Amazon Deals

Sunday, March 17, 2013

Gunung Padang Berpeluang Peradaban Tertua

im Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang hari ini mengeskavasi bagian timur situs tersebut. Ketua tim, Dr Dani Hilman Nata Wijaya, mengatakan bahwa situs megalitik ini kemungkinan adalah bukti peradaban tertua di dunia.

“Semua literatur dan artefak yang terpublikasikan di seluruh dunia mengenai peradaban maksimal berumur 3000 tahun sebelum masehi. Uji karbon Gunung Padang sudah mematahkan itu. Usia maksimal Gunung Padang tercatat 10.000 tahun sebelum masehi,” ujarnya kepada VIVAnews, Sabtu 23 Juni 2012.

Ia menambahkan ini bukan sebuah pekerjaan dan tanpa literasi. Dani mengatakan ini salah satu pembuktian dari pemikiran dan penelitian Profesor Stephen Oppenheimer yang terkenal dengan karyanya "Eden in the East.”

"Dalam buku itu disampaikan bahwa Indonesia sebagai adalah pusat peradaban maju pada era 10.000 tahun sebelum masehi. Ini adalah siklus yang harus dibuktikan, seperti saat lenyapnya dinosaurus dari muka bumi,” ujarnya.

Dani mengatakan catatan di buku Oppenheimer menyebutkan peradaban beternak pertama kali ada Indonesia sebelum menyebar ke belahan Asia lainnya. Teknologi maju, lanjutnya, berasal dari sini. Lalu masyarakat masa itu bergerak meninggalkan wilayah ini untuk menyebar. Inilah pertanyaan yang harus dijawab, mengapa mereka berpindah?

Sabtu, tim Dani melakukan eskavasi bagian timur Gunung Padang. “Saya berharap kita menemukan sesuatu yang bisa dijadikan referensi pasti dari rongga yang diperkirakan ada di bagian dalam struktur situs megalitik Gunung Padang. Rongga ini menyimpan sebuah misteri peradaban yang luar biasa entah dalam bentuk apa, karena selama belum terbuka bisa berbentuk apapun,” ujarnya.

Kemungkinan yang berada di dalam rongga Gunung Padang bisa benda atau guratan-guratan dinding. “Apapun itu tidak masalah, karena temuan ini akan menjadi referensi penting. Semua temuan huruf, gambar atau apapun itu, selalu ditemukan di dalam berbagai ruang tertutup. Bila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai temuan ini, maka selalu memberi catatan luar biasa pada peradaban,” dia menambahkan.

Dani menjelaskan banyak benda tak ternilai berada di kelompok masyarakat tertentu. Benda-benda itu sangat dilindungi dan terikat oleh mitologi sehingga dianggap keramat dan tidak bisa dibuka.

“Ambil contoh di Badui Lama, ada benda yang sangat luar biasa dan bisa membuka tabir peradaban pula. Sayangnya ini tidak bisa diteliti dan dibuka karena tokoh masyarakat dan tetua adat tidak mengizinkannya. Mereka sangat melindungi benda yang disebut pusaka turun temurun ini,” jelasnya.


##################################################
Gunung Padang, Buktikan Ras Indonesia Unggul
Danny Hilman Natawijaya, Ketua Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, mengatakan pembuktian situs megalitik Gunung Padang menegaskan bangsa Indonesia bukan ras atau bangsa kacangan. Situs ini membuktikan adanya kemampuan teknologi hingga sosial budaya nenek moyang yang jauh lebih modern dari catatan sejarah ilmu pengatahuan dan peradaban yang diyakini selama ini.

“Kita harus bangga terdapat ras kita dan nenek moyang kita punya kemampuan ini. Seperti Hitler yang bangga akan ras arya atau para yahudi yang bangga akan garis keturunannya. Gunung Padang membuktikan kita juga keturunan ras yang sangat luar biasa,” kata geolog dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu.

Menurut Danny, semangat itulah yang memotivasi para peneliti untuk terus melakukan riset dan pembuktian di Gunung Padang. Semangat ini memompa mereka untuk terus mencari kehebatan nenek moyang di nusantara yang berhasil membuat struktur modern di eranya, yang diperkirakan pada era prasejarah.

Selama ini, kata Danny, catatan sejarah peradaban dunia selalu melihat pada peradaban Mesir yang diperkirakan ada sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi atau peradaban sungai Indus yang tumbuh pada 3.000 tahun sebelum Masehi. “Dari hasil penelitian hingga hari ini, kami masih yakin peradaban Gunung Padang adalah yang tertua dan lolos dari catatan sejarah,” katanya.

Sementara, Erick Rizky menjelaskan kemungkinan Gunung Padang tidak sempat tertulis dalam catatan sejarah karena sistem sosial masyarakat Gunung Padang saat itu menggunakan budaya lisan sendiri, tidak menggunakan budaya lisan seperti yang tercatat saat ini. "Asumsi ini yang menyebabkan peradaban Gunung Padang sepertinya luput dari catatan sejarah peradaban dunia. Kami yang akan terus berupaya memasukkan temuan ini sebagai catatan peradaban dunia,” katanya.

Maret lalu, Tim Bencana Katastropik Purba yang membawahi tim penelitian telah melakukan pengeboran di situs megalitikum Gunung Padang, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hasil carbon dating memperlihatkan hasil yang mengejutkan. Menurut salah satu anggota tim, Boedianto Ontowirjo, carbon dating menunjukkan Gunung Padang lebih tua dari piramida Giza di Mesir.

Dari sampel hasil pengeboran yang diambil dari teras 5 di titik bor 2 dengan kedalaman 8 hingga 10 meter, hasilnya menunjukkan 11.060 thn +/- 140 tahun Before Present. "Kalau dikonversikan ke umur kalender setara dengan 10 ribu SM," ucap Boedianto, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, 4 Maret 2012.


SOURCE: http://us.wap.vivanews.com/news/read/328780-gunung-padang-bukti-peradaban-tertua-dunia 
http://us.wap.vivanews.com/news/read/328523-gunung-padang--kandidat-bangunan-tertua 

No comments:

Post a Comment