Amazon Deals

Sunday, December 9, 2012

KONTROVERSI SEPUTAR ‘NABI ISA’

Keberadaan Nabiullah Isa menjadi sumber salah kaprah selama ribuan tahun. Bukan saja di kalangan non muslim di zaman sebelum Nabi Muhammad lahir, melainkan juga di kalangan umat Islam setelah Rasulullah SAW wafat.

Ada 3 salah kaprah yang meliputi cerita Nabi Isa, yakni: kelahirannya, mukjizatnya, dan kematiannya. Semuanya menimbulkan salah persepsi, sehingga Allah meluruskan lewat rasul sesudahnyA..., termaktub dalam kitab Al Qur’an al Karim.

Salah kaprah yang pertama, tentang kelahiran Nabi Isa. Kelahirannya yang tanpa bapak, membuat sejumlah umatnya menganggap beliau sebagai anak Tuhan. Bukan hanya dalam arti ’simbolis’, melainkan benar-benar dalam arti ’biologis’. Sehingga Allah pun berkali-kali 'meng-counter’ persepsi itu, dalam berbagai firman-Nya.

QS. Ali Imran (3): 47
Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah cuma berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.

Ya, hanya karena terlahir tanpa bapak, lantas banyak yang mengatakan ia adalah anak Tuhan. Kata Allah, itu berlebihan. Meskipun, tampak sebagai sesuatu ’keajaiban’, tidaklah cukup sebagai argumentasi untuk mengatakan bahwa Isa adalah anak Tuhan. Karena, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini milik Allah belaka. Dalam istilah al Qur’an, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia cukup mengatakan ’kun’ maka jadilah segala sesuatu itu. Termasuk Isa.

QS. Yunus (10): 68
Mereka berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya belaka apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah (argumentasi yang kuat) tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

Dalam sudut pandang ilmiah, ’keajaiban’ lahirnya seorang bayi tanpa bapak itu kini sudah bisa dijelaskan lewat teori parthenogenesis. Yakni, terjadinya kehamilan tanpa pembuahan. Hal ini bisa terjadi secara alamiah, ketika sel telur seorang calon ibu terstimulasi sehingga membelah dengan sendirinya. Padahal, biasanya sebuah sel baru akan membelah ketika sudah dibuahi. Dalam sejarah manusia, kelahiran secara parthenogenesis ini ternyata bukan hanya terjadi pada Maryam. Melainkan juga pada sejumlah wanita di zaman modern.

Dan di abad ini, bahkan stimulasi itu sudah bisa dilakukan oleh para ahli biomolekuler dengan menggunakan kejutan listrik. Ini sudah biasa dilakukan dalam teknologi kloning ataupun pembuatan stem sel. Bahwa, sebuah sel ternyata bisa disengaja untuk membelah, tanpa harus lewat pembuahan. Dan jika sel yang membelah ini dimasukkan ke dalam rahim seorang perempuan, maka sel tersebut akan tumbuh menjadi janin. Dan kelak akan lahir menjadi bayi tanpa bapak.

Yang begini ini, sekarang bukan lagi keajaiban di dunia biomolekuler. Melainkan salah satu standard operating procedure (SOP) untuk menghasilkan ’manusia buatan’ lewat kloning. Atau ’sel induk buatan’ lewat parthenogenesis. Dalam istilah Al Qur’an, Allah cukup mengucapkan ’kun’ maka jadilah makhluk ciptaan-Nya, dengan mengikuti sunatullah yang sudah ditetapkan-Nya sejak awal penciptaan alam semesta. Kenapa dulu dianggap ajaib? Sebenarnya, hanya karena belum ada yang bisa menjelaskan saja... :)

Maka, ringkas kata, kelahiran Isa yang tanpa bapak itu adalah hal yang biasa-biasa saja dalam sudut pandang ilmu biomolekuler. Apalagi dalam sudut pandang Allah Yang Maha Berilmu. Karena itu, Allah meluruskan pendapat yang ’hanya karena proses seperti itu’ lantas ada yang menyebut Isa sebagai anak Tuhan. Sebuah kesalahkaprahan yang dilarang oleh Allah.

Sebagai catatan, kelahiran Isa tanpa bapak itu bukan kloning. Karena jika kloning, Isa akan menjadi duplikat 100% dari ibunya, Maryam. Artinya, Isa akan terlahir sebagai perempuan. Karena kloning adalah ibarat ’fotokopi manusia’. Kelahiran itu juga bukan karena Maryam Hermaphrodite yang berorgan reproduksi ganda.

Penjelasan yang lebih baik dan bisa diterima secara ilmiah adalah, Isa terlahir secara parthenogenesis, yakni kehamilan tanpa pembuahan. Dimana sel telur ibunya terbelah oleh stimulasi kejutan listrik di dalam dirinya sendiri. Dalam catatan sejarah parthenogenesis, keturunan yang lahir lewat cara ini tidak akan bisa memiliki keturunan lagi disebabkan adanya kelainan chromosom di dalam sel-sel reproduksinya. Karena itu, Nabi Isa sudah diwafatkan Allah ketika beliau masih bujang...

Salah kaprah yang kedua adalah menyikapi mukjizat yang dibawanya. Memang, mukjizat yang diberikan Allah kepada Isa luar biasa hebatnya. Terutama dalam dunia kedokteran. Karena beliau bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, yang waktu itu tidak tersembuhkan. Bahkan bisa menghidupkan orang yang sudah mati untuk bersaksi. Dan juga, bisa mencipta burung dari tanah liat yang dibentuk.

Sebagian kemampuannya itu, kini mulai bisa dijelaskan lewat perkembangan ilmu biomolekuler yang semakin terbuka. Ternyata, sebagian besar penyakit itu bersumber dari perintah genetika yang malfunction. Maka, jika kelainan genetika itu bisa diperbaiki, penyakit apa pun yang diderita seseorang bakal sembuh dengan sendirinya dari dalam.

Yang begini ini, sekarang sedang menjadi ladang garapan para ahli biomolekuler: mengutak-atik DNA di dalam inti sel untuk merekaya fungsi genetikanya. Ilmunya disebut sebagai rekayasa genetika. Kelak, berbagai cacat bawaan, seperti orang buta sejak lahir pun, insya Allah akan bisa disembuhkan dengan cara rekayasa genetika ini. Atau dengan menggunakan stem sel.

Yang belum bisa dijelaskan dengan baik adalah tentang bangkitnya seseorang yang sudah mati. Bagaimana orang yang sudah mati lantas bangkit dan berbicara di depan orang banyak, dan kemudian setelah kesaksiannya ia mati kembali. Akan tetapi, fenomena tentang ’mati suri’ mungkin bisa sedikit mengungkapkan mekanisme hidupnya seseorang yang sudah mati itu. Bahwa, ternyata nyawa yang telah berpindah ke alam jiwa itu bisa kembali lagi masuk ke dalam raga si jenazah, untuk beberapa lama.

Ke masa depan, sangat boleh jadi, mekanisme seperti ini bisa direkayasa. Tentu saja dengan memanfaatkan Sunnatullah. Semua adalah ilmu Allah, yang barangkali sekarang belum terbuka saja. Karena sesungguhnya peristiwa demikian sudah berulangkali diceritakan Allah di dalam al Qur’an. Misalnya, tentang Ashabul Kahfi yang ’ditidurkan’ Allah selama 300 tahun, QS. 18: 25. Atau, seorang ahli ibadah yang dimatikan 100 tahun, kemudian dihidupkan kembali, QS. 2:259. Atau, kejadian serupa di zaman nabi Musa, QS. 2:73. Jadi, apa yang terjadi pada nabi Isa sebenarnya bukanlah satu-satunya keajaiban.

Salah kaprah yang ketiga, adalah tentang kematian beliau. Banyak diantara kita yang masih percaya bahwa nabi Isa belum wafat. Hanya ’diangkat seutuhnya' oleh Allah ke langit. Dan kelak akan diturunkan lagi sebagai juru selamat dunia. Alias Imam Mahdi. Ini juga sebuah kesalah-kaprahan yang diluruskan oleh Al Qur’an. Karena sesungguhnya ’juru selamat’ akhir zaman ini bukan nabi Isa, melainkan Nabi Muhammad. Beliaulah Nabi Akhir zaman, yang tidak ada lagi Nabi sesudah beliau.

QS. Ash Shaff (61): 6
Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

QS. Al Ahzab (33): 40
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kalau pun al Qur’an menyebut ada utusan kepada setiap umat manusia, maka itu sudah ditutup dengan hadirnya Nabi Muhammad yang disebut Allah sebagai Nabi penutup. Dunia informatika yang sedemikian canggih ini sudah cukup menjadi media yang menyatukan seluruh permukaan bumi sebagai ’desa kecil’ belaka yang menghubungkan antar benua di dalam laptop di hadapan kita.

Jadi kini, semua adalah umat yang satu, di bawah ’juru selamat’ bernama Muhammad. Yang Kitabnya juga berlaku universal untuk kehidupan akhir zaman. Bagi siapa pun, bangsa apa pun, dan dimana pun kita berada. Tak ada lagi Nabi sesudahnya. Termasuk Nabi Isa yang diisukan akan turun lagi ke dunia untuk melawan Dajjal alias kekuatan perusak akhir zaman. Nabi Isa telah wafat di usia muda, dengan cara yang tidak diketahui. Yang jelas, bukan berada di tiang salib para penguasa Romawi waktu itu.

QS. An Nisaa’ (4): 157
dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.

QS. Ali Imran (3): 55
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat (derajat)-mu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

QS. An Nisaa’ (4): 159
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (`Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat (Akhirat) nanti `Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka (sebagaimana nabi-nabi lainnya menjadi saksi bagi umatnya).

QS. Maryam (19): 33
Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadaku (Isa), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Maka, Nabi Isa adalah manusia biasa yang terlahir di muka bumi dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan kita. Allah mengangkatnya sebagai hamba dan rasul bagi bani Israil. Dan menjadikannya sebagai bukti Kekuasaan Allah yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak atas segala ciptaan-Nya...

QS. Az Zukhruf (43): 59
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.

Wallahu a’lam bishshawab
~ salam ~

No comments:

Post a Comment