Amazon Deals

Tuesday, December 25, 2012

Teolog yang berpikir kritis dan ilmiah, secara jujur mengakui 25 Desember bukan hari lahirnya Yesus?

Tabloid Victorius edisi Natal tahun
lalu mengungkapkan keheranannya soal Natal yang misterius: “Entah kapan
dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati.
Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Yesus? Ini
masih misterius”.
Dr. J.L. Ch. Abineno menambahkan: “Gereja-gereja merayakan Natal
pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4.
Sebelum itu Gereja tidak kenal perayaan Natal. Gereja tidak tahu pasti
kapan –pada hari dan tahun keberapa– Yesus dilahirkan. Kitab-kitab
Injil tidak memuat data-data soal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan
bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di
padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8). Itu
berarti Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan November”
(Buku Katekisasi Perjanjian Baru, hal. 14).
Misteri 25 Desember dan kontroversi Natal, asal-usulnya masih
diperdebatkan tak ada ujung pangkalnya. Tidak heran jika sebagian
kalangan Kristen ada yang merayakan Natal pada 6 Januari, atau 25 Maret,
atau 19 April. Bahkan Kristen Advent tidak merayakan Natal sama sekali.

Asal-usul Natal
Akar perayaan Natal berasal dari kebudayaan bangsa Romawi. Orang Romawi
sekitar abad ke-10 hingga 7 sebelum Yesus lahir (sebelum Masehi)
mengenal hari lahirnya Dewa Matahari yang diperingati tiap 25 Desember
dengan sebutan ‘Saturnalia’. Hari itu dianggap sebagai ‘The Winter
Saltice’, saat mana matahari berada di titik yang paling jauh dari
katulistiwa.
Saat matahari memperpanjang kekuatan untuk naik dalam titik balik
perjalanan tahun. Saat itulah beberapa daerah di Eropa menjadi siang
sepanjang hari tanpa mengalami datangnya malam. Itu pas tanggal 25
Desember. Pada proses itulah perayaan Saturnalia dirayakan dengan pesta
pora, hura-hura, mabuk-mabukan, dan berbagai ritual amoral. Mereka
menganggap bahwa ini adalah keajaiban alam yang dapat dibuat sang
matahari. Itu sebabnya matahari dipuja sebagai Dewa Matahari.

Diadopsi Gereja
Ketika Byzantium berkuasa, kaisar Konstantinus Agung mengkonversi
Kristen sebagai agama negara. Banyak gereja didirikan dan semua penduduk
di daerah kekuasaan Romawi disuruh masuk Kristen. Maka terjadilah proses
Sinkretisme antara agama lama dengan agama Kristen. Gereja mengadopsi
kebudayaan masyarakat dengan harapan agar pengikutnya tetap jadi
Kristen.
Itu sebabnya pada 355 M, Liberius, Bishop Katolik, memproklamirkan
tanggal 25 Desember yang tadinya diperingati sebagai lahirnya Dewa
Matahari, mulai saat itu diubah jadi peringatan hari lahirnya Yesus
Kristus. Liberius mengaitkan perayaan Saturnalia dengan Yesus sendiri.
Dia mendasarkan keputusannya atas keyakinan bahwa Yesus Kristus adalah
Sang Dewa Matahari itu. Maka disimpulkan bahwa Yesus adalah sumber
segala terang. Bahkan tertulis dalam Injil bahwa Yesus mengaku: “Aku
adalah Terang Dunia”.
Dengan demikian, jelaslah bahwa peringatan Natal Yesus Kristus 25
Desember itu bukan ajaran Yesus, tik ada dalam kitab suci, hanya meniru
ajaran agama kafir sebelumnya.

Natal Sang Immanuel
Salah satu ayat yang sering dijadikan motto dalam peringatan Natal
adalah Injil Matius 1:23 “Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan dia
Immanuel, yang berarti: Allah menyertai kita”.
Ayat tersebut menubuatkan bahwa bayi yang dikandung Maria itu
nantinya akan diberi nama Immanuel. Padahal, selama hidupnya Yesus tidak
pernah dipanggil Immanuel. Bahkan pada hidupnya pun Yesus tidak
mengatakan Immanuel (Allah menyertai kita). Menurut cerita Bibel, ketika
menghembuskan nafas terakhir di tiang salib Yesus justru berteriak:
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku ? (lihat Injil Matius
27:46).
MENGAPA KREISTEN MASIH MEMPERINTATINYA?

##########
During the later periods of Roman history, sun worship gained in importance and ultimately led to what has been called a “solar monotheism.” Nearly all the gods of the period were possessed of solar qualities. The feast of Sol Invictus (Unconquered Sun) on December 25 was celebrated with great joy, and eventually this date was taken over by the Christians as Christmas, the celebrated birthday of Christ..

artinya kira-kira:
Selama periode akhir dari sejarah Romawi, matahari ibadah diperoleh pada pentingnya dan akhirnya menyebabkan apa yang disebut Hampir semua dewa periode dirasuk kualitas surya "monoteisme surya.". Pesta Sol Invictus (Tak Terkalahkan Matahari) pada tanggal 25 Desember dirayakan dengan sukacita yang besar, dan akhirnya tanggal ini diambil alih oleh orang Kristen sebagai Natal, ulang tahun dirayakan Kristus ..
materi referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_deity
"Sun worship." Encyclopædia Britannica. Chicago: Encyclopædia Britannica, 2009

##########
 Memang.
Dikarenakan pada masa itu, agama katholik sangat berkuasa dan berpengaruh. Padahal agama katholik sendri telah menyimpang dengan menyembah maria yg adalah manusia biasa.
Begitu berkuasanya agama katholik hingga saat itu penetapan perayaan kelahiran Tuhan yesuspun ditetapkan oleh kaisar constantine pda 25 desember. Padahal kenyataanya yesus bukan lahir pda 25 desember.
entah mengapa seiring berjalanya waktu peraturan tersebut berlaku hingga sekarang dan umat agama kristen tetap merayakanya.
Tetapi sesungguhnya yesus tdak mengajarkan untk mmperingati hari kelahiranya. yesus sendiri mengatakan, hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran.
materi referensi:
Alkitabiah

##########
Bung ... IMANUEL itu bukan gelaran untuk si YESUS saja koq... karena ada Imanuel yang lain yaitu :
Yesaya 7 : 14 :
14. Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda. Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki laki dan ia akan menamakan Dia Immanuel “
Yesaya 8 : 1 - 3 :
1. Berfirmanlah TUHAN kepadaku :” Ambillah sebuah batu tulis besar dan tuliskanlah di atasnya dengan tulisan biasa :” Maher-Syalal Hasy-Bas” 2. maka Aku akan memanggil dua saksi yang dapat dipercaya yaitu :” imam Uria dan Zakharia bin Yeberekhya.3 Kemudian Aku menghampiri mereka , ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku :” Namailah dia :” Maher-Syalal Hasy-Bas,.
Yesaya 8 : 8 :
serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang me-luap2 hingga sampai ke leher, dan sayap2nya yang dikembangkan akan menutup se antero negerimu, ya Imanuel
TERNYATA ada 2 IMANUEL .... nah LUCUNYA KRISTEN tidak bisa membuktikan mana diantaranya yang benar benar IMANUEL sesungguhnya ... demikian isi kitab yang KACAU itu adanya ...

@Saz : memqang bukan!! Gak penting utk dibahas
* saya kira bukan masalah penting dan nggak penting bung .... pada dasarnya anda TIDAK BERANI mengakui kebohongan PERAYAAN NATAL tersebut... bahkan konyolnya lagi koq bisa tahu tentang KATANYA Kenaikan YESUS KRISTUS yg tahun ini jatuh pd tgl 17 MEI .. lalu jika itu semua suatu KEBOHONGAN yang sangat BESAR ..... mengapa kamu masih mempercayainya ...? ckckckck

##########
memang tidak ada ajaran kristen yg menetapkan 25 desember sbg hari kelahiran yesus, tidak ada juga perintah untuk merayakannya. Tapi gapapa kan kalo manusia dulu mengadakan perayaan dan menetapkan suatu tanggal kelahiran juruselamat mereka itu, toh perayaan itu mendatangkan sukacita dan tdk ada larangan yg dilanggar
materi referensi:
jadi kesimpulannyaaa.....kalian non-kristen amat sangat peduli dengan apa yg dianggap kristen sendiri tidak terlalu hakiki hahaha terharu ni gue jadinya

SOURCE: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120526082934AAbBTXl

No comments:

Post a Comment