Amazon Deals

Thursday, April 25, 2013

Melirik Kunci Sukses Yahudi



Judul     :    Yahudi Mengapa Mereka Berprestasi
Penulis  :    K.H. Toto Tasmara
Penerbit:    Sinergi
Terbit     :    November, 2010
Halaman:    266 Halaman

Bangsa Yahudi adalah kaum minoritas, namun dapat menguasai. Hanya dengan populasi sekitar 14 juta orang, kaum yahudi mampu menjadi bagian dari penguasa modernisasi dunia. Jika melihat sejarah peradaban dunia, banyak jawara dan cendekia muslim era andalusia mempunyai pengaruh yang besar dalam kebangkitan dunia modernisasi pada masa itu. Banyak diantara tokoh-tokoh muslim pada era itu mempunyai kontribusi yang besar dan mampu mempengaruhi pemikiran filsuf yahudi maupun kristen. Membuktikan bahwasanya dunia islam juga mempunyai tokoh-tokoh yang hebat yang mampu memberi pengaruh bagi perkembangan dunia. Melihat sejarah seperti itu diharapkan akan menjadi motivasi dan daya dorong bagi para generasi muda muslim agar mampu membaca sejarah peradaban dan membawa agama islam bangkit menuju kejayaannya.

Banyak sekali fakta menarik yang menyebutkan tentang kehebatan kaum yahudi di banding dengan kaum lain di dunia ini. Di segala bidang disiplin ilmu kaum yahudi setidaknya lebih unggul dibanding dengan kaum lain di dunia ini. Pemaparan singkat Hafiz A.B. Muhammad tentang perbandingan kekuatan yahudi dengan kaum lain, diantaranya perbandingan dengan kaum muslim sudah menggambarkan kehebatan yang dimiliki oleh kaum yahudi. Hal semacam itu mungkin dapat menjadi cambuk yang keras, jika itu dilihat dari sudut pandang kaum muslim sendiri.
Orang sukses adalah mereka yang berani untuk menderita, sedangkan pecundang adalah mereka yang menghindari rasa sakit. Dari awalnya mereka menderita dan tertindas, maka sekarang kaum mereka menjadi cerdas. Pengaruh sejarah sangat memicu kebangkitan kaum yahudi hingga sekarang, banyak peristiwa sejarah yang berpengaruh terhadap kehebatan dan kecerdasan keturunan yahudi dimasa lalu. Dengan semangat penderitaan itulah mereka bangkit dan akhirnya mampu menjadi kaum minoritas yang menguasai.

Apa kunci kesuksesan bangsa yahudi ? berbagai torehan prestasi dalam bidang akademik membuktikan bahwasanya kaum yahudi memang sangat fanatik terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi keturunannya. Dalam Tafsir Talmud mencatat bahwa kehancuran Yerusalem dikarenakan anak-anak meninggalkan sekolah sehingga menjadi bodoh dan tidak berpendidikan. Pendidikan sendiri merupakan bagian budaya yahudi yang telah dirintis sejak awal. Dalam buku ini akan dipaparkan mengenai langkah dan metode pendidikan kaum yahudi dalam mendidik anak keturunannya, juga berkaitan dengan budaya sosial dalam bangsa yahudi yang sampai sekarang masih mereka jaga.

Taurat sejatinya sebagai kitab suci agama yahudi, namun dalam kenyataannya kitab talmud lebih mereka anggap sebagai buku paling suci melebihi taurat. Dengan berpondasikan pada talmud mereka menjalankan misinya secara misterius yang justru mengundang banyak fitrah kepada mereka sendiri. Seluruh hukum dan peraturan disampaikan rahasia, terbatas diantara para rabi dengan menanamkan fanatisme yang luar biasa terhadap para rabi agar kaum yahudi menghormatinya (rabi) melebihi siapapun. Disini juga dibahas tentang rahasia-rahasia yang terkandung dalam kitab talmud.

Membangun character building illaa bi sulthaan merupakan langkah yang harus ditanamkan umat islam di dunia. Melihat begitu superiornya kaum yahudi dalam mendominasi peradaban modernisasi dunia, sudah saatnya umat islam bangkit. Ini merupakan tips yang dituangkan penulis dalam memotivasi pembaca, dengan tujuan untuk kemajuan umat islam sebagaimana sejarah tentang tokoh-tokoh muslim terdahulu yang mempunyai peran besar dalam peradaban dunia.

Buku ini sangat bermanfaat bagi segala kalangan, khususnya generasi muda islam. Dengan berbagai paparan dan rahasia dibalik kesuksesan bangsa yahudi dalam mendominasi peradaban dunia. Dari sini diharapkan pembaca akan termotivasi dan bangkit dalam mengembangkan kekuatannya sebagai bentuk daya saing terhadap kaum yahudi di era globalisasi sekarang ini.

Imron Wafdurrahman-Bahasa dan Sastra Indonesia-UNY

No comments:

Post a Comment