Amazon Deals

Sunday, November 11, 2012

Pertemuan saya dengan seorang pemilik emas bung karno di jatim

Dalam suatu latihan tepatnya di wilayah lawu jatim, saya pernah dapat kabar angin konon ada seorang warga lereng gunung yang memiliki batangan emas berbagai bentuk. penasaran dengan apa yang saya dengar akhirnya diwaktu yang luang dari latihan saya sempatkan mampir dengan ditemani 2 anggota saya mencari tahu kebenaran sumber (kebetulan masih radius 2 km dari titik latihan). saya dapati tampilan rumahnya dari luar sangat biasa tapi banyak sekali ukir2an seperti naga, didepannya diparkir 1 kendaraan colt tua dengan dihiasi berbagai stiker norak.

Dipintu gerbang saya ditanya 2 orang "penjaga" yang disebut centeng/cantrik dari warga setempat. saya utarakan niat dan maksud saya kesitu dan akhirnya diperkenankan masuk. jarak atap pintu sangat rendah sehingga memaksa kita untuk menunduk ketika masuk kedalam. di ruangan rumahnya saya melihat banyak gambar2 berpigora dengan foto soekarno sebagai penghiasnya. tidak lama sang pemilik rumah datang menemui saya. tahu akan maksud kedatangan saya diapun bercerita tentang kehidupan dan kesehariannya selama dikampung yang katanya hobi siar tentang nusantara.

Saya meminta ditunjukannya semua emas batangan berbagai bentuk yang dia punya. Setelah saya lihat saya percaya dan yakin kalau apa yang saya pegang semuanya adalah asli lengkap dengan penomerannya termasuk gambar2 seperti wajah perempuan belanda (kalau tidak salah). Dia juga mempunya mainan raja2 jaman dulu yang terbuat dari emas seperti dakonan. Saya benturkan antara lempengan satu dengan yang lain untuk memastikan keasliannya ternyata valid menurut saya.

Saya Tanya, darimana bapak bisa dapat emas sebanyak ini (kalau tidak salah lihat sekitar 4-5 peti dan sisanya ditaruh di dalam gentong). Dia hanya menjawab kalau emas ini hanyalah titipan untuk rakyat dari pak karno. Tapi setelah saya Tanya lagi “kalau untuk rakyat kenapa bapak tidak menyerahkannya kepada Negara biar dikelolah?”. Mendengar pertanyaan saya dia sedikit keberatan untuk menjawab.

Dia duduk diatas kursinya yang sengaja diukir2 mirip singgasana raja sehingga saya terpaksa harus sedikit mendongak kalau bicara dengan si punya emas. “Bapak menyimpan emas sebanyak ini tanpa penjagaan ketat apa ga khawatir di rampok orang pak?” Tanya saya. “ga pak, orang disini banyak masyarakat yang juga ikut menjaga rumah saya” jawabnya. Sesekali saya perhatikan seluruh ruangan rumahnya yang ternyata juga seperti di pasang banyak sekali “trap2an” (jimat). “Pernah ga pak ada kejadian kalau ada tamu yang datang kemudian sengaja mencuri dengan menyelipkan satu saja batangan emas tanpa sepengetahuan bapak?” saya Tanya lagi. “Pernah pak dan dia kembali tidak selamat karena kendaraannya nyebur jurang sekitar telaga sarangan” jawabnya.

Melihat emas yang begitu banyak dan bertumpuk2 alhamdulilah hati saya tidak ada niat mengambil/mencuri sama sekali karena saya ada keyakinan bahwa sesuatu yang bersifat harta seperti emas pasti dijaga mahkluk dimensi lain dan saya memang tidak hobi panjang tangan (silau harta). Setelah lama berbincang2 dia menunjukkan beberapa gambar2 yang menurut saya tampak aneh seperti semar (wujud orang meski rada samar2), pagar2 pembatas kerajaan majapahit dll. Timbul rasa penasaran lagi kemudian saya Tanya “Andaikata bapak didatangi orang susah dan meminta satu keping emas apakah akan bapak beri?”, “insyaallah akan saya beri selama ratu2 mengijinkan” jawabnya. Yang dimaksud para ratu adalah mahkluk dimensi lain yang berasal dari laut utara, selatan dan satunya saya lupa.

Kemudian dia meminta kepada saya untuk menyampaikan pesan kepada orang2 yang mengaku berasal dari majapahit (saya tidak tahu apa maksud dari pesan yang mengatasnamakan bunga). Dia memberikan saya sebuah kalimat sandi yang harus dijawab oleh orang yang mengaku dari majapahit. Kebetulan saya ada kenalan berasal dari Surabaya, dia seorang wanita tua sekitar 50an usianya dan pernah mengaku masih ada hubungan dengan majapahit. Ketika saya sampaikan sandi yang dititipkan saya kaget, karena teman saya bisa menjawabnya dan meminta saya menyampaikan kembali kepada orang yang menyuruh saya (padahal mereka tidak saling kenal apalagi ketemu).

Merasa heran akhirnya saya terus2an Tanya, apa arti dari sandi2 itu dan apa semua orang tahu??? Sampai sekarang saya masih heran… selogan yang masih saya ingat adalah “Indonesia harus jadi mercusuar dunia” sedangkan sandinya mereka simpan rapat. Weleh-weleh… terlalu banyak teka-teki… hehe…

Yang saya ingat dari si pemilik emas adalah dia suka sekali menampilkan sikap layaknya soekarno, setiap prajurit yang ada didepannya (pantaran usia 35 kebawah) selalu dipanggil dek! Ya kalau saya bandingkan dengan orang yang bernama Soenuso Goroyo Soekarno yang mengaku satrio piningit hampir tidak jauh beda.

Cuma yang membuat saya aneh adalah konon orang si pemilik emas ini diam2 juga kadang mencairkan emasnya satu persatu tanpa sepengetahuan orang lain (ketika uangnya menipis). Penggalian saya tidak sampai ke tahap pencairan emas karena sudah lain bidang. Selain itu ada yang menyampaikan bahwasannya rumah yang jelek dan mobil yang norak itu hanya dijadikan pajangan karena rumah yang sebenarnya tidak ada disitu melainkan di tempat lain dan dia juga punya kendaraan jenis mewah dengan angka plat nomernya cuma satu. Entah di simpan dimana saya tidak begitu mendalaminya karena saya awalnya hanya ingin menggali tentang kebenaran emas itu.

Ini adalah pengalaman saya di tahun 2007-2008 saat kegiatan di sekitar lereng gunung lawu magetan jatim. Dan saya hanya berbagi saja sifatnya kepada kawan2 di AI. Thanks…

(KBM)

SOURCE: http://www.facebook.com/groups/atlantisindonesia/doc/333146933401893/

No comments:

Post a Comment