Amazon Deals

Monday, September 9, 2013

Stop Pelemparan Kereta!

PELEMPARAN batu terhadap kereta api yang tengah
 
melintas dari pinggir rel kereta hingga sekarang masih terus terjadi. Hal itu tentu sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, tak hanya PT Kereta Api Indonesia, tetapi juga instansi terkait seperti aparat kepolisian dan pemerintah daerah, bersama warga. Langkah persuasif berupa penyadaran tanpa henti kepada warga yang tinggal di pinggir di rel kereta api perlu terus menerus dilakukan. Mereka harus diberi pengertian bahwa dampak pelemparan batu sangatlah berbahaya. Selain dapat melukai penumpang, tindakan brutal itu tentu bisa merugikan PT Kereta Api, karena rusaknya fasiltas kereta, seperti jendela, pintu dan lainnya.


Menjelang masa angkutan Lebaran 2012, tersiar kabar buruk terjadinya pelemparan kereta api di jalur Surabaya-Jakarta, tepatnya di sekitar Alas TuaSemarang,  yang menyebabkan penumpang terluka parah. Korbannya adalah Subiantoro (54), seorang wartawan yang tengah menumpang kereta api Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta saat kereta hendak masuk ke Stasiun Tawang Semarang. Akibat terkena lemparan
batu dari pelaku tak dikenal korban terluka parah di bagian wajah dan mata  hingga harus
dirawat di rumah sakit.

Wartawan Radio Republik Idonesia (RRI) Jember
itu harus menjalani operasi di bagian mata kanannya dan mendapat perawatan itensif paska operasi.

Pria yang menduduki jabatan Kepala Pemberitaan
itu  mengalami nasib apes saat sedang bersiap turun di Stasiun Tawang. Tiba-tiba dia terkena lemparan batu dari arah luar kereta dan dia langsung tak sadarkan
diri. Lemparan benda keras itu rupanya mengenai wajahnya persian di bagian mata. Karena kondisinya mengkhawatirkan korban yang berlumuran darah segera
dilarikan ke rumah sakit oleh petugas kereta api daerah operasi IV Semarang.

Pelemparan terjadi saat korban berdiri di depan
pintu karena memang bersiap hendak turun menenteng barang bawaan. “Saya  sama sekali tak
melihat pelaku pelemparan karena kondisi sekitar  rel masih gelap,” ujarnya.

Selaku pejabat di RRI Jember, Subiantoro pergi ke Semarang sedianya hendak mengikuti rakor persiapan liputan arus mudik lebaran 2012 se
Indonesia. Namun akibat ulah pelaku pelemparan dari pinggir rel kereta dia terpaksa batal mengikuti acara penting itu  karena harus terbaring di bangsal perawatan  rumah sakit.

Kabar buruk seperti itu mudah-mudahan tak kembali terjadi. Untuk itu mari bersama-sama menyadarkan publik, bahwa tindakan pelemparan (batu) terhadap kereta yang sedang melaju adalah tindakan tercela, tindakan kriminal yang akan berhadapan dengan hukum. (foto & teks: @agusher_manto)

##################################################
Cegah Pelemparan Batu ke Kereta, PT KAI akan Sosialiasi ke Sekolah

Jakarta Penimpukan batu terhadap kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di Jabodetabek sering terjadi. Daerah rawan pelemparan batu biasanya terletak di jalur kereta yang ada lingkungan sekolah.

"Beberapa waktu lalu pernah kita amankan, pelakunya anak SMP dan anak-anak tanggung," kata
Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Jumat (8/7/2011) pukul 14.15 WIB.

Mateta pun meminta masyarakat ikut menjaga KRL sehingga dapat beroperasi dengan baik. Menurutnya daerah rawan pelemparan batu terletak jika jalur kereta berada tidak jauh dari lingkungan penduduk.

"Untuk itu kita minta agar kereta ini dijaga bersama," imbaunya.

Mateta mengatakan, PT KAI akan mencoba melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang terletak di sekitar perlintasan kereta. Hal ini dikarenakan pelemparan batu ke kereta yang melintas sering dilakukan anak-anak sekolah.

"Kita akan coba dengan tim untuk sosaliasi ke sekolah-sekolah di sepanjang jalur kereta," ucapnya.

Persitiwa pelemparan batu ke kereta hari ini juga terjadi. Yang menjadikorban adalah KRL jurusan Jakarta-Bogor. Ketika berada di sekitar flyover Tanjung Barat, tiba-tiba saja ada orang yang mempar batu ke arah gerbong yang tengah melaju. Kaca jendela pecah akibat pelemparan itu dan seorang penumpang terkena kepalanya.


##################################################
Kasus Pelemparan KA Tanggung Jawab Pemda dan Polisi
PURWOKERTO, (PRLM).- Pemerintah daerah dan polisi seharusnya sudah mempunyai peta kerawanan gangguan kereta api. Terkait dengan maraknya kasus pelemparan terhadap kereta api.

Ketua Forum Perkeretaapian Indonesia, Djoko Setijowarno ketika dihubungi Rabu (16/11) mengatakan, kasus pelemparan batu oleh warga terhadap KA yang lewat bisa diantisipai. "Pemda dan polisi seharusnya memiliki peta kerawanan tersebut dan diantisipasi," kata Djoko.

Menurutnya, persoalan pelemparan batu oleh warga merupakan persoalan non teknis yang bukan merupakan tanggung jawab PT. KAI. Tetapi Pemda dan polisi setempat. Pelemparan batu, kata dia, merupakan masalah sosial bukan merupakan masalah teknis perkeretaapian.

Namun secara teknis PT. KAI bisa mensiasatinya. Yakni dengan penggunaan kaca jendela yang terbuat dari plastic sehingga kalau dilempar akan memantul balik. “Seperti kereta ekonomi Gajah Wong yang menggunakan plastik, jika dilempari tidak akan membahayakan penumpang,” katanya.

Maraknya kasus pelemparam batu terhadap kereta telah banyak menimbulkan penumpang yang mengalami luka-luka dan kerugian material yang harus ditanggung KA.

Kasus terakhir menimpa bocah Azril Putra, (10). Dia menjadi korban pelemparan batu saat ia naik kereta api ekonomi Kutojaya dengan tujuan akhir Kutoarjo Jawa Tengah. Matanya terancam buta akibat lemparan batu tersebut. Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes.


No comments:

Post a Comment