Amazon Deals

Monday, April 15, 2013

Bisakah Menghapus Outsourcing

Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mulai berkonsentrasi di dua titik unjuk rasa, yaitu Bundaran Hotel Indonesia dan Istana Negara, Kamis (12/7/2012) siang ini.
Para buruh berunjuk rasa menuntut penghapusan outsourcing dan upah murah. Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan, aksi tersebut merupakan respons awal atas sikap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang memaksa menerbitkan Peraturan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.
"Dengan dipaksakannya penerbitan itu, maka secara nominal para pekerja akan tetap tidak bisa hidup layak dan harus terus berutang," tegasnya.
Iqbal menegaskan, para buruh harus menegakkan konstitusi saat negara kehilangan peran dalam melindungi para pekerja. Oleh karena itu, pihaknya menuntut beberapa hal, yaitu mendesak Kemennakertrans untuk mengubah peraturan tersebut sesuai dengan kebutuhan para buruh.
"Hentikan politik upah murah dan berlakukan upah layak dengan cara, hapus pasal pentahapan yang gagal dijalankan selama lima tahun, upah minimum minimal 100 persen KHL (Kebutuhan Hidup Layak), upah minimum sektoral minimal 10 persen dari UMK," lanjutnya.
Berdasarkan pantauan, massa buruh mulai mendatangi depan Istana Negara pukul 12.15 WIB. KSPI mengkalim akan mengerahkan 50.000 buruh. Sebelumnya, massa berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia dan rencananya mereka akan melakukan aksinya di Kementerian Koordinator Perekonomian serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Massa yang menggunakan berbagai atribut datang ke Bundaran Hotel Indonesia dengan menggunakan puluhan bus. Mereka kemudian melakukan long march ke Istana Negara sehingga menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat.
Berdasarkan siaran persnya, KSPI merupakan gabungan dari berbagai organisasi buruh, antara lain, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI), dan Serikat Pekerja Percetakan Penertiban dan Media Informasi (SP PPMI).

#####
Ada 54 Komentar Untuk Artikel Ini.

  • Jumat, 13 Juli 2012 | 12:00 WIB
    Dengan beberapa pertimbangan saya setuju, Outsorcing dihapus saja. Merugikan kedua belah pihak, baik pengusaha dan pekerja. Kurang lebih begini : Dengan upah yang kurang layak dan status yang tidak jelas, adalah mustahil pekerja bisa memberikan hasil yang terbaik. Secara tidak langsung perusahaan juga dirugikan karena tidak mendapatkan hasil yang terbaik.....

  • Jumat, 13 Juli 2012 | 11:01 WIB
    ini buruh gak tau terimakasih,dah dapat kerja malah ngelunjak minta ini dan itu, hrsnya mrk bersyukur krn byk org yg ga dpt kerjaan, kl ga mau kerja outsoucing/digaji rendah lalu kenapa ngelamar kerja disana???? dasar buruh ga punya otak...kalo mau hidup enak dan kaya raya jd pengusaha dong, mulai lah dr yg kecil jd pedagang kecil2an jgn jd buruh

  • Jumat, 13 Juli 2012 | 10:56 WIB
    klo saya berpikirnya tuh begini sih rekan-rekan semua. menurut saya itu yang harus dihapuskan adalah outsourcing "nakal" dan tidak sehat. karena outsourcing yang baik pola penggajian adalah UMK(tergantung pekerjaannya)+Tunjangan2(jika ada, untuk faktor non gaji adalah Jamsostek (minimal 3 program)dan asuransi kesehatan (bila yang digunakan adalah jamsostek 3 program). untuk komponen2 gaji yang lain menyesuaikan (tunjangan jabatan, dll). Outsourcing di satu sisi dapat membantu menurunkan nilai pengangguran.…

  • Jumat, 13 Juli 2012 | 09:45 WIB
    Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.

  • Jumat, 13 Juli 2012 | 09:07 WIB
    memang jadi pekerja kontrak itu bikin sakit hati.....dalam satu team jumlah lima orang pekerja tiga karyawan tetep dua lain nya karyawan kontrak kalau bekerja untuk mencapai target semuanya bekerja keran sama sama cape sama sama keringatan pas semua target tercapai waktunya dapat bonus dari perusahaan tiga orang karyawan dapat bonus dua orang lagi tidak dapat dikarenakan mereka karyawan kontrak/outsourcing....coba diman letak keadilan itu.....andai itu terjadi sama anda giman perasannya

    • Jumat, 13 Juli 2012 | 11:03 WIB
      kalo terjadinya sama gw,gw bakal resign, gak perlu demo2...mending jd pedagang kecil2an dr pada jd buruh yang nyusahin pemilik usaha,dah digaji tiap bulan malah demo2 minta ini dan itu
1
 #####
  • Kamis, 12 Juli 2012 | 16:19 WIB
    saya juga pernah jd karyawan OS, banyak teman2 ekspat jg karyawan OS. Nyatanya memang produktivitas karyawan kontrak dan permanen memang berbeda. Yg di OS jg tdk keberatan karena tau dan paham menimbang apa yg didapat dan tidak dr posisi itu.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 15:54 WIB
    Bagus....!!! Namanya hak mengeluarkan pendapat adalah dilindungi UU. Cuma, asal tahu saja, ratusan ribu pekerja (pembuat air minum, pengantar surat, pembersih lantai ruang, tukang fotokopi, supir, dll dst) yang aktif bertahun-tahun makan gaji di gedung-2 pencakar langit pemerintah/ BUMN, Pemda, bahkan di gedung DPRRI semuanya digaji berdasarkan kerja kontrak yang setiap tahun diperpanjang, (dan setiap tahun perusahaan yang sama berganti nama). Kalau saja pekerja out sourcing ini bisa "dimanusiawikan"…

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 15:08 WIB
    kalau saya jadi pemerintah, saya akan berikan opsi kepada buruh sekalian. OPSI 1: tetap terjadi praktik outsourcing, Upah Minimum tetap, dan tidak ada aturan pesangon dan tunjangan buruh yg berubah. atau OPSI 2: tidak ada praktik outsourcing, Upah Minimum naik, namun aturan mengenai pesangon dihapuskan, kemudian tunjangan buruh dikurangi.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 15:00 WIB
    pengusaha kalau tidak mampu bayar buruh dg layak atau tdk mampu mempekerjaan orang tanpa menjadikannya OS, jangan buka tender gede-gede, sesuai kemampuan aja

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:48 WIB
    tiap kl gw brsaing dgn negara lain selalu kalah & harga mereka jauh di bawah kita (specially china, vietnam, thailand). Upah udah sesuai standard, ini aja ga bisa tandingin apalagi upah di naikin? Pantesan pada import, ga pusing. Pdhl ingin brdayakan rakyat sendiri.
2
#####
  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:44 WIB
    pemerintah tidak berpihak kepada kaum BURUH dia berpihak kepada KORUPTOR dan PENGHISAP DARAH lainnya, BURUH harus BERJUANG, BURUH harus BERSATU, BURUH harus DISIPLIN, tekan teruss pemerintah supaya baik.

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 15:11 WIB
      bung, jangan lihat satu sisi saja! kalau liat seperti anda ini... pemerintah juga tidak berpihak kepada pengusaha. lihat aturan mengenai buruh dan pekerja, terutama pesangon yang sangat tidak masuk akal. Buruh dan pekerja yang tidak dapat menjalankan tugasnya karena tidak disiplin di PHK dan harus diberi pesangon? banyak aturan yg memberatkan pengusaha pada akhirnya kan


    • Kamis, 12 Juli 2012 | 16:31 WIB
      Pengurus Serikat Pekerja banyak yg menghisap darah dari para buruh,tp ga sadar aja kalian...wkwkwk...

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:40 WIB
    hapus outsourcing...nanti makin banyak yang nganggur...terus pemerintah yang disalahin lagi karena gagal menyejahterakan rakyat

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:33 WIB
    Mau naik gaji..BOLEH, asal berani dikaitkan dgn PRODUKTIFITAS. LAh berani ngak tuh serikat pekerja kalo gini caranya. Jelas ngak lagh, wong makin kuat serikat pekerja, makin TURUN PRODUKTIFITAS. Itulah hasil politik serikat pekerja, KEMALASAB dipelihara.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:32 WIB
    Apakah outsourcing dihapus bisa merubah nasib buruh? Selama tenaga kerja masih berlebihan dibanding lapangan kerja, maka selalu ada yg mau "jual murah" akibatnya harga pasti jatuh.."hapus outsourcing" dijadikan alat oleh politisi untuk merebut simpati buruh, sebenarnya itu membodohi rakyat..

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:31 WIB
    Inilah Efek dari korupsi di badan pemerintahan di indonesia, andaikan tidak ada dana APBD maupun pajak daerah yang di selewengkan para pejabat negara, seharusnya masyarakat indonesia akan menikmati kesejahteraan seperti sembako murah, biaya kesehatan dan pendidikan yang murah. walaupun masih ada sistem outsourcing di perusahaan swasta. jadi sebaiknya semua di mulai dari STOP SUAP & KORUPSI.

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 15:04 WIB
      apa anda pernah menyuap oknum?? ditangkap polisi, memberikan uang pelicin, mengurus KTP paspor dll menggunakan pelicin juga.. atau dalam hal lainnya? atau mungkin korupsi kecil2an? yang saya lihat, rakyat indonesia ini banyak yg asal blg stop suap dan korupsi padahal sendiri melakukannya


    • Kamis, 12 Juli 2012 | 17:26 WIB
      Korupsi paling gampang tapi ngak terasa itu ya waktu bro. Nyolong2 waktu buat melakukan hal2 diluar kerjaan. Ijin terus menerus. Hitung saja sendiri, dalam 1 tahun berapa hari masuk kerja & ijinnya.
3
#####

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:28 WIB
    Pendapat dari para pekerja itu baik, cuma harus dilihat juga kepentingan perusahaan. Satu perusahaan mati maka akan banyak pengangguran. Penetapan UMR juga bukan sembarangan. Mau hidup tidak berutang? Ya, hemat. Jangan boros. Hidup itu kebutuhan bukan keinginan. Penuhi dulu kebutuhan.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:16 WIB
    boleh no outsorcing, kalian mendapat tunjangan serta fasilitas lainnya, sebagai gantinya setengah dari jumlah karyawan dipecat.

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:56 WIB
      teorinya nggak gitu, dg begitu kwalitas akan tercipta. rasa memiliki jadi ada, dan lebih memanusiakan, kalau ngerti agama, outsorcing itu dilarang mestinya


    • Kamis, 12 Juli 2012 | 17:28 WIB
      Buat saya Outsource itu boleh2 saja. masalahnyakan sekarang ini maksud dari outsource itu yang diselewengkan. tujuannya kan memberikan kepastian utk pekerja yang memiliki pekerjaan dengan waktu terbatas. contoh tukang bangunan. tapi sekarangkan semua pekerjaan di outsource

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:50 WIB
    hapus Outsourcing betul bgt karena ntu ngenakin orang-orang yang pada punya usaha tapi menyusahkan orang-orang kecil ne semua awal mulanya se Megawati yang ngadain Outsourcing, eh sekarang CAGUB yang menang dari pasangan partainya banteng mau g mau Outsourcing bakal tetap berjaya di jakarta,,,,,, Outsourcing... a*j**g

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:05 WIB
      waktu ngelamar udah tau kan posisinya sbg outsourcing? nah kenapa ngelamar posisi itu? Kapan mau majunya ni negara kalo dikit2 demo, lama2 investor kabur semua... kelian juga yang jd susah


    • Kamis, 12 Juli 2012 | 14:58 WIB
      itu karena keterpaksaan mas, teorinya nggak gitu. anda karena ada di zona nyaman jadi nggak akan ngerti penderitaan OS

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:44 WIB
    Lama kelamaan tenaga kerja kita tidak memliki daya saing dengan negara2x lain seperti cina, india, bangladesh, vietnam dll, apalagi jika skill tenaga kerja kita masih kurang. Nagaimana indsutri kita bisa berkembang.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:41 WIB
    dah dapat kerjaan masih aja ngelunjak minta ini dan itu, kalo ga mau digaji rendah atau kerja outsourcing kenapa elo2 pada ngelamar kerja dsana??? kalo mau kaya yaa jadi pengusaha dong.
4
#####


  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:41 WIB
    ATM, otsorseng harus diluruskan kembali ke track-nya sendiri. jgn menjarah track2 laen seperti sekarang. think! siapa yg paling berwenang untuk mengatur track???

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:38 WIB
    iya percuma aja naik gaji kalu begitu naik gaji pengeluaran juga ikut naik... dan apakah produktifitas kita udah bisa bersaing dengan kompetitor" kita? kok bisa barang udah naik kapal laut segitu jauh lebih murah daripada kita bikin sendiri di sini....


  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:30 WIB
    Yang jadi masalah dinegara kita adalah ekonomi biaya tinggi, termasuk biaya transportasi dan kebutuhan pokok. Coba kalau pemerintah bisa mengatasi dan mengendalikan masalah harga kebutuhan pokok yang semakin melambung..

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:25 WIB
    Kalau Upah buruh naik tapi harga kebutuhan hidup sehari-hari juga naik ya sama aja kali, harusnya harga sembako yang diturunin....

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 17:31 WIB
      Mimpi sajalah kalau mengharapkan sembako bisa turun harganya. Yang perlu dibereskan adalah tikus-tikus kepala hitam yang menggerogoti dari belakang dan berlaku seolah olah tidak tahu apa apa.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:23 WIB
    Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
 5
 #####


  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:14 WIB
    outsoursing memang sudak tidak layak, karna sangat banyak kelemahannya, baik diperaturan perburuhan maupun dikalangan perbankkan ( tenaga outsoursing sepertinya hanya warga negara kelas 2 ) saya sudah banyak mengalami ini, susah untuk berkembang.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:12 WIB
    LAh kalo minta upah naik terus, tapi PRODUKTIFITAS loe pada2 ngak naik2 (alias tingkat KEMALASAN sama), Siapa yg mau bayar loe pada2 ? Ngangur aja loe dah, sono bikinb warung atau jadi wirausaha sendiri. Biar rasa gimana ngegaji orang.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:06 WIB
    Iwan Fals:"lihatlah itu yang disana Orang berkumpul Bising suaranya matanya merah di bakar marah tuntutan mereka mmbentur Baja terus bekerja atau di PHK, di depan Pabrik minta keadilan hanyalah Janji membumbung Tinggi ....

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:23 WIB
      Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:02 WIB
    Kalau ingin Indonesia tetap menarik buat investor, perselisihan antara pekerja dan pengusaha harus dikelola dengan efektif dan cepat. DPR sebagai penyalur aspirasi rakyat dan pengesah peraturan/UU tenaga kerja harus memprioritaskan isu ini.Kalau investor hengkang, semua pihak rugi.

  • Kamis, 12 Juli 2012 | 12:43 WIB
    naik tapi pengurangan jumlah pekerja gimana? mau?

    • Kamis, 12 Juli 2012 | 13:24 WIB
      Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
6
#####

Kamis, 12 Juli 2012 | 12:41 WIB
setuju naik!! asalkan juga di ikuti dengan kenaikan produktivitas...
7



No comments:

Post a Comment