Amazon Deals

Saturday, September 15, 2012

Fatah – Hamas Bergabung, Israel Marah

Di tengah bergolaknya perpolitikan Timur Tengah, Fatah dan Hamas, memutuskan membentuk kabinet bersama untuk mempersiapkan pemilihan umum mendatang. Namun langkah ini dikecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan bahwa rekonsiliasi akan merusak perundingan damai kedua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan dengan pemimpin Hamas Khaled Meshal dipilih menjadi kepala kabinet Fatah-Hamas. Dalam pernyataannya di Doha, Qatar, Senin 6 Februari 2012, kedua pemimpin mengatakan, pertemuan ini adalah salah satu upaya mencapai rekonsiliasi yang selama ini dicita-citakan.

“Fatah dan Hamas, serius untuk mengobati luka dan mengakhiri perpecahan dan mengupayakan rekonsiliasi,” kata Meshal.

Dalam pertemuan tersebut, Abbas akan bertindak sebagai perdana menteri sementara pemerintahan bersatu Palestina yang terdiri dari tokoh-tokoh independen. Tugas pemerintahan sementara ini adalah mempersiapkan pemilihan presiden dan parlemen yang akan datang, serta membangun kembali wilayah Gaza.

Anehnya, sesaat setelah kesepakatan dibuat, Netanyahu langsung mengeluarkan pernyataan yang mengecam persatuan kedua faksi. Dia menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan rekonsiliasi Fatah-Hamas. Jika tidak, perundingan damai Israel-Palestina akan berakhir.

“Komunitas internasional yang peduli proses damai ini harus turut campur mencegah diwujudkannya ‘pernikahan’ Fatah-Hamas,” ujar Netanyahu.

Dalam pernyataannya tersebut, Netanyahu mengatakan tidak akan berunding dengan Palestina yang menerima Hamas. Menurutnya, Hamas adalah kelompok teroris yang mengancam keamanan dan ketenangan warga Israel.

“Jika Presiden Abbas ingin mewujudkan apa yang disepakati di Doha hari ini, berarti dia mengabaikan jalan damai dan bergabung dengan para musuh perdamaian. Hamas adalah musuh perdamaian, kelompok ini didukung Iran dan berkomitmen untuk menghancurkan Israel,” kata Netanyahu.

Israel semakin kebingungan dan terjepit di Timur Tengah. Berbagai pemerintahan di negara Arab yang selama ini diam diam mendukung Israel sudah tumbang. Sementara negara tetangga mereka, Palestina, mencoba bersatu, menggabungkan faksi Fatah dan Hamas.

SOURCE: http://jakartagreater.com/2012/02/fatah-hamas-bergabung-israel-marah/

No comments:

Post a Comment