Amazon Deals

Friday, November 23, 2012

Imparsial: Penembakan Papua Bermotif Politik

Kasus-kasus penembakan di Papua seperti tidak pernah berhenti. Terkait banyaknya penembakan di Bumi Cenderawasih itu, lembaga pemantau HAM Imparsial melihat motif di balik itu semua bukanlah ekonomi. Melainkan politik.

"Kalau di kota-kota seperti Jakarta penembakan banyak bermotif ekonomi. Tapi di Papua kami menduganya motif politik sangat kuat," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti kepada VIVAnews.
Dugaan motif penembakan di Papua bukan ekonomi dapat dilihat dari pelaku yang tidak menyasar korbannya dengan maksud memperoleh keuntungan. Kalau memang motifnya ekonomi, benda-benda berharga milik korban pastinya ikut hilang. "Ini kan tidak," kata Poengky.

Karenanya Poengky menilai, para pelaku penembakan misterius di Papua hanya berlatar ingin menciptakan situasi chaos dan ketakutan semata. Poengky juga berpendapat, para pelaku ini adalah orang-orang terlatih.

Itu dapat dilihat dari penguasaan keterampilan tertentu oleh para pelaku. "Misalnya menguasai lapangan, menguasai senjata, menembak sasaran dengan tepat dengan kondisi medan yang sulit, dan bahkan mampu menghilangkan jejak," ujar dia.

Motif penembakan misterius di Papua berlatarbelakang politik semakin menguat, selain karena para pelakunya diduga memiliki keterampilan yang tidak dimiliki orang awam, juga karena Tanah Papua sudah dianggap sebagai daerah separatis.

Serentetan penembakan di Papua baru-baru ini antara lain warga Jerman, Dietmar Dieter (55) yang ditembak di Pantai Base G Jayapura, Selasa 29 Mei 2012, pukul 12.30 WIT. Kemudian, Anton Arung Tambila, guru SD ditembak di Distrik Mulia, Puncak Jaya, hari yang sama. (umi)

No comments:

Post a Comment