

Pusaka Singa Putih.
Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.

Pusaka Manglarmongo.
Punya pengaruh di jantung, orang yang memegang pusaka ini harus putih.
Manglar : Mengembang / meluaskan sayap.
Mongo : singkatan dari Mo – Go – Bo – To – Ngo, yaitu mematikan hawa
nafsu / teguh dalam iman.
Manglar Mongo : Meluaskan sayap tetapi teguh dalam iman.
Gajah : Kelurusan.
Gajah Mongo : Lurus dalam iman (teguh).
Ada keris pamor Naga Manglar Mongo dan Ganesha Manglar Mongo.
Cakra mahkota (cakra VII) kalau disamakan dengan keris pamornya
Manglarmongo dengan gambaran burung garuda yang mengembangkan
sayapnya dengan lebar.
Maksudnya adalah : Mongo = cakra VII, Manglar = menjangkau dengan
luas. Daya yang skopenya Jagad keluar dari Cakra Mahkota.
Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Manglar Mongo.
Daya yang skopenya Semesta tapi belum jagad keluar dari Cakra-Cakra
Bahu (Cakra 10 dan 11).
Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Wahyu / Wali Songo untuk
menggerakkan Gaib-gaib kenegaraan se Indonesia.

Pusaka Kerajaan Majapahit (Jawa Timur).
Pusaka kerajaan Majapahit (Jawa Timur) ada 2 :
1. Pusaka Sangkelat (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja
pribadi).
2. Pusaka Condong Campur (Pusaka II / Pusaka kerajaan).

Pusaka Sangkelat.
Sangkelat : Sang Komo Lati = Hayat hidup diucapkan jadi.
Sang = Sifat tinggi.
Komo = Hayat hidup.
Lati = Ucapan.
Sifatnya tidak ingin diungguli / diserang oleh pusaka-pusaka lainnya
(kedudukan-nya sangat tinggi : sifatnya diatas pamor pusaka lainnya.
(Zaman Majapahit) ).
Mpu Supo Sepuh adalah pembuat pusaka Sangkelat.
Pusaka Sangkelat adalah pusaka Raja Majapahit sejak Raja Raden Wijaya.
Dayanya semua daya dari pamor-pamor yang ada pada pusaka-pusaka baik
pamor inti maupun pamor campur ada di pusaka Sangkelat (pusakanya /
pegangan Raja).
Dalam riwayat pusaka Sangkelat pernah lepas dari rangkanya dan
bertarung diudara dengan pusaka lainnya yang menyerang. Prabu
Brawijaya tidak dapat menurunkan pusaka tersebut dari udara, maka
dipanggillah Mpu Supo untuk menurunkan pusaka tersebut. Mpu Supo
dengan menggunakan Pusaka Condong Campur akhirnya dapat menu-runkan
pusaka-pusaka yang sedang bertarung tersebut ke bawah.

Pusaka Condong Campur.
Condong campur maksudnya campur dengan aspirasi rakyat.
Istilahnya seluruh daya dari pusaka-pusaka menjadi campur.
Sifatnya menetralisir pusaka-pusaka lain yang berlawanan sehingga
tidak terjadi benturan-benturan / perang antar pusaka (Dibuat oleh
Mpu Supo). Condong Campur adalah pusaka untuk kewibawaan dalam
wilayah, berwibawa terhadap rakyat. Pusaka ini adalah pusaka zaman
Majapahit yaitu pusaka kerajaan / negara.

Pada zaman Islam pusaka raja adalah pusaka Nogo Sosro Sabuk Inten.
Sifatnya membentuk kejiwaan raja dan kesaktian.
Dibuat oleh Mpu Supo Gati (adik dari Mpu Supo Sepuh).
Nogo Sosro = Sejuta Nur Gaib.
Dalam Agama Budha daya pusaka Nogo Sosro ini sama dengan Sejuta Budha.

Pusaka Pengayom / Pelindung Nuswantara Pada Zaman Majapahit.

Pusaka pengayom / pelindung Nuswantara pada zaman Majapahit :
1. Pusaka Oumyang Majapahit.
2. Pusaka Sabdo Palon (SP).
Pasangan / Gandengan pusaka Oumyang Majapahit adalah pusaka Sabdo
Palon (SP). Pusaka Oumyang Majapahit tanpa pusaka Sabdo Palon (SP)
akan pincang.

Pusaka Oumyang Majapahit.
Oumyang = Yang Maha Tinggi.
= Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa
atas segala kekayaan. Enersi yang maha tinggi bersifat
keTuhanan.
Menurut Buku Keris, Pamor Oumyang Majapahit adalah pamor Pakar (orang
yang ahli / keahlian), diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh
(Sebanyak / sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).
Daya pusaka Oumyang Majapahit (dari pamor Pakar) :
1. Kuat angkat junjung drjad. Kuat junjung drjad :
- Kuat junjung orang dari kegelapan.
- Kuat junjung derajad orang.
- Kuat menyembuhkan keadaan yang sakit (perlu pusaka skope
jagad). Kuat angkat junjung berarti kuat angkat orang /
bangsa dari kegelapan. Sebelum dijunjung, orang / bangsa
harus diangkat dari kegelapan. Caranya dengan : Angleledo,
Bejane sing dipunduti candrane kahening siro
sedoyo. --> Ciri Satrio Piningit.
Angleledo = menyamarkan / menggoda.
Dipunduti = sepertinya diminta untuk memenuhi suatu
persyaratan agar hidupnya terangkat.
Semua kegelapan manusia bersumber dari Amarah (tetapi
Amarah ini banyak kawannya), jika kita bisa mengendalikan
Amarah maka akan bisa mengawali dan bisa mengakhiri
sehingga bisa menggarisbawahi cukup sampai disini (seperti
Aku - kembali kepada Tuhan).
2. Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak/sesakti apapun musuhnya
kalah/habis semua). Sesakti apapun musuhnya jika dihidupkan
Akunya tidak akan berdaya.
3. Ojo pisan-pisan siro kumawani,sing wani yen ora loro yo edan
(Jangan sekali-kali terlalu berani (anggap remeh), jika
berani akan sakit atau gila.
Isinya : Wanita (wadah suci) Lambang Isi Oumyang Majapahit :
Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala
kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).

Karena semuanya ada disitu maka Tuhan-Tuhan Kecil akan pergi, roh-roh
halus sesakti apapun tidak berani (seperti Lengkung Kusumo).
Tuhan kecil --> membuat nafsu menjadi dayanya --> daya mistik.
Surat yang ditunjuk :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan). --> Alif.
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka). --> Lam.
3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan). --> Mim.
Ujian dari pusaka Oumyang Majapahit adalah membawakan sifat cinta
kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang).
Pengaruh Oumyang Majapahit :
- Dilayani / diladeni orang-orang.
- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus
menghentikan tapanya (harus selesai).
Daya pada orang yang menyatu dengan Oumyang Majapahit :
1. Tidak ada yang tersembunyi.
2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah terbentang
(diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa melepaskannya) jika
orangnya sudah keterlaluan. Oumyang Majapahit warangkanya harus
diberi selongsong emas (lambang kemuliaan).
Pusaka Oumyang Majapahit sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan orang
diajak untuk marifat. Oumyang Majapahit adalah sumber elmu.
Sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan mengajak orang untuk marifat. Dan
siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani untuk diajak
marifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
Bila seseorang yang masih menggunakan nafsunya maka dia tidak akan
kuat atau tidak tahan jika dia datang ke Tebet karena mau tidak mau
dia akan terolah dengan Pusaka Oumyang Majapahit.
Selama orang masih menganut ilmu yang sifatnya kesaktian atau yang
sifatnya mistik maka bila orang itu ke Tebet akan berakibat ilmu
tersebut akan Badar (hapus).
Bagi yang datang ke Tebet sadar atau tidak sadar akan ditempelkan
Condronya Beliau melalui Pusaka Oumyang Majapahitnya, oleh karena itu
jika kita dipernahake (dinasehati) oleh Bapak maka kita harus menurut
dan mengerjakan apa yang diminta.
Didalam pengolahan terhadap Pusaka Oumyang Majapahit maka akan
terdapat istilah : Yen Lakumu Lan Sowanmu Ketompo, Sak Penjaluke Ing
Roso Katekan, maksudnya adalah asalkan laku / amalanmu dan
kedatanganmu diterima maka bila melaksanakan suatu permohonan dengan
membatin di dalam hati, maka permohonannya akan sampai.
Rahasia dari Pusaka Oumyang Majapahit adalah dapat menghidupkan /
mengudarakan pusaka-pusaka yang lainnya.
Pusaka Oumyang Majapahit mengolah manusia untuk ditingkatkan
spiritualnya tingkat demi tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal
Mustaqiim sampai Alam Lahut yang menghasilkan daya Sastro Jendro Hayu
Ningrat Pangruwating Diyu artinya manusianya bisa mempunyai daya
Ngudari Benang Ruwet (menguraikan masalah).
Oumyang Majapahit itu pengolahannya pada Aku (Gaib Tuhan sendiri)
yaitu Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Awal dan Yang Akhir
(Dalam Al Kitab : Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang
Akhir, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dan Aku akan datang
sebagai Manusia untuk menghakimi).
Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun.
Karena pengolahannya pada Aku maka jika Oumyang Majapahit dihunus
akan berdaya untuk menghidupkan dan mematikan sesuatu, mengawali dan
mengakhiri sesuatu sehingga tidak boleh dihunus secara sembarangan
(diistilahkan : Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe = Harus ada yang
dikerjakan).

Jadi bila terpaksa dihunus harus ditentukan tujuannya :
- Yen arep nguripke, nguripke opo / sopo.
- Yen arep mateni, mateni opo / sopo.
- Yen arep ngawali, ngawali opo.
- Yen arep ngakhiri, ngakhiri opo.
(Jika ingin menghidupkan, menghidupkan apa / siapa)
(Jika ingin mematikan, mematikan apa / siapa)
(Jika ingin mengawali, mengawali apa)
(Jika ingin mengakhiri, mengakhiri apa)
Daya Oumyang Majapahit adalah daya Surat Adz Dzaariyaat : Kuasa
Mukjizat.
Pengolahan Oumyang Majapahit untuk mendapatkan Enersi Yang Maha
Tinggi sehingga bisa melepaskan manusia dari lepetan-lepetan / dosa
dalam waktu singkat.
Pusaka Oumyang Majapahit mengolah Enersi Yang Maha Tinggi pada diri
manusia sehingga:
- Bisa mengetahui daya-daya yang akan turun dari langit.
- Mempunyai firasat yang tinggi.
- Manusia yang memegang pusaka tersebut dapat terkabul
permohonannya (Sak Penjaluke Ing Roso Katekan).

Pusaka Oumyang Majapahit mengolah pada :
1. Mematikan nafsu darah (Wahyu Sastro Jendro Hayu Ningrat
Pangruwating Diyu).
Gunanya untuk mengangkat / melepaskan dosa-dosa kita / orang
lain akibat perbuatan hidupnya / dosanya sendiri.
Untuk memberikan terang kepada orang yang terkena elmu tidak
bisa dengan daya ini.
2. Mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha Gaib.
Dayanya mengangkat / melepaskan / memberikan terang kepada
kita/orang lain dari elmunya sendiri maupun diserang orang lain.
Bila sudah berhasil mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha
Gaib maka dapat disebut Marifat dari Marifatullah.

Oumyang Majapahit mengolah seseorang untuk menjadi marifat,
mengolah cakra 13 dan orang diajak supaya bisa mencapai nol /
kosong baik itu materi, fisik maupun rohani lalu dilewatkan
Jembatan Shiraathal Mustaqiim.
Bila lulus diolah pusaka ini maka mengenai rezeki dan lainnya
akan bagaikan air mengalir di sungai Kautsar asal hidupnya
harus lurus bagaikan relnya Al Qur'an. Oumyang Majapahit adalah
kuasa ilmu-ilmu gaib, bisa mengudarakan pusaka-pusaka lain.

Riwayat dari pusaka Oumyang Majapahit :

Dibuat oleh seorang Empu yang mana setelah pusaka itu jadi, Empu
tersebut takut bilamana pusaka ini jatuh atau ketempatan pada orang
yang salah. Lalu oleh Empu tersebut pusaka ini dibuang ke laut dengan
harapan suatu saat akan ada orang yang benar-benar cocok dan sanggup
akan ketempatan pusaka ini.
Pada suatu ketika ada seseorang nelayan melihat seorang putri
berteriak minta tolong di laut, lantas oleh nelayan tersebut putri
itu ditolongnya. Namun begitu dipegang oleh nelayan, putri terbut
berubah menjadi sebuah keris.
Pusaka ini konon oleh Paku Buwono X dicari–cari dengan mengadakan
sayembara karena Beliau mengetahui mengenai kedahsyatan dan kehebatan
dari pusaka ini. Dalam sayembara itu dikatakan bahwa tidak hanya
pusaka tersebut yang akan dirawat oleh Beliau tetapi juga orang yang
menemukannya / menyimpannya akan diboyong ke keraton untuk dijadikan
abdi dalem keraton karena Beliau sendiri merasa tidak kuat untuk
ketempatan pusaka tersebut akibat gawatnya daya dari pusaka tersebut.
Tetapi nelayan yang mendapatkannya tidak datang bahkan dicari ke
desanya tidak ketemu, menghilang bersama pusaka tersebut.
Pusaka ini didapatkan oleh Bapak Parwoto ketika bersama-sama tentara
Indonesia di jaman Jepang memasuki kantor tentara Jepang yang sudah
ditinggalkan. Saat itu sebagaimana lazimnya masa peperangan semua
besi-besi yang ada dirampas oleh tentara pendudukan dan dikumpulkan
untuk keperluan perang dalam hal ini termasuk juga pusaka-pusaka. Di
dalam kantor tentara Jepang itu ada banyak pusaka hasil rampasan
tentara Jepang (salah satunya adalah Oumyang Majapahit) yang kemudian
dibagi-bagi di antara tentara Indonesia. Bapak Parwoto mendapatkan
pusaka Oumyang Majapahit tanpa mengetahui pusaka apa itu sebenarnya
(tidak memilih secara sengaja). Pusaka Oumyang Majapahit ini baru
dikenali ketika akan diberi warangka, dibawa ke toko pembuat warangka
dan dikenali oleh pemilik toko tersebut.

Pusaka Sabdo Palon (SP).
Sabdo = Sabda, ucapan.
Palon = Panutaning Ngaurip = Tuntunan Hidup.
Sabdo Palon = Sabdo Panutaning Ngaurip.
Noyo = Wajah.
Genggong = Langgeng.
Noyo Genggong = Langgeng Sifate.
Sabdo Palon Noyo Genggong = Sabdo Panutaning Ngaurip Langgeng Sifate.
= Tuntunan Hidup Yang Bersifat Langgeng.
Yang dimaksud dengan Sabdo Palon Noyo Genggong adalah Ajaran-Ajaran
Yang Tersirat Dalam Kitab Suci (Al Qur'an, Al Kitab dll).
Dahulu Ajaran ini dikumpulkan berupa sebuah buku yang ditulis oleh
Beliau Wali X.Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-
Anak Kecil Bersayap.
Menurut buku keris, pamor pusaka SP adalah Pamor Ikar yang dayanya :
1. Wong Siji Biso Katon Sepuluh (Orang 1 bisa terlihat ada 10).
2. Biso Neka-ake Angin Prahoro (Bisa mendatangkan angin prahara).
3. Biso Anjagani Negoro (Bisa menjaga negara).
4. Sosok Kendit Mimang : Wong Sing Nduwe Karep Olo Bakal Bingung
(Bagaikan Kendit Mimang / Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
akan bingung sendi-ri).
Pusaka SP mengolah pada Cahaya Cinta Kasih, syaratnya orang harus
mati nafsu da-gingnya (Kristus menebus dosa manusia dengan darahnya).
Lambang Isinya : Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui
(Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
Surat yang ditunjuk :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan). --> Alif.
2. Surat Al Furqan (Pembeda). --> Lam.
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar). --> Mim.
Menurut buku keris, bila SP dihunus : Bakal Nekano Angin Prohoro,
Wong-wong Sing Nang Duwur Sing Ora Bener Bakal Tibo (Akan
mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat), orang-orang yang di atas
(para pemimpin) yang tidak benar akan berjatuhan).
Daya pusaka ini :
1. Bisa memisahkan yang bathil dan yang benar.
2. Bisa melepaskan orang dan yang bersifat bathil dari kegelapan
supaya menda-pat terang.
3. Wus Biso Wulang Wuruk (Bisa mengajar / memberi keterangan
tentang hal-hal yang Wingit (tentang gaib)).
Pemegang pusaka SP mempunyai daya :
- Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk
menangkal daya negatif.
- Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).

Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan
datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka
bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan
ujian yang berat ).
Walaupun cobaan dan ujian dari pusaka SP berat tetapi pusaka ini
mendatangkan Keadilan dan untuk menyelesaikan suatu persoalan
(menggaris bawahi sampai disini saja).
Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku
tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong
emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya
dengan tidak sah).
Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini
akan keluar / naik dari warangkanya.
Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya
untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

Riwayat dari pusaka Sabdo Palon :
Tahun 1960 ada orang tua datang ke Pak Atmo menitipkan pusaka ini
dengan pesan bahwa isi dari pusaka ini ada di Jakarta / di Pak
Parwoto (Isinya datang) dan orangnya akan datang mengambil, lalu
orang tua itu pergi, dicari tidak ketemu (seperti menghilang).
Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat.
Tahun1967 ada cobaan dipundutnya putri kesayangan Beliau.
Tahun 1968 ada cobaan berat harta benda.
Tahun 1969 pusaka diambil oleh Pak Parwoto (Wadahnya dijemput).
Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-Anak Kecil
Bersayap.
Tahun 1970 pada Malam Natal turun Cahaya Allah yang gambarannya
berupa Bunda Maria dan Yesus.
Pengertiannya adalah Bunda Maria = Wadah Suci & Yesus = Roh Kudus =
Roh Suci, berarti yang diterima Pak Parwoto hakekatnya adalah :
Sucikan wadah (badan) karena Roh Kudus akan masuk (akan memakai
wadah), dengan kata lain akan diolah untuk menerima Karunia Roh Kudus.
Berarti harus memelihara badan supaya selalu dalam kondisi siap
dipakai Tuhan sebagai wadah dengan cara :
- Merendahkan hati.
- Memelihara diri dari nafsu darah.
Tahun 2000 pusaka ini dengan pusaka Oumyang Majapahit keduanya
bersatu aktif dalam kenegaraan (bergerak minta diudarakan).

7.6 Perbedaan Antara Pusaka Oumyang Majapahit Dengan Pusaka Sabdo
Palon :

Pusaka Oumyang Majapahit :
1. Pamornya :
Pamor Pakar (orang yang ahli).
Diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / Sesakti
apapun musuh-nya habis semua).
2. Isinya :
Wanita (wadah suci).
2. Lambang Isinya :
Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala
kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).
4. Surat yang ditunjuk :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan).
5. Ujiannya :
Membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan
penyayang).
6. Pengaruhnya :
- Dilayani / diladeni orang-orang.
- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus
menghentikan tapanya (harus selesai).
7. Pengolahannya :
- Mengolah manusia untuk ditingkatkan spiritualnya tingkat demi
tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal Mustaqiim sampai Alam
Lahut untuk mendapatkan Enersi Yang Maha Tinggi (Atom Yang
Maha Gaib --> Aku), sehingga punya daya Ngudari Benang Ruwet
(menyelesaikan masalah).
- Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa
Yakuun.
8. Dayanya :
Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
1. Tidak ada yang tersembunyi.
2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah
terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa
melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan.
9. Jika dihunus :
1. Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe (Harus ada yang dikerjakan).
2. Siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani
untuk diajak ma'rifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
10. Warangkanya :
Pusaka ini warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang
kemuliaan).
Pusaka Sabdo Palon (SP).
Sabdo = Sabda, ucapan.
Palon = Panutaning Ngaurip = Tuntunan Hidup.
Sabdo Palon = Sabdo Panutaning Ngaurip.
Noyo = Wajah.
Genggong = Langgeng.
Noyo Genggong = Langgeng Sifate.
Sabdo Palon Noyo Genggong = Sabdo Panutaning Ngaurip Langgeng Sifate.
= Tuntunan Hidup Yang Bersifat Langgeng.
Yang dimaksud dengan Sabdo Palon Noyo Genggong adalah Ajaran-Ajaran
Yang Tersirat Dalam Kitab Suci (Al Qur'an, Al Kitab dll).
Dahulu Ajaran ini dikumpulkan berupa sebuah buku yang ditulis oleh
Beliau Wali X.Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-
Anak Kecil Bersayap.
Menurut buku keris, pamor pusaka SP adalah Pamor Ikar yang dayanya :
1. Wong Siji Biso Katon Sepuluh (Orang 1 bisa terlihat ada 10).
2. Biso Neka-ake Angin Prahoro (Bisa mendatangkan angin prahara).
3. Biso Anjagani Negoro (Bisa menjaga negara).
4. Sosok Kendit Mimang : Wong Sing Nduwe Karep Olo Bakal Bingung
(Bagaikan Kendit Mimang / Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
akan bingung sendi-ri).
Pusaka SP mengolah pada Cahaya Cinta Kasih, syaratnya orang harus
mati nafsu da-gingnya (Kristus menebus dosa manusia dengan darahnya).
Lambang Isinya : Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui
(Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
Surat yang ditunjuk :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan). --> Alif.
2. Surat Al Furqan (Pembeda). --> Lam.
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar). --> Mim.
Menurut buku keris, bila SP dihunus : Bakal Nekano Angin Prohoro,
Wong-wong Sing Nang Duwur Sing Ora Bener Bakal Tibo (Akan
mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat), orang-orang yang di atas
(para pemimpin) yang tidak benar akan berjatuhan).
Daya pusaka ini :
1. Bisa memisahkan yang bathil dan yang benar.
2. Bisa melepaskan orang dan yang bersifat bathil dari kegelapan
supaya menda-pat terang.
3. Wus Biso Wulang Wuruk (Bisa mengajar / memberi keterangan
tentang hal-hal yang Wingit (tentang gaib)).
Pemegang pusaka SP mempunyai daya :
- Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk
menangkal daya negatif.
- Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).

Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan
datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka
bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan
ujian yang berat ).
Walaupun cobaan dan ujian dari pusaka SP berat tetapi pusaka ini
mendatangkan Keadilan dan untuk menyelesaikan suatu persoalan
(menggaris bawahi sampai disini saja).
Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku
tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong
emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya
dengan tidak sah).
Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini
akan keluar / naik dari warangkanya.
Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya
untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

Riwayat dari pusaka Sabdo Palon :
Tahun 1960 ada orang tua datang ke Pak Atmo menitipkan pusaka ini
dengan pesan bahwa isi dari pusaka ini ada di Jakarta / di Pak
Parwoto (Isinya datang) dan orangnya akan datang mengambil, lalu
orang tua itu pergi, dicari tidak ketemu (seperti menghilang).
Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat.
Tahun1967 ada cobaan dipundutnya putri kesayangan Beliau.
Tahun 1968 ada cobaan berat harta benda.
Tahun 1969 pusaka diambil oleh Pak Parwoto (Wadahnya dijemput).
Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-Anak Kecil
Bersayap.
Tahun 1970 pada Malam Natal turun Cahaya Allah yang gambarannya
berupa Bunda Maria dan Yesus.
Pengertiannya adalah Bunda Maria = Wadah Suci & Yesus = Roh Kudus =
Roh Suci, berarti yang diterima Pak Parwoto hakekatnya adalah :
Sucikan wadah (badan) karena Roh Kudus akan masuk (akan memakai
wadah), dengan kata lain akan diolah untuk menerima Karunia Roh Kudus.
Berarti harus memelihara badan supaya selalu dalam kondisi siap
dipakai Tuhan sebagai wadah dengan cara :
- Merendahkan hati.
- Memelihara diri dari nafsu darah.
Tahun 2000 pusaka ini dengan pusaka Oumyang Majapahit keduanya
bersatu aktif dalam kenegaraan (bergerak minta diudarakan).

7.6 Perbedaan Antara Pusaka Oumyang Majapahit Dengan Pusaka Sabdo
Palon :

Pusaka Oumyang Majapahit :
1. Pamornya :
Pamor Pakar (orang yang ahli).
Diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / Sesakti
apapun musuh-nya habis semua).
2. Isinya :
Wanita (wadah suci).
3. Lambang Isinya :
Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala
kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).
4. Surat yang ditunjuk :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan).
5. Ujiannya :
Membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan
penyayang).
6. Pengaruhnya :
- Dilayani / diladeni orang-orang.
- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus
menghentikan tapanya (harus selesai).
7. Pengolahannya :
- Mengolah manusia untuk ditingkatkan spiritualnya tingkat demi
tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal Mustaqiim sampai Alam
Lahut untuk mendapatkan Enersi Yang Maha Tinggi (Atom Yang
Maha Gaib --> Aku), sehingga punya daya Ngudari Benang Ruwet
(menyelesaikan masalah).
- Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa
Yakuun.
8. Dayanya :
Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
1. Tidak ada yang tersembunyi.
2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah
terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa
melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan.
9. Jika dihunus :
1. Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe (Harus ada yang dikerjakan).
2. Siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani
untuk diajak ma'rifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
10. Warangkanya :
Pusaka ini warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang
kemuliaan).

Pusaka Sabdo Palon (SP) :
1. Pamornya :
Pamor Ikar (orang 1 bisa terlihat ada 10).
2. Isinya :
Anak-anak kecil bersayap.
3. Lambang Isinya :
Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui (Aku datang
bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
4. Surat yang ditunjuk :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan).
2. Surat Al Furqan (Pembeda).
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
5. Ujiannya :
Mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan datang
sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka
bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru
cobaan dan ujian yang berat).
6. Pengaruhnya :
Mendatangkan keadilan, untuk menyelesaikan suatu persoalan /
menggarisbawahi sampai disini (Kristus menebus dosa manusia
dengan darah-nya : harus mati nafsu dagingnya).
7. Pengolahannya :
Mengolah pada Cahaya Cinta Kasih.
Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Menghayu
Hayuning Bawono.
8. Dayanya :
Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
1. Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat
jahat akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk
menangkal daya negatif.
2. Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa
Menyembuhkan).
9. Jika dihunus :
Pusaka ini akan mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat).
10. Warangkanya :
Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho
(Aku tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi
selongsong emas maka habislah orang-orang kaya yang
mendapatkan kekayaannya dengan tidak sah).
Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka
ini akan keluar / naik dari warangkanya.
Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi
berbahaya untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja,
dayanya bagus.

Umyang Pajang.
Ciri khas Umyang Pajang adalah : luknya ke kiri lebih dahulu (dari
arah gonjo lekuknya berbelok ke arah kiri dulu, padahal umumnya keris-
keris lain awal luknya berbelok ke kanan dulu), jika dilihat dari
pemegang keris.
Jika dilihat dari arah kiri-kanan keris maka lekuknya ke kanan lebih
dahulu. Dayanya : Orang tanpa ditanya akan ngomyang / bercerita /
mengoceh sendiri ten-tang perbuatannya.

Umyang Jembe.
Umyang Jembe ada 2 :
1. Pamor Pohon Beringin.
2. Pamor Ketut (ada gambar 2 orang di kiri kanan).
Jembe : Habis ludes tidak berdaya.
Umyang Jembe artinya :
- Umyang : punya kelebihan yang sifatnya kuasa.
- Jembe : orang yang sudah lepas nafsu jim sehingga relnya ada /
sudah di ja-lan Allah, sudah hidup dalam ridha Allah.
- Umyang Jembe : diberi kekuasaan untuk bisa mengayomi /
memayungi / memberi petunjuk.
Kalau berani kepada pemegangnya akan mati penguripane (tidak ada
yang mengayomi).
Jarang ada orang yang punya jiwa pengayom.
Pengayom harus berjiwa tenang sehingga berlaku bijak / wise dan
bisa membimbing.
Pengayom itu adalah jiwa, tidak bergantung usia.
Daya Umyang Jembe menunjuk Surat Amsal : bagaikan orang kaya
yang selalu merasa kekurangan (tidak pernah puas)
Syaratnya : pemegang Umyang Jembe harus bisa mengayomi sesama
manusia dengan ikhlas (kudu wani ngayomi wong sapodo-podo lan
kudu ikhlas). Lambang pengayom (gambar pada wilahan keris) :
- Tongkat : tuntunan.
Wenehono (paring/aweh) tungket (teken) marang wong wuto (ora
ngerti dalan) (memberi tongkat kepada orang buta / tidak tahu
jalan) artinya memberikan tuntunan / petunjuk atau menunjukkan
jalan kepada orang yang dalam ketidak-tahuan.
- Payung : pertolongan.
Wenehono (paring/aweh) payung marang wong kudanan lan kepanasan
(memberi payung kepada orang yang kehujanan atau kepanasan)
artinya memberikan pertolongan kepada orang yang mendapat
musibah / kemalangan.
- Padi dan Kapas : hak dan rejeki.
Wenehono (paring/aweh) sandang pangan marang wong sing gawe
(memberikan sandang pangan kepada orang yang yang bekerja
memberikan hak dan rejeki kepada orang yang sudah bekerja untuk
kita).
- Beringin Kurung (Wringin Kurung) : perlindungan / pengayoman.
Memberikan keteduhan / tempat berlindung bagi orang yang sedang
kepanasan artinya memberikan perlindungan kepada orang yang
sedang mendapatkan kesusahan.

nb: Oumyang tidak sama dengan Umyang

Pusaka Singkir.
Pusaka Singkir ada 2 dan dayanya berbeda.
- Singkir Majapahit.
- Singkir Demak.
7.10 Daya Pusaka Dan Surat-Surat Al Qur'an.

Untuk mengolah manusia supaya dapat mempunyai daya Menghayu Hayuning
Bawonn maka surat yang harus dipahami :
1. Surat Al Quraish (Suku Terpilih).
2. Surat Al A'laa (Yang Maha Tinggi).
3. Surat An Fushilat (Yang dijelaskan)
Bacaan dari surat-surat tersebut : Manusia pilihan yang bisa menerima
daya paling tinggi untuk mempunyai daya memberikan keterangan yang
sejelas-jelasnya.
Daya Menghayu Hayuning Bawono ini (merupakan Wahyu paling tinggi) :
- Mengolah semua zat-zat pemberian Allah yang ada di dalam tubuh
manusia yaitu lewat otak tengah / otak kesadaran dengan proses
pengolahan langsung menuju Alam Lahut.
- Mempunyai sifat mengayomi dan memimpin.
- Merubah dari yang ada di atmosfir sampai seluruh jagad raya dan
merubah ma-nusia (mau tidak mau) untuk menjadi (mempunyai sifat) ayu.

Untuk mengolah manusia supaya dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun /
mendayagunakan Atman maka surat yang harus dipahami :
1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
3. Surat An Fushilat (Yang dijelaskan).

Untuk mengolah manusia supaya dapat mempunyai daya Salib Penyembuhan
maka surat yang harus dipahami :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan) ---> Mematikan Nafsu.
2. Surat Al Furqan (Pembeda / Memisahkan yang bathil dan yang
benar) ---> Mem-buka Tabir.
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar) ---> Menyorot dengan Nur.
Bacaan dari surat-surat tersebut : Kebangkitan Roh Allah pada manusia
dengan mematikan nafsu-nafsu membuat manusia tersebut dipisahkan dari
yang bersifat bathil sehingga mendatangkan terang (terbit fajar).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat Al Fathir (Yang Menjadikan).
2. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
3. Surat Al Humazah (Pengumpat).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat Al Fathir (Yang Menjadikan).
2. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
3. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat An Nuur (Cahaya).
2. Surat Al Fathir (Yang Menjadikan).
3. Surat Al Naas (Manusia).

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Surat Ar Rakhman (Pemurah).
2. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
3. Surat Al Ashr (Waktu).
Artinya : Sifat pemurah turun dengan angin yang mencerai-beraikan
karena sudah waktu.

Ada pusaka yang dayanya menunjuk :
1. Al Fat-h (Kemenangan).
2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
Artinya : Kemenangan atas hal-hal yang terselubung.

7.11 Koleksi Pusaka.

Pusaka dengan Pamor Naga dan Kijang dayanya adalah untuk mengolah
suara agar mempunyai getaran dan dapat masuk ke hati orang tersebut.
Kijang pengolahan cakra tenggorokan.
Naga adalah Nur Ghaib.

Pusaka dengan Pamor Buntel Mayit dayanya adalah untuk
manghalau/menundukkan orang yang berangasan atau mengamuk.
Bapak ada pusaka keris Buntel Mayit yang dayanya akan membuat ngantuk.

Pusaka Tombak Mangkang Jagad dengan ciri bolong di tengah memanjang,
dayanya untuk menarik getaran yang sifatnya jelek/negatif kemudian
dikumpulkan ditengah lubang lalu dinaikkan / divertikalkan.

Pamor : titik-titik.
Dapur : Karno Tanding.
Luk : Lurus.
Dayanya :
- Dapat menggerakkan atom-atom yang ada di alam.
- Dapat melepaskan konsentrasi orang.

Pamor : Kecubung Kasihan.
Daya : Agar tidak dibenci orang.
Luk : 5 (utusan).

Pamor : Talang Emas.
Daya : Rezeki.
Luk : Lurus.
Pusaka Talang Emas dayanya secara metafisis adalah kontak dengan atas
yang sifatnya emas.

Pamor : Lanang Nek Ono Perkoro.
Dayanya :
- Menyelesaikan suatu perkara/masalah.
- Mengusir segala mahluk halus (setan).
- Apabila ada tanah yang angker, pusaka ditancapkan ke tanah 5
menit.

Pamor : Untu Walang.
Daya : (vertikal).
Berwibawa dan mendapatkan acc dari orang lain.
Angkanya : 9 (wali).
Luk : Lurus (tidak ada).

Tombak Wijaya Kusuma.
"Siapa yang kuat ketempatan, maka akan mendapatkan pengayoman dan
pinayungan", tombak ini khusus untuk pimpinan.

Pusaka dengan Pamor Nogo Kebalik dan Burung yang mengarah kebawah.
Dayanya untuk membalikkan dan melepaskan sesuatu yang asalnya dari
nafsu.

Pusaka yang bisa menghilangkan Tenung Aper pamornya Gambar Sunyo,
pamor ini termasuk pamor inti.
Gambar Sunyo lambang orang yang sepi / sunyo ing gegambare yaitu
orang yang sudah mati nafsu darah dan nafsu dagingnya (sudah mendapat
Kebangkitan Kristus).

Pusaka Beliau Sunan Rahmat, dayanya bila ilmu yang asalnya bukan dari
kitab suci dan menambah bid'ah-bid'ah dari kitab suci maka orang
tersebut akan terkena.

Keris Tribuwana Tungga Dewi luk 5.

Pusaka bergambar 2 Nogo dengan 15 Lubang, di bawah 2 nogo ada 1
Nogo Horizontal.
Lubang = Huriping Nur = Hidupnya Cakra 4.
Naga Horizontal = Dayanya masuk ke dalam tubuh manusia.
Surat yang ditunjuk : Al Israa'.

Pusaka bergambar 2 Harimau, di tengah ada Kijang dan Matahari.
Surat yang ditunjuk :
1. Al Fajr.
2. Al Faathir.
3. Al Ghaasiyaah.

Pusaka bergambar Padi, di bawahnya ada Burung Hong.
Dayanya : Siapa yang lurus di jalan Allah maka akan mendapatkan
pinayungan dan rejeki.

Pusaka bergambar Nogo dengan buntut dua.
Dayanya Cakra 13 dan Cakra 4 bergabung keluar dengan daya spiral.

Pusaka Pamor Putri Kinurung (Putri yang dikurung).
Gambarnya bulat-bulat didalamnya ada titik.
Dayanya :
- Daya tarik (karena sebab putrinya).
- Mendapatkan roso yang tajam (karena dikurung).
Membuka cakra XIII (jantung) sehingga mempunyai cahaya yang
menyinari seluruh tubuh menjadi bercahaya sehingga orang lain akan
memperhatikan kita.
Cahaya yang berasal dari jantung (cakra XIII) meliputi seluruh
badan dayanya bila bertemu orang akan menjadi damai.

Pusaka Riwader.
Dayanya bila ilmunya tidak dijalan Allah, maka akan terkena "duri".
Ri : Duri , Wader : Ikan sawah.

Pusaka Ron Pakis (Putri Malu).
Dayanya pembersih dari daya yang negatif bila ada daya yang
keterlaluan maka isi dari pusaka tersebut akan keluar berbentuk orang
tua.

Pusaka Rojo Sulaiman.
Pamornya anti santet, wirid, menghadirkan roh menggerakkan tenaga
dalam dengan lambang Scorpio.
Bisa jadi tetumbale loro.
Yang ketempatan akan sugih / kaya seperti nabi Sulaiman.

Pusaka Nogo …
Dayanya keluar dari pundak, bawah ketiak dan daerah Nakula Sadewa.

Pusaka 3 Burung Dewata.
Jika orang ketempatan pusaka yang ada 3 burung dewata maka orang itu
memiliki daya cipta dadi/sabdo dadi dan semua permohonannya
kesampaian (banyak orang yang mencari pusaka ini).

Pusaka laki-laki penggerak seluruh gaib di Indonesia.
Ujungnya pecah dua, kedua ujungnya menggambarkan cakra IV dan
dhatullah, daya tersebut menggambarkan permohonan turunnya mu'jizat
Allah (jarang orang yang kuat untuk menerima daya mu'juzat untuk yang
kedua kalinya).
Syarat : Membawakan cinta kasih terhadap sesama dan tidak ada pamrih
bagi si pemegang pusaka tersebut.
Pusaka Laki-laki bisa kontak dengan Ki Anta.
Pusaka Laki-laki di ujung yang pecah dua, jika di beri darah kambing
dan berkonsentrasi pada orang atau foto orang tersebut maka bisa
berakibat orang tersebut muntah darah.

Tombak Orang Tua.
Tombak Orang Tua bisa menggerakkan keramat-keramat dan dapat
diarahkan ke orang atau rumah orang.

Pusaka Perempuan.
Pusaka Perempuan untuk menarik orang dan rezeki.

Tombak ukir luk 3.
Dayanya menggerakkan kundalini untuk mendapatkan Payung Allah.
Dayanya Marifat pada :
1. Kebenaran.
2. Kelurusan.
3. Keadilan.

Tombak Ornamen.
Ornamen tombak : Dua orang memakai sayap seperti Kresna diatas mahluk
bersayap di atas ada orang dengan rambut luk 3 posisi Semar dengan
kundalininya.
Mengolah khusus dengan kundalini untuk dapat menggerakkan Payung
Allah.
Pusaka Tombak luk 3 dayanya :
1. Marifat pada kebenaran.
2. Marifat pada kelurusan.
3. Marifat pada keadilan.

Pusaka Nogo Balik.
Pusaka Nogo Balik dayanya bisa menggerakkan pusaka-pusaka lain untuk
mengudara dan mengeluarkan daya yang paling tinggi.

Leluhur menjadikan alam sebagai pamor pada keris dengan mempelajari
alam dan menemukan adanya keistimewaan dari alam (misalnya :
semangka, kenongo).

Pamor Keris :
- Keris pamor Rambut Daradah gambarnya garis yang terputus-putus,
dayanya jika ada orang berpikir negatif maka dia akan bingung
sendiri.
Keris pamor Rambut Daradah bisa untuk menarik (memelet) orang
yang disuka tetapi jangan dipakai untuk negatif karena orangnya
bisa menjadi gila.
Rambut adanya di kepala, hubungannya dengan pikiran maka Rambut
Daradah dayanya membuat orang kepikiran terus.
- Keris pamor Kulit Semangka dayanya prana bumi dan udara.
Keris pamor Kulit Semangka dayanya jika dalam keadaan bahaya
maka orangnya tidak akan kelihatan oleh orang yang berniat
jahat (dicari tidak ketemu).
Jika keris ini dihunus dan diarahkan ke atas maka dalam mimpinya
orang akan diberi petunjuk apa yang yang ditanyakan / ingin
diketahui.
Kulit Semangka dijadikan pamor oleh leluhur kita karena tumbuhan
semangka ada keistimewaannya yaitu :
* Jika semua ujung daun tumbuhan semangka yang merambat
dibalikkan maka orang yang ingin mencuri buah semangka akan
kebingungan (dicari buahnya tidak ketemu) sehingga tidak bisa
mencuri.
* Jika ujung daun tumbuhan semangka yang merambat diarahkan ke
atas maka akan menjadi bunga / buah.
Dari keistimewaan inilah daya keris pamor Kulit Semangka
dilambangkan.
- Pamor Putri Duyung dayanya untuk menarik perhatian orang dan
bila ada yang ingin berbuat jahat maka akan bingung.
- Pamor Junjung Derajat dayanya mengangkat manusia kehadapan Tuhan.
Gambar Pamor Junjung Derajat
- Pamor Pucuk Gunung (^) dayanya mengangkat cita-cita.
- Pamor Biji Ketimun maksudnya mengolah manusia di dalam menaikkan
cita-cita.
- Pamor Bonang Rinenteng untuk mencapai agar supaya acc biasanya
untuk para pejabat.
Bonang = seperti kunang-kunang yang bersinar.
- Pamor Untu Walang Pucuk Gunung dayanya bila wejang dan
mengangkat cita-cita.
- Pamor Wos Wutah (Beras Tumpah) dayanya untuk menarik perhatian
orang dan bisa dipakai untuk menarik orang yang tidak mau datang
kepada kita.
- Pamor Pudak Setegal dayanya untuk petanian.
- Pamor Udan Mas.
Udan = Hujan : Titik-titik = lambang atom-atom hidup yang ada di
atmosfir. Mas = Emas : Sifat emas = kelurusan.
Udan Mas : Dayanya diharapkan agar terjaga kelurusannya sehingga
rezeki dapat terbuka.
Pamor Udan Mas ada bulatan-bulatan berupa titik (lambang : atom).
- Pamor Melati : menambah kewibawaan di dalam berucap.
- Pamor Melati Rinonce / Tumpuk : lambang hiasan rambut wanita,
dayanya daya tarik.
- Pamor Melati Sumebar / Sinebar : lambang peristiwa sakral
seperti perkawinan.
- Pamor Batu Lapak dipakai untuk bisnis.
- Keris pamor Ron Kenduru dayanya untuk anti magic atau pengobatan.
- Pamor Ron Pakis (Putri Malu): dayanya pembersih dari daya yang
negatif bila ada daya yang keterlaluan maka isi dari pusaka
tersebut akan keluar berbentuk orang tua.
- Pamor Riwader : dayanya bila ilmunya tidak dijalan Allah, maka
akan terkena "duri".
Ri : Duri , Wader : Ikan sawah.
- Pamor Buntel Mayit dayanya adalah untuk manghalau / menundukkan
orang yang berangasan atau mengamuk.
- Pamor Kendil Gumantung (Kendil digantung) dayanya bisa untuk
menyembuhkan orang yang dibalik pikirannya (misalnya : dengan
dibacakan Qulhu Sungsang).
Caranya dengan diberi kembang, didiamkan semalaman kemudian
kembangnya diambil dan diberi air, airnya dipakai untuk membasuh
muka dan kepala.
- Pamor Blarak Sineret
- Pamor Blarak Sinangun
Blarak Sinangun adalah blarak yang dipuntir-puntir.
- Pamor Gambar Sunyo dayanya untuk menghilangkan Tenung Apes.
- Pamor Ikar dayanya orang 1 bisa terlihat ada 10.
- Pamor Pakar (orang yang ahli) dayanya Sepiro musuhe kekes kabeh
(Sebanyak dan sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).
- Pamor Kendit Mimang (Akar Mimang) dayanya orang yang berniat
jahat akan bi-ngung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk
menangkal daya negatif.

Ornamen Keris :
- Ornamen Nogo Kawin artinya kawin dalam ilmu / acc.
- Ornamen Nogo Temanten dayanya menciptakan suasana persis dengan
suasana per-kawinan.
- Ornamen Nogo Sungsang dayanya untuk melepaskan / membalikkan
konsentrasi dan untuk menolak bala.
- Ornamen Nogo Wiseso gambarnya Naga dibawah ada orang semedi
dayanya untuk permohonan.
- Ornamen Nogo Wengkon dayanya apa yang diucapkan tidak bisa
ditembus oleh orang lain.
- Ornamen Pandawa Limo dayanya untuk nafsu daging yang terlepas.
- Ornamen Putri Duyung sifatnya menenangkan dan mengolah Atman.
- Gambar Sigar Penjalin (Rotan Terbelah : (| sebelah melengkung,
sebelah lagi datar) dayanya bisa untuk menggarisbawahi
(menyudahi) suatu masalah yang turun-temurun dalam keluarga.
Pusaka Sigar Penjalin bisa untuk membubarkan demonstrasi (orang
akan lemas).
Keris Sigar Penjalin yang kecil disimpan di kantong, dibawa
kemana-mana maka orangnya akan aman (tidak ada yang mengganggu).
Sigar Penjalin ini merupakan satu-satunya tanaman yang gampang
dibangun (karena mudah ditekuk).
Untuk pusaka ini sebaiknya dicari Pandan Alas yaitu pandan yang
tumbuh di dalam Hutan. Umumnya pandan tidak tumbuh di hutan,
jika ada pandan tumbuh di hutan berarti ada yang menanam, ada
orang yang pernah tinggal di hutan itu.
- Gambar seperti orang yang memegang ular dayanya Olo Biso Becik
Biso (jahat bisa baik bisa) tetapi ada sambatan, masih kalah
dengan pusaka Tosan Melik yang tanpa sambatan.

Trisulo Wendo.
Pusaka Trisulo Wendo :
1. Sisi kiri : Utang Bondo Nyaur Bondo.
2. Sisi kanan : Utang Nyowo Nyaur Nyowo.
3. Sisi tengah : Kang Ngadep Aken Wong Kang Mbegig Engkang Moho
Kuoso.
Wendo = Wenang ing Dhat (Kuasa dalam Atom Allah).
= Ilmu.
Jika seseorang kedatangan keris Trisulo Wendo artinya orang tersebut
telah mempunyai daya yang ada di dalam pusaka Trisulo Wendo.
Jika seseorang kedatangan tombak Trisulo Wendo artinya orang itu
telah menguasai udara.

Pamor pusaka bergambar buaya dengan ekor melengkung yang diatas
ekornya ada gambar padi, maka dayanya untuk menarik rezeki.
Bila gambar buaya dengan ekor lurus dayanya untuk melepas konsentrasi
dan mengolah kundalini.

Pusaka Gaibul Guyub.
Pusaka Gaibul Guyub adalah pusaka pengayom yang sifatnya luas dan
menggerakkan gaib-gaib untuk bersatu. Pusaka ini adalah pusaka
pegangannya Ratu, dimana orang yang ketempatan pusaka ini
harus "Kanti Wahyu", bila dalam kondisi perang pusaka ini dapat
memberi keteguhan.
Gaibul Guyub = Gaib Kabul Guyub.
Guyub = Bersatu.
Pusaka ini adalah pegangan Prabu Surya Kencana.
Surya = Matahari, Kencana = Cahaya Keemasan.
Dapurnya lurus tanpa luk.

Pusaka Nogo Kerawang. Ada gambar naga yang dipinggir besinya ada
lubang-lubang. Cahayanya merah delima yang merupakan kekuatan dan
menghilangkan penyakit.
Kerawang = berlubang.

Pusaka Nogo dengan 3 lubang di kiri dan kanan dayanya mengolah pada 6
bidang ma'rifat.

Pusaka keris luk 35 bisa mengolah manusia supaya tidak kelihatan oleh
musuh.

Pusaka luk 9 dayanya Marifat pada :
1. Sains and wisdoms.
2. Kebenaran.
3. Jujur dan setia pada perkawinan.

Pusaka Jatayu Kipas berarti :
Jatayu = Jagad Toto Tur Ayu = Dunia itu teratur dan indah.
Kipas = meluas (skope jagad).
Dayanya : orang yang merusak jagad akan terkena akibatnya.

Pusaka Sekar Sedayu : menegakkan keadilan, kebenaran dan kelurusan.

Kyai Kanjeng Sedayu berarti Sejatine Podo (Marcopodo) Ayu = Dunia
Sejati itu Indah.

Pusaka 4 sisi untuk meluhurkan 4 nafsu.

Pusaka 4 sisi luk 13 dayanya pada 4 sisi menaikkan nafsu-nafsu :
- Nafsu syahwat.
- Nafsu kepentingan pribadi.
- Nafsu keinginan memiliki segala-galanya.
- Nafsu kesenangan hura-hura.

Kanjeng Kyai Sumelang Gandring mengolah manusia kepada Karunia Rohul
Kudus Kuasa (Kuasa Mukjizat = Kode 001) dan menghubungkan dengan
leluhur.

Pusaka pamor 3 blok dengan benang tunggal dapur lurus dayanya hanya
satu yaitu Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwating Diyu (menggerakkan
Atman menyentuh Brahman turun mewujud (Kuasa Mukjizat).

Pusaka pamor pohon pisang dengan buahnya setandan, di atasnya ada
bulatan-bulatan.
Ada pusaka pamor pohon pisang dengan buahnya setandan, di atasnya ada
bulatan-bulatan artinya :
- Pohon pisang ada tandannya sifatnya banyak, lambang satu
keturunan.
- Bulatan-bulatan artinya sudah berwujud, sifat molekul, dayanya
Kun Faya Kun. Berarti daya pusaka adalah mengolah orang bisa
menyabda satu keturunan.
Lambang pohon yang dipakai adalah pisang bukan korma karena pohon
korma tandannya banyak tidak seperti pohon pisang, hanya satu.
Pohon adalah lambang orang tua, tandan buah adalah lambang keturunan.
Tidak gampang menjadi pohon (orang tua) karena keturunan (setandan)
akan mendapatkan akibat perbuatan orang tua.
Pamor titik-titik berarti atom-atom, pamor bulatan-bulatan (besar)
berarti molekul.
Jika atom-atom sudah mempunyai sifat maka ia sudah menjadi molekul.
Dalam Surat Adz Dzaariyaat ada 2 malaikat (lambang : proton dan
neutron) dan angin yang mencerai-beraikan (lambang : elektron) maka
terjadi molekul (ada sifat) sehingga mewujud berupa mukjizat (daya :
Kun Fa Yakuun).

Melati : Keindahan yang Tuhan berikan melalui lidah (ucapan).
Bila itu ada pada keris yaitu menambah kewibawaan di dalam berucap.
Pamor Melati Rinonce / Tumpuk : lambang hiasan rambut wanita, dayanya
daya tarik.
Pamor Melati Sumebar / Sinebar : lambang peristiwa sakral seperti
perkawinan.
Keris yang pamornya di pangkalnya ada seperti Batu Lapak dan di
atanya ada Melati Rinonce dipakai untuk bisnis supaya mendapat relasi
yang banyak.

Keris pamor Banyu Mili dapur Pitrang dipakai untuk melindungi relasi-
relasi agar tidak direbut orang lain.

Pusaka Nogo Tumpuk dayanya :
- 2 Nogo : Yang satu membawakan keindahan Tuhan, yang satu lagi
membawakan kemuliaan dunia.
- Tumpuk : 2 sifat Nur yang saling mengisi satu sama lain.

Pusaka Luk 9 untuk kontak dengan Beliau Wali ke X.

Pusaka Luk 17 dengan gambar 2 harimau menjaga di kiri dan kanan untuk
kontak dengan Beliau-Beliau Leluhur yang sudah di sisi Allah dan
Beliau Sabdo Palon Noyo Genggong. Doanya adalah sebagai berikut :
Asal tanah bali menyang tanah. (Asal tanah kembali ke tanah)
Asal angin bali menyang angin. (Asal angin kembali ke angin)
Asal geni bali menyang geni. (Asal api kembali ke api)
Asal banyu bali menyang banyu. (Asal air kembali ke air)
Niat ingsun ketemu leluhur. (Niat saya bertemu leluhur)

Pusaka luk 11 Batara Wisnu.
Secara ilmiah Batara Wisnu mengolah manusia untuk mencapai tingkatan
dapat menggunakan zat mutlak Allah

Pusaka Luk 15 untuk mengolah manusia supaya dapat menerima Erlangga
(Raja titisan Wisnu).
Jika kuat menerima / ketempatan pusaka Erlangga Wisnu maka akan
mendatangkan kesejahteraan, keselamatan.

Pusaka Sempono Aji (putih) buatannya tidak menunjuk suatu daerah
namun langsung dari atas (Tiban) dibawa oleh Malaikat dan jatuhnya di
daerah Alas Ketonggo.
Dayanya : Sang Hyang Nurcahyo - Podo Wenang - Ismoyo (Alam maya).

Pusaka Panglima bergambar Kuda Terbang / Bersayap berwajah manusia.

Pusaka bergambar 3 leluhur dayanya adalah yang menguasai manusia
sampai 3 leluhur di atasnya (sampai mbah buyutnya).

Pusaka Nogo Tarung (2 naga berhadapan) untuk mengatasi orang-orang
yang berilmu / untuk membalikkan santet.

Pusaka Kertoyudo dayanya : diolah untuk menjadi hidup mandiri.
Kerta = Sejahtera, Yudo = Perjuangan, Kertoyudo = Jer Basuki Mawa Bea.

Pusaka luk 35 dayanya bisa mengolah supaya manusia tidak kelihatan
oleh musuh.

Pusaka Joko Sesuruh dengan luk 12 ada bekas pejetan jari (artinya :
Aku Ono) adalah keris tiban dari Selatan yang diterima Beliau sewaktu
bertapa di Majapahit.

Ada pusaka dengan ornamen Pandawa Lima lengkap dengan Ponokawannya.

Pusaka dengan ornamen deretan tonjolan (seperti kulit buah petai)
berselang-selinng pada kedua sisi dayanya adalah untuk peperangan
(Gelar Sepapan).

Tombak Damar Murub luk 3 untuk membuka / menghidupkan Cakra 13
(Jantung).
Damar = pelita, Murub = menyala / hidup, Damar Murub = Hidupnya
Pelita.
Pelita Tuhan = Cakra 13.

Pusaka dengan ornamen rumpun bambu dimana Ros ketemu Ros dayanya
untuk Taliroso ketemu Taliroso.

Pusaka luk 9 buatan Sunan Rahmat di jaman Raden Patah dayanya menurut
buku keris adalah : Ngaling-ngalingi wong satus negoro (Menghalangi
orang dari seratus nega-ra), akan memberikan sakinah / kesejahteraan
(lambangnya : bunga teratai), rakyat, pimpinan.
Luk 9 berarti ilmu Wali Songo (ilmu 999 = ilmu Tuhan).

Pusaka Islam gandengannya adalah pusaka La Haula Walla Quwatta Illa
Billah.

Golok / Pedang berasal dari Mentaok (daerah Magelang di Jawa Tengah)
ada 3 buah bersifat
mengolah prana.

Pusaka Yudo Gati : Yudo = perang, Gati = kasih sayang, Yudo Gati =
perang kasih sayang.

Ada pusaka yang mengolah manusia untuk dapat membuat 9 bayangan dari
tubuhnya dengan cara melepas zat-zat pemberian Allah di dalam
tubuhnya.
Pamor pusaka ini tidak ada namanya di buku keris.
Pamor 9 bayangan ini beda dengan pamor Ikar.
Pamor Ikar mengolah manusia supaya dalam keadaan bahaya maka 1 orang
bisa terlihat 10 (karena dibantu oleh Roh Penjaga Alam) syaratnya
Wonge Kudu Resik (Kudu sabar, kudu wani ngalah) sehingga tampak oleh
Roh Penjaga Alam sebagai manusia yang mempunyai cahaya putih dan
karena itu wajib dibantu jika dalam keadaan bahaya.
Pamor Ikar termasuk pamor inti.
Pusaka pamor 9 bayangan ini dapat mengolah manusia untuk melepas 9
bayangan :
1. Bayu lepas dari badan orang yang jiwanya masih belum puas
terhadap ilmu --> Mayonggo Seto.
2. Bayu lepas dari badan orang yang jiwanya masih belum puas
terhadap dunia --> Mayonggo Kresno.
3. Etheric Double lepas --> bisa wujud lengkap dengan pakaian
tetapi tidak bisa (diajak) berbicara.
4. Badan Astral dengan Kulit Ari --> Bisa wujud, tetapi tidak bisa
(diajak) berbicara.
5. Suksma dengan Badan Astral dengan Kulit Ari --> Bisa wujud dan
bisa (dia-jak) berbicara.
6. Suksma dibungkus dengan Badan Suksma --> sama dengan Malaikat
Pemberi Spi-rit.
7. Roh + Kundalini --> Israa'.
8. Roh + Kundalini + Dhat --> Mi'raj.
9. Roh + Kundalini + Kriyasakti + Dhat + Nur --> Atman .
syaratnya : Rogone Wis Pono (badannya sudah lepas / bebas).

Pusaka Setan Kober artinya Setan Tan Kober : setan tidak bisa /
sempat menggang-gu.

Pusaka Banjaran Sari berasal dari daerah Cianjur.

Ada pusaka dengan ornamen 3 pancuran (seperti 3 sumbu singkong).

Ada pusaka dengan daya : siapa yang benar akan berkumpul dan siapa
yang salah akan berpisah.

Ada pusaka dengan ornamen Nogo Jatayu (Nur Gaib Jagad Toto tur Ayu).

Pusaka Brojomusti adalah keris dengan luk … dimana keris itu mengolah
orang untuk punya daya seperti daya ajian Brojomusti dengan laku
seperti Werkudoro dan Gatotkoco.
Brojomusti adalah ajian yang jika dimiliki oleh seseorang dan orang
itu memukul maka akan berakibat kepala pecah dan mati. Dalam
pewayangan ajian ini dipegang oleh Werkudoro dan Gatotkoco.

Pusaka yang rupanya halus, hitam, pamornya sederhana tetapi
warangkanya dari kayu Tumongo Asli merupakan pusaka Sepuh.
Pusaka ini dari jaman Majapahit buatan salah satu dari Wali Songo
Majapahit dan dibuat di Alas Purwo.
Pusaka Sepuh ini hubungan gaibnya dengan Dieng dan Muria, mengolah
hidupnya Honocoroko Dhotosowolo Podojoyonyo Mogobothongo pada badan
manusia (mengolah Dhat Allah) --> Hamung Semar Kang Biso Ngangkat
(hanya Pelita Tuhan yang bisa mengangkat manusia dari kegelapan).
Dayanya adalah daya Karunia Rohul Kudus Kuasa yaitu Kuasa Iman, Kuasa
Menyembuh-kan : Orang dan Keadaan yang sakit, Kuasa Mukjizat.
Dalam pengecekan dayanya pusaka ini selalu menunjuk Kode Salib
lambang dari Matinya Nafsu Daging dan Matinya Nafsu Darah supaya
Cahaya Illahi dalam manusia bangkit (Alfa dan Omega).
Pusaka ini baik untuk menemukan sesuatu (misalnya : mendapatkan
ilham).
Keris ini tidak bisa dipakai untuk bisnis karena gerak Dhat sering
berlawanan dengan akal / ratio.
Keris ini walaupun rupanya sederhana tetapi dayanya sangat ampuh,
sesuai dengan pepatah Belanda : Di dalam kesederhanaan terdapat yang
sejati (Yang sejati itu justru adanya di dlaam kesederhanaan).

Pusaka-pusaka khusus :
- Tombak Naga Bersayap.
- Keris Manglar Mongo Luk 13.
- Keris Al A'laa Luk 9.
- Tombak Orang dengan rambut ke atas Luk 9.
- Keris Laki-laki : dapat dipakai untuk mengkonsentrasi orang.
- Keris Perempuan : menarik orang dan rezeki.
- Tombak Luk 11.
- Keris Payung.
- Keris Luk 15.
- Tombak Padi : untuk kesejahteran.
- Pusaka 2 Pendeta memakai tongkat dan payung.
- Tombak Kundalini : pengolahan marifatullah.
- Keris Wisnu Naik Garuda dan Ganesha.
- Keris Luk 7.
- Keris Luk 5 aneh.
- Keris Luk 9.
- Keris Luk 35 : Kontak dengan Jambe Pitu, Serandil.
Dayanya : Rohul Kudus Kuasa.
3 = Daya Allah, Muhammad, Rasulullah.
5 = Manusia Utusan, manusia yang diberi kuasa oleh Allah.
- Keris Luk 5 : enegi Allah.
- Keris Luk 13 : untuk menaikkan daya-daya dari daerah Serandil.

Pusaka-pusaka yang sifatnya kenegaraan :
- Pusaka Pamor Para Leluhur.
- Pusaka Pamor Jatayu.
- Pusaka Luk 25.
- Pusaka Riwader.
- Pusaka 3 Burung Dewata.
- Pusaka Luk 17.
- Tombak Karno Tanding.
- Tombak Kerakyatan Luk 3.

Set Pusaka milik Bapak Parwoto untuk kebaikan umat.

Set / pasangan pusaka yang pernah diudarakan (untuk kebaikan manusia)
adalah :

- Tanggal : 31-10-1997.
1. Pusaka Hutang nyawa bayar nyawa, hutang harta bayar harta.
2. Pusaka Trisulo Wendo.
3. Pusaka yang menaikkan / meluruskan ilmu yang tidak benar.
- Tanggal : 13-03-1998.
1. Pusaka Sangkelat.
2. Pusaka Condong Campur.
3. Pusaka Tribuana Tungga Dewi (Luk5).
- Tanggal : 17-04-1998.
1. Pusaka Jawa Barat (Gunung Gede) : Prabu Siliwangi.
2. Pusaka Beliau Yang Menguasai Bumi Nuswantoro.
3. Pusaka Gunung Lawu : Sunan Lawu.
- Tanggal : 08-05-1998.
1. Pusaka Sangkelat.
2. Pusaka Condong Campur.
3. Pusaka Putri Kinurung.
- Tanggal : 15-05-1998.
1. Pusaka Kerangka Hitam.
2. Pusaka Ghaibul Guyub.
3. Pusaka Sangkelat.
4. Pusaka yang membuat dari badan mengeluarkan pancaran sinar.
5. Pusaka Condong Campur.
- Tanggal : 29-05-1998.
1. Pusaka yang memberi kesejahteraan bagi orang-orang yang
berani mematikan nafsu daging.
2. Pusaka science and wisdom (wahyu yang diterima oleh Nabi
Sulaiman).
3. Pusaka yang mendayagunakan Atman untuk membuka belenggu dari
ikatan ilmu duniawi dan duniawinya supaya orang sadar untuk
menjadi wise.
- Tanggal : 28-08-1998.
1. Pusaka Putri Duyung (yang menenangkan).
2. Pusaka yang mengolah Atman.

- Tanggal : 11-09-1998.
1. Pusaka Ghaibul Guyub (Surya Kencana).
2. Pusaka Al A'laa.
3. Pusaka 3 Bidang Makrifat.
- Tanggal : 09-10-1998.
1. Pusaka Nogo Padi (Kemakmuran).
2. Pusaka Sunan Rahmat.
3. Pusaka Putri (Dewi Sekar Taji?).
4. Pusaka Leluhur Tiongkok.
- Tanggal : 16-10-1998 : Mekarnya Wahyu Mataram sudah berganti.
1. Pusaka Tombak yang menyirep semua daya.
2. Pusaka yang menutup (membentengi) jalan-jalan yang ada di
badan kita yang dapat dimasuki oleh daya konsentrasi (tempat
yang lemah).
3. Pusaka Wahyu itu sendiri : Sekar Lampir.
4. Pusaka yang menarik Wahyu.
- Tanggal : 23-10-1998.
1. Pusaka Keris Trisulo Wendo.
2. Pusaka Keris Luk 25.
3. Pusaka Ri Wader.
- Tanggal : 30-00-1998.
1. Pusaka Kerajaan Allah.
2. Pusaka Cahaya Cinta Kasih.
3. Pusaka ...
- Tanggal : 06-11-1998.
1. Pusaka Rojo Sulaiman.
2. Pusaka Ron Kenduru.
3. Pusaka Putri Duyung.
- Tanggal : 04-12-1998.
1. Pusaka Wahyu Raja : Sabdo Pandito Ratu (Kun Fa Yakuun).
2. Pusaka Batoro Wisnu.
3. Pusaka yang mengolah orang menjadi berjiwa satria Pandawa.
- Tanggal : 08-01-1999.
1. Pusaka 3 Burung Dewata.
2. Pusaka Aumyang Majapahit.
3. Pusaka Nogo Tumpuk.
- Tanggal : 12-02-1999.
1. Pusaka Ron Kenduru.
2. Pusaka Rojo Sulaiman.
3. Pusaka Karno Tanding.
- Tanggal : 21-02-1999.
1. Pusaka Tombak Luk 3 Nogo Sungsang.
2. Pusaka Luk 13 (Gunung Lawu dan Serandil).
3. Pusaka Lurus (Gunung Lawu, Selatan dan Serandil).
- Tanggal : 18-06-1999.
1. Pusaka 2 Harimau di tengah ada Kijang dan Matahari.
2. Pusaka Padi di bawahnya ada Burung Hong.
3. Pusaka 2 Nogo ada 15 Lubang di bawah 2 Nogo ada Nogo
Horizontal (Pusaka Al Israa').
- Tanggal : 16-07-1999.
1. Pusaka Pamor Para Leluhur.
2. Pusaka Pamor Jatayu.
3. Pusaka Luk 25.
4. Pusaka Riwader.
5. Pusaka 3 Burung Dewata.
6. Pusaka Luk 17.
7. Tombak Karno Tanding.
8. Tombak Kerakyatan Luk 3.
- Tanggal : 03-08-1999.
1. Pusaka Luk 9 : Beliau yang ke X.
2. Pusaka Luk 17 : Sabdo Palon Noyo Genggong.
3. Pusaka Panglima (Kuda Terbang).
- Tanggal : 27-08-1999.
Pusaka Luk 15 Erlangga Wisnu.
Lainnya sebagai pelengkap.

Batu-batuan :
- Batu mulia Yasmin adalah batu permata, cahayanya putih kehijau-
hijauan.
- Ada batu cincin yang didalamnya ada gambar bintang-bintang.
- Ada cincin (dengan batunya) yang berasal dari Gunung Jati,
didapat dari il-ham : asalnya dari binatang yang begitu
ditangkap berubah menjadi batu.


Elmu [1]
Asal mula Kebatinan adalah dari mempelajari mimpi, dimana orang bisa
bertemu le-luhur di dalam mimpinya. Lalu dipikirkan bagaimana bisa
bertemu leluhur tetapi dalam keadaan sadar, tidak tidur. Dari
berbagai upaya untuk mencapai hal ini maka timbullah yang disebut
Kebatinan.

3.1 Pembagian / Penggolongan Elmu
Pembagian / Penggolongan Elmu :
A. Menurut bidang yang dipelajari :
a. Wedha Sasongko.
b. Cokro Manggilingan.
c. Taliroso Rosotali.
B. Menurut sumber dayanya / cara mendapatkan daya dari ilmu
tersebut :
a. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme
Priba-di).
b. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
c. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
d. Intuitie / Intuisi (Kebakatan) :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) :
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
2. Intuisi Wahyu.
3. Intuisi Qasaf.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus.
e. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa) =
Menda-patkan kuasa dari Tuhan sendiri = Menerima Kebangkitan Roh
Kristus :
1. Kuasa menyembuhkan.
a. Orang yang sakit.
b. Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
C. Menurut cara bergeraknya daya dari ilmu tersebut dalam
mencapai tujuan :
a. Ilmu Air.
b. Ilmu Bambu Serumpun.
c. Ilmu ...
D. Menurut tataran / tingkatan dari ilmu :
a. Tataran Ilmu Islam :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.
b. Tataran Ilmu Jawa :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
2. Urip Awor Gaib.
3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding =
Hampribadi.
4. Mandireng Pribadi = Makrifat.
5. Menghayu Hayuning Bawono.
c. Jalan Allah :
1. Manunggaling Kawulo Gusti.
2. Marifat pada 7 bidang.
3. Marifatullah.
4. Marifat Dari Makrifatullah = Makrifating Makrifatullah.
d. Umum :
1. Paranormal.
2. Spiritual.
3. Makrifat.
4. Makrifatullah.

3.2 Pembagian Ilmu Menurut Bidangnya (Menurut Ajaran Jawa).
Pembagian ajaran menurut bidang yang dipelajari, dalam Ajaran Jawa
adalah :
- Wedha Sasongko.
Menerangkan bagian-bagian manusia, isinya tentang Sangkan
Paraning Dumadi.
Menjelaskan tentang Mokswa yaitu ilmu yang dapat mengurai badan
kasar kembali ke asal (bisa melepaskan semua ke asalnya : asal 5
unsur kembali ke 5 unsur, asal Allah kembali ke Allah) namun sewaktu-
waktu beliau dapat hadir, ilmu ini dimiliki oleh The Great Master di
Tibet dan juga Beliau-beliau : para raja, para wali, para pandito
di tanah Jawa.
Manusia merupakan Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit = Dunia
Kecil) yang
sempurna dari Macrocosmos (Jagad Ageng = Bawono Ageng = Dunia
Besar), karena itu apa yang ada di Macrocosmos juga ada di
Microcosmos.
Matahari di badan manusia adanya di Cakra-Cakra karena daya dari
cakra ti-dak ada yang bisa menghalangi, sama dengan cahaya matahari.
Bulan di badan manusia adanya di ...
Dari ajaran ini maka anak kecil yang sakit dikompres di ubun-
ubun, bukan di jantung.
Catatan amal manusia ada di rohnya.
- Cokro Manggilingan.
Menerangkan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul
lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi
miliknya la-gi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak
mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka
itu.
Kodenya : Roda --> Cokro.
Dalam istilah Jawa : Ora ngudi keolah, ora nyuwun diparingi
(tidak belajar malah terolah, tidak minta malah diberi).
- Taliroso Rosotali.
Ingin disempurnakan, dibentuk oleh Wahyu Cakraningrat.
Jadi Wahyu Cakraningrat itu bukan wahyu ratu / wahyu keprabon.
Sing waskito soko taliroso-rosotali (Orang menjadi waskita dari
taliroso-
rosotali), bisa ikut merasakan apa (penderitaan) yang dirasakan
oleh orang lain / rakyat.
Kodenya : Ros Bambu --> Taliroso.
Dengan taliroso-rosotali orang bisa merasakan terlebih dahulu
jika ada serangan gaib dari orang lain dan juga bisa mengetahui isi
pusaka tanpa menghunus pusaka itu terlebih dahulu.

3.3 Pembagian Ilmu Gaib Berdasarkan Sumber Dayanya.
Pembagian ilmu Gaib (berdasarkan sumber dayanya) :
A. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme
Pribadi).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan pernafasan.
Dengan ilmu ini bisa dipergunakan untuk :
- Melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang sifatnya gaib
serta berhu-bungan dengan Alam Roh.
- Menundukkan orang lain.
Dengan mengolah pernafasan kita bisa mengadakan kontak maksimal
dengan Alam Arwah Tingkat 4 (dengan Alam Malakut tidak bisa) dalam
batasan mendengarkan pesan / dawuh.
B. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan mantra-mantra atau juga
menarik daya kekuatan dari keramat.
Pesan Wali Songo : Janganlah kita masuk ke dalam ilmu ini karena
nantinya kita akan susah ditarik keluar dari ilmu ini.
C. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
Ilmu bergerak menurut will kita dengan menggunakan pernafasan.
Will bisa digabung dengan cakra 6 (daya cipta) dan cakra 4
(nur) maka akan menjadikan ilmu sihir yang hebat seperti memindahkan
barang-barang dan lain-lainnya.
Will adanya di Tulang Dada.
D. Intuitie / Intuisi (Kebakatan).
Ilmu ini didapat dari keturunan dan tidak dapat dengan sengaja
untuk mempelajarinya.
Macam-macam Intuisi :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) : Intuisi yang
paling tinggi.
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
Merupakan daya puncak dari Atman.
2. Intuisi Wahyu : Tanpa disengaja nyeletuk/berbicara dan
jadi/benar (bawah sadar)
3. Intuisi Qasaf : Kebakatan melihat dan mendengar yang gaib
tanpa latihan.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus : Mendapatkan jalan keluar dari suatu
persoalan.
Ilmu dari leluhur bisa menurun pada keturunannya, sehingga
keturunannya tanpa belajar bisa mempunyai ilmu. Ini terjadi karena
kita dibentuk oleh leluhur, atom-atom (termasuk ilmunya) diturunkan
pada keturunan. Bentukan leluhur tidak mungkin bisa dilepaskan
begitu saja.
Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul
lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi
miliknya la-gi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak
mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka
itu.
E. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa).
Mendapatkan kuasa dari Tuhan sendiri.
Ilmu ini didapat dari jiwa yang mempunyai pengabdian terhadap
sesama secara terus-menerus tanpa adanya pamrih.
Mendapatkan daya Karunia Rohul Kudus Kuasa disebut juga
menerima Kebangkitan Roh Kristus, syaratnya menjadi abdi kemanusiaan
(inilah top / puncak spiritual).
Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa berupa :
1. Kuasa menyembuhkan.
- Kuasa menyembuhkan Orang yang sakit.
- Kuasa menyembuhkan Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
Karunia Rohul Kudus dibagi menjadi :
1. Karunia Rohul Kudus Kenyataan :
- Hikmah.
- Perkataan Hikmah.
- Perkataan Marifat.
2. Karunia Rohul Kudus Ilham :
- Nurbuwat.
- Berbahasa Lidah.
- Mengartikan Bahasa Lidah.
3. Karunia Rohul Kudus Kuasa :
- Iman.
- Menyembuhkan :
* Orang yang sakit.
* Keadaan yang sakit.
- Mukjizat.
Dasar dari Karunia Rohul Kudus Kuasa adalah pengorbanan dan
pengabdian.
Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa memancar dari Jantung dan Ulu
Hati arahnya vertikal dengan daya Jantung lebih dulu / lebih tinggi
untuk mencapai zat mutlak Allah, sedangkan daya Ulu Hati
mengadakan dan mewujudkan sesuai dengan apa yang dimohonkan kemudian
daya Jantung yang menghidupkan.
Sifat daya Karunia Rohul Kudus Kuasa selalu vertikal dan
turunnya berupa Mukjizat.
Contohnya : Mukjizat Nabi Ibrahim dengan keluarnya air zam-zam.
Orang yang menerima Karunia Rohul Kudus Kuasa hanya 1 orang
pada 1 masa dan orang itu akan mendapatkan ujian dan cobaan sampai
akhir hayatnya.
Penyakit yang ditimbulkan : penyakit jantung.
Bisa untuk menyembuhkan orang / keluarga dari penyakit akibat
dari ketidaktahuan / kegelapan karena ilmu.
Gerak Kundalini bergabung dengan Kriyasakti menyatu dengan Nur
Cahaya (Cakra 4) dan Atom Allah (Cakra 13) akan menciptakan daya :
1. Roh bisa lepas mencapai jangkauan yang jauh dan
mempengaruhi scope luas.
2. Dapat melihat ke tempat yang jauh, peristiwa yang
telah / akan terjadi.
3. Dapat mendengar suara / menerima pesan gaib.
4. Dapat memohonkan Mukjizat Allah dengan daya Roh Kudus
Kuasa.
5. Daya ucapan perkataannya bersifat Kun Fa Yakuun (Apa
yang terucap maka terjadi).

3.3.1 Perbedaan Antara Karunia Rohul Kudus Kuasa : Menyembuhkan
Dan Mukjizat.
Perbedaan antara Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan (Kun Fa
Yakuun : Yaasiin) dengan Karunia Rohul Kudus Kuasa Mukjizat (Kun Fa
Yakuun : Adz-Dzaariyaat) :

3.3.1.1 Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan (Kun Fa Yakuun :
Yaasiin) :
1. Kode : 001.100.
2. 0 = vertikal : mengabdi kepada Tuhan tanpa pamrih (Hablun
Minan Allah)
0 = horizontal : mengabdi kepada sesama tanpa pamrih (Hablun
Minan Naas)
1 = Dhat Allah bergerak vertikal ke atas bertemu Dhat Mutlak
Allah, meyen-tuh lapisan yang diperlukan (Kun).
1 = Daya turun memancar dari Dhat Mutlak Allah.
0 = Turun ke Dhat Allah sesuai dengan apa yang dimohonkan.
0 = Nur Cahaya bergerak horizontal mewujudkan apa yang
diniatkan (Fa Yakuun).
3. 001 = Orang yang bisa membawakan ayat-ayat Surat Yaassiin
secara Hablun Minan Allah dan Hablun Minan Naas akan mempunyai daya
Kun Fa Yakuun (sudah mendapat salam dari Tuhan sendiri).
100 = Kuasa menyembuhkan.

Asal mula Kebatinan adalah dari mempelajari mimpi, dimana orang bisa
bertemu le-luhur di dalam mimpinya. Lalu dipikirkan bagaimana bisa
bertemu leluhur tetapi dalam keadaan sadar, tidak tidur. Dari
berbagai upaya untuk mencapai hal ini maka timbullah yang disebut
Kebatinan.

3.1 Pembagian / Penggolongan Elmu
Pembagian / Penggolongan Elmu :
A. Menurut bidang yang dipelajari :
a. Wedha Sasongko.
b. Cokro Manggilingan.
c. Taliroso Rosotali.
B. Menurut sumber dayanya / cara mendapatkan daya dari ilmu
tersebut :
a. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme
Priba-di).
b. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
c. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
d. Intuitie / Intuisi (Kebakatan) :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) :
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
2. Intuisi Wahyu.
3. Intuisi Qasaf.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus.
e. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa) =
Menda-patkan kuasa dari Tuhan sendiri = Menerima Kebangkitan Roh
Kristus :
1. Kuasa menyembuhkan.
a. Orang yang sakit.
b. Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
C. Menurut cara bergeraknya daya dari ilmu tersebut dalam
mencapai tujuan :
a. Ilmu Air.
b. Ilmu Bambu Serumpun.
c. Ilmu ...
D. Menurut tataran / tingkatan dari ilmu :
a. Tataran Ilmu Islam :
1. Sareat / Syariat.
2. Tarekat.
3. Hakekat.
4. Makrifat.
5. Makrifatullah.
b. Tataran Ilmu Jawa :
1. Mayonggo Kresno dan Mayonggo Seto.
2. Urip Awor Gaib.
3. Urip Srawung Karo Pribadi = Karno Tanding / Karno Tinanding =
Hampribadi.
4. Mandireng Pribadi = Makrifat.
5. Menghayu Hayuning Bawono.
c. Jalan Allah :
1. Manunggaling Kawulo Gusti.
2. Marifat pada 7 bidang.
3. Marifatullah.
4. Marifat Dari Makrifatullah = Makrifating Makrifatullah.
d. Umum :
1. Paranormal.
2. Spiritual.
3. Makrifat.
4. Makrifatullah.

3.2 Pembagian Ilmu Menurut Bidangnya (Menurut Ajaran Jawa).
Pembagian ajaran menurut bidang yang dipelajari, dalam Ajaran Jawa
adalah :
- Wedha Sasongko.
Menerangkan bagian-bagian manusia, isinya tentang Sangkan
Paraning Dumadi.
Menjelaskan tentang Mokswa yaitu ilmu yang dapat mengurai badan
kasar kembali ke asal (bisa melepaskan semua ke asalnya : asal 5
unsur kembali ke 5 unsur, asal Allah kembali ke Allah) namun sewaktu-
waktu beliau dapat hadir, ilmu ini dimiliki oleh The Great Master di
Tibet dan juga Beliau-beliau : para raja, para wali, para pandito
di tanah Jawa.
Manusia merupakan Microcosmos (Jagad Alit = Bawono Alit = Dunia
Kecil) yang
sempurna dari Macrocosmos (Jagad Ageng = Bawono Ageng = Dunia
Besar), karena itu apa yang ada di Macrocosmos juga ada di
Microcosmos.
Matahari di badan manusia adanya di Cakra-Cakra karena daya dari
cakra ti-dak ada yang bisa menghalangi, sama dengan cahaya matahari.
Bulan di badan manusia adanya di ...
Dari ajaran ini maka anak kecil yang sakit dikompres di ubun-
ubun, bukan di jantung.
Catatan amal manusia ada di rohnya.
- Cokro Manggilingan.
Menerangkan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul
lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi
miliknya la-gi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak
mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka
itu.
Kodenya : Roda --> Cokro.
Dalam istilah Jawa : Ora ngudi keolah, ora nyuwun diparingi
(tidak belajar malah terolah, tidak minta malah diberi).
- Taliroso Rosotali.
Ingin disempurnakan, dibentuk oleh Wahyu Cakraningrat.
Jadi Wahyu Cakraningrat itu bukan wahyu ratu / wahyu keprabon.
Sing waskito soko taliroso-rosotali (Orang menjadi waskita dari
taliroso-
rosotali), bisa ikut merasakan apa (penderitaan) yang dirasakan
oleh orang lain / rakyat.
Kodenya : Ros Bambu --> Taliroso.
Dengan taliroso-rosotali orang bisa merasakan terlebih dahulu
jika ada serangan gaib dari orang lain dan juga bisa mengetahui isi
pusaka tanpa menghunus pusaka itu terlebih dahulu.

3.3 Pembagian Ilmu Gaib Berdasarkan Sumber Dayanya.
Pembagian ilmu Gaib (berdasarkan sumber dayanya) :
A. Ontbending Persoonlijke Magneetisme (Mendayagunakan Magnetisme
Pribadi).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan pernafasan.
Dengan ilmu ini bisa dipergunakan untuk :
- Melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang sifatnya gaib
serta berhu-bungan dengan Alam Roh.
- Menundukkan orang lain.
Dengan mengolah pernafasan kita bisa mengadakan kontak maksimal
dengan Alam Arwah Tingkat 4 (dengan Alam Malakut tidak bisa) dalam
batasan mendengarkan pesan / dawuh.
B. De Stille Kracht (Kekuatan terpendam / Silent power).
Ilmu ini digerakkan dengan menggunakan mantra-mantra atau juga
menarik daya kekuatan dari keramat.
Pesan Wali Songo : Janganlah kita masuk ke dalam ilmu ini karena
nantinya kita akan susah ditarik keluar dari ilmu ini.
C. Vermogens van der Wil (Menggerakkan Will).
Ilmu bergerak menurut will kita dengan menggunakan pernafasan.
Will bisa digabung dengan cakra 6 (daya cipta) dan cakra 4
(nur) maka akan menjadikan ilmu sihir yang hebat seperti memindahkan
barang-barang dan lain-lainnya.
Will adanya di Tulang Dada.
D. Intuitie / Intuisi (Kebakatan).
Ilmu ini didapat dari keturunan dan tidak dapat dengan sengaja
untuk mempelajarinya.
Macam-macam Intuisi :
1. Intuisi Wahyu I-matloeww (Openbaring) : Intuisi yang
paling tinggi.
a. Bila diterima oleh Nabi-nabi : Firman-firman Allah.
b. Bila diterima oleh bukan nabi : Dawuh-dawuh.
Merupakan daya puncak dari Atman.
2. Intuisi Wahyu : Tanpa disengaja nyeletuk/berbicara dan
jadi/benar (bawah sadar)
3. Intuisi Qasaf : Kebakatan melihat dan mendengar yang gaib
tanpa latihan.
4. Intuisi Inspirasi.
5. Intuisi Khusus : Mendapatkan jalan keluar dari suatu
persoalan.
Ilmu dari leluhur bisa menurun pada keturunannya, sehingga
keturunannya tanpa belajar bisa mempunyai ilmu. Ini terjadi karena
kita dibentuk oleh leluhur, atom-atom (termasuk ilmunya) diturunkan
pada keturunan. Bentukan leluhur tidak mungkin bisa dilepaskan
begitu saja.
Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan :
- Kalau dahulu ilmu itu miliknya / leluhurnya maka sekarang
menjadi mi-liknya lagi.
- Kalau dulu pernah berkumpul maka sekarang akan berkumpul
lagi.
- Kalau dulu pusaka itu miliknya maka sekarang akan menjadi
miliknya la-gi.
Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak
mendapatkan, tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka
itu.
E. De Heilige Geest Geheime Macht (Karunia Rohul Kudus Kuasa).
Mendapatkan kuasa dari Tuhan sendiri.
Ilmu ini didapat dari jiwa yang mempunyai pengabdian terhadap
sesama secara terus-menerus tanpa adanya pamrih.
Mendapatkan daya Karunia Rohul Kudus Kuasa disebut juga
menerima Kebangkitan Roh Kristus, syaratnya menjadi abdi kemanusiaan
(inilah top / puncak spiritual).
Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa berupa :
1. Kuasa menyembuhkan.
- Kuasa menyembuhkan Orang yang sakit.
- Kuasa menyembuhkan Keadaan yang sakit.
2. Kuasa mengimankan.
3. Kuasa Mukjizat.
Karunia Rohul Kudus dibagi menjadi :
1. Karunia Rohul Kudus Kenyataan :
- Hikmah.
- Perkataan Hikmah.
- Perkataan Marifat.
2. Karunia Rohul Kudus Ilham :
- Nurbuwat.
- Berbahasa Lidah.
- Mengartikan Bahasa Lidah.
3. Karunia Rohul Kudus Kuasa :
- Iman.
- Menyembuhkan :
* Orang yang sakit.
* Keadaan yang sakit.
- Mukjizat.
Dasar dari Karunia Rohul Kudus Kuasa adalah pengorbanan dan
pengabdian.
Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa memancar dari Jantung dan Ulu
Hati arahnya vertikal dengan daya Jantung lebih dulu / lebih tinggi
untuk mencapai zat mutlak Allah, sedangkan daya Ulu Hati
mengadakan dan mewujudkan sesuai dengan apa yang dimohonkan kemudian
daya Jantung yang menghidupkan.
Sifat daya Karunia Rohul Kudus Kuasa selalu vertikal dan
turunnya berupa Mukjizat.
Contohnya : Mukjizat Nabi Ibrahim dengan keluarnya air zam-zam.
Orang yang menerima Karunia Rohul Kudus Kuasa hanya 1 orang
pada 1 masa dan orang itu akan mendapatkan ujian dan cobaan sampai
akhir hayatnya.
Penyakit yang ditimbulkan : penyakit jantung.
Bisa untuk menyembuhkan orang / keluarga dari penyakit akibat
dari ketidaktahuan / kegelapan karena ilmu.
Gerak Kundalini bergabung dengan Kriyasakti menyatu dengan Nur
Cahaya (Cakra 4) dan Atom Allah (Cakra 13) akan menciptakan daya :
1. Roh bisa lepas mencapai jangkauan yang jauh dan
mempengaruhi scope luas.
2. Dapat melihat ke tempat yang jauh, peristiwa yang
telah / akan terjadi.
3. Dapat mendengar suara / menerima pesan gaib.
4. Dapat memohonkan Mukjizat Allah dengan daya Roh Kudus
Kuasa.
5. Daya ucapan perkataannya bersifat Kun Fa Yakuun (Apa
yang terucap maka terjadi).

3.3.1 Perbedaan Antara Karunia Rohul Kudus Kuasa : Menyembuhkan
Dan Mukjizat.
Perbedaan antara Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan (Kun Fa
Yakuun : Yaasiin) dengan Karunia Rohul Kudus Kuasa Mukjizat (Kun Fa
Yakuun : Adz-Dzaariyaat) :

3.3.1.1 Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan (Kun Fa Yakuun :
Yaasiin) :
1. Kode : 001.100.
2. 0 = vertikal : mengabdi kepada Tuhan tanpa pamrih (Hablun
Minan Allah)
0 = horizontal : mengabdi kepada sesama tanpa pamrih (Hablun
Minan Naas)
1 = Dhat Allah bergerak vertikal ke atas bertemu Dhat Mutlak
Allah, meyen-tuh lapisan yang diperlukan (Kun).
1 = Daya turun memancar dari Dhat Mutlak Allah.
0 = Turun ke Dhat Allah sesuai dengan apa yang dimohonkan.
0 = Nur Cahaya bergerak horizontal mewujudkan apa yang
diniatkan (Fa Yakuun).
3. 001 = Orang yang bisa membawakan ayat-ayat Surat Yaassiin
secara Hablun Minan Allah dan Hablun Minan Naas akan mempunyai daya
Kun Fa Yakuun (sudah mendapat salam dari Tuhan sendiri).
100 = Kuasa menyembuhkan.

3.12 Semedi.
Semedi yang benar adalah semedi yang menuju nol / kosong fikiran
yaitu melepaskan fikiran-fikiran yang sifat duniawi agar bisa ketemu
titik sehingga orang tersebut menuju keheningan (Hening).
Belajar menuju nol (ngenol) adalah belajar untuk tidak menanggapi
walaupun melihat / mendengar / merasakan dan belajar untuk
melepaskan nafsu keinginan du-niawi.
Nol / Kosong Pikiran adalah tidak memikirkan hal-hal yang bersifat
dunia agar bi-sa ketemu titik.
Marifat adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik ini
sudah ber-fungsi.
Marifatullah adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik dimana titik
tersebut da-pat mendayagunakan atom-atom hidup.
Marifat Dari Marifatullah adalah mengenolkan diri untuk ketemu titik
dimana titik tersebut dapat mendayagunakan atom-atom dari enersi
yang maha gaib.

Ilmu bisa didapatkan dengan mengenolkan diri, tidak perlu serius,
sambil bercanda (seolah tidak ada apa-apa padahal ada apa-apa,
seolah ada apa-apa padahal tidak ada apa-apa).

3.13 Ilmu Suhud.
Ilmu Suhud / Hakekat Ilmu Suhud adalah tanpa belajar bisa
mendapatkan suatu daya / ilmu yaitu dengan membawakan sifat-sifat
cinta kasih sehingga cakra-cakra ter-buka maka bisa menekan nafsu-
nafsunya supaya turun dan bisa dikuasai, kemudian mematikan nafsu-
nafsunya.

3.14 Salib.
Salib adalah kasih yaitu :
- Mengasihi Allah dengan segenap jiwa raga.
- Menyelamatkan ummat manusia dengan kasihnya.
- Menolong orang lain tanpa mengharapkan balasan.
- Menolong orang dari kegelapan yang disebabkan oleh ilmu dengan
pancaran Sha-diqul Wa'ad.
- Menolong orang dari kegelapan dunia, menebus dengan darahnya.
Tingkatan Salib Hidup :
- Salib Besi.
- Salib Perak.
- Salib Emas.
- Salib Emas dengan Berlian pada pertemuan Cross.

3.15 Karomah.
Karomah adalah daya yang sifatnya dari ilmu.
Jika orang berangan-angan ingin mendapatkan daya ilmu maka orang
tersebut bisa dikatakan mendapatkan Karomah.
Karomah merupakan hasil pengolahan pribadi.

3.16 Paranormal.
Paranormal adalah sesorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakat-
zakatnya dari yang ke 1 s/d ke 3 (Badan dan Raga, Hati dan Budi,
Nafsu).
2. Sudah dapat menggerakkan daya yang dimilikinya untuk
mengadakan kontak de-ngan Alam Arwah, menerima dawuh-dawuh yang
sifatnya untuk kebaikan.
3. Sikap-sikapnya menunjukkan tasawuf hidup tersebut dan sudah
tidak didasar-kan atas nafsu dunia.
4. Mendapatkan daya-daya dari kekuatan-kekuatan yang sifatnya
horizontal.
5. Dalam mengobati orang biasanya mengalami benturan karena
dayanya bersifat
horizontal.
6. Mendayagunakan Cakra 4, Cakra 6 dan Ucapan.

3.17 Spiritual.
Spiritual adalah seseorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakat-
zakatnya dari yang ke 1 s/d ke 5 dan melaksanakan syarat-syarat
sebagai Ahli Sorga.
2. Sudah dapat menerima spirit dari spirit Beliau-Beliau yang
sudah berada di Alam Malakut (orang seperti ini disebut Inkarnasi).
3. Sudah mampu menggerakkan daya yang dimilikinya untuk
memohonkan kepada Allah agar diberikan mukjizatNya guna menyembuhkan
orang dari sakit atau keadaan yang sakit, juga menerima pesan dari
leluhur tentang suatu keadaan.
4. Mendapatkan daya dari kitab-kitab suci dengan mempelajari hal-
hal yang ter-sirat di dalamnya.
5. Dalam mengobati orang tidak mengalami benturan karena
dilakukan dengan cara menaikkan penyakitnya.
6. Mendayagunakan Cakra 4, Cakra 6 dan Cakra 13 sebagai motor /
penggeraknya.
Seorang spiritual harus banyak membaca buku-buku pengetahuan sebagai
penambah pengetahuan ilmiah.
Seorang spiritual mengharapkan agar (Topnya spiritual) bisa
mendapatkan spirit dari Beliau-Beliau yang ada di sisi Allah karena
Beliau-Beliau sudah mendapatkan energi dari Aku dan bisa mewujud.

3.18 Manunggaling Kawulo Gusti.
Kodenya adalah angka 2.
Manunggaling Kawulo Gusti belum tentu dapat memancarkan Atman karena
masih ada nafsu.
An Naas = manusia yang sudah Manunggaling Kawulo Gusti.
Is = manunggal, Lam = badan kita, Islam = Manunggaling Kawulo Gusti.

3.19 Hakekat.
Hakekat adalah suatu keadaan dimana seseorang sangat merindukan
untuk bertemu Tuhannya.
Seseorang yang mendapat spirit dari Beliau dan dengan rasa sejatinya
dapat menemukan Tuhannya dengan caranya sendiri.
Untuk dapat bertemu dengan Tuhannya maka orang harus mencapai
makrif`t.

3.20 Makrifat.
Pondasi Makrifat adalah membawakan sifat utama Allah yaitu Pemurah,
Pengasih dan Penyayang / Ar Rakhman Ar Rakhiim (= Cinta Kasih).
Daya untuk menolong orang lain dengan pondasi Cinta Kasih adalah
dengan cara Makrifat, bukan dengan kekuatan fisik.
Orang yang membawakan Cinta Kasih namun belum Makrifat adalah
bagaikan orang yang lemah.
Makrifat adalah suatu kondisi berlandaskan agama (dengan pondasi
cinta kasih) dimana paling minim (paling sedikit) sudah Manunggaling
Kawulo Gusti berdaya untuk menolong orang lain dan cenderung
mencintai salah satu bidang yang termasuk dalam 7 bidang-bidang
makrifat.
Makrifat adalah seseorang yang cenderung bersikap mencintai salah 1
bidang dari 7 Bidang Makrifat :
1. Ilmu dan Kebijaksanaan (Science and Wisdom).
2. Kebaikan.
3. Kebenaran.
4. Kelurusan di jalan Tuhan.
5. Keadilan di dalam Tuhan.
6. Kejujuran dan kesetiaan pada perkimpoian.
7. Ilmu-ilmu gaib dari Tuhan dan Kerajaan Allah.
Untuk masuk makrifat maka ia harus secara terus-menerus mengamalkan
setiap satu bidang selama 1 tahun, 7 bidang berarti 7 tahun secara
terus-menerus.
Jika seseorang telah menguasai salah satu bidang makrifat maka iapun
dapat me-ngendalikan daya bidang tersebut.
Sebagai contoh seseorang mencintai bidang ke 2 yaitu kebaikan,
dimanapun ia bera-da selalu membawakan kebaikan, maka dapat
memohonkan kepada Tuhan agar sekeli-lingnya menjadi bersikap baik
juga sehingga dapat mengalahkan yang tidak baik.
Kita sedapat mungkin harus mencintai salah satu bidang makrifat dan
mengusahakan agar daya yang dimiliki dapat menjadi kenyataan.
Seorang sudah Makrifat sempurna bila sudah berhasil menguasai (bukan
lagi mencin-tai) ke 7 bidang makrifat (sudah makrifat dalam 7
bidang).
Ciri-ciri orang yang mencintai bidang-bidang Makrifat :
1. Orang yang mencintai bidang science and wisdom, bentuk mukanya
lonjong
2. Orang yang mencintai bidang kebenaran, bentuk mukanya bulat.
3. Orang yang mencintai bidang ilmu-ilmu gaib dari Kerajaan
Allah, bentuk mu-kanya lonjong.
Shadiqul Wa'd sudah manunggal dengan induknya, itu adalah Makrifat.
Makrifat adalah tingkatan yang dimiliki oleh Satria (seperti Arjuna
dalam pewa-yangan).

3.21 Makrifatullah.
Kodenya adalah angka 0.
Makrifatullah adalah seseorang yang :
1. Berhasil menjalankan Tasawuf Kehidupan dan melaksanakan zakat-
zakatnya dari yang ke 1 s/d ke 5, melaksanakan syarat-syarat sebagai
Ahli Sorga dan menguasai 7 bidang Makrifat serta berhasil mematikan
Nafsu Daging dan Nafsu Darahnya.
2. Sudah mampu menyentuh Zat Mutlak Allah (Titik Nol).
Nol adalah suatu kode bahwa orang harus kosong, tidak
memikirkan urusan-urusan dunia sehingga ia mampu menggerakkan Zat
Mutlak Allah yang terdiri dari 6 jenis Atom Hidup.
Atom-atom Hidup ada 6 macam :
1. Atom Hidup Energi.
Yaitu energi dari alam sekitar : energi panas, bunyi,
cahaya, medan lis-trik dan elektromagnetik.
2. Atom Hidup Roh.
Yaitu dapat menggerakkan rohnya sendiri untuk mengadakan
kontak dengan Alam Roh / Arwah.
3. Atom Hidup Tiap-tiap Kejadian.
Yaitu dapat untuk mengetahui kejadian yang telah terjadi
maupun yang akan terjadi dan dapat mengetahui yang terselubung serta
dapat mewujud-kan kejadian (peristiwa).
4. Atom Hidup Hayat.
Yaitu dapat memohonkan pada Tuhan hayat hidupnya atau cita-
cita hidupnya (Doa).
5. Atom Hidup Pikiran.
Yaitu jika memanfaatkan daya alam maka dapat menangkap /
mengetahui dan mempengaruhi pikiran orang meskipun berada di
tempat yang jauh.
6. Atom Hidup Mencapai Tujuan (Atom Tujuan).
Yaitu untuk mencapai tujuan hidupnya.
Makrifatullah adalah suatu keadaan dimana orang sudah menyatu dengan
Zat Mutlak Allah dan bisa mendayagunakan pecahan dari Zat Mutlak
Allah yang berupa Atom-Atom Hidup yang memenuhi atmosfir.
Alam dimana Zat Mutlak Allah berada disebut Alam Brahman.
Wanita di dalam tingkatan spiritual tidak dapat mencapai tingkat
Marifatullah, karena wanita di dalam hidupnya mendapatkan menstruasi
(masih kotor). Nanti walaupun wanita sudah tidak mendapatkan
menstruasi, tetap wanita tidak bisa mencapai tingkatan Marifatullah
karena faktor umur sudah tidak sanggup mencapai tingkatan tersebut.
Oleh karena itu maka tingkatan wanita di dalam kespiritualan yang
paling tinggi berada pada tingkatan Hakekat.

3.22 Brahmana.
Brahmana adalah sebutan bagi orang yang telah mampu menyentuh zat
mutlak Allah yang ada di alam Brahman atau dengan kata lain mampu
mengadakan kontak dengan jiwa universil dari alam yang ada di atas.

3.23 Atman.
De Atman is de getuige van de individueele geest en van zijn
werkingen. Hij is absolute kennis.
Atman adalah : Jiwa individu manusia itu sendiri yang sudah kembali
ke mikro manusia (jiwa manusia seutuhnya / sejati) yang jika
memancar maka dapat mengontak jiwa universil dari alam (Brahman)
sehingga menghasilkan :
- Jika ia seorang Nabi maka akan mendatangkan Wahyu atau Firman
Tuhan.
- Jika ia bukan Nabi maka dapat mewujudkan Sabda-Sabda Para
Leluhur.
Tempat daya yang bergerak adanya di Nur Allah dan Jantung / Dhat
Allah.
Daya dari Kuasa Atman :
- Mendapatkan kehalusan budi.
- Dapat melihat cahaya yang tidak terlihat oleh mata dunia.
- Dapat melihat yang tersembunyi meskipun tidak berada di tempat
tersebut.
- Dapat mengerti dan melihat suatu kejadian yang lalu maupun yang
akan datang.
- Dapat memohon alam semesta bergerak.
Karena ketidaktahuannya manusia sering menyatakan dirinya dengan
nafsu, mempergunakan daya ciptanya untuk hal-hal yang negatif dan
biasanya manusia meskipun salah akan merasa benar karena sudah ada /
menikmati bukti-bukti keampuhan daya yang diciptakan oleh nafsunya.
Hanya Daya Atmanlah yang dapat mendobrak dan menjelaskan
ketidaktahuan manusia, jika bukan Atman tidak akan kuat atau tembus
sehingga dapat merubah orang tersebut agar menggunakan daya ciptanya
untuk perbuatan yang positif sehingga akan selamatlah ia dari
kegelapan.
Orang yang dalam Kuasa Allah mampu menolong orang lain disebut
Maliki Naas dan Illahi Naas adalah Tuhan yang ada pada setiap
manusia, Dia mempunyai kuasa untuk menggerakkannya.
Atman keluar / memancar dari daya kejiwaan / jati diri seseorang
(individueele geest) yang mempunyai jiwa pemurah (mengorbankan
kepentingannya untuk orang lain), merupakan perpaduan daya dari Otak
Budhi dan Shadiqul Wa'd yang memancar. ---> individueele eisch
(syarat individu).
Daya Atman seseorang dapat dipakai untuk :
- Melepaskan seseorang dari keterikatan terhadap sesuatu yang
sifatnya hori-zontal.
negatif (perilaku negatif, keramat dsb).
- Membentuk orang menjadi wise / bijaksana.
- Membuat seseorang / keluarga yang selalu dalam kegelapan
menjadi terang dan bercahaya.
Atman bisa memanggil roh-roh halus yang dipuja (keramat) supaya
datang dan sujud.
Atman otomatis membawa watak dan sifat orangnya yaitu membawakan
Cinta Kasih dalam pelayanan.
Daya Atman keluar melalui jantung (cakra 13) dan ulu hati (cakra 4)
yang diarahkan oleh dahi (cakra 6).
Sifat dari daya Atman lebih banyak horizontal (untuk duniawi).
Dasar / pondasi keluarnya daya Atman adalah manusia harus wisdom /
bijaksana dan pemurah (sesuai Surat Ar Rakhman).
Daya Atman yang paling top adalah Intuisi yaitu bergabungnya daya
cakra 6, cakra 13 dan cakra 4 yang diarahkan vertikal sampai
menyentuh lapisan langit / zat mutlak Allah / alam dimana
berkumpulnya Sabda-sabda Tuhan dan Leluhur yang pada saat sampai di
bumi menjadi Firman Tuhan / Ayat Suci.
Di dalam ajaran Kejawen dari daya Atman dihasilkan : Sastro Jendro
Hayu Ningrat Pangruwating Diyu (Sastro = daya kanuragan, Jendro =
kesaktian) yaitu meruwat darah sendiri.
Atman adalah suatu pancaran yang dihasilkan dari cakra 13, dimana
cakra tersebut haruslah terbuka lebih dahulu yang mana daya dari
pada Atman itu sendiri tidak mengenal ruang batas (dapat mencapai
jangkauan yang jauh dan scope yang luas, yang sudah maupun akan
terjadi), dapat menembus universum tetapi tak dapat ditembus oleh
apapun dan dapat membuat segala sesuatu bercahaya sehingga tidak ada
lagi yang terselubung serta cahayanya dapat membuat mata menjadi
silau bagi orang yang sudah dapat melihatnya.
Cakra 13 = Atom Allah = Shadiqul Wa'd (yang benar) = Kursi Allah.
Agar dapat memancarkan dan mendayagunakan Atman, maka yang harus
dipahami adalah surat-surat :
1. Adz Dzaariyaat (angin yang menerbangkan).
2. As Sajdah (sujud).
3. Al Ghaasyiyah (kejadian yang dahsyat).
Untuk melepas seseorang dari belenggu ketidak tahuan karena elmu dan
juga membentuk seseorang menjadi wise, itu hanya bisa ditembus oleh
Atman.
Daya top dari Atman :
1. Menerima wahyu.
Seperti yang didapat oleh Nabi Muhammad SAW.
2. Melepaskan seseorang dari belenggu ketidak tahuan (keramat,
santet, dll).
3. Membuat sesuatu yang tadinya tidak bercahaya menjadi bercahaya.
Bila diartikan dalam bahasa Jawa, apa yang dihasilkan oleh Atman
yaitu "Sastro Jendro Wahyu Ningrat Pangruating Diyu".
Sastro : Daya kanuragan.
Jendro : Kesaktian.
Hanya dengan Atman kita bisa menarik Payung Allah (Rakhmat Allah) &
Pimpinan Allah (dan inilah segala-galanya).
Atman hanya memancar dari manusia yang seutuhnya yaitu manusia An
Naas.
An Naas = manusia yang sudah Manunggaling Kawulo Gusti.
Atman = jiwa manusia sejati.
Brahman = jiwa universil dari alam.
Universum = alam semesta.
Hasil pertemuan Atman dan Brahman adalah Absolut Benar.
Contohnya : Ramalan Jayabaya dan Ronggowarsito.
Jika Nabi :
Hasil pertemuan Atman dan Brahman adalah (turunnya berupa) Sabda
Tuhan dan Firman Allah (Wahyu) yanf dicatat dalam ayat-ayat suci,
dikumpulkan dalam kitab-kitab suci.
Jika bukan Nabi :
Jika Atman menyentuh Brahman maka :
- Akan mendapat Dawuh-dawuh yaitu keterangan dari leluhur-leluhur
yang sudah di sisi Allah (pengolahan oleh pusaka luk 17).
- Turunnya berupa Menghayu Hayuning Bawono.
Atman dapat melepaskan nafsu-nafsu yang ada di manusia.
Menurut Dr. Paryono : orang yang bijak adalah orang yang menyatu
dengan Atman.
Perbedaan antara Atman dengan Rohul Kudus Kuasa :
Atman : Dapat membuat orang yang tadinya tidak tahu (kegelapan)
menjadi tahu (terang).
Sifatnya : Untuk horisontal.
Landasannya : Harus membawakan sifat pemurah (Ar Rahman). Ar Rahman
belum tentu membawakan pengabdian akan tetapi hanya membawakan
wisdom.
Namun Karunia Rohul Kudus sifatnya membawakan pengabdian.
Kalau Atman melepaskan belenggu dari ketidaktahuan (keramat, guna-
guna, santet, dll), maka untuk penyembuhannya dengan menggunakan
Karunia Rohul Kudus.
Bila keduanya digabungkan maka jadinya "Menghayu Hayuning Bawono"
(Membawakan keindahan Tuhan yang mana sudah indah dan akan menjadi
lebih indah).
Bawono = jagad, Buwono = jalan lurus.
Bawono : Bawono Ageng dan Bawono Alit.
Sebelum Menghayu Hayuning Bawono harus ayu bawono alit dahulu.
Adanya surat Ar Rahman karena dari surat ini dapat membuat /
membentuk mempunyai daya Atman.
Kalau Karunia Rohul Kudus sakit yang ditimbulkan adalah penyakit
jantung, maka kalau Atman sakit yang ditimbulkan kecuali penyakit
jantung juga sakit diulu hati serasa seperti bergetar.

3.24 Perbedaan Atman Dari Kitab Suci Dengan Atman Dari Yoga.
Perbedaan Atman dari Kitab Suci dengan Atman Dari Yoga adalah :

3.24.1 Atman Dari Kitab Suci :
1. Hasil dari : membawakan sifat pemurah, pengasih dan penyayang
(cinta kasih Tuhan) dalam amalan / pengabdian.
2. Skope : luas, bisa dibawa ke udara, bisa menembus universum.
3. Kekuatan dayanya : Bisa menembus Atman dari Yoga.
4. Sifatnya : Bersifat suci / Holly.
5. Geraknya : Daya Atman keluar melalui Jantung (cakra 13) dan
Ulu hati (cakra 4) yang diarahkan oleh Dahi (cakra 6).
6. Manfaatnya : Bisa untuk menyembuhkan dengan jarak yang jauh.

3.24.2 Atman Dari Yoga :
1. Hasil dari : latihan.
2. Skope : terbatas, tidak bisa dibawa ke udara, tidak bisa
menembus univer-sum.
3. Kekuatan dayanya : Tidak bisa menembus Atman dari Kitab Suci.
4. Sifatnya : Tidak ada sifat suci / Holly.
5. Geraknya : Menenangkan diri, menaikkan Nur dan Dhatullah masuk
ke Alam Tu-han dan menarik lalu memasukkan daya Allah ke dalam
dirinya.
6. Manfaatnya : Bisa untuk menyembuhkan tetapi jaraknya
terbatas.

3.25 Perbedaan Atman Dan Karunia Rohul Kudus Kuasa.
Perbedaan antara Atman dengan Karunia Rohul Kudus Kuasa adalah :

3.25.1 Daya Atman :
1. Dasarnya : Orang harus wisdom / bijaksana dan pemurah (Surat
Ar Rakhman).
2. Sifatnya : Untuk horisontal (sifat duniawi).
3. Turunnya : Berupa :
1. Wahyu / Firman Tuhan / Allah.
2. Dawuh / Sabda Leluhur.
4. Geraknya : Daya Atman keluar melalui Jantung (cakra 13) dan
Ulu hati (cakra 4) yang diarahkan oleh Dahi (cakra 6).
5. Penyakit yang ditimbulkan : kecuali penyakit jantung juga
sakit diulu hati serasa seperti bergetar.
6. Manfaatnya : Untuk melepaskan orang / keluarga dari belenggu
dari ketidak-tahuan / kegelapan karena ilmu.
7. Wadahnya : Orang yang menerima Daya Atman bisa banyak orang
pada 1 masa dan orang-orang itu tidak akan mendapatkan ujian dan
cobaan sampai akhir hayatnya.
8. Suratnya :
1. Surat Adz Dzaariyaat.
2. Surat As Sajdah.
3. Surat Al Ghaasyiyah.
9. Sarananya : Pusaka Umyang Majapahit.
10. Skopenya : Umat manusia (Universum).

3.25.2 Karunia Rohul Kudus Kuasa :
1. Dasarnya : Pengorbanan dan pengabdian.
2. Sifatnya : Selalu vertikal.
3. Turunnya : Berupa Mukjizat.
4. Geraknya : Daya Karunia Rohul Kudus Kuasa memancar dari
Jantung (Cakra 13) dan Ulu Hati (Cakra 4) arahnya vertikal dengan
daya Jantung lebih dulu / lebih tinggi untuk mencapai zat mutlak
Allah, sedangkan daya Ulu Hati mengadakan dan mewujudkan sesuai
dengan apa yang dimohonkan kemudian daya Jantung yang menghidupkan.
5. Penyakit yang ditimbulkan : penyakit jantung.
6. Manfaatnya : Untuk menyembuhkan orang / keluarga dari penyakit
akibat dari ketidaktahuan / kegelapan karena ilmu.
7. Wadahnya : Orang yang menerima Karunia Rohul Kudus Kuasa hanya
1 orang pada 1 masa dan orang itu akan mendapatkan ujian dan cobaan
sampai akhir hayat-nya.
8. Suratnya :
1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan).
2. Surat Al Furqan (Pembeda).
3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
Kuasa Menyembuhkan : Surat Yaassiin.
Kuasa Mukjizat : Surat As Dzaariyaat.
9. Sarananya : Pusaka Sabdo Palon.
Kuasa Mukjizat sarananya : Pusaka Kanjeng Kyai Sumelang
Gandring.
10. Skopenya : Orang per orang.


3.26 Pengertian Israa' Mi'raj :
Di dalam Al Qur'an : suratnya adalah Surat Israa' karena sebelum
melakukan Israa' tidak akan bisa melakukan Mi'raj.
Perjalanan ke Masjidil Haram berarti mematikan Nafsu Perut.
Perjalanan ke Masjidil Aqsa berarti mematikan Nafsu Kesenangan Dunia.
Orang naik haji akan berputar ke kiri mengelilingi Ka'bah (Thawaf)
berarti membuka cakra-cakra sehingga nafsu perut terolah dan membuka
Dhatullah (adanya di jantung, sebelah kiri karena itu orang berputar
ke kiri).
Di dalam Ka'bah ada batu meteor yang paling besar yang daya vertikal
dan horizontalnya kuat untuk mengangkat nafsu-nafsu hewani manusia
sehingga lepas.
Naik haji (banyak orang) beda dengan Umroh (sedikit orang), dalam
Naik Haji diuji apakah bisa sepi dalam keadaan ramai (Sepi Ing Rame).
Bouraq adalah mahluk Allah yang berbadan kuda, bersayap, berwajah
wanita, bermahkota, pengertiannya :
- Kuda = Kundalini & Dhat Allah.
- Sayap = Daya yang keluar dari badan manusia (Nur Cahaya)
berbentuk sayap.
- Wajah wanita = Wadah suci (seperti Bunda Maria)
- Bermahkota = Daya yang keluar dari Cakra Mahkota berbentuk
mahkota.
Israa' : Gerak Kundalini (tanpa Dhatullah) naik ke Nur Cahaya keluar
berupa sa-yap.
Mi'raj : Gerak Kundalini bergabung dengan Dhatullah dan Nur Cahaya
(tanpa Kriya-sakti) naik ke Cakra Mahkota (syaratnya : wadah harus
suci).
Mi'raj tanpa Kriyasakti tetapi Atman harus dengan Kriyasakti.

3.27 Wahyu.
Beberapa jenis Wahyu :
1. Wahyu Menghayu Hayuning Bawono.
Merupakan wahyu yang paling tinggi.
2. Wahyu Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwating Diyu.
3. Wahyu Makuto Romo.
4. Wahyu Cakraningrat.
5. Wahyu Sekar Lampir.
6. Wahyu I Matloeww.
7. Wahyu Keprabon.
8. Wahyu Raja : Sabdo Pandito Ratu.
9. Wahyu Ilmu Pengetahuan Dan Kebijaksanaan (Science and Wisdom).

3.28 Keadaan Serba Dua / Kembar.
Kabeh iku sarwo loro / sarwo kembar (semua itu serba 2 atau serba
kembar) :
- Dalam 1 singgasana (di jantung) ada 2 atom : Atom Allah dan
Atom Aku.
Jika Atom Allah meninggalkan badannya maka manusia masih bisa
bernafas tapi tidak bisa bergerak.
Jika Atom Aku meninggalkan badannya maka manusia sudah tidak
bernafas lagi (selesai).
- Ada Atom Roso dan ada Roso Sejati.
- Ada Kawulo Gusti (belum khalik) dan ada manusia sebagai Utusan
(sudah kha-lik).
- Gaib Allah yang dipercayakan kepada manusia ada 2 :
* Gaib Tuhan menurunkan daya Kun Fa Yakuun kepada manusia.
* Orang / Manusia itu sendiri mengucap Kun Fa Yakuun (= Sak
Penjaluke Ing Roso Katekan / Sabdo Dadi Cinipto Dadi).
- Manusia dijaga oleh 2 malaikat.
- Badan manusia ada 2 :
* Badan wadag.
* Badan rohani : tempat masuknya wejangan, merupakan pribadinya
(sejatine
menungso) yang munculnya ditunggu yaitu lewat tengah malam
(jam 12.00).
Hal ini dalam istilah Jawa dikatakan : Sak jerone ngaliyep
ing kono jumu-duling Pribadine (dalam keadaan seperti tidur tetapi
masih sadar (Nga-liyep) disitulah muncul / bangun pribadinya).

3.29 Laku Untuk Mencapai Suatu Niatan.
Jenis-jenis Laku yang harus ditempuh untuk mewujudkan niat :
- Posisi Tidur :
1. Kepala Selatan kaki Utara, maka kodenya Salib.
Orang yang ingin mendalami ilmu-ilmu gaib sebaiknya tidur
pada posisi ini.
2. Kepala Utara kaki Selatan, maka kodenya Payung.
Orang yang ingin mendalami ilmu negara sebaiknya tidur
pada posisi ini.
Posisi ini bisa disebut posisi Arjuna (kesatria).
3. Kepala Timur kaki Barat, maka kodenya Semedi.
Orang yang ingin melakukan semedi sebaiknya menghadap ke
Timur dan juga orang yang ingin menemukan jalan terang sebaiknya
tidur pada posisi ini.
4. Kepala Barat kaki Timur, maka kodenya Action / Bergerak.
- Melihat atau bertemu dengan yang gaib :
1. Untuk dapat melihat bayangan orang lain atau bayangan diri
sendiri (Mayonggo Seto dan Mayonggo Kresno) maka kita harus sering
berpuasa.
2. Supaya Roh yang ada pada diri kita bisa berfungsi secara
spiritual dan dapat masuk ke Alam maya (vertikal) maka harus dengan
jalan berpuasa sampai kira-kira 2 jam sebelum waktu berbuka puasa
tiba sebaiknya digunakan untuk melakukan permohonan.
3. Untuk bisa melihat yang sifat halus (seperti jin dll)
syaratnya harus bisa melek dari jam 0.00 malam sampai jam 10.00 pagi.
4. Untuk dapat melihat roh halus (seperti Si Manis Jembatan
Ancol) dan dapat memerintah caranya adalah dengan menggunakan nafas
perut.
5. Bila ingin bertemu dengan beliau-beliau Para Leluhur seperti
Wali Songo atau Wali sebelum Islam syaratnya jika punya istri 40
hari tidak campur dan tidak makan daging.
- Melepaskan kegelapan karena elmu yang ada pada diri kita
caranya dengan mem-bawakan sifat pemurah, pengasih dan penyayang.
- Untuk menaikkan leluhur kita sendiri ke tempat yang lebih baik
yaitu dengan membawakan amal perbuatan yang baik / cinta kasih
terhadap orang lain.
- Untuk bisa menaikkan leluhur siapapun ke tempat yang lebih baik
yaitu dengan melakoni hidup bagaikan Anak Domba Yang Disembelih
yaitu berani berpahit-pahit (tidak menikmati hidup) dalam masa
mudanya.
- Dengan manter / melek dari tengah malam sampai subuh maka :
1. Sama dengan melakoni (menjalankan) Tapaning Ngaurip.
2. Bisa mendapatkan jalan keluar sehingga persoalan keluarga
bisa teratasi.
Kabegjan yang sebenarnya adalah mendapatkan wejangan yaitu
ilmu untuk hidup, bukan dilihat dari rejeki sifat duniawi.
3. Bisa punya daya kuat angkat junjung.
4. Mendudukkan rahsa di singgasananya (Kang jumenengaken Roso
Sejati) supaya Tinarbuko (berfungsi secara spiritual).
5. Bisa berdialog dengan Tuhan (Maneges Marang Gusti).
6. Bisa belajar untuk mendapatkan daya di bawah sadar.
7. Bisa menghadapi daya-daya dari ilmu yang sifatnya sangat
menghancurkan (daya-daya yang sifatnya ilmu-ilmu wirid, sihir, dan
ilmu hitam).
- Untuk dapat mengetahui pribadi kita sendiri maka lakunya
Bertafakur (seperti tidur akan tetapi kita masih sadar).
Dalam Pepatah Jawa : Sak Jerone Ngaliyep Ketemu Ning Pribadine
atau Sak Jerone Ngaliyep Ing Kono Jumuduling Pribadine (dalam
keadaan seperti tidur tetapi masih sadar (Ngaliyep) disitulah
muncul / bangun pribadinya).
- Mencegah supaya tidak kena Tenung Apes maka di dalam hidup yang
harus dijaga adalah :
1. Hati-hati terhadap orang lain di dalam pergaulan, jangan
sampai membuat orang itu tersinggung.
Contohnya : Jika ada kesalahan sendiri menyakiti orang
berbudi luhur atau rakyat / orang kecil yang hidupnya pasrah karena
tidak punya apa-apa maka nasibnya akan apes terus.
2. Dalam perkimpoian sebaiknya ditanyakan kepada sesepuh apakan
di zaman dahulu terdapat ikatan / perjanjian di antara leluhur
masing-masing keluarga.
Contohnya : Keturunan Pangeran A dahulunya ada perjanjian /
ikatan dengan keturunan Pangeran B supaya tidak ada perkimpoian
karena adanya permusuhan, maka jika ada keturunan yang melanggar
nasib keluarganya akan apes terus.
- Mencegah supaya nantinya anak perempuan jangan dipermainkan
oleh laki-laki maka sebaiknya bapak dari anak perempuan tersebut
tidak boleh menceboki anak tersebut.
- Supaya selamat dalam perjalanan maka dibaca Niat Bepergian
sebagai berikut :
Dat nyat sumedio teko. / Niat sesungguhnya
ingin datang
Teko ing ...
Teko soko kersaning Allah.
Lailaha illa Allah Muhammadar Rasulullah. (Nggedruk tanah
kaping telu)
Nafsu tanah bali tanah.
Roh Allah sing teko.
Selamet perjalanan nira.
Sing ono Roh Allah.
- Pola / Angka yang ditulis di udara dengan berhubungan dengan
Cakra 13 (ini semua bisa berlaku bila Cakra 13 sudah berfungsi
secara spiritual) untuk suatu niatan :

1. Mendapatkan pinayungan.

2. Rezeki.

3. Mengambil nafas (nafas hidup).

4. Orangnya akan sakit.

5. Orangnya akan sakit.

6. 666 Orang akan tidak berdaya.

7. 999 Orang akan mengalami kebangkitan.
8.

9. Kebangkitan.

10. Alif, Sifatnya pengisian.

11. Alif dibalik (tertawa), Sifatnya pengeluaran.
Untuk pengobatan sebaiknya digunakan Alif terbalik.
12. Mengambil nafas.

13. Hampa udara (meninggal).

14. Melihat / mendatangkan seseorang.

15. Membatalkan konsentrasi / wirid, saat membuat pola
tahan nafas, lalu ditiupkan sembari mengucap "balik" dan
konsentrasikan pada orang yang berbuat.

16. Menghilangkan pengaruh orang yang memakai ilmu
kehadiran (ilmu
memasukkan roh untuk dikonsentrasikan kepada
seseorang).

17. Untuk membatalkan segala macam ilmu.

18. Mempertajam mata batin kita untuk melihat seseorang.

19. Meninggal.

20. Angka 666 disambung dayanya bahaya sekali.

21. Angka 10 disambung bisa membuat alat vital laki-laki
tidak berfungsi.

22. Angka 9 dirangkai seperti bunga maka jantung kita
terbuka.

3.30 Ilmu Sifat Negatif.
Semua jenis Ilmu bila menyebrangi / melewati kali yang ada di
Balaraja maka akan hilang / tersedot.
Ilmu-ilmu yang bersifat negatif :
- Ilmu menghadirkan gaib (roh halus, prayangan, tokoh pewayangan
dan lain-lain).
Bisa dari keramat, bisa dari pewayangan dan lain-lain.
- Tenung.
Tenung membuat orang mati di dalam kehidupan (mati sajroning
urip), obyeknya adalah sedulur papat (nafsu-nafsu yang harus
diluhurkan, jangan dimatikan).
Jika sedulur papat dimatikan tidak ada spirit for life
(semangat hidup).
Tdnung itu berat, kalau tidak ada spirit for life berbahaya
buat orang itu sendiri.
Tenung berbahaya : tidak kelihatan tetapi menentukan.
Sarana tenung : gambar orang / salib dibalik, mesjid berupa
kapal.
Kode salib (yang panjang di bawah) adalah kebangkitan, kalau
dibalik. (yang panjang di atas) adalah kode kematian.
Salib dari kayu : orang masih bisa mendatangkan roh-roh leluhur.
Jika salib memakai / dilapisi emas orang sudah tidak bisa
mendatangkan roh leluhur.
Mesjid berupa kapal diputar arahnya maka hidup kita bagaikan
kapal.
- Pelet.
Pelet jelas ada yang diarah, biasanya materi.
Berdasarkan tujuannya (apa yang diarah), Pelet dibagi 3 macam :
- Pelet Pesugihan.
- Pelet Pengasihan.
- Pelet Menundukkan.
Berdasarkan sarananya, Pelet dibagi 3 macam :
- Pakai Roh Halus : merusak badan orang (karena perlu makanan).
- Pakai Kotoran (zat bening pria atau wanita) : tidak merusak
badan.
- Pakai Prayangan : merusak badan orang (karena perlu makanan).
Ilmu Pelet kebanyakan menggunakan Prayangan.
Kalau Pelet memakai Prayangan, cirinya badan yang dimasuki
prayangan bisa rusak.
Prayangan bisa bikin badan rusak karena makan sari makanan dari
orang yang terkena pelet.
Salah satu pelet pesugihan mengakibatkan fungsi Etheric Double
tertutup dengan menggunakan roh halus sehingga tubuh tidak bisa
menyerap apa yang dibutuhkan dari atmosfir, timbul Sarcoma yaitu
kanker jaringan di bawah kulit karena Etheric Double ada di atas
kulit maka yang terkena adalah jaringan di bawah kulit.
Penutupan dengan roh halus ini bisa menggunakan anak kecil
tetapi bisa menjadi korban.
Pelet gampang diobati.
- Guna-guna.
Guna-guna untuk mempengaruhi orang, misalnya : supaya jatuh
cinta.
Guna-guna ilmunya tidak pakai Prayangan.
Kayu dari pohon Lengkeng ada yang jantan dan betina, diikat
untuk sarana
konsentrasi atau guna-guna.
Guna-guna gampang diobati.
- Sihir / Black Magic.
Bisa memindahkan benda yang sudah ada ke tubuh orang,
misalnya : jarum, paku.
Topnya sihir adalah mewujudkan dari atom-atom
(mematerialisasi), bendanya asalnya dari tidak ada, seperti : ilmu
Firaun.
Black magic dayanya paling ampuh pada jam 10 malam s/d jam 12
malam, mulai jam 12 malam malaikat turun menjaga.
Ciri Black Magic Terasi ada bau terasi terus-menerus.
Ilmu-ilmu dari Black Magic jangan sampai terkena logam.
Kekuatan terletak pada mata untuk konsentrasi terkenal ada pada
mata kucing.
- Gendam.
Roh kita dibuat di bawah sadar lalu dimasukkan kesadaran dia.
- Ilmu Pewayangan.
Menggunakan konsentrasinya dengan memakai salah satu tokoh
wayang, ilmu ini terbilang ampuh namun dapat digunakan negatif.
- Prayangan.
Ilmu yang menggunakan daya cipta yang kuat dari manusia untuk
membentuk suatu mahluk (Ilmunya Syeh Siti Jenar).
Cirinya dapat membuat kaki orang yang dituju jadi merinding
atau kesemutan.
Orang yang punya ilmu Prayangan hidupnya gelap begitu juga
keluarganya akan mengalami kegelapan.
- Susuk.
Termasuk golongan Pengasihan, menggunakan : jarum, air raksa.
Pantangan susuk adalah : Bambu dan Pisang Emas, berakibat susuk
bisa rontok.
- Santet / Teluh.
Ilmu santet kelas satu jika sudah bisa mendayagunakan kembang-
kembang yang ada di alam (kembang jeruk, kembang pepaya gantung dan
lain-lain)
Santet kembang jeruk cirinya kepala sakit tidak karuan, banyak
di pakai orang Madura.
Top nya Ilmu Santet adalah dengan menggunakan sarana serbuk
bambu.

3.31 Perkumpulan Tebet.
Jika orang datang ke perkumpulan Tebet maka berlaku :
- Mau atau tidak mau akan diolah menjadi wise (bijaksana).
- Bila seseorang yang masih menggunakan nafsunya maka dia tidak
akan kuat atau tidak tahan jika dia datang ke Tebet karena mau tidak
mau dia akan terolah dengan Pusaka Oumyang Majapahit.
- Selama orang masih menganut ilmu yang sifatnya kesaktian atau
yang sifatnya mistik maka bila orang itu ke Tebet akan berakibat
ilmu tersebut akan Badar (hapus).
- Bagi yang datang ke Tebet sadar atau tidak sadar akan
ditempelkan Condronya Beliau melalui Pusaka Oumyang Majapahitnya,
oleh karena itu jika kita dipernah-ake (dinasehati) oleh Bapak maka
kita harus menurut dan mengerjakan apa yang diminta.
- Bagi yang datang ke Tebet maka akan merasakan kerinduan untuk
datang kembali karena Atom Allah yang ada pada orang-orang tersebut
akan menginginkan sorotan dari Atom Allah yang sudah Tinarbuko
(berfungsi secara spiritual) sehingga nantinya akan ikut Tinarbuko
juga.

Tujuan kita semua berkumpul di Tebet yang utama adalah untuk belajar
dengan menggunakan nara sumbernya yaitu Kitab Suci, karena Kitab
Suci merupakan Firman Tuhan yang benar dan indah sebagaimana
tertulis sabdaNya : "Kalau kamu bisa meng-ikuti jejakKu maka kau
akan bisa merasakan keindahanKu."
Karena hasil belajar harus ada wujud hasil yang nyata yang dapat
diamalkan kepada orang lain maka kita sepatutnya :
- Mendoakan orang supaya menjadi baik / benar / kembali ke jalan
Allah.
- Menolong orang dari kegelapan yang disebabkan oleh kegelapan
oleh ilmu mau-pun karena nafsu dunia tanpa pamrih.
- Memberikan pertolongan pengobatan (misalnya dengan memijat
sehingga orang itu menjadi sembuh dari penyakitnya) dengan tidak
membeda-bedakan latar belakang keberadaan seseorang dan tanpa
mengharapkan balasan.
- Mendoakan atau memohonkan pertolongan dari Tuhan dengan dasar
iman percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Allah pasti memberikan
pertolonganNya bagi yang lurus di jalan Allah dan melakukannya
dengan sabar dan tawakal (beriman dan beribadah).
[semar makaryo]



No comments:

Post a Comment