Amazon Deals

Sunday, February 17, 2013

Fenomena Mesin Waktu Di Blora

Fenomena Mesin Waktu Kerap Terjadi,Pahala Kencana Terheboh

Peristiwa langka bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura yang pindah dalam sekejap ke hutan jati wilayah Blora, Jawa Tengah ternyata bukan pertama kali terjadi. Adalah Briptu Soewignyo yang sehari-hari berdinas di Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora, Jawa Tengah, menyatakan tak heran lagi adanya peristiwa ganjil yang terjadi di kawasan Hutan Bonggan tersebut.
Rimba yang kerap disalahgunakan sekelompok orang yang bertujuan ingin kaya mendadak itu, beberapakali mencuatkan fenomena ganjil berbau mistis. Selama sembilan tahun terakhir, setidaknya telah empat kali ada kejadian ganjil.
"Yang paling heboh ya, bus Pahala Kencana dan dua truk tronton tiba-tiba ada di tengah hutan Bonggan kemarin," kata Briptu Soewignyo kepada Tribunnews, Minggu (24/6/2012).
Polisi yang telah menjadi kakek dari dua cucu ini mengungkapkan, kejadian aneh pertama terjadi sekitar sembilan tahun lalu. Grup kesenian ketoprak yang disewa warga untuk menghibur masyarakat dalam hajatan, malah tersesat di kawasan hutan.
"Ya warga di sini heboh, karena ditunggu-tunggu ketopraknya enggak datang. Tahu-tahu besoknya ramai, karena grup ketoprak itu ada di tengah hutan. Bingung juga karena mereka merasa main ketoprak di rumah yang punya hajatan," kisah Briptu Soewignyo.
Tiga tahun lalu, giliran penduduk setempat. Ketika mengendarai motor malam hari dekat kawasan hutan, juga tersesat di belantara.
"Dia enggak bisa pulang selama dua hari dua malam. Setelah diikhitiarkan, baru ketemu. Ternyata dia di tengah hutan. Ngakunya ya lagi naik motor saja di jalan," tutur Soewignyo.
Polisi yang 18 bulan lagi pensiun ini pun mengalami sendiri pengalaman unik seperti itu. Menurut cerita Soewignyo, saat ia mau pulang dari Mapolsek Todanan, hujan deras mengguyur wilayah Blora.
Sebelum menerobos guyuran hujan, ia mengenakan jas hujan dan helm. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer menuju rumahnya di Kenduruan, Blora, ia melintas di kawasan hutan.
"Lampu utama motor saya tiba-tiba rusak, mau copot kacanya. Terus saya betuli sejenak, selanjutnya sambil jalan saya pegangi. Tapi, saya enfgak sampai-sampai rumah. Ternyata saya semalam suntuk ada di tengah hutan," ujar Briptu Soewignyo lalu tertawa.
"Itu pengalaman yang terlupakan, karena aneh. Saya merasa naik motor di jalan, ternyata ada orang yang melihat saya mengatakan, saya ada di tengah makam. Mereka mengira saya penjahat, karena malam kan enggak bisa melhat saya dengan jelas. Apalagi saya pakai mantel dan helm," jelasnya.
Paginya, Soewignyo baru menyadari berada di tengah makam, setelah ditegur orang.
"Sejak peristiwa itu, kalau saya melintas dekat kawasan itu, ya nyanyi-nyanyi saja sekerasnya. Dibilang takut berani tidak, takut pun tidak. Cuma ya repot, kalau kejadian yang saya alami terulang," kata ayah empat anak ini lalu tertawa lagi.
Kendati demikian, Briptu Soewignyo mengimbau agar masyarakat mengambil hikmahnya, bukannya terjebak klenik.
"Mari jadikan pelajaran peristiwa apapun, termasuk yang aneh tapi nyata seperti itu. Jangan sampai pikiran kosong, atau melamun saat di jalanan atau saat melakukan apa saja. Lebih penting lagi, jangan lupa salat. Saya yakin kalau iman kita kuat, Insya Allah tak akan mengalami hal-hal seperti itu. Itulah pelajaran yang saya petik," tutur Briptu Soewignyo.
Kejadian aneh bin ajaib menimpa sebuah bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix. Seperti masuk sebuah mesin waktu, kedua kendaraan besar tersebut secara tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita di kawasan Blora, Jawa Tengah dalam waktu sekejap.
Awalnya bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura tepatnya di jalur Juwana-Rembang,Kamis(22/6/2012) dini hari. Karena situasi macet sang sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken, atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, namun justru mengarah ke Kabupaten Blora.
Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa, mendadak mereka masuk ke hutan Gadogan di desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Wilayah ini dikenal sebagai perbukitan hutan jati. Anehnya, saat mau mendahului truk beton yang berada di depannya, kernet mencoba menahan sopir, agar truk naik dulu ke jalan yang menanjak, setelah truk bisa naik, bus mencoba naik, namun ban belakang selip dan mundur, kemudian terdengar suara benturan, kernet seketika turun dan mencoba mengecek, setelah dicek dengan sopir, mesin seketika mati, saat sopir mengecek body bus, seketika kaget, karena dia melihat pohon jati dan setelah memutar dia berada di tengah-tengah hutan, dia mulai tersadar jam 02.30 WIB dini hari dan kernet mencoba membangunkan penumpang yang berjumlah 33 orang.


##################################################
Bus dan Tronton Melaju di Jalan, Tiba-tiba ada di Hutan Jati

Kejadian aneh bin ajaib. Sebuah bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix, masuk sebuah mesin waktu. Kedua kendaraan besar ini, tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita di kawasan Blora, Jawa Tengah dalam waktu sekejap.
Anggota Sektor Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora, Jawa Tengah, Briptu Suwignyo membenarkan kejadian itu. Suwignyo juga merasa keheranan karena tidak ada sedikitpun bodi bus dan truk yang lecet terkena ranting-ranting pohon di jalur setapak hutan jati tersebut.
"Ini memang kejadian aneh, tapi nyata. Wong, bus dan tronton itu lagi melaju di jalan raya, tiba-tiba ada di hutan. Dan, anehnya lagi, gak ada bodi bus maupun truk yang tergores. Padahal, kendaraan itu di antara rerimbunan pohon," tutur Briptu Suwignyo
Awalnya, bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura tepatnya di jalur Juwana-Rembang, Kamis (22/6) dini hari. Karena situasi macet sang sopir mencoba mencari jalur alternatif. Tetapi sesampainya di jalur Jaken, atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, namun justru mengarah ke Kabupaten Blora.
Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa, mendadak mereka masuk ke hutan Gadogan di desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Wilayah ini dikenal sebagai perbukitan hutan jati.
Anehnya, saat mau mendahului truk beton yang berada di depannya, kernet mencoba menahan sopir agar truk naik dulu ke jalan yang menanjak. Setelah truk bisa naik, bus mencoba naik tapi ban belakang selip dan mundur, kemudian terdengar suara benturan.
Kernet seketika turun dan mencoba mengecek. Setelah dicek dengan sopir, mesin seketika mati. Saat sopir mengecek bodi bus, seketika kaget, karena dia melihat pohon jati dan setelah memutar dia berada di tengah-tengah hutan. Dia mulai tersadar pukul 02.30 dini hari dan kernet mencoba membangunkan penumpang yang berjumlah 33 orang.
Sekitar pukul 06.30 kru mencoba mencari pemukiman warga dan meminta tolong, kemudian dari warga lapor lurah setempat. Namun apa boleh buat, mobil patroli tidak bisa masuk ke TKP karena jalan setapak yang menuju ke TKP, sekitar hampir 5 jam bus dan truk terdampar disana.
Mekanik Pahala Kencana asal Kudus juga kaget melihat lokasi busnya, sekitar jam 5 sore bus baru bisa dikeluarkan dengan cara memotong sebagian pohon dan memapras tanah agar jalur lebar bisa dilewati bus dan truk. Pukul 18.35 armada bus bisa keluar semua dan dibawa ke jalan desa.
Luckie Oktaviant adalah salah seorang warga Blora yang menyaksikan langsung dua truk Hino tronton Varia Usaha pengangkut semen curah, dan satu bus malam Pahala Kencana trayek Jakarta-Madura, berada di hutan jati Desa Kedung Bacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kepada Tribun, Luckie menuturkan, saat berada di lokasi petugas dari Polse Todanan sudah berada di sana. Petugas langsung memotret ketiga kendaraan yang belum berhasil dievakuasi tersebut.
"Saya tiba di lokasi Kamis sore. Saya tiba, warga dan petugas sedang berusaha membuat jalan darurat dengan warga," ujar Luckie.
Dia menambahkan, saat bus dan kedua truk akan dievakuasi, kondisi sudah sore, namun upaya evakuasi terus dilakukan. Petugas juga mendatangkan staf mekanik Pahala Kencana di pool Kudus, Jawa Tengah, ke lokasi.
Menurut Luckie, semua yang menyaksikan kondisi bus dan kedua truk terheran-heran karena tidak terlihat bekas jejak ban. "Kondisi bus juga mulus, tidak ada lecet-lecet karena bergesekan dengan batang dan ranting pohon di hutan jati Desa Kedung Bacin," ujarnya.

##################################################
Warga: Aneh, Tak Ada Jejak Ban dan Body Bus Mulus

Salah seorang saksi mata yang juga warga Blora, Jawa Tengah bernama Luckie Oktavian mengatakan tidak ada sama sekali jejak ban bus Pahala Kencana ataupun truk beton yang tiba-tiba berada di dalam hutan kawasan Todanan dalam waktu sekejap tersebut.
Menurut Luckie, semua yang menyaksikan kondisi bus dan kedua truk terheran-heran karena tidak terlihat bekas jejak ban.
"Kondisi bus juga mulus, tidak ada lecet-lecet karena bergesekan dengan batang dan ranting pohon di hutan jati Desa Kedung Bacin," kata Luckie kepada Tribunnews.com, Minggu(24/6/2012).
Luckie menuturkan, saat berada di lokasi petugas dari Polsek Todanan sudah berada di sana. Petugas langsung memotret ketiga kendaraan yang belum berhasil dievakuasi tersebut.
"Saya tiba di lokasi Kamis sore. Saya tiba, warga dan petugas sedang berusaha membuat jalan darurat dengan warga," ujar Luckie. Dia menambahkan, saat bus dan kedua truk akan dievakuasi, kondisi sudah sore, namun upaya evakuasi terus dilakukan.
Petugas juga mendatangkan staf mekanik Pahala Kencana di pool Kudus, Jawa Tengah, ke lokasi.
Kejadian aneh bin ajaib menimpa sebuah bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix. Seperti masuk sebuah mesin waktu, kedua kendaraan besar tersebut secara tiba-tiba berada di sebuah hutan jati gelap gulita di kawasan Blora, Jawa Tengah dalam waktu sekejap.
Awalnya bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura tepatnya di jalur Juwana-Rembang,Kamis(22/6/2012) dini hari. Karena situasi macet sang sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken, atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, namun justru mengarah ke Kabupaten Blora.
Ketika melintas, memang lajur yang dilalui adalah jalan desa, mendadak mereka masuk ke hutan Gadogan di desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Wilayah ini dikenal sebagai perbukitan hutan jati. Anehnya, saat mau mendahului truk beton yang berada di depannya, kernet mencoba menahan sopir, agar truk naik dulu ke jalan yang menanjak, setelah truk bisa naik, bus mencoba naik, namun ban belakang selip dan mundur, kemudian terdengar suara benturan, kernet seketika turun dan mencoba mengecek, setelah dicek dengan sopir, mesin seketika mati, saat sopir mengecek body bus, seketika kaget, karena dia melihat pohon jati dan setelah memutar dia berada di tengah-tengah hutan, dia mulai tersadar jam 02.30 WIB dini hari dan kernet mencoba membangunkan penumpang yang berjumlah 33 orang.



##################################################
Sopir Bus Pahala Kencana Selamat oleh Kokokan Ayam 
 
Pergunjingan mengenai fenomena aneh, bus Pahala Kencana jurusan Jakarta-Madura dan dua truk beton Jaya Mix yang tiba-tiba berada di tengah hutan di kawasan Blora, Jawa Tengah, pekan lalu, semakin ramai.
Bukan lagi sebatas perbincangan akan fakta kendaraan besar itu tersasar dari jalan besar masuk jalan setapak, dan tiba di tengah hutan jati, kini bahkan telah dikaitkan unsur mistis, klenik.
Konon, para sopir, kernet dan penumpang kendaraan yang masuk terowongan 'gaib' tersebut selamat setelah mendengar ayam berkokok, disusul kumandang adzan subuh.
Ketiga kendaraan tersebut, ternyata bukan dua seperti diberitakan sebelumnya, mendadak berada di tengah hutan Mbogan, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, setelah mengambil jalan pintas menghindari kemacetan di jalur Juwana-Rembang.
Padahal jalan menuju hutan tak mungkin bisa dilalui kendaraan berbadan besar plus jarak kedua lokasi mencapai 50-an kilometer. Jika dinalar sulit bisa diterima akal sehat.
"Itu jelas ulah makhluk halus. Kendaraan itu sebenarnya masuk ke dalam sebuah terowongan gaib yang entah ke mana tembusnya. Beruntung sopir segera tersadar setelah mendengar suara kokokan ayam dan suara adzan," kata Mbah Kesi, sesepuh desa setempat yang juga spiritualis kepada Tribun Jogja, grup Tribunnews.com, Selasa (26/5). Ia mengetahui cerita soal kokokan itu setelah si sopir truk bercerita banyak padanya saat meminta terapi akibat trauma berat.
Suara kokokan ayam jago dan adzan itu tedengar karena saat ketiga kendaraan ada di tengah hutan bersamaan dengan waktu salat Subuh, menjelang pagi, yakni sekitar pukul 4.30.
Menurut Kakek 62 tahun ini, jika saja tak ada suara-suara yang membuat sopir tersadar tersebut, bisa jadi rombongan bus berpenumpang 33 orang, dan truk itu lebih masuk jauh ke dalam jalan gaib itu. Bahkan bisa jadi rombongan truk dan bus yang mengangkut puluhan penumpang itu tersebut masuk ke dunia lain dan tak kembali.
"Memang sulit dinalar akal sehat, tapi itu benar nyata terjadi. Apalagi hutan itu memang dianggap angker," kata Mbah Kesi. Ia menjelaskan, dari penuturan sopir truk, jalan gaib yang dilalui tersebut sangat mirip dengan jalur pantura. Kondisi jalan ramai oleh lalu lalang kendaraan.
Bahkan kawasan ini lengkap dengan tukang becak yang mangkal di tepian jalan. Tanjakan tempat truk dan bus nyasar ditengah hutan Mbagon itu adalah berupa perempatan yang saat itu menyala lampu merah hingga sopir berhenti.
################################################## 
Evakuasi Bus dan Truk 'Gaib Blora' Makan Waktu Sehari
 
Sunaryo, warga Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku mendengar suara deru mesin kendaraan yang melintas di depan rumahnya pada malam, Kamis pekan lalu. Saat itu, bus Pahala Kencana bepenumpang 33 orang dan dua truk pengangkut semen tersasar ke hutan Jaken, melewati jalan setapak.
Namun saat itu, ia tak keluar rumah karena memang sudah larut malam. Ia pun tak berpikir macam-macam, karena menduga kendaraan itu adalah mobil bak terbuka kecil yang biasa lewat.
"Paginya, saya kaget, apa mungkin kendaraan yang lewat semalam itu adalah truk dan bus tadi. Tapi sepertinya tak mungkin karena jalan depan rumah sangat sempit," katanya.
Setelah ditemukan warga, proses evakuasi dua truk tronton dan bus itu membutuhkan waktu seharian. Jalan sempit membuat ketiga kendaraan besar sulit bergerak.
Teka-teki tentang misteri tersesatnya bus Pahala Kencana dan dua truk Hino Ranger tronton pengangkut semen milik PT Varia Usaha, Gresik, di hutan Jaken, Desa Kedung Bacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis dini hari, pekan lalu terus menjadi buah bibir di masyarakat, termasuk di kalangan komunitas pecinta bus serta di kalangan karyawan PO Pahala Kencana sendiri.
Banyak yang menilai, kejadian tersebut di luar nalar, apalagi jika melihat bus tersebut saat berada di hutan Jaken, dalam kondisi baik, tidak beret atau penyok bodi padahal tidak ada jalan akses ke atas yang bisa dilewati kendaraan besar.
Member berninisial Fredyana Mardiansyah di grup obrolan Bismania Community di Facebook mengaku takjub dengan kejadian tersebut. "Wah, ajaib sekali..." tulisnya.
Member lainnya, Ruslan Abdul Gani menulis, "Ajaib... sisi unik untuk kita." Rakhmat Hadianto menulis, "Wallahu'alam. Semua kejadian di atas sudah kehendak-Nya. Jangan lupa, sebelum berangkat berdoa."
Di kalangan karyawan PO Pahala Kencana, kejadian ini juga menjadi buah bibir. Tak cuma di kalangan awak bus di lapangan tapi juga di kalangan karyawan bagian administrasi. "Kok bisa ya, ternyata ada dua dunia semacam itu," ungkap seorang karyawan kepada Tribun yang enggan disebut namanya.
Dia membenarkan, peristiwa unik yang membuat jantung berdebar tersebut juga menjadi bahan obrolan di internal karyawan. Tapi, semua aktivitas kerja tetap berlangsung normal, tidak sampai jadi heboh.
Sumber Tribun menyebutkan, pasca-kejadian, setelah bus berhasil diturunkan dari perbukitan hutan jati Jaken di Todanan, Blora, dengan bantuan paranormal, bus kemudian langsung ditarik ke Jakarta. "Busnya sekarang ada di pool Pegangsaan," kata sumber kepada Tribun.
Pool Pegangsaan, tepatnya di Pegangsaan II Kelapa Gading, merupakan pool yang juga menjadi kantor pusat PO Pahala Kencana. Perusahaan otobus yang didirikan di Kota Kudus, Jawa Tengah, ini memiliki empat pool/cabang yakni, di Jakarta, Bandung, Malang dan Kudus.
PO ini memiliki puluhan trayek bus malam lintas Jawa, Sumatera, Bali, dan Madura dengan ratusan armada. Perusahaan ini juga memiliki layanan armada bus pariwisata Nirwana dan jasa ekspedisi paket Pahala Ekspres.
 
 
##################################################
Banyak spekulasi tentang kejadian diatas, ada parapsikolog yang bilang bahwa supir mengalami kelelahan dan tidak ada yang aneh, tetapi apakah para psikolog tersebut dapat menjelaskan jalan masuk kendaraan kehutan tersebut, tidak adanya bekas ban disepanjang jalan setapak menuju hutan tersebut dan yang terakhir tidak adanya gores atau lecet pada body kendaraan padaha hutan tersebut termasuk rimbun dan banyak ranting-ranting.
Menurut saya pribadi kemungkinan ada gerbang alam gaib ataupun dimensi gaib (semacam portal) yang sedang terbuka ataupun portal yang lupa ditutup, hal ini kadangkala terjadi karena ada seseorang atau sesuatu sedang berpindah dari alam manusia ke alam tak kasat mata ataupun sebaliknya. Portal energi yang dia ciptakan atau dia gunakan biasanya masih terbuka untuk beberapa waktu, mungkin saja ada trace energy ataupun trace eter yang bisa dilacak itu mulik siapa.

Namun di atas semua teori dan tafsir, hanya Allah yang Maha tahu, jadi manusia hanya bisa berteori berdasar alasan-alasan, data-data, dan analisa yang masuk akal, namun tak berhak mengklaim yang paling benar, wallahu a’lam bissawab, wailaihil marji’ wal ma’ab !!!

No comments:

Post a Comment