Amazon Deals

Thursday, March 7, 2013

Perbedaan ular berbisa & tidak berbisa & Tips Jika Digigit Ular

Perbedaan ular berbisa & tidak berbisa

Kebanyakan orang akan merasa panik dan takut jika digigit ular. Sebenarnya hal ini bisa dihindari jika mengetahui ciri ular dan cara penanganannya. Kebanyakan orang menganggap semua ular berbahaya, dan bila bertemu akan berusaha membunuhnya. Terlebih jika tergigit ular, biasanya manusia melakukan penanganan gigitan yang berlebihan dan akibatnya malah jadi fatal dan merugikan manusia sendiri. Sebaliknya jika penanganan efek gigitan ular berbisa tinggi dilakukan dengan lambat dan salah, maka dapat menyebabkan dampak yang fatal bagi korban.

Efek gigitan racun ular ke tubuh manusia selain ditentukan oleh kadar bisa/racun itu sendiri juga dipengaruhi dari daya tahan tubuh manusia yang digigit. Semakin baik “pertahanan” alami atau antibody yang dimiliki, dan semakin sehat metabolisme tubuh manusia, efek gigitan akan berkurang rasanya. Jika, dibandingkan dengan korban yang memiliki imunitas redah atau sedang dalam kondisi tidak fit.

Ular yang berbisa tinggi dan mematikan memiliki tipe gigi Proteroglypha dan Solenoglypha. Jika manusia tergigit kelompok ular ini, prinsipnya adalah segera mengeluarkan bisa keluar dari tubuh, hambat laju racun menuju ke jantung dan secepat mungkin berikan pertolongan pertama yang tepat dan benar. Jika tidak tertolong dan salah penanganan akan berakibat cukup fatal yaitu kematian. Jika tertolong, biasanya akan meninggalkan cacat atau bekas pada gigitan. Sebenarnya, jumlah dan jenis ular berbisa tinggi lebih sedikit dibanding kelompok yang lain, kecuali semua jenis ular laut yang berbisa tinggi dan sangat mematikan.

Kandungan protein yang keluar pada taring ular, merupakan bisa ular. Jika kita mengamati dengan teliti, ada beberapa hal yang dapat membedakan ular yang berbisa tinggi dan berbisa rendah. Berikut adalah cara membedakan ciri ular berbisa dan tidak berbisa. Tapi beberapa ciri berikut masih belum menunjukkan tingkatan bisa ular secara tepat hingga perlu pengamatan dan penelitian lebih lanjut.

Ciri ular berbisa rendah biasanya gerakannya cepat, takut pada musuh, agresif, beraktifitas pada siang hari, membunuh mangsanya dengan membelit, bentuk kepalanya bulat telur (oval). tidak memiliki taring bisa, gigitannya tidak mematikan & setelah menggigit langsung lari

Sedangkan ciri ular berbisa tinggi adalah: Gerakannya lambat, tenang, penuh percaya diri, beraktifitas pada malam hari (nocturnal), membunuh mangsanya dengan menyuntikkan bisa, bentuk kepalanya cenderung segitiga sempurna atau seperti mata panah, memiliki taring bisa, racun mematikan, kanibal & setelah menggigit, ular akan tetap tak bergerak dari tempatnya

Tapi ada beberapa pengecualian yang tidak sesuai dengan ketentuan yaitu:

- Ular yang berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam, seperti King Kobra, Kobra Naja naja sputratix.
- Berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang, contohnya Ular weling, Ular welang & Ular picung/pudak seruni.
- Tidak berbisa, keluar malam hari dan gerakan lamban, contoh: Semua jenis ular phyton dan ular boa & Ular Pelangi (Xenopeltis unicolor).

Tips P3K karena gigitan ular berbisa

Secara umum orang awam kalo digigit ular berbisa biasanya melakukan hal-hal sbb:

- Mengikat dengan keras bagian tubuh (di atas/bawah) yang kena gigit
- menoreh bagian tubuh yang kena gigit
- mengisap darah pada bagian tubuh yang kena gigit
- atau membawanya ke tempat dukun ular/pawang ular

Hal-hal yang dilakukan tersebut tidak sepenuhnya salah cuman barangkali perlu lebih dilakukan dengan cara yang lebih baik.

Pada saat dalam kepanikan karena digigit oleh ular apalagi telah diketahui bahwa ular tersebut sangat berbisa, maka kadang-kadang orang tidak lagi berpikir secara rasional karena stress dan karena pengaruh dari racun ular tersebut.

- Tenang jangan panik !!
- Tidak terlalu banyak bergerak apalagi menggerakkan bagian tubuh yang kena gigitan ular
- sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yg menggigit, kalau tahu nama sebenarnya akan jauh lebih membantu, kalaupun tidak jangan dipaksakan mengejar ular tersebut nanti malah bisa digigit dua kali lagi..he..he…
- Jangan ditoreh/dilukai/dirobek

-KALAU masih memungkinkan segera setelah kena gigit bagian tubuh yang kena gigit dihisap kuat dengan alat-alat tertentu sepert “extractor” asalkan tidak melukai atau dan jangan melakukan hisapan dengan mulut karena berbahaya dan bisa terminum/masuk kedalam mulut. Bersihkan bagian tubuh yang kena gigit dengan antiseptik untuk mengindari infeksi, karena dalam beberapa kasus, bahaya infeksi malah jauh lebih berbahaya dari racun ular itu sendiri.

- Ikat atau balut di atas dan dibawah bagian tubuh yang kena gigit dengan perban, tetapi jangan terlalu kencang, rasakan saja sendiri untuk sedikit memperlambat peredaran darah tetapi tetap bisa mensuplai darah.
- Kemudian setelah itu harus segera di bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk peroleh pertolongan lebih lanjut.

Pada banyak kasus-kasus gigitan ular, sebagian dari mereka ada yang tidak sadar kalau merekaitu telah digigit oleh ular yang sangat berbisa sehingga tidak melakukan pengobatan dan kemudian karena tidak ada pertolongan sama sekali akhirnya meninggal dunia.

Biasanya ular yang menggigit tersebut adalah jenis ular yang mempunyai bisa neurotoxin ,dimana pengaruh dari racun ini adalah terkadang tidak menimbulkan rasa sakit tetapi menyerang susunan saraf sehingga menimbulkan rasa kecapean,ngantuk tertidur untuk tidak terbangun lagi Contoh ular yang memiliki neorotoxin adalah ular weling ( bungarus candidus ) dengan warna belang hitam – putih.

sedangkan ular yang memiliki bisa hemotoksin seperti ular hijau ekor merah ( trimeresurus albolabris) cendrung lebih mudah dilakukan pertolongan.

Karena itu pengetahuan tentang jenis-jenis ular terutama yang berbisa sangat penting dan cara penanganan P3K juga perlu lebih disosialisasikan…

No comments:

Post a Comment